Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Menelan Diri Sendiri


__ADS_3

Keesokan harinya, di kantor tempat Ark berada.


Tyler duduk di kursi dengan ekspresi gugup di wajahnya. Tidak jauh di depannya, hanya di seberang meja, tampak sosok Ark yang duduk dengan tenang. Dalam ruangan ini, hanya ada mereka berdua. Dua prajurit menjaga di luar pintu, jadi kerahasiaan masih sangat terjaga.


“Apakah kamu telah memikirkannya baik-baik, Tyler? Seharusnya kamu tahu, meski ada kelebihan, tetapi ada juga beberapa kekurangan ketika kamu bergabung dengan Sword of Sufferings.”


“Saya mengerti, Tuan Hades.”


Melihat ekspresi gugup dan bersemangat di wajah Tyler, Ark menggeleng ringan. Dia tahu kalau pemuda itu berniat untuk bergabung dengan Sword of Sufferings. Namun, Ark sendiri masih perlu menegaskan beberapa peraturan penting, keuntungan dan kerugian.


“Jangan terburu-buru. Biarkan aku menjelaskan kelebihan dan kekurangannya dengan pasti.


Pertama, bagian kelebihan. Sebagai anggota Sword of Sufferings, tentu saja kamu akan mendapatkan banyak kelebihan. Paling dasar, makan dua hari sekali. Beberapa keuntungan lain sudah aku jelaskan kemarin. Namun yang satu ini paling penting. Jika kamu bergabung, itu berarti kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan pasokan ramuan khusus.


Seperti yang kamu ketahui, ramuan khusus memiliki efek menguatkan tubuh. Karena efeknya begitu kuat, aku sampai membatasi penukaran maksimal 5 botol per orang. Jika kamu bergabung, kamu akan mendapatkannya tanpa batasan. Selama menyelesaikan misi, kamu akan mendapatkan bagianmu.


Selain itu, kamu juga memiliki kesempatan untuk mengalami evolusi. Seperti menjadi prajurit super dalam film-film pahlawan, kamu bisa menjadi lebih kuat. Sama seperti para prajurit dari Sword of Sufferings.


Meski begitu, ada juga kekurangannya. Pertama, setelah kamu bergabung dengan Sword of Sufferings, tidak mungkin bisa keluar kecuali mati. Selain itu, jika kamu membocorkan rahasia bahkan yang paling sederhana, kamu akan dihukum. Hukuman bisa berupa memotong tangan, kaki, sampai kematian. Kepatuhan juga menjadi syarat utama. Jika tidak patuh dan mengacau dalam tugas, kamu juga dihukum.


Intinya, meski mendaparkan banyak manfaat, selama bergabung menjadi anggota Sword of Sufferings ... nyawamu adalah milikku.


Jadi, apakah kamu masih ingin bergabung dengan Sword of Sufferings?”


Mendengar ucapan Ark, Tyler merasa kalau dia mengangguk, rantai akan melilit lehernya. Hal tersebut membuatnya menjadi ragu. Namun, saat itu dia mengingat kehidupan buruk yang dia alami selama lebih dari satu setengah tahun. Pemuda itu langsung menggertakkan gigi. Daripada hidup seperti itu, dia lebih memilih menjual hidupnya sendiri.


“Saya setuju, Tuan Hades! Saya tetap ingin bergabung dengan Sword of Sufferings!”


Mendengar itu, Ark mengangguk ringan. Mengangkat sudut bibirnya dan menampakkan senyum tipis, dia berkata.


“Kalau begitu, aku ucapkan selamat untukmu. Mulai sekarang, kamu adalah anggota cabang Sword of Sufferings.”


“Ya, Ketua!”

__ADS_1


Tyler menjawab dengan ekspresi penuh hormat dan semangat. Merasa kalau hidupnya benar-benar akan berubah menjadi lebih baik dan semakin baik mulai dari sekarang.


***


Setelah mendapatkan persetujuan Ark, Tyler pergi menemui prajurit yang ditugaskan untuk menjaga gudang barang. Usai mendapatkan sebuah pedang dasar, belati dasar, dan tas kecil untuk menyimpan barang yang terbuat dari bahan binatang bermutasi level 1, dia kembali ke tempat keluarganya tinggal.


Sampai di sana, Tyler langsung disambut ayah, saudari, dan pacarnya dengan senyum di wajah mereka. Saat itu, dia benar-benar merasakan bagaimana ketika mencapai kesuksesan.


“Apakah kamu sudah memutuskan untuk bergabung, Nak?” tanya Russell.


“Meski ketat, aku masih memilih untuk bergabung. Ini adalah titik balik hidupku.”


