
Setelah menggambar beberapa, Ark menyuruh orang untuk melanjutkannya. Tentu saja, mereka juga bisa melakukannya. Hanya saja, selain Saito, gambar sisanya cukup buruk. Khususnya yang digambar oleh Leon.
Setelah melihat pria itu beberapa kali mencoba, Ark langsung menyuruhnya berhenti.
Usai menandai semua orang, Ark menyuruh mereka beristirahat sejenak. Dia kemudian menyuruh semua orang berkumpul di kantor.
Pada saat Saito, Draco, dan Leon masuk ke dalam ruangan, ekspresi Ark berubah. Sebelumnya tampak begitu santai, tetapi saat ini dia jelas tampak serius. Melihat mata dingin itu, tiga orang lainnya langsung merinding. Di sisi lain, mereka juga menunggu sang ketua membuat tindakan yang sebenarnya. Lagipula …
Sebelumnya, semua tampak seperti sebuah permainan bagi mereka.
“Saito, kamu pergi ke pos sementara. Biarkan mereka semua berkemas, datang ke kota ini karena kita sudah menyiapkan pijakan yang cukup kokoh.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung melihat ke arah Draco dan Leon.
“Apakah kalian haus dan lapar?”
Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Draco yang biasanya agak tenang dan santai langsung berubah menjadi dingin. Saat itu juga, Leon yang biasanya tampak bodoh dan ceroboh langsung menutupi seringai kejam di wajahnya. Ekspresinya berubah dari pria konyol menjadi sosok binatang buas yang ganas.
“Setelah mendapatkan miracle root untuk Draco, kalian berdua akan memimpin 40 orang menuju ke selatan. Di sana, ada salah satu kelompok besar bernama Emerald Goshawk. Mereka telah mengirimi kita sambutan hangat, jadi …”
Ark tersenyum main-main.
“Tidak sopan jika kita tidak membalasnya, bukan?”
Mendengar pertanyaan itu, Saito menutup matanya. Ekspresi Draco menjadi dingin, dia mencengkeram tombak di tangannya lebih erat. Sedangkan Leon, senyumnya tampak mengerikan sampai-sampai sudut bibirnya hampir menyentuh telinga.
***
Tengah malam, dua hari kemudian.
Di sebuah bangunan bekas rumah sakit swasta, banyak orang berkumpul. Meski tidak berani membuat api unggun, tetapi banyak dari mereka berkumpul di halaman dengan selimut tebal. Berkumpul sambil membuat beberapa lelucon hangat.
Itu adalah markas Emerald Goshawk, salah satu kelompok terbesar di kota ini. Bukan hanya terkenal karena kekuatannya, tetapi mereka juga terkenal dengan anggota yang kompak. Salah satu kelompok yang dianggap paling sulit dihadapi dan cukup dihormati banyak orang.
Di dalam salah satu ruangan yang dijadikan sebagai ruang rapat, tampak banyak orang yang berkumpul.
“Kamu sudah gila! Tidak hanya mengorbankan anggota kita, tetapi kamu langsung memprovokasi kelompok yang tidak diketahui kekuatannya!”
Sosok wanita pirang dengan rambut yang disanggul ke belakang dan mata biru berbicara dengan ekspresi kesal. Dia tampaknya masih muda, tetapi posisinya dalam kelompok itu jelas tidak baik.
“Apa yang kamu takutkan, Caroline? Mereka hanya kelompok penjahat yang bermain dengan kekuatan. Mereka yang memulai untuk membuat pengumuman besar untuk menarik perhatian kita, bukan?”
Sosok pria dengan rambut panjang, ekspresi licik, seringai jahat, dan tubuh penuh tato berbicara dengan nada sembrono. Dia adalah sosok wakil ketua dari Emerald Goshawk, Cobra.
“Kamu seharusnya tidak begitu impusif, Cobra.”
Sosok pria pirang yang tampak penuh martabat berbicara dengan tenang. Usianya ada di awal tiga puluh tahun. Wajahnya mirip dengan Caroline. Dia adalah kakak gadis itu sekaligus pemimpin dari Emerald Goshawk.
“Terserah padamu, Ketua.”
Setelah mengatakan itu, Cobra langsung bangkit dan meninggalkan ruangan. Melihat pemandangan itu, ekspresi Caroline langsung berubah menjadi buruk.
