Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Sedia Payung Sebelum Hujan


__ADS_3

Sore harinya setelah beristirahat.


"Jadi ... apa maksud dari semua ini, Jay?"


Mendengarkan pertanyaan retoris dari mulut Ark, Jay tercengang. Dengan ekspresi kesal di wajahnya, dia menunjuk sambil berkata.


"Seperti yang kamu lihat, ini kebun baru kita!"


"..."


Ark menatap ke arah halaman belakang yang tampak kacau. Daripada kebun dalam bayangannya, apa yang dia lihat seperti sebuah tempat dimana anak-anak bermain lumpur atau mungkin bermain rumah-rumahan.


Benar-benar berantakan!!!


Ark kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jay. Melihat ke wajah polos sahabatnya yang sama sekali tidak merasa ada yang salah, dia benar-benar kehilangan kata-katanya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata, Ark mencari lalu mengambil sebuah cangkul. Pemuda itu juga mengambil sabit kecil. Setelah itu, dia mulai memindahkan beberapa tanaman sesuai dengan jenisnya ke tempat sementara.


"Hey! Setidaknya katakan sesuatu!"


Melihat Ark yang sama sekali tidak memprotes atau marah, Jay malah menjadi tertekan. Alasannya sederhana. Itu karena Jay tahu, setiap kali Ark tidak menjawab dan hanya membereskan sebuah pekerjaan, itu berarti ...


Apa yang dia lakukan benar-benar parah! Sama sekali tidak bisa diandalkan!


"Kami sudah selesai, Tuan Ark."


Mendengar suara lembut itu, Ark dan Jay menoleh.


Di sana, mereka melihat sosok Natasha, Abigail, Nathan, dan Nala. Natasha tampak cantik dengan pakaian olahraga agak usang yang menonjolkan bentuk tubuhnya. Sedangkan Abigail yang sebelumnya berbicara ... dia benar-benar tampak cantik ketika menggunakan pakaian santai biasa.


Kulit putih bersih seperti salju, rambut cokelat panjang bergelombang, dua melon besar yang membuat para laki-laki tidak bisa tidak memandangnya ... ditambah tempramen yang begitu lembut, dia memang sangat cantik.


Sedangkan Nathan dan Nala, keduanya mewarisi kulit dan iris mata ibunya. Namun rambut mereka mirip dengan Natasha, hitam bagai tinta.


Melihat mereka, Ark mengangguk.


"Abigail, Nathan, dan Nala ... kalian akan membantuku berkebun, menanam kembali sayuran dan beberapa tumbuhan ini. Sementara itu, Natasha dan Stacy ... kalian berdua pergi ke luar rumah. Di luar dinding yang mengelilingi rumah, ada banyak bunga hias. Aku ingin kalian mencabut semuanya."


"Hah?! Bukankah luas tanah ini sekitar satu hektar? Kamu ingin kami mencabut bunga ...  di area sepanjang 400 meter?"


"Baik, Tuan!"


Natasha tercengang. Sementara Stacy tampak senang. Meski dia agak iri dengan Abigail dan kedua anak itu, gadis tersebut tahu kenapa Ark membagi tugas dengan cara seperti itu. Sesuai dengan kemampuan mereka.


"Jika kamu tidak mau, kamu boleh pergi. Cari tempat tinggal dan makan sendiri. Masih ada lima puluh sembilan rumah yang bisa kamu gunakan."

__ADS_1


Mendengar ucapan datar Ark, Natasha langsung menggertakkan gigi. Meski enggan, dia masih menurut.


"Aku mengerti."


Setelah melihat tugas para wanita dan anak-anak dibagi, Jay bertanya.


"Bagaimana dengan aku dan Darin, Ark?"


"Suruh Darin menyelesaikan latihannya. Suruh dia untuk merebus air. Meski akibat hujan air menjadi lebih berlimpah, tetapi aku tidak yakin air sumur sebaik sebelumnya. Lagipula, ini hujan pertama, mungkin tidak begitu bersih. Untuk berjaga-jaga, rebus air terlebih dahulu. Suruh dia untuk merebus sebanyak yang dia bisa.


Sementara itu ... kamu akan mencari kayu bakar."


"Lagi???" ucap Jay dengan ekspresi tercengang.


Sementara itu, para wanita merasa bingung. Jelas mereka ada di sebuah area perumahan elit. Meski ada cukup banyak pohon, jika ditebang, kayu tidak akan bisa segera digunakan. Sedangkan kayu kering ... jelas tidak akan ada yang menjualnya karena banyak peralatan dapur menggunakan gas dan listrik. Bahkan ketika Stacy ada di sini, Ark dan Jay masih memiliki stok kayu bakar. Jadi gadis itu juga tidak tahu.


Jay sama sekali tidak tahu bahwa para wanita itu penasaran. Dia hanya menatap ke arah Ark sambil berkata.


"Aku tidak tahu apakah pemilik perumahan ini masih hidup atau sudah mati. Akan tetapi ...


Bahkan jika orang itu mati dan dihidupkan kembali, dia pasti akan mati sekali lagi karena marah!"


Setelah mengatakan itu, Jay pergi dengan ekspresi kesal.


Tentu saja, apa yang Ark maksud dengan mencari kayu bakar bukanlah menebang pohon. Sebaliknya, Jay akan pergi ke salah satu rumah yang Ark tunjuk. Masuk ke dalam rumah, dia akan mulai menghancurkan perabot kayu seperti kursi, meja, atau lemari yang indah ... produk kelas atas yang dijual dengan harga mahal!


