
"Kalian berdua menunggu di sini."
Ark berkata dengan nada datar.
"Eh???"
Stacy langsung terkejut. Dia tidak menyangka kalau Ark tiba-tiba akan meninggalkan mereka berdua di tempat seperti ini.
"Kenapa, Tuan?"
Stacy bertanya dengan nada bingung. Dia merasa tidak melakukan kesalahan dan telah patuh. Jadi tidak menyangka kalau akan ditinggalkan begitu saja.
Mendengar itu, Ark segera menghampiri Stacy lalu mengelus kepalanya. Langsung mencoba menenangkan gadis tersebut.
"Tenang, Stacy. Kami sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan kalian. Sebaliknya, ini untuk kebaikan kalian berdua.
Tempat yang kami tuju sangat berbahaya. Sementara itu, kamu belum siap dan Darin dalam kondisi yang tidak baik. Jadi aku meminta kalian menunggu di sini.
Sementara Darin beristirahat, aku ingin memberimu tugas untuk memburu lima zombie. Tidak langsung melawan mereka semua, kamu hanya perlu menghabisi satu per satu zombie."
"Saya mengerti, Tuan. Namun ... kapan kalian akan kembali?"
Melihat bagaimana suasana hati Stacy dengan mudah berubah, Darin tampak terkejut. Dia tidak menyangka gadis sombong yang selalu menempel ke seseorang seperti benalu itu benar-benar bisa berperilaku seperti anak kecil.
Tampaknya sangat bergantung kepada Ark!
"Kami akan menjemput kalian besok pagi. Kemudian, kita semua akan kembali dan makan sup hangat setelah pulang.
Jadi kalian harus menunggu, ok?"
"Baik!"
Melihat mereka berdua, Jay yang sebelumnya diam tiba-tiba berkata.
"Apakah hal tersebut tidak berbahaya bagi Stacy, Ark?'"
Mendengar pertanyaan itu, Ark menoleh.
"Tentu saja ini berbahaya. Namun, aku yakin Stacy bisa melakukannya. Lagipula, dia memiliki tujuan besar.
Benar kan, Stacy?"
"Ya, Tuan!"
Melihat Stacy yang riang, Darin merasa aneh. Ekspresi gadis itu sangat berbeda dari sosok Stacy yang dia kenal sebelumnya. Sebaliknya, Jay merasa cemburu. Dia pernah bertanya perihal mengumpulkan wanita dan membuat harem di akhir dunia. Ark berkata kepada dirinya bahwa hal tersebut hanya buang-buang waktu dan tenaga. Namun ...
Ark sendiri yang malah melakukannya!
"Apa-apaan dengan ekspresi kesal itu, Jay?"
"Bukan apa-apa."
__ADS_1
Jay mendecak dengan ekspresi tidak puas.
Mengabaikan Jay yang marah, Ark menatap ke arah Darin dan Stacy.
"Kalau begitu, kami akan berangkat. Kalian tunggu di sini!"
Melihat ke arah Ark yang menatap ke arah mereka dengan dingin, keduanya menjawab bersamaan.
"Baik!"
***
Beberapa jam kemudian.
"Apakah kamu yakin ini tempat yang benar, Ark?"
Berdiri di depan gerbang rumah sakit jiwa, Jay tampak sangat gugup. Belum lagi ketika melihat bangunan tiga lantai yang sangat luas di depannya. Entah kenapa, rasa percaya diri yang dia rasakan sebelumnya telah menghilang.
"Ya."
Ark berkata dengan nada tak acuh. Melirik ke arah Jay yang takut, pemuda itu mengangkat sudut bibirnya sebelum kembali berbicara.
"Bukankah sebelumnya kamu berkata ... aku harus segera mendapatkan Miracle Root milikku?"
"..."
Ucapan Ark membuat Jay terdiam. Namun setelah tahu bahwa sahabatnya memang mengincar Miracle Root, rasa takutnya berkurang. Pemuda itu merubahnya menjadi semangat juang.
Setelah mengatakan itu, Ark langsung berjalan melewati gerbang. Ekspresinya langsung berangsur-angsur menjadi serius.
Sampai di halaman depan, Ark dan Jay langsung disambut oleh puluhan zombie.
"Selain menyimpan kemampuan spesial, jangan menahan diri! Langsung menerobos maju!"
Setelah mengatakan itu, Ark langsung bergegas ke depan. Dia berlari cepat, tangan pemuda itu berayun.