“Apakah kamu akan membiarkannya begitu saja, Kakak?” tanya Caroline.
“Meski menyebalkan, kita masih memerlukan kekuatan Cobra. Jadi kamu harus sabar, Carol.”
“Tapi … orang semacam itu …”
__ADS_1
Melihat adiknya tampak enggan, pria itu menepuk pundaknya dengan ekspresi lembut.
Sementara itu, tidak jauh dari markas Emerald Goshawk.
“Pemandangannya bahkan sangat gelap. Bukankah mereka juga terlalu berhati-hati, takut dengan para zombie?”
Suara Leon yang ceroboh terdengar. Dia kemudian melirik ke arah Draco yang memikul tombaknya dan menatap ke arah markas Emerald Goshawk dalam diam. Setelah beberapa saat, pria itu membuka mulutnya.
“Ingat yang dikatakan oleh Ketua?” tanya Draco.
“Sisakan setengahnya?” Leon memiringkan kepalanya. “Bukankah itu terlalu merepotkan untuk memilih?”
“Kalian bebas membunuh. Entah laki-laki atau perempuan, muda atau tua. Misi kita hanya mengurangi setengah dari jumlah mereka. Tampaknya ketua membiarkan kita yang memilih. Lagipula, kita adalah orang-orang yang Ketua pilih untuk melakukan pekerjaan semacam ini.”
“Kalau begitu bagaimana jika hancurkan semuanya saja?”
“LEON!”
“Aku hanya bercanda.”
Leon mengangkat bahu. Setelah mengatakan itu, Leon langsung berjalan ke depan tanpa sedikitpun keraguan. Dia sama sekali tidak menunggu Draco dan orang-orang lain.
Saat Leon mendekat, dia jelas langsung menjadi fokus perhatian banyak orang.
“Yo! Malam yang damai! Bolehkah aku mengirim kalian pergi dengan tenang?”
Mendengar ucapan Leon, orang-orang merasa aneh. Mereka langsung saling memandang, bahkan ada yang mulai berbicara dengan nada kesal.
“Apa yang orang gila ini lakukan di sini?”
“Hey, rasanya mereka meminta untuk dipukuli.”
“…”
Mendengar itu, banyak orang tertawa. Saat itu, Leon berjalan ke arah mereka. Hanya memakai jubah dan topeng, tanpa mengeluarkan senjata.
Di depan tatapan banyak orang yang bingung, Leon langsung menghampiri salah satu orang yang berbicara sebelumnya. Dia langsung meraih kepala pria itu dan membantingnya ke tanah dengan keras.
CRASH!
Melihat darah memercik, semua orang terkejut. Setelah beberapa saat, mereka langsung menarik keluar senjata mereka. Pedang, pipa besi, tongkat kayu, dan banyak hal langsung menunjuk ke arah Leon.
Dikelilingi banyak senjata, Leon sama sekali tidak tampak takut. Sebaliknya, dia malah tertawa.
“HAHAHA! Apakah beberapa benda seperti itu bahkan dianggap sebagai senjata? Mau membunuhku dengan hal semacam itu?”
Merasa marah, orang-orang langsung menyerang Leon. Namun alih-alih menghindar, pria itu hanya diam di tempat. Beberapa saat kemudian, tubuhnya sedikit mengembang menjadi lebih besar dan lebih tinggi. Tekanan mengerikan seperti sedang menghadapi binatang buas ganas langsung membuat mereka semua merinding.
BANG! BANG! BANG!
Leon langsung memukul satu per satu kepala mereka dengan kejam. Tindakannya yang begitu liar dan ganas langsung membuat mereka semua ketakutan. Namun saat itu juga, tampak banyak sosok berjubah yang masuk ke dalam markas mereka.
Orang-orang itu tidak mengatakan apa-apa. Mereka membawa pedang di tangan kanan dan mulai membunuh dengan liar.
“SERANGAN MUSUH! SERANGAN MUSUH!!!”
Teriakan demi teriakan terdengar. Namun beberapa saat kemudian kembali sunyi. Saat banyak orang keluar dari markas, mereka semua langsung disambut dengan pemandangan anggota Sword of Sufferings yang telah membunuh puluhan anggota.
