
"Sudah aku duga, kita tidak seharusnya melakukan ini."
Salah satu dari bawahan Joseph berkata dengan senyum masam di wajahnya. Orang di sebelahnya juga mengangguk dengan ekspresi tak berdaya.
Joseph yang mendengar bisikan tersebut tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya. Dia kemudian melirik ke arah Siegfried sebelum bertanya.
"Bagaimana menurutmu, Sieg? Tampaknya kita tidak berhasil mengejar mereka."
"Ya. Kecepatan binatang bermutasi tidak sebanding dengan kita. Baik dari segi kekuatan, ukuran tubuh, dan refleks ... kita tertinggal jauh.
Namun, aku rasa kita lebih baik tetap mengejar mereka. Kita perlu melihat cara mereka bertarung karena hal tersebut pasti akan membantu.
Walau kita sering melakukan operasi gabungan dengan Dark Caravan, tetapi kita tidak melihat kekuatan mereka. Jika kita pernah, itu pasti bukan kekuatan penuh mereka.
Aku ingin melihat seberapa kuat Dark Caravan yang sebenarnya!"
Melihat tekad di mata Siegfried membuat Joseph mengangkat sudut bibirnya. Dia merasa puas dengan orang yang dipilihnya. Benar-benar memiliki ambisi besar dan tidak puas hanya dengan bertahan.
Setelah berjalan cukup lama, mereka tiba di perempatan tempat Ark dan rekan-rekannya sempat bertarung.
Joseph melihat banyak duri panjang sekuat paku yang menancap di mana-mana dengan ekspresi heran. Dia kemudian berlari ke satu titik. Di sana, tampak cukup banyak duri yang berserakan di sekitar.
Joseph membungkuk lalu melihat bekas dalam di aspal.
"Ini ... pedang gadis pendek itu? Digunakan sebagai perisai?" gumam Joseph.
Tempat Joseph sekarang berada adalah tempat Lisa menahan tembakan ratusan duri. Saat itu, suara mengejutkan pria itu.
"Ketua! Lihat ini!"
Joseph mengikuti dua orang. Di tengah perempatan, tampak jejak empat kaki besar yang membuat aspal retak.
"Ini tempat leopard bermutasi sempat berdiri?" Joseph bergumam sebelum ekspresinya tiba-tiba berubah. "Jangan bilang!'
Pria itu mengamati sekeliling. Lebih tepatnya, empat jalan di sekitar. Ekspresinya menjadi lebih terkejut dibandingkan dengan sebelumnya.
'Beberapa manusia dan binatang 'peliharaan' benar-benar memojokkan monster semacam itu?'
Pada saat Joseph merasa bingung, suara Siegfried terdengar.
"Kemarilah, Ketua."
Joseph menghampiri Siegfried dengan ekspresi bingung. Dia tidak bisa tidak bertanya, "Ada apa?"
"Apakah mungkin bagi seseorang menangkis ratusan anak panah tanpa menggunakan perisai dan tanpa bergerak dari tempatnya, Ketua?"
"Maksudmu dengan senjata seperti pedang atau tombak? Itu tidak mungkin."
__ADS_1
"Kalau begitu sebaiknya kamu melihat ini."
Ketika sampai di tempat Siegfried berada, Joseph tercengang.
Di sana, tampak dua bekas sepatu yang menekan aspal. Di sekitarnya, tampak ratusan duri yang dipotong atau ditangkis ke samping. Sama sekali tidak ada duri yang lolos dan tidak ada bekas darah.
'Hades ... sebenarnya orang macam apa kamu itu?'
Pada saat itu, sebuah suara mengejutkan Joseph dan tiga bawahannya.
"Eh??? Apa yang kalian lakukan di sini?"
Keempat orang itu menoleh ke sumber suara bersamaan.
Di bagian gedung dimana tampak kacau dan rusak, sosok pria berjubah dan bertopeng muncul. Pria itu tampaknya melemaskan otot-otot tubuhnya.
Ya. Dia adalah Jay yang terhempas dan ditinggalkan oleh rekan-rekannya!
Melihat ke arah Joseph dan tiga orang yang muncul secara tiba-tiba, pria itu merasa bingung. Namun dia mengabaikan mereka. Malah mencari sesuatu yang lebih penting.
'JANGAN BILANG ... BAHKAN MICHI MENINGGALKAN AKU??!'
Jay menatap kosong. Berdiri di tempatnya dalam diam. Kepalanya benar-benar terasa kosong.
Sementara itu, empat orang dari Black Panther tampak gugup. Satu pertanyaan muncul dalam benak mereka.
***
Tiga jam kemudian.
"Pffftt!!! HAHAHAHA!"
