Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Bernostalgia?


__ADS_3

Satu jam kemudian, di depan toko kecil tidak jauh dari tempat Ark bertarung sebelumnya.


"Jadi, ada apa dengan mereka?"


Duduk bersandar dengan pakaian berantakan, Ark melirik ke arah Jay lalu ke banyak orang yang berbaris di depan mereka.


Pada saat Ark bertarung, dia menggiring Raja Serigala Hitam ke lokasi untuk dihabisi. Lokasi itu sendiri tidak jauh dari arah Jay, Kurona, dan Shirona pergi. Alasan dia melakukan hal tersebut bukan untuk melibatkan mereka bertiga dalam pertarungan, sebaliknya, dia melakukannya agar Miracle Root bisa dikirim secepatnya.


Ya. Meski Raja Serigala Hitam memiliki banyak skill dengan kualitas baik, tetapi dia tidak menginginkannya.


Ark sendiri tidak menyangka kalau tidak jauh dari tempat dia melawan Raja Serigala, ternyata Jay, Kurona, dan Shirona berhadapan dengan Ratu Serigala. Makhluk itu sendiri juga berada di level tiga. Hanya saja, kemampuannya lebih rendah dibandingkan Raja Serigala.


Jay, Kurona, dan Shirona bertarung dengan gerombolan serigala. Kebetulan mereka juga menyelamatkan sebuah kelompok dari pengepungan serigala. Intinya, mereka datang kepada Ark untuk berterima kasih.


Sebelumnya Ark telah membahas pembagian Miracle Root. Awalnya Jay tertarik, tetapi akhirnya menyerah karena sahabatnya bilang ada yang lebih cocok untuknya. Jadi akhirnya, Miracle Root raja dan ratu serigala diberikan kepada Kurona dan Shirona. Lagipula, kekuatan dan kecepatan itu cocok untuk mereka.


Sementara dua gadis itu melakukan penyerapan, Ark dan Jay melindungi mereka. Mencegah orang-orang mendekat.


Ada beberapa dari mereka yang ingin bertemu dengan Kurona dan Shirona untuk berterima kasih. Namun Ark menolak mereka dengan alasan keduanya perlu istirahat. Lagipula, daripada Jay, duet si kembar itu yang akhirnya menghabisi Ratu Serigala. Jadi keduanya memang terluka cukup parah.


"Jadi kalian ingin berterima kasih?"


Ark menatap ke arah sosok pria berpenampilan biasa saja dengan wajah persegi.


"Ya, Pak! Terima kasih banyak telah membantu kami!" ucap pria itu sambil menatap ke arah Ark dengan hormat.


Pria tersebut dan kelompoknya memang tidak bisa melihat jelas pertarungan Jay, Kurona, dan Shirona melawan Ratu Serigala. Namun dampak dahsyat sudah bisa membuat mereka mengerti betapa kuatnya mereka.


Belum lagi ketika mereka bertemu dengan Ark. Melihat Raja Serigala Hitam yang lebih besar dan mengerikan daripada ratu dipenggal sendirian oleh lelaki itu, mereka benar-benar merasa takut sekaligus takjub. Diam-diam berkata kalau julukan Hades, Raja Neraka benar-benar cocok untuknya!


Ark sendiri kelelahan secara fisik dan mental. Dia juga terluka cukup parah akibat serangan terakhir. Namun pemuda itu bertindak tenang, membuat orang yang melihatnya mengira dirinya baik-baik saja. Bukan untuk pamer, sebaliknya, dia berhati-hati agar tidak ada orang yang mencoba melawannya dalam titik lemahnya.


"Jika kalian ingin membantuku, kalian bisa mencari dan mengembalikan jubah hitam serta pedangku yang jatuh di sekitar sini."


"Kami akan mencarinya, Pak!" ucap pria itu dengan penuh semangat.


Melihat pria itu begitu bersemangat, Ark merasa bingung. Sama sekali tidak paham kenapa pria itu merasa senang ketika disuruh.


Setelah beristirahat sekitar setengah jam dan minum berbagai ramuan, Ark memulai pekerjaaannya. Sementara menyuruh Jay tetap tinggal, dia mulai melakukan pengumpulan bahan bersama Debby.


Kulit serigala tingkat tiga dan dua, seluruh gigi serigala tingkat tiga, dua taring utama dari beberapa serigala tingkat dua, tanduk dari raja serigala (ratu tanpa tanduk), tulang lancip yang mirip duri besar di punggung serigala tingkat tiga, cakar serigala ... serta beberapa bahan yang Ark anggap berharga.


Dalam proses melakukannya, orang-orang yang ditolong Jay melihat Ark dengan tatapan penuh kekaguman.


Benar-benar melakukan pekerjaan seperti itu sendiri dengan begitu rapi!


Pada akhirnya, Ark berhasil memanen bahan berharga dari dua serigala level 3 dan enam serigala level 2! Sebenarnya masih ada banyak tubuh serigala tingkat satu. Setidaknya belasan, hampir dua puluh serigala.


