
Huginn dan Muninn membuat kicauan ketika terbang ke arah Ark.
Pemuda itu melihat kedua gagak putih dengan ekspresi tenang di wajahnya. Melirik ke arah Roxanne dan rekan-rekannya, dia berkata.
“Kalian ikut denganku.” Mengalihkan pandangannya ke arah dua gagak putih, dia melanjutkan, “Bawa kami ke tempat itu.”
Huginn dan Muninn berputar-putar di langit sebentar. Mereka berkicau beberapa saat lalu pergi. Terbang tidak terlalu cepat, tetapi juga tidak lambat.
Ark, Roxanne, dan para assassin langsung mengikuti kedua gagak tersebut.
Setelah melewati hutan dan beberapa sungai kecil, mereka akhirnya tiba di lokasi.
Mereka melihat sebuah sungai besar dan tebing tinggi di depan mereka. Pada bagian atas dinding tebing, tampak gua alami dengan ukuran besar.
Mengamati gua tersebut, mata Ark menyempit. Setelah berpikir sejenak, dia berkata.
“Kita kembali.”
“Eh?” Roxanne dan rekan-rekannya terkejut.
“Apakah ada masalah?” tanya Ark datar.
“Maafkan saya jika tidak sopan, Tuan. Namun ... apakah kita tidak memeriksa tempat itu?”
“Sungai ini berbahaya, tidak bisa dilewati begitu saja. Itu juga sebabnya kita tidak memilih jalan melewatinya. Sedangkan gua di tebing ...” Ark mengangkat sudut bibirnya. “Akan sia-sia jika aku menghabisi penghuninya sendirian.”
Ark bisa saja terbang ke gua untuk memeriksa, tetapi memilih tidak melakukannya karena dari petunjuk, dia mengetahui apa yang ada di sana.
“...”
Roxanne dan rekan-rekannya sama sekali tidak berani membantah. Entah itu berbahaya atau tidak, mereka memilih untuk patuh pada pengaturan sang ketua.
“Kita kembali untuk segera bersiap. Malam ini akan ramai.”
Setelah mengatakan itu, Ark langsung membuat siulan keras. Huggin dan Muninn saling memandang sejenak. Setelah beberapa saat, keduanya akhirnya pergi dari tempat itu.
Ark memimpin Roxanne dan rekan-rekannya kembali ke camp.
Sampai di lokasi, Ark langsung menjentikkan jarinya. Suaranya sangat keras, membuat orang-orang yang selesai mendirikan tenda atau sedang memasak menoleh. Mereka semua terbiasa dengan kode dari sang ketua.
Untuk berkomunikasi dengan para hewan peliharaan, Ark biasanya menggunakan siulan. Sedangkan untuk memanggil pasukan, biasanya dia menjentikkan jari dengan keras. Itu lebih baik daripada menyebarkan tekanan kuat yang menyebabkan orang-orang ketakutan.
Meski demikian, banyak orang bingung bagaimana Ark bisa membuat suara keras dengan jentikan jari. Banyak mencobanya, tetapi tidak ada yang berhasil menirunya.
Melihat orang-orang menoleh ke arahnya, Ark langsung memberi keuntungan.
__ADS_1
“Para ksatria, segera beristirahat. Para koki, segera selesaikan memasak. Setelah makan malam, semua orang harus mempersiapkan diri untuk bertempur. Malam ini ...
Kita akan kedatangan tamu. Jadi kita harus menyambut mereka dengan meriah.”
Mendengar ucapan Ark, ekspresi orang-orang langsung menjadi buruk. Mereka menjadi lebih suram dibandingkan sebelumnya.
Menurut pengalaman orang-orang itu, apa yang membuat Ark sedikit tersenyum adalah sesuatu berbahaya bagi mereka. Meski belum ada korban, sekali ketua mengatakan kalimat itu, mereka harus bertarung habis-habisan, bahkan bisa terluka parah.
Jadi, daripada bahagia, suasana langsung menjadi berat dan khidmat.
***
Malam harinya.
Biasanya, makan malam adalah momen yang paling orang-orang tunggu. Namun, sekarang ekspresi mereka tidak secerah biasanya. Memegang mangkuk sambil memandangi sup dengan beberapa potong sayur liar dan daging, mereka diam-diam menghela napas.
Setelah makan, semua orang langsung mengambil perlengkapan mereka.
Pakai pelindung dada, tangan, dan kaki. Ikat sabuk erat-erat, pastikan pedang yang menggantung di sisi kiri pinggang tidak jatuh. Bawa perisai bulat di tangan kiri dan pedang/tombak di tangan kanan, lalu bersiap untuk bertempur.
Orang-orang berbaris rapi mengelilingi camp. Mereka terus mengawasi sekeliling dengan ekspresi serius. Namun, ekspresi para prajurit berubah ketika melihat Roxanne dan beberapa assassin lain melihat ke langit penuh bintang.