__ADS_1
Tanpa rasa takut melihat jumlah anggota Emerald Goshawk yang muncul, orang-orang berjubah itu langsung bergegas ke arah mereka. Tujuan mereka sangat jelas ...
Yaitu untuk membunuh!
“APA YANG TERJADI DI SINI?!”
Saat itu, sosok Cobra muncul dengan ekspresi kesal di wajahnya. Namun alih-alih berhenti, puluhan orang berjubah itu terus membunuh seperti sabit yang digunakan untuk memotong rumput. Banyak orang berusaha untuk melawan, tetapi entah itu kecepatan, kekuatan, dan teknik … mereka semua sangat kalah.
“APAKAH KAMU KETUA DARI KELOMPOK INI?”
Saat itu, Cobra terkejut ketika melihat sosok besar yang tiba-tiba menghalangi pandangannya.
“AKU ADALAH WAKIL KETUA EMERALD GOSHAWK! APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI DAN-“
“Apakah kamu bodoh? Setelah melihat pemandangan seperti ini, kamu bertanya apa yang kami lakukan? Tentu saja membunuh!”
Suara Leon yang penuh dengan penghinaan terdengar. Saat itu, dia langsung memukul Cobra.
BRUAK!
Cobra berhasil menangkis serangan Leon, tetapi langsung terhempas beberapa meter. Kedua tangannya langsung patah. Menahan rasa sakit, dia menatap ke arah pria besar itu dengan ekspresi ngeri.
“Apakah kamu dari kelompok Sword of Sufferings? Apa yang kalian lakukan di sini? Apakah kalian begitu gila untuk menyerang kelompok besar terus-menerus? Apakah kalian tidak takut kami semua menyatukan kekuatan dan menghabisi kalian semua?”
“Takut? Apa yang harus aku takutkan?”
Leon berjalan menuju ke arah Cobra langkah demi langkah, benar-benar mengabaikan orang lain di sekitarnya. Pria itu kemudian berkata dengan tatapan penuh pemujaan.
“Seribu orang? Dua ribu orang? Tiga ribu orang? Sepuluh ribu orang? Maaf, aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu. Aku di sini untuk melaksanakan tugas, tidak kurang dan tidak lebih.”
“Kamu … Kamu bukan ketua kelompok ini?” tanya Cobra dengan ekspresi ngeri.
“Apakah kamu pikir kamu hebat? Ya, aku juga pernah berpikir seperti itu. Namun pada kenyataannya, baik aku atau kamu hanyalah seekor ikan kecil dalam kolam yang tidak mengerti seberapa luas lautan.
Kekuatan, kebijaksanaan, hal-hal semacam itu bukanlah sesuatu yang luar biasa di depan orang itu …”
Leon kemudian membuka lebar tangannya dan berkata dengan bangga.
“Sebelumnya, aku tidak begitu peduli karena sudah sepantasnya bagi yang lemah untuk mengikuti yang kuat. Namun, setelah mengikutinya begitu lama. Bahkan jika tidak bisa mengalahkan ribuan orang sendirian dan dihadapkan dengan jalan buntu. Saat ini …”
Menatap sosok wakil ketua dari Emerald Goshawk, Leon menyeringai dengan ekspresi gila di wajahnya. Menarik napas dalam-dalam, dia berteriak dengan lantang.
“AKU BAHKAN TIDAK PEDULI JIKA HARUS MATI!”
Leon langsung meninju dada pria itu dengan sekuat tenaga.
CRASH! BANG!
Di depan banyak mata orang, dada pria itu langsung diledakkan. Darah dan organ dalam langsung terciprat ke mana-mana. Setelah itu, tawa gila Leon langsung menggema di seluruh bangunan. Orang-orang yang bersembunyi langsung menutup mulut mereka, sama sekali tidak berani membuat gerakan tidak pasti.
Pada saat itu, mereka baru mengerti apa yang dimaksud dengan horor yang sebenarnya.
Di dalam malam pembantaian, anggota Emerald Goshawk mengalami banyak korban. Entah mengetahui penyebabnya atau tidak, banyak orang yang dihabisi setelah orang-orang berjubah dan bertopeng tiba-tiba muncul di markas mereka. Hal tersebut jelas membuat mereka ketakutan karena …
Rasanya seperti para iblis datang secara khusus untuk menjemput mereka.
>> Bersambung.
__ADS_1