Ark kemudian menyuruh orang-orang mengumpulkan seluruh tubuh serigala level 1 di satu tempat. Setelah itu, dia mulai mengumpulkan bahan. Meski dia menyelesaikan belasan tubuh, tetapi akhirnya dia hanya mengambil 10 kulit serigala karena ...

__ADS_1


Kereta yang ditarik Debby benar-benar sudah penuh!


"Kalian bisa mengambil bahan-bahan ini."


Ark berkata santai sambil menunjuk tujuh kulit serigala yang ditumpuk rapi, tumpukan taring serigala tingkat satu, dan cakar serigala tingkat satu.


"Apakah itu benar, Pak?!"


"Ya! Namun kalian harus memprosesnya sendiri."


"Terima kasih banyak, Pak!"


"Terima kasih banyak!" lanjut beberapa orang di belakang pria itu bersamaan.


Mendengar itu, Ark menggelengkan kepalanya. Dia memakai jubahnya lalu menyarungkan kembali satu pedangnya yang telah ditemukan. Melihat ke arah kelompok itu, pemuda tersebut berkata.


"Segera pergi dari tempat ini. Aroma darah pasti akan menarik para zombie dan binatang buas.


Jika kalian pergi, lebih baik melalui rute ..."


Ark sedikit memberi nasihat. Jarang sekali dia melihat beberapa orang yang cukup baik. Jadi pemuda itu memberi mereka sedikit petunjuk untuk menghindari beberapa titik berbahaya.


"Kalau begitu aku pergi."


Duduk di kursi kusir, Ark kemudian pergi bersama Debby ke tempat Jay menunggu sebelumnya.


"Syukurlah kalian baik-baik saja."


Melihat keduanya terkejut, Ark menambahkan.


"Karena kalian telah menyelesaikan tujuan, kalian akan kembali bersama Debby dan kereta."


"Eh??? Bukankah mereka seharusnya membantu kita, Ark?"


"Muatan penuh dan perlu segera ditangani. Mereka harus kembali."


"Haruskah kita ikut kembali?"


"Sudah 3/4 jalan. Kita harus melanjutkan perjalanan!"


"Ugh!"


Jay merasa tidak nyaman, tetapi akhirnya memilih untuk ikut.


Saat itu Kurona dan Shirona menghampiri lalu memeluk Ark dari kiri dan kanan. Mereka berdua berkata bersamaan.


"Kami senang kamu baik-baik saja, Senior!"


"En."

__ADS_1


Ark mengangguk ringan, merasa agak canggung.


"Ke mana kamu akan pergi, Senior? Kami akan menjemputmu setelah selesai mengantar barang."


"Ya. Kurona benar, Senior. Kami akan menjemputmu."


Mendengar betapa bersemangatnya mereka, Ark berkata dengan nada lelah.


"Tidak perlu. Aku dan Jay tidak akan mengambil bahan jadi kalian tidak perlu menjemput kami. Lagipula, tidak ada bahan yang perlu dibawa kembali."


"Kami akan menjemputmu, Senior." ucap Kurona.


"..."


Meski suara mereka monoton, Ark tahu kalau kedua gadis itu mengkhawatirkan dirinya. Jadi pada akhirnya dia berkata.


"Ke Aquarium raksasa. Namun jika kalian menjemput, datang saja ke tempat parkir luas di luar area itu.


Setelah selesai, kami akan datang ke sana menemui kalian."


"Baik!" jawab keduanya serempak.


Setelah beberapa saat bertukar kata, Kurona dan Shirona dengan enggan pergi.


Melihat ke arah kereta yang menghilang di kejauhan, Ark menghela napas panjang.


"Menyesal karena tidak langsung menerima mereka?"


Pertanyaan Jay yang masuk ke telinga Ark membuat sudut bibir pemuda itu berkedut.


"Jangan samakan aku denganmu, Jay."


"Hahaha! Omong-omong, ini membuat mengingat memori lama."


"Hah?!" Ark tidak menangkap apa yang Jay bicarakan.


"Berjalan berdua di dunia gelap dan mengerikan ini sama seperti pertama kali apocalypse terjadi. Benar-benar membuat bernostalgia~"


Mendengar itu, sudut bibir Ark kembali berkedut.


"Baru delapan bulan, tetapi kamu berbicara seolah bertahun-tahun telah terlewat."


"Hahaha! Memang hanya delapan bulan, tetapi ini adalah perjalanan yang panjang."


Mendengar ucapan Jay, Ark menggeleng ringan sambil tersenyum. Pemuda itu kemudian berjalan dalam diam. Jay terkejut ketika melihat sahabatnya tiba-tiba pergi. Dia segera berjalan menyusulnya.


Sambil membicarakan hal-hal kecil, keduanya melanjutkan perjalanan mereka.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2