
Setelah beberapa waktu menunggu, para prajurit dari Sword of Sufferings mendengar suara yang tidak asing di telinga.
Ya ... Mereka mendengar suara langkah kaki.
Beberapa saat kemudian, ratusan orang muncul dari hutan berkabut di kejauhan.
Pemandangan tersebut langsung membuat orang-orang dari Blade of Areia terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Cursed Berserkers akan datang untuk menyerang Sword of Sufferings, kelompok baru yang dipandang sebelah mata oleh kelompok-kelompok besar lainnya.
"Ini ... Apakah kita akan berakhir di tempat seperti ini?"
Dedric diam-diam menyesal dalam hatinya. Merasa kalau kunjungannya ada di waktu yang sangat buruk.
Bisa dibilang, mereka seperti sengaja datang untuk bunuh diri.
"Hahahaha! Akhirnya kita sampai di tujuan, Anak-anak!'
Sosok Crocodile berkata dengan seringai kejam di wajahnya. Pria itu merasa puas karena perjalanan mereka berjalan begitu mulus. Sama sekali tidak ada kendala.
Rasanya, langit memang memihak pada mereka. Meminta mereka pergi ke tempat Sword of Sufferings berada untuk menaklukkan kelompok tersebut!
Merasa ditakdirkan untuk menjadi kelompok terkuat di kota!
Spider juga tampak sangat senang. Jika mereka berhasil menaklukkan Sword of Sufferings, kekuatan kelompok tersebut pasti akan meningkat drastis. Itu berarti, mereka bisa memberanikan diri untuk melawan Imperial Phoenix lalu menyelamatkan Aisha.
Membayangkan dirinya mampu menyelamatkan Aisha lalu hidup bahagia bersama gadis itu, Spider tertawa terbahak-bahak. Tampaknya sangat puas dengan rencana brilian yang dia buat.
Sementara itu, Scorpio mengerutkan kening. Daripada fokus pada hasil akhir membahagiakan, pria itu malah fokus melihat situasi di sekitar.
Puluhan prajurit berjubah berada di bagian depan, kiri, kanan, dan belakang bangunan. Jumlahnya tidak banyak, jadi Cursed Berserkers yang membawa lebih dari 500 orang jelas menyepelekannya.
Hanya saja, Scorpio merasa kalau para prajurit itu tidak mudah dipusingkan. Rasanya, mereka bukan orang-orang acak yang dikumpulkan, tetapi para elit yang terlatih dengan baik.
'Para elit ... melawan musuh dua kali lebih banyak ...'
"Jangan bilang—"
"Ketua kelompok Sword of Sufferings, keluar untukku!"
Belum menyelesaikan ucapannya, Scorpio disela oleh teriakan Crocodile.
Mendengar teriakan pria itu, banyak anggota Cursed Berserkers berteriak gila. Tampak kacau dan mencoba menunjukkan penampilan garang untuk menakuti lawan-lawannya.
Sebagai tanggapan, Ark berjalan beberapa langkah ke depan lalu berkata.
"Namaku Ark, ketua Sword of Sufferings."
Suara yang tidak keras dan tidak pelan menggema, terdengar di telinga semua orang.
Melihat penampilan Ark, orang-orang mulai merasa ragu. Bukan hanya parasnya yang rupawan, pemuda itu juga kharismatik, dan memiliki wibawa yang membuat mereka merasa rendah diri.
__ADS_1
Merasa dirinya lebih rendah dari orang lain membuat Crocodile marah. Dia langsung menunjuk ke arah Ark sambil berkata.
"Sangat bagus! Namamu Ark, kan?! Aku akan memberimu pilihan.
Pilihan pertama, dengan patuh bergabung dengan Cursed Berserkers dan menjadi salah satu petinggi yang dihormati banyak orang.
Pilihan terakhir, menolak lalu dihancurkan!"
Melihat ekspresi ganas Crocodile dan para bawahannya, entah kenapa Ark merasa sangat puas.
Perilaku keji, orang-orang sombong, suka menindas serta melakukan hal-hal buruk ...
Benar-benar orang yang pantas dianggap sebagai villain atau semacam.
Lebih tepatnya, mereka memiliki wajah-wajah yang layak untuk dipukuli sampai hitam dan biru.
"Kalau begitu aku memilih untuk menolak permintaan kalian. Aku rasa, menyerah begitu saja sangat tidak mengasyikkan. Jadi, jika kalian ingin mendapatkan pengakuan, maka kalahkan kami terlebih dahulu."
Mendengar ucapan santai Ark yang jika diperhatikan menunjukkan sedikit sindiran, para prajurit Sword of Sufferings menyeringai.
Sementara itu, Crocodile merasa lebih marah karena otoritasnya ditentang oleh pendatang baru yang entah datang dari mana itu.
"Bagus! Sangat bagus! Jika itu yang kalian mau, maka aku akan memberikannya pada kalian!
