Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tinju Dibalas Tinju!


__ADS_3

"Apakah kamu masih hidup, Jay?!"


Berbaring di atas meja rusak dan pecahan-pecahan kaca, Jay mendengar pertanyaan Ark jauh dari lorong.


Kepala pria itu terasa pusing, benar-benar tidak mengingat jelas apa yang baru saja terjadi. Rasanya seperti pria normal yang tiba-tiba ditabrak mobil, tetapi ajaibnya masih hidup. Mungkin selamat, tetapi efek guncangan itu jelas membuatnya cukup pusing dan linglung.


Setelah beberapa saat, Jay mengingat bagaimana udang mantis yang tampak konyol tiba-tiba menerbangkannya dengan mudah. Saat pikirannya mulai jernih, pria itu langsung merasakan rasa sakit yang parah di kedua lengannya.


Mengalihkan pandangannya ke arah lengan, Jay melihat cangkang yang melapisi kedua tangannya benar-benar dihancurkan. Tidak hanya itu, dia juga merasa kalau tulangnya retak. Bahkan tangan kirinya sekarang sulit digerakkan.


'Bukankah itu hanya udang?'


Pikir Jay dengan senyum pahit di wajahnya. Pada saat dia sibuk melamun, suara benturan logam terus menerus terdengar dari lorong gelap. Pria itu sadar, tampaknya Ark sedang sibuk bertarung dengan si udang dalam lorong!


Jay ingin bangkit, tetapi dia merasakan sensasi menyakitkan di sekujur tubuhnya. Pria itu menghirup napas dingin. Memilih untuk berbaring sejenak sambil menunggu tubuhnya sedikit pulih.


'Kecuali dia juga dipukul, tunggu saja dulu dan jangan memaksakan diri.'


Pikir Jay sambil memejamkan mata. Dia benar-benar kesal kepada Ark karena tidak memberitahunya hal penting.


Siapa yang mengira, udang bodoh yang disebut petinju ulung itu bisa memukul lebih cepat daripada tembakan peluru!


Jay yang menerima serangan merasa kalau serangan Peacock Mantis Shrimp itu bisa menghancurkan kaca anti peluru dengan mudah. Jika mengenai kepala atau organ vital, dia bisa membayangkan pemandangan indah dimana kepala mekar seperti kembang api di langit malam tahun baru. Benar-benar diledakkan dengan cara luar biasa!


BANG!!!


Sosok Ark melesat dan menabrak rak, menghancurkan beberapa aquarium sebelum membentur dinding. Dia langsung berdiri lalu meludahkan sesuap darah. Pemuda itu tampak sangat kesal. Untung saja sekarang dia membawa pedang dari tanduk kumbang atlas raksasa yang kokoh.


Melawan Raja Serigala Hitam dan sekarang melawan petinju ulung. Jika membawa pedang dari sabit Rotten Ghost Mantis ... Ark pasti sudah meneteskan air mata karena pedang kesayangannya dihancurkan!


Memikirkan serangan Peacock Mantis Shrimp yang menerbangkannya, Ark menghirup udara dingin. Dia bisa menahan serangan dengan kedua pedangnya, tetapi masih terhempas sangat jauh. Kedua tangannya masih gemetar, bahkan terasa kesemutan. Apa yang membuat Ark benar-benar bersyukur adalah ...


Si petinju ulung itu kekurangan gizi!


Ya. Peacock Mantis Shrimp itu kurus dan kurang makan. Meski dia berada di tingkat tiga, kekuatannya sudah menurun cukup banyak.


Membayangkan bagaimana jadinya jika musuh berada dalam kondisi prima membuat Ark benar-benar merasa patut bersyukur. Dia kemudian melihat Jay yang berbaring sambil memejamkan mata.


"Sampai kapan kamu akan tidur, B-jingan?!" ucap Ark marah.


"Bukankah itu salahmu karena tidak memberi penjelasan? Tanganku hampir tidak bisa digunakan!"


"Berhenti memutarbalikkan fakta, Jay!

__ADS_1


Siapa yang tadi berkata kalau udang itu tampak bodoh, lucu, dan penyakitan?!"


"AKU SAMA SEKALI TIDAK BILANG KALAU UDANG ITU PENYAKITAN!!!"


Jay bangkit. Tangan kirinya menggantung lemah, tetapi dia sama sekali tidak peduli. Pria itu menarik pedang hitam dari sarungnya. Memikul di pundak kanan sambil menatap ke arah lorong dengan ekspresi dingin di wajahnya.


Saat itu, suara langkah kaki terdengar. Berjalan perlahan tapi pasti ke arah mereka.


"OI, ARK!"


"Apa?"


"Kamu tahu kalau seorang pria harus membayar kembali kebaikan dan keburukan, bukan?"


"..."


