Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Terlalu Lama Merasa Nyaman


__ADS_3

Setelah kembali ke markas, Ark langsung memanggil semua petinggi untuk melakukan rapat.


“Jadi, kamu bilang kepada mereka kalau kamu tidak ingin membantu mereka dan membiarkan orang-orang itu mati?”


Setelah Ark menyampaikan berita tentang zombie, lalu menjelaskan apa yang terjadi di markas Silver Cross, Lisa bertanya dengan ekspresi tidak percaya. Lagipula, apa yang dikatakan oleh si ketua agak keterlaluan dan pasti menyinggung perasaan mereka.


Sword of Sufferings sendiri ketinggalan berita karena mereka tidak meninggalkan wilayah mereka, hanya berpatroli di sekitar. Mereka lebih fokus ke latihan dan penyelesaian pembangungan Great Wall. Tidak aktif mencari informasi seperti biasa.


“Ya. Itulah yang aku katakan. Apakah ada masalah dengan itu, Lisa?”


Ark langsung menjawab dengan ekspresi datar. Sama sekali tidak tampak peduli.


“Aku tahu kalau ucapanmu memang benar, Kak. Namun, bukankah itu berarti kita menyakiti mereka dengan kata-kata? Apakah hubungan kita dengan pemerintahan kota baru akan baik-baik saja?”


“Tidak tahu. Jika mereka keras kepala dan menganggap kita kejam, lalu menjadikan kita sebagai musuh, itu adalah kerugian mereka. Kita sama sekali tidak dirugikan.


Selain itu, apa yang kukatan adalah fakta. Menurutku, mereka terlalu bergantung. Juga, mereka terlalu lama merasa nyaman. Sama sekali tidak begitu peduli dengan perubahan dunia dan berpikir kalau mereka akan selalu baik-baik saja.


Biarkan kejadian ini merubah pandangan mereka. Biarkan mereka tumbuh dan tidak lagi menyepelekan segala sesuatu, bahkan zombie yang paling sederhana.


Jika bisa melewati tantangan ini, mereka akan tumbuh. Jika tidak, mereka semua akan mati. Jika mereka mati, itu berarti kepercayaan kita kepada mereka sudah sia-sia. Orang-orang itu ...


Memang tidak bisa diharapkan.”


Mendengar ucapan tajam dari mulut Ark, semua orang diam. Meski begitu, mereka juga tidak bodoh. Alasan si ketua melakukan ini juga demi pemerintahan baru sehingga mereka bisa terus maju dan tidak terlena, mencegah mereka tertinggal jauh dan akhirnya ditelan oleh perubahan dunia. Masalahnya, tindakan Ark sendiri terlalu ekstrem dan langsung to the point. Hal tersebut jelas membuat banyak orang tidak puas terhadap dirinya.


“Apakah itu tidak apa-apa, Tuan? Maksudku, demi mereka, apakah anda benar-benar berniat membuang ketenaran dan gambaran pahlawan di mata orang-orang yang telah lama anda bangun?”


Stacy bertanya dengan ekspresi khawatir. Di kota ini, Ark akhirnya dianggap sebagai pahlawan sejak mengalahkan Raja Semut sendirian dan melindungi kota. Meski seluruh anggota Sword of Sufferings tahu apa yang dia lakukan, dan selalu menganggapnya sebagai pemimpin terbaik apapun yang terjadi, tetapi dunia luar jelas tidak akan menganggapnya dengan cara yang sama. Pikiran mereka tentang sosok pahlawan itu akan rusak.


“Pahlawan, kan?” Ark bersandar di kursinya sambil memejamkan mata. “Sejak kapan, aku, Hades yang dianggap sebagai Raja Dunia Bawah berpikir kalau diriku adalah pahlawan? Melawan Raja Semut untuk melindungi kota? Tidak ada hal semacam itu. Aku melawan makhluk tersebut karena dia membahayakan rencanaku, dan aku ingin miracle root miliknya. Itu saja.”

__ADS_1


“...”


Mendengar itu, tak satu orang pun memilih untuk membalas ucapannya. Entah karena mereka telah dicuci otak atau memang hati kecil mereka percaya, bagi orang-orang di Sword of Sufferings ... Ark adalah seorang pahlawan yang melindungi mereka. Dia mungkin kejam, gila, suka mengatur plot, dan mengharuskan semua berjalan sesuai dengan rencananya. Namun, entah bagaimana, mereka merasa kalau si ketua yang tampak dingin dan ganas itu hanya ingin melindungi orang-orang dengan caranya sendiri.


“Kamu memang selalu seperti itu, Ark. Bahkan ketika berada di perusahaan pun juga begitu.” Jay berkata dengan seringai di wajahnya.