Lisa berguling-guling di lantai sambil memegangi perutnya. Dia terus tertawa dengan bahagia sementara orang lain tertegun menatap ke arah tertentu.
Di sana, Natasha yang telah menyerap Miracle Root keluar dari kamarnya. Hanya saja, tampak suatu yang berbeda darinya. Lebih tepatnya, sekarang dia memiliki ekor besar di belakangnya.
Sebuah ekor berwarna hitam merah yang terbuat dari zat seperti darah dan tampak aneh. Bentuknya mirip dengan sengat kalajengking sepanjang satu setengah meter dengan ujung tajam seperti pedang melengkung sepanjang 50 cm. Panjang ekor dua meter setebal paha pria dewasa.
Warna hitam merah, penuh duri, dan ujungnya tajam seperti pedang melengkung ... benar-benar memiliki kesan jahat.
Ekor tersebut bergerak sesuai dengan kehendak Natasha. Namun beberapa saat kemudian, ekor tersebut kembali ke tubuhnya. Benar-benar menghilang di depan banyak orang.
"Eh??? Apakah itu tidak permanen?"
Lisa menatap ke arah Natasha dengan ekspresi kecewa. Dia pikir itu permanen. Jadi merasa penampilan Natasha benar-benar menjadi lebih 'menarik' dibandingkan sebelumnya.
"Aku rasa terbuat dari zat seperti darah, tetapi bisa menjadi keras atau lunak. Ketika dalam mode lunak, bisa dikembalikan ke dalam tubuh. Ketika keras, bisa digunakan sebagai senjata?"
__ADS_1
Ark mengelus dagu. Melihat ke arah Natasha, dia merasa kalau wanita itu cukup beruntung. Hal tersebut mirip seperti Ark yang mengubah kukunya menjadi cakar setajam belati paduan khusus. Sedangkan Natasha, tulang ekor yang kecil benar-benar bisa berubah menjadi "senjata" yang begitu luar biasa.
Jika wanita itu mengabaikan penampilannya yang agak mengerikan sekaligus mengabaikan cara orang memandangnya, hal tersebut bisa dibilang senjata yang sangat kuat. Bahkan Ark sendiri cukup iri!
"Apa yang ketua bilang benar," ucap Natasha. Tampaknya cukup lega karena "ekor" itu tidak memiliki sifat permanen.
"Membosankan." Lisa duduk di lantai sambil menopang dagu.
Berbeda dengan Lisa dan Natasha yang lebih mengkhawatirkan penampilan, Stacy melirik ke arah Ark dan bertanya.
"Itu tidak mempengaruhi kepribadian Natasha kan, Tuan? Dia tidak akan mengamuk, menjadi monster, atau semacamnya?"
Pertanyaan tersebut langsung membuat Lisa dan Natasha terkejut. Ekspresi mereka langsung berubah menjadi serius.
Ark sendiri sedikit terkejut dengan pertanyaan tersebut. Melihat kejelian Stacy, dia tersenyum di balik topengnya.
"Tentu saja tidak. Menurut tebakanku, ekor Natasha sedikit mirip dengan perubahan bentuk biasa.
Aku bisa merubah kuku menjadi cakar, kalian bisa melapisi tubuh dengan exo-skeleton, jadi ... menambahkan ekor sementara bukanlah suatu hal yang mustahil.
Anggap saja keajaiban alam."
"SYUKURLAH!" Lisa menghela napas panjang.
"Bukankah kamu bilang lebih suka kalau ekorku permanen, Lisa?" tanya Natasha dengan mata menyipit.
"Itu memang menarik dan cukup lucu, tetapi jika hal semacam itu membuatmu gila dan kita harus bertarung sampai mati ... lebih baik jika kamu tidak memilikinya!" ucap Lisa tegas.
"..."
Stacy dan Natasha terdiam. Mereka benar-benar terkejut. Tidak menyangka kalau iblis kecil tersebut memiliki sisi seperti itu.
Meski sering berdebat dengan rekan-rekannya atau membuat masalah, tetapi dia sangat takut jika harus bertarung sampai mati dengan temannya sendiri. Dibalik mulut keras gadis pendek itu, hatinya mungkin selembut tahu.
Ark menggelengkan kepalanya. Melihat ke arah ketiga perempuan itu, dia kemudian berkata.
"Segera berkemas. Kita akan menjemput Jay sebelum melanjutkan ke tempat berikutnya."
"EH???"
Tiga perempuan itu tampak terkejut.
Melihat reaksi mereka, sudut bibir Ark berkedut. Dia tidak bisa tidak berkata.
"Jangan bilang ... kalian benar-benar melupakan keberadaannya?"
>> Bersambung.
__ADS_1