Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Para Makhluk Rakus


__ADS_3

"Ini???"


Melihat sebuah kepala dengan ukuran hampir dua kali besar bola basket, Lisa berseru. Bukan hanya gadis itu, tetapi anggota lain juga merasa terkejut.


Apa yang di depan Ark dan rekan-rekannya adalah kepala serangga besar. Lebih tepatnya, kepala semut berwarna cokelat muda kusam seperti pasir gurun.


Bukan hanya warnanya, tetapi tekstur bagian luar juga mirip dengan bebatuan kasar. Matanya berwarna hitam, masih tampak garang bahkan tanpa setelah mati.


"Bagaimana ada semut sebesar itu?" gumam Lisa dengan ekspresi tidak percaya.


"Kenapa kamu begitu terkejut? Bukankah semua makhluk diperbesar di dunia yang kacau ini?" ucap Jay dengan wajah datar.


"Masalahnya, mereka itu makhluk sosial. Dalam satu sarang, bisa menampung sekitar 4000 sampai 6000 semut. Jika itu satu koloni besar dengan jumlah seratus sarang, jumlahnya bisa mencapai 500.000 semut! Bayangkan saja sendiri!"


Lisa berkata dengan nada tidak puas. Mungkin dia agak kekanak-kanakan, tetapi jelas Old Franky mengajarinya dengan baik.


Sementara itu, semua orang langsung terkejut. Old Franky dan Ark sendiri tampak lebih tenang. Lelaki tua itu menatap ke arah sang ketua lalu bertanya.


"Apakah kamu berpikiran sama denganku, Ark?"


"Kurang lebih begitu." Ark mengangguk ringan. Ekspresinya menjadi lebih serius. "Aku yakin koloni belum terbentuk. Jika tebakanku benar, seharusnya baru ada satu sarang. Makhluk itu mencoba mengumpulkan sumber daya di sekitar untuk meningkatkan jumlah mereka. Paling buruk, mereka telah membuat dua sarang."


"Itu masih lebih dari sepuluh ribu, Bung!" Jay mendecak.


"Bukankah seharusnya kita bisa melakukan?"


Lisa yang berpikir jumlahnya tidak begitu parah menjadi cukup optimis. Selain jumlah anggota Sword of Sufferings telah meningkat cukup banyak, kekuatan mereka juga dianggap paling kuat di seluruh kota. Bahkan bisa menahan gelombang demi gelombang zombie dan binatang buas tanpa mengorbankan orang.


Melihat orang-orang yang menjadi optimis, Ark hanya bisa menggeleng ringan. Dia tidak bisa memberitahu mereka karena orang-orang itu mungkin ketakutan dan tidak memercayainya.


Masalahnya, selain ratu semut, ada empat jenis semut. Pekerja kecil, pekerja besar, ksatria, dan jenderal. Ya ... sebenarnya ada satu jenis lagi, tetapi seharusnya belum muncul.


'Meski menggiurkan, tetapi jika sampai muncul, resiko pemusnahan terlalu tinggi.'


'Aku harus membunuh ratu semut sebelum makhluk itu lahir.'


Semut pekerja memiliki penampilan seperti semut biasa, tetapi lebih besar dan lebih ganas. Bedanya mungkin lapisan kasar pada exo-skeleton makhluk tersebut dan sedikit perubahan pada bentuknya.

__ADS_1


Semut pekerja kecil berada di level 1 puncak. Sementara semut pekerja besar ada di level 2.


Sedangkan untuk para semut ksatria dan komandan, mereka berdiri dengan dua kaki seperti manusia. Tinggi mereka lebih dari dua meter. Mereka juga memiliki empat lengan, bahkan untuk jenderal ... mereka memiliki sayap. Penampilan mereka cukup ganas dan mengerikan.


Semut ksatria sendiri berada di level 2 puncak. Sementara semut jenderal, mereka berada di level 3. Bahkan memiliki kesempatan untuk menembus level 4.


Untuk makhluk yang tidak ingin Ark sebut atau ingat, dia adalah raja semut.


Penampilannya mirip ksatria atau jenderal, tetapi malah lebih kecil. Namun, makhluk tersebut sangat kuat dan termasuk makhluk spesial. Bahkan terlalu spesial.


Di kehidupan Ark sebelumnya, makhluk tersebut dianggap sebagai pembawa kesengsaraan. Tidak kalah dengan Kraken, Naga, Nature Guardian, dan makhluk spesial lainnya.