“Aku hanya menyamar, Jay.” Ark membalas tak acuh.


“Serba bisa, kualitas kerja super, dipercaya oleh para pemimpin, tetapi sulit didekati. Banyak orang yang iri, tetapi kamu tidak peduli dengan bagaimana cara mereka memandangmu.


Meski begitu, kamu memiliki kepedulian kepada mereka dengan caramu sendiri. Masih membantu beberapa magang menyelesaikan masalah mereka karena belum terbiasa. Bicara kalau beberapa pekerja itu ampas dan tidak bisa bekerja dengan benar, tetapi masih menolong mereka mengejar target. Ya ... kamu orang yang seperti itu.”


“Sudah kubilang, itu hanya penyamaran.”


“Ya, ya, ya ... aku percaya itu, Ketua.”


Jay bersiul. Pria itu kemudian bersandar sambil memejamkan mata. Tampaknya tidak begitu peduli dengan bagaimana Ark menyangkalnya.


“Kalau begitu, berhenti membicarakan hal sia-sia. Sekarang kita akan membahas rencana penyerbuan sarang zombie. Apakah ada pendapat?”


“Tidak, Ketua!” jawab mereka serempak.


“Pertama-tama, kita akan membahas stadion sepak bola. Meski ada beberapa lokasi cukup tersembunyi, tetapi pada dasarnya di bagian dalam, di lapangan dan tempat duduk penonton adalah area luas dan lebih bebas. Oleh karena itu, aku memilih Jay sebagai ketua pemimpin tim pemusnahan sarang zombie ini.


Menurutku, kemampuan Jay cocok untuk digunakan ditempat yang terbuka karena tidak akan membuat terlalu banyak kerusakan yang tidak perlu.


Selain itu, biarkan Mona untuk ikut karena cocok dengannya. Juga, Lisa akan membantu tim ini karena kekuatannya dalam serangan langsung dan memecahkan banyak musuh di medan terbuka sangat baik. Terakhir, Natasha, kamu pernah bilang berada di markas terlalu lama membuatmu semakin berkarat. Gunakan kesempatan ini untuk menempa dan mengasah diri.


Apakah kamu mengerti?”


“Ya, Ketua!” jawab Natasha dengan ekspresi serius.

__ADS_1


“Kalau begitu, berikutnya adalah super mall. Di bagian dalam tempat ini juga cukup luas, tetapi lebih banyak tempat agak sempit dan tempat bertempur yang agak terbatas. Sebenarnya, aku menganggap tempat ini dan stadion tidak ada banyak bedanya. Namun, aku memiliki kandidat lebih cocok di sini.


Saito, kamu akan memimpin tim ini. Kamu akan berada di titik tengah mall yang luas, dimana bisa melihat seluruh lantai. Dengan kecepatanmu, kamu bisa naik-turun ke berbagai lantai, membantu tim yang membutuhkan dengan mudah.


Selain itu, Leon dan Draco, kalian akan ikut di tim ini. Meski agak liar, aku masih percaya dengan kekuatan kalian. Jadi, jangan kecewakan aku. Stacy, kamu juga akan berada di tim ini karena aku percaya dengan keterampilan membunuhmu.


Apakah ada yang keberatan?”


“Tidak, Ketua!” jawab mereka serempak.


Mendengar itu, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian kembali menjelaskan.


“Kita akan memulai rencana ini satu minggu kemudian. Aku tidak ingin menunda, jadi persiapkan diri kalian dan juga pasukan dengan baik. Kecelakaan dan kegagalan sama sekali tidak diizinkan.


Jika ada pertanyaan, kalian bisa menyebutkannya.”


Saat itu juga, Lisa langsung mengangkat tangannya.


“Bukankah kamu bilang memberi waktu satu minggu untuk mereka (Silver Cross dan Black Panther), Kak? Bagaimana jika mereka menolak untuk bekerjasama di akhir dan tidak mau berjuang?”


“Itu tidak akan mempengaruhi pergerakan kita. Lagipula, zombie memang ancaman dan kita perlu membersihkan mereka. Bahkan jika mereka tidak bergerak, kita akan tetap melawan zombie jika mereka menggila dan membuat kekacauan ke wilayah kita.”


Mendengar itu, Lisa mengangguk. Dia kembali bertanya.


“Jika Jay memimpin tim 1 dan Saito memimpin tim 2 ... bagaimana denganmu, Kak?”


“Aku?”


Mendengar itu, Ark menopang dagu. Dengan senyum di wajahnya, pemuda itu berkata.


“Menjaga markas. Menunggu hasil dari kalian yang bekerja keras.”

__ADS_1


Mendengar jawaban asal-asalan itu, sudut bibir Lisa pun berkedut.


>> Bersambung.


__ADS_2