Dalam sekejap mata, beberapa kepala zombie langsung berjatuhan ke tanah.
Melihat ke arah Ark yang lebih gila daripada biasanya, Jay merasa agak aneh. Tampaknya ada yang salah pada sahabatnya. Namun dia tidak mengatakan apa-apa dan langsung ikut bertarung dengan serius.
Dalam waktu kurang satu jam, mereka langsung menyelesaikan pertarungan.
Setelah beristirahat sejenak, Jay menatap ke arah Ark yang tampak serius.
"Apakah zombie spesial itu benar-benar ada di sini, Ark?"
"Kamu akan tahu nanti ..."
Usai mengatakan itu, Ark berjalan ke arah pintu depan rumah sakit jiwa. Membuka pintu dan masuk, pemuda itu langsung melihat sebuah ruangan luas. Di sana, tampak belasan zombie.
Hanya saja, di antara zombie yang tampak normal, tampak sosok zombie dengan tinggi dua kali lipat daripada orang normal dan memiliki tubuh penuh otot. Tampak seperti raksasa hijau yang dia lihat dalam acara tv sebelumnya.
__ADS_1
"Apakah ini zombie spesial yang kamu maksud, Kawan? Tampak besar dan kuat. Kamu suka yang semacam ini?"
"Tidak. Meski tampak mengerikan, ini lebih lemah daripada zombie merah yang kita lawan sebelumnya."
"Eh? Maksudmu?"
"Kamu yang sekarang seharusnya bisa imbang melawannya. Jadi, aku ingin kamu menahannya di sini.
Kalau begitu, selamat berjuang."
Setelah mengatakan itu, Ark tiba-tiba berlari dan mengambil jarak paling jauh dari zombie spesial tersebut. Dia membunuh beberapa zombie biasa dalam prosesnya sebelum melarikan diri ke melewati tangga.
Sementara itu, Jay benar-benar terpana di tempatnya!
Zombie besar itu belum sempat merespon. Ketika sadar, dia meraung marah dan mencoba untuk mengejar Ark. Namun saat itu, sebuah pedang langsung berayun ke lehernya.
Zombie tersebut langsung membuat gerakan menangkis dengan tangannya. Sebuah luka besar muncul ketika pedang Jay menebas tangannya.
"Lawanmu adalah aku!"
Jay berkata dengan nada penuh percaya diri.
Hanya saja, saat itu, luka di tangan zombie tersebut sembuh cukup cepat sehingga bisa dilihat secara langsung kecepatannya. Melihat kemampuan regenerasi tersebut, sudut bibir Jay berkedut ketika berkata.
"Zombie ini lemah? Tampaknya ada yang salah dengan matamu, Ark!"
Melihat ke arah zombie yang meraung marah, Jay langsung memasang posisi bertahan dengan ekspresi serius. Mengutuk Ark karena telah menipunya.
Sementara itu, Ark langsung pergi menuju ke lantai tiga.
Di sebuah ruang luas di lantai tiga, Ark melihat puluhan zombie yang memakai pakaian pasien rumah sakit jiwa. Pada saat itu juga, tatapannya menyapu semua zombie dan akhirnya berhenti di zombie yang ada di tengah-tengah gerombolan zombie.
"Di kehidupan sebelumnya, aku hanya mendengar bahwa ada zombie yang sangat kuat di rumah sakit jiwa.
Sosok zombie yang sangat sulit dilawan dan memiliki kemampuan spesial.
Sosok zombie yang membuat banyak pejuang akhirnya tumbang.
Sosok zombie wanita yang memakai liontin safir bersamanya."
Ark menatap ke arah sosok zombie perempuan dengan pakaian pasien rumah sakit jiwa. Dia memiliki rambut hitam panjang, seluruh tubuhnya berwarna putih pucat seolah dibekukan. Banyak retakan di tubuhnya, diwarnai hitam bagai tinta. Sebuah liontin safir menggantung di lehernya.
Melihat ke arah zombie wanita itu, tangan Ark yang memegang senjata sedikit gemetar.
"Sebenarnya aku hanya ingin memastikannya. Namun ..."
Ekspresi dingin di wajah Ark sirna, digantikan dengan senyum lembut sekaligus sedih. Dengan air mata di sudut matanya, pemuda itu berkata dengan nada lembut.
"Aku tidak berharap itu benar-benar kamu ... Anya."
>> Bersambung.
__ADS_1