Ark diam, tetapi tahu apa yang diinginkan Jay. Pemuda itu menyarungkan kembali dua pedang dan malah menggantinya dengan dua belati yang dia pegang dengan cara terbalik.


"Pastikan melakukan support dengan baik, Bung!" ucap Jay dengan seringai di wajahnya.


"..."


"Omong-omong, masih ada beberapa detik. Jelaskan kemampuan makhluk itu, Archie!"


Ark berkata dengan marah. Namun akhirnya masih melanjutkan.


"Udang mantis sebenarnya tidak terlalu cepat. Bisa dibilang, mereka cukup lambat apalagi jika di darat. Yang paling berbahaya tentu tinjunya yang secepat peluru dan kuat. Makhluk itu juga punya cakar yang sangat tajam, berhati-hati sehingga tidak dipenggal.


Selain itu, penglihatan udang mantis bisa dibilang aneh tetapi sangat kuat. Mereka bisa melihat makhluk transparan atau yang sedang menyamar, jadi lebih baik tidak menggunakan skill kamuflase. Buang-buang energi tetapi tidak berguna."


"TIME OUT!!!"


Jay berteriak ketika melihat Peacock Mantis Shrimp bermutasi yang muncul. Saat itu juga, uap panas tipis muncul mengelilingi tubuhnya. Ekspresi pria itu menjadi lebih garang daripada sebelumnya.


"Aku serahkan punggungku padamu, Rekanku!"


Setelah mengatakan itu, sosok Jay langsung melesat maju. Ark berdecak tak puas, tetapi masih melesat maju mengikutinya.


Ark dan Jay langsung bergerak ke arah berlawanan. Menyerang dari kiri dan kanan secara bersamaan.


Klang!


Mata udang mantis bergerak dengan cara aneh. Dua tinjunya langsung menangkis serangan Jay dan Ark pada saat bersamaan. Saat itu, Jay yang masih di udara langsung memutar tubuhnya. Sekali lagi membanting pedangnya ke arah kepala udang mantis bermutasi.

__ADS_1


Klang!


Serangan Jay ditangkis dengan rapi. Ark langsung mengambil kesempatan untuk meluncur ke bawah tubuh udang dan menyayat bagian bawah tubuh yang lembut dengan dua belati di tangannya.


Udang mantis yang kesakitan berusaha menginjak-injak Ark dengan kakinya. Namun saat itu teriakan Jay mengejutkannya.


"KAMU MELIHAT KE ARAH MANA, K-PARAT?!"


SLASH!!!


Memanfaatkan Ark yang mengalihkan perhatian, Jay langsung mengincar ruas lengan udang mantis yang tidak tertutup cangkang tebal. Pedang berayun dengan kuat, udang mantis merasakan kritis tapi terlambat untuk menghindarinya. Detik berikutnya, satu tinju dan cakar kiri udang tersebut terpotong. Langsung jatuh ke lantai dengan keras!


Udang mantis langsung membuat suara memekik, tampaknya gila dan marah karena serangan Jay. Makhluk itu langsung mengejar dan mencoba menghancurkan Jay dengan tinjunya.


Ark yang meluncur ke belakang udang mantis mencengkeram erat belatinya. Dia kemudian melemparkan belati di tangan kanannya dengan sekuat tenaga.


Plop!


Udang mantis yang mengejar Jay tiba-tiba terhenti di tempatnya. Mata kanannya benar-benar langsung meletup karena lemparan belati Ark. Saat dia menoleh ke belakang dengan mata kirinya ...


JLEB!!!


Pedang hitam langsung menusuk dari depan. Menembus celah antara kepala dan tubuhnya.


BANG!!!


Nyaris tumbang, Peacock Mantis Shrimp menggunakan tenaga terakhirnya untuk memukul Jay dengan sekuat tenaga tepat di dadanya. Sosok pria itu langsung terpental dan menabrak dinding dengan keras.


Uhuk! Uhuk!


Jatuh duduk di lantai, Jay langsung memuntahkan beberapa suap darah. Dia memakai armor pelindung dada, bahkan memunculkan exo-skeleton sebagai pelindung lapisan ke dua. Namun tetap saja, beberapa tulang rusuknya retak dan organ dalamnya terguncang.


BRUK!!!


Peacock Mantis Shrimp bermutasi jatuh ke lantai. Tubuhnya berkedut beberapa kali sebelum berhenti bergerak. Mata yang awalnya jernih berangsur-angsur menjadi kusam. Makhluk tersebut akhirnya mati.


Melihat itu, Jay yang tubuhnya terasa remuk karena pukulan terakhir masih bisa tertawa keras.


"HAHAHA!!! ITULAH YANG AKU SEBUT ... TINJU DIBALAS TINJU!!!"


Ark yang melihat sahabatnya hampir mati karena terlalu banyak tertawa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Meski diam, dia sebenarnya juga merasa cukup senang atas pencapaian rekannya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2