Tyler merasa bangga. Dia kemudian melirik ke arah tiga orang dengan tatapan jijik yang disembunyikan. Meski mereka bertiga adalah keluarga dan pacarnya, pemuda itu merasa kalau ketiganya biasanya keras pada dirinya. Hal itu tentu membuatnya agak membenci mereka.


‘Lihat saja. Mulai sekarang kalian akan bergantung padaku untuk hidup nyaman. Apanya yang hidup dengan aman? Pengecut seperti kalian tidak akan pernah naik ke tempat yang lebih tinggi.’


Memikirkan itu, Tyler menggelengkan kepalanya. Setelah menenangkan diri, dia berkata.


“Aku akan pergi istirahat.”


“Aku rasa, Tyler sedikit berubah,” ucap Russell dengan nada khawatir.


Meski sering kali memarahi Tyler dan Hannah, pria paruh baya itu hanya ingin menjaga keselamatan mereka. Selain itu, dia sama sekali tidak keberatan hidup agak buruk selama mereka semua aman dan sehat. Itu adalah pikiran seorang ayah yang mengkhawatirkan keluarganya.


“Aku rasa tidak ada yang berubah, Ayah. Mungkin Tyler hanya terlalu bahagia sehingga begitu bersemangat.” Hannah berkata dengan senyum di wajahnya.


“Aku harap juga begitu.” Russell menghela napas panjang.


Sementara itu, Lexie yang bukan anggota keluarga hanya diam. Dia jelas melihat tatapan jijik di mata Tyler. Wanita muda itu berpikir kalau Tyler memang mulai berubah. Dia juga merasa, tampaknya orang itu tidak puas kepadanya karena suatu alasan tertentu.


***


Di ruang Ark sedang memilah beberapa bahan yang diawetkan, sosok Lisa muncul.

__ADS_1


“Apakah itu baik-baik saja, Kak?”


Sambil memilah bahan kering yang disesuaikan berdasarkan kualitasnya, Ark membalas.


“Apanya?”


“Tyler. Orang itu tampaknya memiliki pemikiran agak bengkok. Jika dibiarkan menjadi anggota Sword of Sufferings, bukankah dia hanya akan mencemarkan nama baik dan merusak citra kita?”


Melihat Ark masih fokus pada berbagai bahan dan mengabaikannya, Lisa menghentakkan kakinya dengan ekspresi kesal. Dia merasa agak jengkel, tetapi tidak berani membuat masalah karena bahan-bahan di ruangan ini telah diproses dan dikemas. Jelas merupakan bahan-bahan yang akan mereka bawa kembali ke markas utama.


“Kamu tidak perlu khawatir, Lisa. Orang-orang seperti Tyler juga memiliki kegunaan. Orang itu tidak akan membuat banyak masalah. Kamu bisa santai.”


“Tidak banyak banyak masalah? Itu berarti dia masih akan membuat beberapa masalah, kan? Kenapa kamu harus menerima orang bermasalah seperti itu?”


“Bukankah Draco dan Leon juga seperti itu? Dulu mereka bermasalah, tetapi sekarang menjadi salah satu bagian tulang punggung Sword of Sufferings.


Sama seperti racun ular kobra. Hal itu bisa digunakan untuk membunuh. Namun, selama orang itu memiliki pengetahuan, itu juga bisa dijadikan sebagai obat. Jangan memandang rendah seseorang hanya karena apa yang mereka lakukan sekarang, Lisa.”


Ark masih memilih untuk berurusan dengan berbagai bahan dengan ekspresi serius di wajahnya. Menjawab berbagai pertanyaan tanpa menoleh ke arah Lisa.


“Kalau begitu, bagaimana jika orang itu tidak mau berubah? Bagaimana jika dia akhirnya benar-benar membuat masalah?” tanya Lisa dengan ekspresi serius di wajahnya.


“Itu berarti Tyler tidak bisa menahan diri. Orang itu tidak bisa menahan keserakahannya sendiri, dan malah semakin menjadi-jadi.”


“Kamu akan tetap membiarkannya begitu saja?” tanya Lisa.


Mendengar itu, gerakan Ark berhenti sejenak. Dia kemudian membalas.


“Orang yang tidak bisa menahan keserakahannya cepat atau lambat akan menelan dirinya sendiri. Jika sampai membuat kekacauan, kita hanya perlu menanganinya sesuai dengan peraturan. Jika orang itu tidak bisa mengendalikan diri sendiri dan tidak mau berubah ...”


Ark menoleh ke arah Lisa dan memandang gadis itu dengan mata merahnya.


“Itu berarti orang itu tidak layak berada di Sword of Sufferings.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2