Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Untuk Orang Lain, Tidak Dirinya Sendiri


__ADS_3

"Saito!"


Nami berteriak dengan ekspresi putus asa. Dia tidak menyangka kalau pria yang biasanya pendiam tetapi bangga tersebut memilih untuk bersumpah setia pada seseorang.


"Aku tidak bodoh dan tahu pilihanku, Nami."


"Jika kamu tahu—"


"Aku tidak peduli. Asalkan kita bisa hidup lebih nyaman di dunia gila ini. Asalkan aku bisa melindungimu dan menjagamu ...


Aku akan tetap mengambil pilihan ini."


"..."


Nami dan Saito saling memandang. Saat itu, suara tak acuh terdengar.


"Aku tahu kalian sedang jatuh cinta dan dalam masa bahagia, tetapi jika wanita itu tidak segera dirawat ...


Apa yang menunggu kalian hanyalah bad ending."


Sosok Ark yang selesai membersihkan kedua dan kembali menyarungkan kedua pedang memilih untuk menyeret tiga bangkai hyena ke bawah pohon. Dia kemudian mengeluarkan belati dan bersiap untuk melakukan pekerjaannya.


Ucapan Ark membuat keduanya tertegun. Saito tampak panik. Dia menatap ke arah Nami yang semakin lemah lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ark.


"Tuan Hades!" ucap Saito panik.


"Tangkap."


Setelah merogoh sesuatu di balik jubahnya, Ark melemparkan sebuah botol kecil berisi ramuan berwarna hijau muda.


Menangkap botol itu, mata Saito berbinar.


"Bagaimana cara menggunakannya, Tuan Hades?"


"3/4 diminum, 1/4 dioleskan ke luka. Setelah itu tutup luka dengan kain atau hal-hal semacamnya.


Apa aku perlu melakukannya?"


Ark berbicara tanpa menoleh. Saito melihat tubuh Nami yang penuh luka. Jika dia membiarkan Hades mengurus wanita tersebut, itu hampir sama dengan menyuruh pria lain melihat tubuh wanitanya. Jelas hal yang bodoh!


"Tidak perlu!" ucap Saito. "Omong-omong, Nami akan sembuh setelah mengonsumsi ramuan ini? Benar-benar ajaib?"


"Siapa yang bilang dia akan langsung sembuh?"


"Eh?"


"Aku hanya bilang dia tidak akan mati. Lukanya akan menutup, dia juga akan sedikit pulih. Perlu perawatan jangka panjang untuk sembuh total.


Memangnya ini game RPG dimana kamu mendapatkan potion dan ketika meminumnya, HP (health points) milikmu akan penuh lalu sembuh total?


Tolong buang fantasimu itu."

__ADS_1


"..."


Bukan hanya Saito, Nami juga terdiam. Mereka tidak menyangka sosok Hades yang tampak agung ternyata bisa begitu menyebalkan.


"Oh. Jangan lupa minum ini."


Ark melemparkan botol lain berisi cairan berwarna hijau tua.


"Setengah untukmu, setengah untuk wanita itu. Ini penawar racun, lebih baik kamu segera meminumnya. Jangan sampai terlambat dan merusak beberapa sarafmu secara permanen.


Aku tidak berencana memungut orang cacat. Karena ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, aku butuh laki-laki dan perempuan yang sehat. Tidak ada waktu untuk mengurus orang sakit."


Setelah menangkap botol tersebut, Saito langsung mengonsumsinya seperti yang diminta Ark. Pria itu sama sekali tidak ragu. Lagipula, dia yakin tidak mungkin Ark akan mencelakakan dirinya setelah susah-susah membantunya.


"Jangan buang wadahnya. Benda-benda seperti itu sudah jarang. Masih bisa digunakan kembali."


Mendengar ucapan Ark, sudut bibir Saito berkedut. Namun pria itu masih menjawab.


"Dimengerti."


Setelah meminum penawar racun, Saito membawa Nami dan kembali masuk ke dalam gedung. Memilih ruang kecil sebagai tempat merawat luka.


Sementara itu, Ark yang sedang menguliti tiba-tiba mendongak untuk melihat langit.


Tampak burung-burung gagak mulai berterbangan. Bukan dari atas ke bawah, tampaknya kebanyakan mereka terbang dari bawah ke atas. Jika diperhatikan, ada noda darah di paruh dan cakar mereka.


"Sudah kenyang, kah?"


***


Sekitar satu jam kemudian, pertempuran akhirnya benar-benar selesai.