Menurut informasi, ketika lahir, makhluk itu langsung berada di puncak level 4. Bahkan bisa bersaing dengan makhluk level 5 biasa!


Memikirkan sosok yang menopang dagu di atas singgasana sambil memerintahkan ratusan ribu bawahannya untuk memusnahkan kota demi kota, tangan Ark mengepal erat. Kukunya menggali dalam ke telapak tangan sampai berdarah.


'Bunuh! Lacak lokasi awal sarang semut lalu bunuh mereka semua sebelum makhluk itu lahir!'


Ark tampak penuh tekad.


Jika sebelumnya mengetahui lokasi sarang, dia pasti sudah pergi. Namun masalahnya, lokasi tersebut tersembunyi di padang pasir. Tidak terbuka sebelum mereka memulai invasi.


Mengingat bagaimana rekan-rekannya sebelumnya jatuh satu per satu, bahkan salah satu perempuan yang mulai mengisi hatinya. Tawa mengerikan dan teriakan melengking dari makhluk itu tiba-tiba terdengar di telinganya.


"Ark? Apakah kamu baik-baik saja, Ark?"


Jay langsung menghampiri Ark dan mengguncang tubuhnya.


Ark tersadar dari lamunannya. Niat membunuh mengerikan yang sebelumnya memenuhi ruangan langsung ditarik kembali. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya. Bahkan pemuda itu hampir lupa bernapas.


"Apakah kamu tidak apa-apa, Ark?" tanya Jay memastikan.


"Maaf, aku tidak apa-apa." Ark menggeleng ringan sambil memasang senyum. "Aku hanya merasa kesal karena binatang bermutasi dari luar berusaha menyerang kota yang telah kita bersihkan dan coba kita bangun."


"Jadi begitu ..." Jay menghela napas lega.


Orang-orang dalam ruangan juga mengangguk. Mereka semua berpikir kalau Ark memang sangat jengkel. Lagipula, butuh banyak usaha untuk membangun markas dan memperkuat kelompok sampai seperti sekarang.

__ADS_1


Belum lagi, orang-orang di kota juga mulai disatukan dan diluruskan. Hanya menunggu waktu sampai kota ini bisa menjalankan sistem pemerintahan yang utuh.


Tentu saja, Ark tidak akan mengatakan yang sebenarnya. Belum lagi, dia sendiri memiliki sedikit jejak ketakutan. Pemuda itu kemudian menatap ke arah Jay dengan ekspresi serius.


'Untuk menghancurkan sarang musuh, aku dan Jay harus segera menembus tingkat empat. Setelah itu, barulah kita memiliki kesempatan menang sedikit lebih tinggi.'


'Aku tidak suka mengambil resiko terlalu tinggi, belum lagi tanpa persiapan cukup. Namun ...'


'Aku harus menghabisi ratu semut sebelum monster itu terlahir!'


Ark menarik napas dalam-dalam. Setelah emosinya menjadi lebih stabil, dia kemudian membuat pengumuman tegaa.


"Lakukan segala persiapan segera! Kita akan segera berburu lalu melacak lokasi sarang para semut bermutasi!


Jangan sampai mereka lebih berkembang dan membuat koloni besar!"


"Ya, Ketua!" jawab mereka serempak.


Ark sendiri mengerti. Alasan kenapa para semut mulai menyebar adalah karena kurangnya sumber makanan mereka. Makhluk itu akan memperluas wilayah dengan mengambil apa yang bisa mereka ambil.


Selain itu, para semut bermutasi juga terkenal akan kerakusan mereka. Makhluk-makhluk itu memakan segalanya. Ya ... segalanya, baik dari tanaman, binatang buas, zombie, dan manusia.


Bahkan, ada yang menyimpulkan kalau mereka memakan tanah dan pasir di awal apocalypse untuk menopang hidup mereka yang rapuh saat itu!


"Kalau begitu, berpencar dan umumkan perintahku kepada seluruh anggota Sword of Sufferings!


Kirim orang ke Silver Cross dan Black Panther juga. Biarkan mereka mempersiapkan diri dan tidak berakhir dimusnahkan dengan mudah!"


Orang-orang langsung berdiri dan memberi hormat.


"Ya, Ketua!"


Setelah itu, mereka semua langsung pergi meninggalkan ruang rapat.


Sementara itu, di ruang yang sepi, ekspresi Ark berubah menjadi lebih dingin. Niat membunuh tidak lagi dia sembunyikan. Biarkan keluar begitu saja.


'Karena aku telah kembali! Aku tidak akan pernah membiarkanmu bangkit!'

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2