Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Alasan Penolakan dan Kebangkitan


__ADS_3

Mendengar jawaban Ark yang mengejutkan, mereka memandang dengan ekspresi serius.


“Jadi, apa yang coba kamu usulkan, Ark?” tanya Julian.


“Biarkan semua orang mengetahui situasinya.”


Perkataan Ark langsung membuat ekspresi Julian berubah total. Dia menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi tidak percaya.


“Apakah kamu gila, Ark? Jika sampai orang-orang tahu, mereka jelas akan mengalami kepanikan. Apakah itu yang kamu mau?”


“Mungkin mereka akan panik, tetapi, bukankah itu sama saja? Lagipula, mereka pasti juga akan panik dan menjadi kacau saat para zombie tiba-tiba datang menyerbu.”


“Lalu kita hanya harus menghentikan para zombie sebelum tiba!”


“Kita? Apakah kamu ingin menyuruhku? Hubungan kita mungkin bisa dibilang teman. Namun, aku tidak akan setuju untuk mengorbankan bawahanku hanya demi orang-orang tak tahu terima kasih itu.”


“Lalu kamu tidak peduli dengan nyawa ribuan manusia?!”


Julian menggebrak meja, menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Dia pikir, setelah melalui banyak hal, hati pemuda itu akan lebih terbuka dan mau menolong sesama. Menurutnya sendiri, Ark membuat jejak di kota lain agar orang-orang di sana bisa selamat.


“Bahkan jika ribuan ‘orang-orangmu’ mati, masih ada seribu orang lebih di markas Sword of Sufferings. Lebih seribu orang yang lebih menjanjikan, memiliki lebih banyak kemungkinan bertahan, dan lebih terstruktur.


Jika kamu memang ingin mereka selamat. Sebagai ketua dan raja baru, setidaknya jadilah lebih berguna! Berhenti merengek seperti anak kecil dan mengandalkan orang lain.


Itu adalah keputusanku dan tidak bisa diganggu. Jadi, kamu memiliki dua pilihan. Sembunyikan semua informasi dari mereka semua seolah tidak terjadi apa-apa, dan Sword of Sufferings akan menutup pintu. Atau menyebarkan informasi, dan kami akan membantu.


Tentu saja, bukan membantu untuk melindungi rakyatmu yang sangat kamu cintai itu.


Ada tiga titik dimana zombie berpusat, tempat itu adalah rumah sakit pusat kota, stadion sepak bola, dan mall paling besar di kota. Lokasi paling dekat dengan tempat ini adalah rumah sakit, kan? Jika kalian setuju, aku akan membantu menangani stadion dan mall.


Itu saja dariku. Kamu bisa memikirkannya baik-baik. Batas waktu adalah tujuh hari. Setelah memikirkannya, kirimi saja aku pesan.”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung bangkit. Dia mengambil topeng lalu memakainya. Kemudian, pemuda tersebut langsung meninggalkan ruangan. Benar-benar pergi tanpa menunggu orang lain berbicara.


“Apa-apaan dengan orang itu!”


Julian menggebrak meja dengan ekspresi kesal di wajahnya.


“Aku rasa ucapan Tuan Hades ada benarnya, Tuan Julian.”


“Hah?!”

__ADS_1


Mendengar itu, Julian menatap ke arah Siegfried dengan ekspresi tidak percaya. Berpikir kalau sirkuit otak pemuda itu juga telah rusak.


“Menurutku, alasan kenapa Tuan Hades melakukan hal itu juga untuk kebaikan kita semua.”


“Dengan membunuh ribuan nyawa tidak bersalah?” ucap Julian dengan nada skeptis.


“Bukan. Menurutku, alasan kenapa Tuan Hades melakukan ini sebenarnya untuk memutuskan ketergantungan rakyat dan dua organisasi kita terhadap Sword of Sufferings.


Seperti yang dulu pernah kita bicarakan. Sword of Sufferings sendiri ingin menciptakan organisasi besar seperti Tower of Magic, atau Asosiasi Hunter. Bukan untuk melindungi setiap warga di seluruh kota atau menyelamatkan dunia.


Sebaliknya, kitalah yang ingin membuat pemerintahan baru. Namun, sampai sekarang, kita terlalu bergantung kepada Sword of Sufferings hanya karena mereka kuat. Setiap ada masalah besar, kita akan merengek seperti anak kecil yang mengadu pada orang tuanya. Dan ya ... sebenarnya itu memalukan.


Menurutku, ada alasan kenapa Tuan Hades melakukannya. Pertama, biarkan kita tidak bergantung pada mereka. Ke dua, biarkan para rakyat memiliki kesadaran diri tentang bahaya dan tidak terlena. Ke tiga ... karena dia yakin kita bisa melakukannya.”


Mendengar jawaban Siegfried, Julian tercengang. Setelah itu, dia tampak agak cemas. Pria tersebut langsung berdiri lalu berjalan mondar-mandir di ruangan.


“Apakah hal semacam itu bisa dilakukan?” tanya Julian.