‘Jangan bilang ...’
Menunggu beberapa waktu, mereka sama sekali tidak mendengarkan suara apapun, kecuali angin yang meniup pepohonan. Bahkan, tidak ada suara serangga.
Malam itu ... benar-benar sunyi.
Hampir dua jam berlalu, tetapi tidak ada yang terjadi. Pada saat itu, semua orang mulai curiga kalau informasi dari ketua salah. Kecuali beberapa orang yang dekat dengan Ark dan sangat mempercayainya, sisanya mulai ragu.
Saat itu, suara lain terdengar. Melihat tidak ada yang muncul dari hutan, orang-orang langsung menatap ke arah langit seperti sebelumnya.
Di langit, ratusan pasang mata merah muncul dan menatap ke arah para prajurit.
‘Benar-benar serangan udara!’
Para prajurit berteriak dalam hati. Membuat mereka tidak bisa tidak mengeluh.
Bagi para prajurit, serangan udara jelas sangat merugikan mereka. Dari 200 orang, kurang dari setengahnya bisa menggunakan busur. Belum lagi, hanya ada 50 busur yang dibawa dan anak panah tidak boleh disia-siakan.
“Ambilkan busur dan anak panah!”
Teriakan Jay langsung terdengar. Para pekerja langsung mengambil busur serta anak panah untuk diberikan pada para ksatria.
Saat itu, suara Ark terdengar.
__ADS_1
“Hati-hati agar tidak digigit atau bahkan terciprat darahnya. Jika tidak hati-hati, kalian mungkin saja kehilangan satu atau beberapa bagian tubuh.”
Ucapan dingin tersebut bukan hanya membuat para prajurit tidak bersemangat, tetapi juga merasa lebih tertekan dibandingkan sebelumnya.
Saat itu juga, orang-orang akhirnya melihat wujud lawan mereka.
Musuh mereka adalah kawanan kelelawar hitam dengan ukuran besar. Tubuh kelelawar hitam legam dengan bulu panjang dan kotor di sekujur tubuhnya. Makhluk itu memiliki mata merah darah dan taring panjang yang tajam.
Tainted Blood Bat.
Begitulah cara makhluk itu disebut. Mereka adalah jenis evolusi dari kelelawar vampir yang suka menghisap darah.
Kelelawar vampir biasa tidak berbahaya, tetapi juga agak mengerikan. Makhluk-makhluk itu biasanya mengendap-endap lalu menghisap darah binatang ternak atau manusia.
Tidak sampai membunuh mereka, tetapi bekas gigitannya akan terus berdarah dan sulit sembuh. Selain itu, kelelawar vampir bisa membuat mangsanya tidak merasakan ketika darahnya dihisap.
Sedangkan makhluk bermutasi dari kelelawar vampir ini lebih berbahaya.
Tainted Blood Bat juga menghisap darah mangsanya. Namun, mereka sama sekali tidak mengendap-endap, malah menyerang secara agresif. Lebih parahnya, mereka sangat rakus sampai-sampai menghisap darah mangsanya sampai kering.
Bukan hanya dihisap darahnya sampai mati, mangsanya juga akan menderita rasa sakit yang luar biasa ketika digigit. Tampaknya kebalikan dari kelelawar vampir normal yang bisa dibilang ‘imut’ dibandingkan mutasinya yang ganas dan tampak mengerikan itu.
Swoosh!
Melihat ratusan kelelawar darah yang menukik ke bawah, turun seperti meteor, para prajurit mengangkat perisai mereka.
Bang! Bang! Bang!
Banyak kelelawar darah menabrak perisai dengan keras, tetapi sama sekali tidak peduli. Mereka langsung terbang, lalu kembali menyerang ke arah para prajurit.
“Bunuh mereka semua!” teriak Jay.
Mengikuti teriakan Jay, semua orang langsung menyerang dengan ganas. Namun, sesuatu yang sama sekali tidak mereka duga terjadi.
Pada saat mereka menebas kelelawar darah, tidak ada perlawanan berat seperti yang mereka pikir.
Hanya saja, ketika mereka lengah, darah terciprat ke perisai, pakaian, dan kulit mereka. Ketika mengenai perlengkapan atau pakaian, sama sekali tidak ada yang terjadi. Namun, ketika darah kelelawar mengenai kulit, suara mendesis langsung terdengar.
Ekspresi orang-orang berubah pucat ketika melihat bagian tubuh mereka rusak ketika terkena cairan korosif. Beberapa prajurit bahkan berteriak karena darah memercik ke wajah mereka.
Melihat gelombang kelelawar darah kembali menyerang, para prajurit berteriak marah dalam hati.
‘Binatang-binatang terkutuk ini!’
>> Bersambung.
__ADS_1