Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Cikal Bakal


__ADS_3

Tiga hari kembali berlalu begitu saja.


Di tanah lapang luas, lingkaran luar markas Sword of Sufferings. Tempat itu adalah lokasi datar tanpa ada apa-apa. Rencananya akan dibuat sebagai peternakan besar. Hanya saja, mereka belum menemukan kelompok besar ayam bermutasi untuk dibudidayakan.


Di tempat itu, tampak 225 prajurit yang dipilih berbaris dengan rapi. Selain 225 orang itu, ada juga Ark dan lima orang lain. Mereka adalah Jay, Saito, Draco, Leon, dan Lisa.


“Kenapa kamu ada di sini, Lisa?” tanya Ark.


Dia jelas hanya mengundang empat orang khusus. Selain itu, beberapa petinggi lain seperti Darin, Natasha, dan sebagainya memiliki tugas sendiri. Namun entah kenapa gadis pendek itu juga muncul di sini dan membuat masalah.


“Ini tidak adil, Ketua Bau!”


“Apanya?” Ark memiringkan kepalanya.


“Aku juga ingin memimpin pasukan dan melakukan misi ekspedisi.”


“Ini bukan permainan, Lisa. Melakukan ekspedisi itu berbahaya. Selain itu, butuh banyak keterampilan untuk menjadi pemimpin. Kamu tidak memilikinya.”


Mendengar ucapan Ark yang begitu jujur, Lisa langsung menggembungkan pipinya dengan ekspresi tidak puas. Dia kemudian menghentakkan kaki sambil menggerutu.


“Tapi Singa Bau boleh melakukannya! Aku juga bisa pergi menjadi wakil Jay. Dia tidak terlalu bisa diandalkan ketika sendiri! Aku bisa membantu!”


“Apa katamu, Iblis Kecil?!” teriak Jay.


“Diam kau, Paman Otak Kotor!”


“APA?!” Jay langsung memelototi Lisa.


“Cukup.” Ark langsung menyela mereka berdua.


Setelah itu, dia mulai menasihati Lisa dengan ekspresi serius dan tegas di wajahnya.


“Melakukan ekspedisi itu tidak nyaman, Lisa. Tidak pulang beberapa bulan, makan seadanya, bahkan tidur di tempat sembarangan. Itu hanya hal-hal kecil, belum termasuk bingung bagaimana harus mandi, bagaimana jika bertemu dengan gerombolan binatang bermutasi, bagaimana harus menandai tanaman berharga yang tidak bisa langsung dibawa.


Selain itu ...”


Ark mulai berbicara. Semakin lama berbicara, ucapannya semakin cepat. Banyak orang tertegun ketika mendengarnya. Belum lagi Lisa yang berpikiran sederhana. Gadis itu merasa kepalanya mulai panas, bahkan mungkin beruap.


Gadis itu langsung berjongkok sambil menutup telinga dengan kedua tangannya. Lisa kemudian berteriak keras dengan nada tertekan.


“CUKUP! AKU TIDAK MAU MENDENGARNYA!”

__ADS_1


Melihat ke arah gadis kecil yang tampak tertekan dan tidak mau banyak berpikir itu, sudut bibir Ark berkedut. Dia kemudian menghibur Lisa.


“Tenang saja. Meski tidak ikut pergi, kamu bisa ikut denganku menjadi tutor mereka.”


Mendengar itu, Lisa langsung berdiri tegak dengan ekspresi cerah. Mata bulat gadis itu tampak dipenuhi dengan bintang.


“Aku? Tutor? Wow! Seperti yang diharapkan dari Miss Lisa!”


Melihat Lisa yang begitu bersemangat, Jay langsung bertanya dengan ragu.


“Apakah itu tidak apa-apa, Ark? Maksudku, jika gadis itu yang mengajar, apakah kecerdasan orang-orang tidak diturunkan?”


“APA KATAMU?!” teriak Lisa tidak puas.


“Tentu saja tidak.” Ark mengangkat bahu.


“Hehehe~ Lihat! Bahkan Ketua mempercayaiku!”


“Tentu saja aku tidak menyuruhnya mengajarkan beberapa informasi. Dia hanya akan menjadi tutor praktik pertempuran. Aku tidak sesembrono itu.” Ark menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tega jika sampai melihat para prajurit mati konyol karena minum air yang salah dalam perjalanan.”


“Pfft! Bahkan Ketua tidak mempercayai kecerdasanmu!” ucap Jay dengan nada penuh sarkasme.


Melihat ke arah dua orang yang bisa bertarung kapan saja, Ark langsung memisahkan mereka. Setelah melirik dua orang itu dengan dingin, mereka akhirnya patuh. Pemuda itu kemudian berkata kepada 225 orang yang berbaris rapi.