Tentu saja daripada kata "pertempuran", kata "pembantaian" lebih cocok. Lagipula, diantara banyaknya jumlah gagak, kurang dari seratus gagak yang terbunuh. Sebaliknya, banyak anggota Jade Scorpion kehilangan nyawa dan mengalami luka, baik yang ringan atau parah.


Pemandangan tragis terlihat di gedung tersebut. Terdengar tangisan, teriakan marah, dan putus asa.


"Benar-benar sia-sia."


Sementara orang-orang kebingungan, lelah, dan panik, Ark yang selesai mengurus pekerjaannya menghela napas.


Dia telah selesai menguliti, kemudian mengambil dua taring besar dari setiap hyena. Selain itu, pemuda tersebut juga mengambil jantung dan otak hyena. Meski beracun dan tidak bisa dikonsumsi manusia, tetapi ini adalah tonik bagi binatang buas lain.


Ya. Ark sedang mempersiapkan hal itu untuk Finn!


"Jika langsung dibawa kembali, pasti tidak akan baik karena mungkin membusuk di jalan.


Tampaknya aku benar-benar harus merebusnya. Namun ... gizinya pasti akan banyak berkurang.


Ugh! Lebih baik daripada tidak."


Ark bergumam pelan. Selain mengambil berbagai bagian tubuh yang berharga, pemuda itu juga telah mengubur organ dalam makhluk tersebut. Sedangkan tiga tubuh besar berdaging ...

__ADS_1


Dia akan memberikannya kepada Debby!


"Ya ... Rebus daging kaki belakang untuk dibawa pulang. Oleh-oleh untuk para puppies," gumam pemuda itu.


Meski demikian, Ark tetap pusing. Dagingnya jelas masih terlalu banyak untuk dikonsumsi oleh Debby sendiri. Paling banyak, Black Doberman tersebut bisa memakan satu utuh dalam sekali makan.


"Satu hari ini, satu untuk besok pagi, dan satu lagi ... buang saja."


Ark menghela napas. Menggunakan air untuk merebus terlalu banyak jelas bukan pilihan bijak. Saat itu, dia melihat pohon dengan daun lebar tidak jauh dari markas Jade Scorpion.


Saat itu, sebuah ide dimana dia bisa menghemat air muncul dalam kepalanya!


"Kalau begitu minta tiga orang lain untuk membantu."


Setelah itu, Ark pergi sambil membawa beberapa barang penting. Memanggil Darin, Yonas, dan Vadim untuk mengambil barang-barang lain.


***


Sekitar tiga jam kemudian.


Sementara orang-orang kelompok Jade Scorpion berkumpul untuk menghitung yang selamat dan beristirahat, Ark dan rekan-rekannya malah membuat sebuah api unggun besar tidak jauh dari kereta Dark Caravan.


"Apakah ini benar-benar tidak bisa dimakan, Ketua?" tanya Darin sambil menelan ludah.


"Jika kamu ingin tersedak racun sampai mati, kamu boleh mencobanya."


"..."


Ucapan Ark membuat tiga orang yang sedang memotong-motong daging merasa tertekan.


Mereka memotong daging kaki belakang hyena menjadi kotak-kotak. Setelah itu, mereka membungkusnya dengan daun besar. Kemudian, daun tersebut dilapisi lumpur. Setelah cukup kering, mereka lalu memanggangnya. Hal yang sama dilakukan pada otak dan jantung hyena.


Tampaknya sedang memasak secara tradisional, tetapi makanan tersebut jelas tidak bisa dimakan!


Hanya membuat mereka merasa menderita karena melihat tetapi tidak merasakan!


Kriuk! Kriuk! Kriuk!


Darin, Yonas, dan Vadim menoleh lalu melihat sosok Debby yang sedang "makan malam" dengan penampilan mengerikan. Black Doberman tersebut benar-benar menikmati daging hyena secara utuh. Makan nikmat dengan mulut penuh darah.


Tampak brutal dan tidak pantas dilihat anak-anak!


Ark dan tiga orang menatap api unggun dengan ekspresi kosong. Mereka jelas memasak sesuatu yang baunya nikmat, tetapi pada kenyataannya hanya bisa menggigit dendeng daging kering yang alot atau minum seteguk air.


Benar-benar sebuah gambaran kenyataan tidak seindah yang terlihat!


Saat mereka menatap api unggun dengan ekspresi kosong, suara langkah kaki terdengar. Mereka berempat menoleh dan melihat beberapa sosok berjalan ke arah mereka.


Orang-orang itu adalah Gion dan anggota inti dari Jade Scorpion!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2