“Selama semua orang bersatu dan berani melawan. Hal semacam itu bukan tidak mungkin. Lagipula, paling banyak ada zombie level 1 dan level 2 yang menyerang. Selama ditangani dengan baik, tidak mustahil bagi kita untuk menghabisi mereka.


Sedangkan untuk kemungkinan zombie level 3 yang muncul. Selama aku, kamu, dan Berto bekerja sama ... masih ada kemungkinan menang jika kita bertarung habis-habisan.


Tentu saja. Kita juga harus membeli berbagai alat dari Sword of Sufferings. Dengan tabungan kita, seharusnya hal semacam itu bisa dilakukan.”


Julian menatap Siegfried dengan senyum di wajahnya. Dia kemudian mengacungkan jempol, lalu kembali berkata.


“Kalau begitu tidak ada pilihan lagi. Mari kita lakukan ini!”


***


Malam harinya, Julian mengumpulkan semua orang dan membuat pengumuman besar.


“Hari ini, ditemukan kalau ada bahaya tingkat merah yang mengancam seluruh kota.


Para zombie di tiga titik berkumpul akhirnya menggila dan membuat serangan ganas. Gerakan mereka menjadi teratur dan lebih berbahaya dibandingkan dengan biasanya, kemungkinan ada zombie cerdas yang memimpin mereka. Jadi, disepakati kalau kita akan melakukan darurat militer.


Kalian tampaknya tidak cemas? Lalu aku akan mengumumkan pada kalian mimpi buruk besar yang tidak ingin kalian dengar!


Sword of Sufferings akan mengurus dua tempat jadi ... mereka tidak akan membantu kita sama sekali.”


Mendengar itu, orang-orang yang awalnya tampak biasa langsung menjadi panik. Ekspresi ngeri tampak di wajah mereka. Orang-orang langsung menjadi cemas, dan suasana menjadi kacau.

__ADS_1


“Tidak mungkin! Kenapa mereka tidak membantu?”


“Bukankah mereka biasanya berurusan dengan makhluk-makhluk jahat itu? Kenapa semuanya malah menjadi seperti ini secara tiba-tiba?”


“...”


Pada saat smeua orang panik, teriakan Julian tiba-tiba terdengar.


“DIAM!!!”


Teriakan itu membuat mereka semua diam, lalu memandang Julian yang menatap ke arah mereka dengan ekspresi marah dan kecewa. Dia kemudian menunjuk mereka semua sambil berkata.


“Sadar diri, wahai orang-orang bodoh! Melindungi kalian? Memangnya kalian siapa?!


Di mata Hades, kalian hanyalah orang-orang yang tidak pantas direkrut. Selain itu, Sword of Sufferings sama sekali tidak memiliki tanggung jawab atas nyawa kita semua. Bahkan jika kita semua mati dan menyalahkan mereka, orang-orang itu tidak akan peduli karena bagi mereka ...


Kita adalah orang luar yang menjalankan perdagangan dengan mereka!


Lihat kalian yang begitu menyedihkan! Bahkan aku bingung kenapa mau memimpin kalian, yang bahkan tidak memiliki otak dan harga diri. Apakah kalian tidak malu dengan kedua tangan dan kaki kalian?


Apakah kalian hanya ingin merengek dan menunggu mati di kamar?”


Julian menarik napas dalam-dalam lalu berteriak.


“DENGARKAN AKU, ORANG-ORANG BODOH!


Kita mungkin lemah dibandingkan dengan Sword of Sufferings. Namun, apakah kita hanya akan menyerah ketika melawan para zombie belaka?


Sebenarnya, kita memiliki kesempatan menang jika bersatu. Kita manusia dan memiliki otak yang bisa kita gunakan! Kita mengetahui banyak informasi tentang zombie dan bisa memanfaatkannya untuk membuat jebakan. Kita, manusia yang dianggap lemah dan jatuh ke bawah rantai makanan masih bisa bertahan! Jadi ...


KATAKAN PADAKU, ORANG-ORANG BODOH!


MERINGKUK DI KAMAR DAN MENUNGGU SAMPAI MATI SEPERTI PECUNDANG!


ATAU TUNJUKKAN PADA MEREKA SEMUA, KITA, MANUSIA TIDAKLAH LEMAH DAN SIA-SIA!”


Mendengar itu, suasana langsung menjadi sunyi. Semua orang merasa kalau ada sesuatu yang membara dalam tubuh mereka. Berpikir menjadi pecundang sampai mati, atau menjadi pejuang pemberani membuat darah mereka terasa mendidih.


“OOOHHH!!!”


Semua orang langsung berteriak serempak penuh dengan semangat juang. Melihat semua itu, Julian menyeringai. Dia melirik ke arah Siegfried yang mengangguk ke arahnya. Dengan ini, tujuan awal mereka pun tercapai.

__ADS_1


Selanjutnya, apa yang perlu mereka lakukan adalah mempersiapkan diri untuk pertarungan besar yang akan datang!


>> Bersambung.


__ADS_2