Teman-teman, habisi! Habisi mereka dan sisakan orang-orang yang tampaknya berguna! Tentu saja, jangan lupakan wanita dan harta!"
Ark yang melihat pemandangan seperti itu menghela napas panjang. Pada awalnya, dia ingin melihat perlawanan berani yang dilakukan oleh Cursed Berserkers. Namun harapannya pupus ketika melihat bawahan Crocodile.
'Penjahat tingkat keroco seperti ini benar-benar menjadi penguasa kota? Serius? Apakah mereka ingin main-main denganku?'
Setelah menantikan pertempuran yang cukup mengasyikkan begitu lama, Ark akhirnya malah menggelengkan kepala dengan wajah kecewa.
"Menyedihkan. Benar-benar menyedihkan.
Aku pikir bisa melihat pemandangan yang luar biasa mendebarkan. Namun akhirnya hanya seperti ini? Membuatku buang-buang waktu dan tenaga."
Merasakan penghinaan dari ucapan Ark, Crocodile tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Pria itu langsung bergegas menuju ke arah Ark sambil membawa pedangnya. Gerakannya tampak begitu ganas. Langsung melewati rekan-rekannya dan bergerak menuju ke depan.
Memimpin pasukan, Crocodile akhirnya memulai serangan.
Pada awalnya, mereka semua berpikir kalau mereka akan menghapus puluhan prajurit itu dengan mudah lalu menyerang inti Sword of Sufferings di dalam mansion.
Siapa sangka, ketika melakukan kontak dengan para prajurit, ekspresi penuh warna muncul di wajah para anggota Cursed Berserkers.
Klang! Klang! Klang!
Crocodile terus menebas dengan kejam. Pria itu ingin melewati barisan yang dibuat oleh bawahan Ark. Pergi langsung menuju ke tempat pemimpin Sword of Sufferings berada lalu mengalahkannya.
__ADS_1
Hanya saja, semua pemikiran itu langsung tertahan oleh barisan prajurit kuat yang tidak mengizinkan mereka untuk lewat. Memecahkan semua gelembung impian, membuat mereka kembali pada kenyataan.
"Turun kau, Ark! Berhenti bersembunyi di belakang orang-orang seperti pengecut! Turun ke sini dan bertarunglah melawanku!"
Teriakan marah bercampur putus asa membuat banyak orang tertarik karena suaranya.
Melihat penampilan Crocodile yang menyedihkan tetapi tidak bisa melakukan apa-apa, banyak orang menggelengkan kepala. Merasa kecewa, kasihan, dan jijik ketika melihatnya.
Tatapan merendahkan semacam itu membuat amarah Crocodile tersulut. Dia ingin maju dan menghancurkan semuanya. Hanya saja, sebaik apapun mencoba, dia sama sekali tidak bisa bergerak maju.
Hanya terhenti di sana tanpa bisa melakukan apa-apa.
Melihat pemandangan membosankan tersebut, Ark menghela napas panjang. Pemuda itu kemudian berkata dengan nada tak acuh.
"Apakah hanya seperti ini? Jika memang begitu, maka kita tidak perlu lagi menahan diri.
Kalian yang telah menahan diri, aku akan memberikan tugas kalian sekarang.
Mulai sekarang, kalian tidak perlu hanya menahan setiap serangan. Kalian bisa menggunakan kekuatan untuk membalas. Tunjukkan saja kepada mereka ...
Kenapa bunga itu berwarna merah."
Slash! Slash! Slash!
Bersama dengan ucapan Ark, para pasukan tidak lagi menahan diri. Mereka langsung balik melawan dan menebas musuh-musuh tanpa sedikit pun rasa kasihan.
Banyak tubuh anggota Cursed Berserkers mulai berjatuhan. Ekspresi ganas di wajah mereka langsung berubah menjadi ketakutan.
Saat itu juga, suara Ark kembali terdengar di telinga mereka semua.
"Jangan habisi mereka semua. Kurangi saja separuh dan biarkan mereka pergi.
Jika dihabisi semuanya, maka keseimbangan lingkaran tengah akan rusak. Ya ... Itu saja."
Mendengar itu, banyak anggota Cursed Berserkers yang jatuh ke tanah dengan ekspresi takut sekaligus lega di wajah mereka.
Dari jumlah lima ratusan orang, hanya dalam beberapa saat, separuh anggota kelompok tersebut benar-benar dimusnahkan dengan mudah.
Saat itu juga, Ark kembali berbicara.
"Aku pikir semua akan menjadi menyenangkan. Siapa sangka ..."
"Kalian benar-benar membuatku kecewa."
Melihat Ark sedang menonton di tempat tinggi dengan sepasang mata bak rubi membuat mereka semua hanya diam sambil menunduk.
Benar-benar merasa rendah diri sampai-sampai tidak berani mengangkat kepala mereka lagi!
>> Bersambung.
__ADS_1