Benar-benar keterlaluan!


Setelah Jay pergi, Ark melihat Natasha dan Stacy.


"Kalau begitu kami juga pergi, Tuan!"


Stacy tersenyum ramah sambil menarik Natasha pergi. Sementara itu, Ark mulai mencangkul. Dia membalik tanah, membuatnya lebih gembur. Pemuda itu melakukannya dengan cepat dan terampil. Dia dengan mudah membuat beberapa petak tanah yang siap ditanami hanya dalam waktu hampir setengah jam.


Pada saat itu, Abigail dan kedua anak hanya menonton karena Ark tidak menyuruh mereka untuk membantu.


Selesai membuat enam petak tanah yang siap ditanami, Ark kemudian memanggil Abigail, Nathan, dan Nala. Ketiganya tidak mengerti tentang pertanian, apa yang Ark lakukan jelas lebih baik daripada petani biasa.


Lagipula, tidak banyak orang bisa mencangkul enam area yang cukup luas dengan kecepatan seperti itu.


"Kalian hanya perlu menirukan apa yang aku lakukan."


Ark membuat beberapa lubang dengan jarak yang sama, setelah itu, dia mengambil satu bibit kentang. Dia kemudian menguburnya, tidak terlalu dalam, tetapi juga tidak terlalu dangkal.


"Kalian tinggal melakukannya dengan cara seperti ini. Sama untuk bibit ubi jalar."

__ADS_1


Ark berkata dengan nada datar. Dia kemudian mulai menunjuk sambil berkata.


"Dua petak ini untuk kentang dan dua petak ini untuk ubi jalar. Apakah kalian mengerti?"


Meski tahu bahwa pekerjaan mereka agak berat karena luasnya, Abigail dan dua anak itu masih mengangguk patuh. Masih mau membantu dan tidak mengeluh.


Setelah mengatur pekerjaan ketiganya, Ark pergi lalu kembali sambil membawa sebuah wadah berisi potongan wortel yang mulai bertunas. Selain itu, dia juga membawa sebuah karung.


Tidak banyak bicara, Ark mulai mengisi sebuah petak dengan wortel. Selain itu, dia juga mulai menanam benih jagung yang kebetulan Ark dan Jay dapatkan dalam perjalanan sebelumnya. Sebenarnya bisa direbus dan dikonsumsi, tetapi pemuda itu memilih untuk menanamnya kembali.


Jadi selain cabai, tomat, pohon buah, dan berbagai tanaman bermutasi unik yang ditanam di taman atas atap, beberapa tanaman yang bisa tumbuh cepat dan bisa dijadikan sebagai makanan pokok ditanam di halaman depan.


Sore harinya, mereka akhirnya selesai menanam. Ark juga telah memindahkan beberapa tanaman bermutasi termasuk Silverstar Grass yang sekarang cukup banyak. Ada sepetak kecil berisi tanaman tersebut di atap.


Melihat Ark yang sudah kembali, Nala yang duduk di dekat sebuah tanaman merambat aneh menoleh. Gadis kecil itu bertanya.


"Ini akan ditanam dimana, Tuan Ark? Nala akan membantu menanamnya."


"Jangan sentuh."


Ark langsung berkata dengan dingin, membuat gadis itu terkejut sampai-sampai hampir menangis.


"Tanaman itu memiliki duri beracun."


Abigail segera menghampiri Nala dan menjauhkan gadis tersebut dari tanaman merambat aneh tersebut.


Tanaman merambat itu berwarna hijau dengan duri-duri mirip duri mawar, tetapi memiliki warna ungu.


Devil's Vines, begitulah tanaman itu disebut.


Devil's Vines sendiri juga tanaman mutasi yang mirip dengan Silverstar Grass. Bahkan kelasnya jauh lebih tinggi daripada Silverstar Grass. Hanya saja, penggunaan mereka berbeda.


Devil's Vines tidak untuk dikonsumsi. Sebaliknya, tanaman itu akan diletakkan di luar dinding pertahanan. Tanaman itu mudah hidup dan tumbuh. Ada cara menumbuhkan tanaman itu dengan cepat, yaitu mengubur zombie di tanah dan membuat tanaman itu menyerap nutrisi dari sana.


Ya. Devil's Vines adalah jenis tanaman karnivora. Namun bukan jenis tanaman seperti dalam cerita sihir dimana bisa mengayunkan cabang untuk menjerat musuh. Namun seperti tanaman karnivora lainnya, diam di tempat. Jika ada makhluk yang mencoba melewati mereka, tanaman-tanaman tersebut akan menjeratnya, menggali kulit korbannya dengan duri lalu meracuninya sampai mati.


Setelah itu, mangsanya akan jatuh dan menjadi pupuk untuk Devil's Vines.


Meski tidak begitu langka, Ark merasa beruntung karena bisa menemukannya di awal. Dengan demikian, dia bisa membuat lapisan pertahanan ... khususnya untuk markas kecilnya terlebih dahulu.


Jadi jika ada pengepungan zombie atau makhluk mutan, mereka masih bisa bertahan. Setidaknya ... memberi Ark dan kelompok waktu lebih banyak untuk mundur.


Hal tersebut membuat Ark senang dan cukup mementingkan Devil's Vines. Dia juga berniat untuk segera menanam dan menumbuhkan tanaman tersebut.


Bersiap untuk menghadapi bahaya di masa depan! Sedia payung sebelum hujan!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2