Kalian akan dibagi menjadi tiga tim beranggotakan 75 orang tidak termasuk pemimpin. Tugas kalian adalah membuka jalan menuju ke kota lain. Selain itu, kalian juga akan ditugaskan untuk mencari informasi tentang kota lain.


Entah itu kelompok yang ada di kota tersebut, zona merah, dan berbagai hal lain.


Tugas ini berat dan kalian pasti bingung kenapa kalian yang dipilih padahal bukan anggota yang dianggap kuat. Jawabannya sederhana, kalian akan dilatih khusus untuk misi ini, jadi tidak masalah seberapa kuat kalian.


Satu hal pasti. Sebelum berangkat, kalian dipastikan telah menembus level 2 dan memiliki bekal ilmu yang cukup. Jadi nikmati sisa waktu kalian di bulan ini.”


Mendengar ucapan Ark, mereka semua langsung memberi hormat sambil berteriak serempak.


“YA, TUAN!”


Mendengar teriakan mereka, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian memanggil beberapa orang.


“Draco, Leon ... maju.”


“Baik!”

__ADS_1


Keduanya maju. Mereka berdua kemudian berdiri di dua sisi berbeda. Keduanya berdiri di sisi kanan dan kiri lapangan luas di depan 225 orang yang berbaris. Sedangkan Ark dan sisanya juga memilih tempat agak jauh. Memberi mereka berdua ruang untuk melakukan latihan tempur.


Melihat ke arah 225 orang yang tampak bersemangat, Ark menjelaskan.


“Kalian semua telah disuruh memilih dan telah berlatih teknik menggunakan senjata. Teknik itu sangat berguna di medan pertempuran. Informasi dan kecerdasan dalam memanfaatkan lingkungan juga penting.


Meski begitu, ada satu hal paling penting yang harus bisa kalian lakukan sebagai pengguna kemampuan khusus. Ya ... menggunakan kekuatan kalian dengan cara efisien.


Draco dan Leon memiliki miracle root pertama tipe kekuatan. Mereka juga memiliki dua miracle root lain yang berbeda. Di sini, mereka akan menunjukkan bagaimana cara penggunaan kemampuan dari miracle root dengan baik.”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung menatap ke arah Leon dan Draco.


“Kalian boleh menggunakan miracle root ke 1 dan 2. Beri mereka contoh cara menggunakan miracle root yang benar! Kalian boleh memulai kapan saja!”


“Baik, Ketua!” jawab mereka serempak.


Keduanya saling memandang. Draco memegang tombaknya sementara Leon memakai sarung tangannya.


“Meski ini latihan, kamu harus berhati-hati, Leon.”


“Itu yang seharusnya aku katakan padamu, Draco.”


Setelah mengatakan itu, tubuh mereka langsung memancarkan tekanan ganas. Asap tipis mulai muncul di sekitar mereka. Kemudian, keduanya langsung bergegas menuju ke arah lawan seperti predator yang mengejar mangsanya.


“Lambat!”


Melihat Leon yang gerakannya lebih lambat dibandingkan dirinya, Draco langsung menyerang. Dia mengayunkan tombaknya tepat ke leher Leon.


Sebagai tanggapan, Leon langsung menangkis ayunan tombak dengan punggung tangan kirinya. Pria besar itu kemudian berguling ke depan. Sampai di samping Draco, dia langsung memukulnya dengan keras.


BRUAK!


Draco berhasil menangkis serangan Leon, tetapi langsung terpental mundur beberapa meter. Saat itu, tubuh Leon sedikit membengkak, ekspresinya menjadi lebih liar dan gigi-giginya langsung berubah menjadi taring. Cakar tajam muncul di ujung jarinya. Dia kemudian bergegas menyusul Draco dengan ekspresi liar.


Saat itu juga, perubahan muncul di tubuh Draco. Matanya berubah, lapisan tipis seperti sisik muncul di permukaan kulitnya. Melihat ke arah Leon yang mendekat, dia juga menyeringai. Mencengkeram erat tombaknya, dia maju lalu membanting tombak dengan keras.


SWOOSH! BLARR!!


Asap debu langung menyebar. Banyak orang terkejut, padahal pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai.


Ark mengamati mereka semua dengan tenang. Dia ingin para prajurit itu melihat pertarungan dengan baik dan mengukirnya baik-baik dalam benak mereka. Pemuda itu ingin mereka juga tumbuh menjadi ganas dan kuat. Lagipula ...

__ADS_1


Mereka adalah cikal bakal tim ekspedisi yang akan langsung berhadapan dengan bahaya di garis depan!


>> Bersambung.


__ADS_2