
Tiga hari kemudian.
“Hey Ark! Apakah kamu tidak bersemangat setelah pergi dengan dua perempuan cantik selama beberapa hari? Bagaimana kalau menghabiskan beberapa waktu untuk bersenang-senang sehari saja?”
Melihat Ark yang duduk di tepi atap gedung, Aisha memeluknya dari belakang sambil menggosokkan dua melon ke punggung pemuda itu.
Sama seperti pertapa yang kehilangan minatnya pada dunia, Ark memakan makanannya tanpa merubah ekspresi. Sama sekali tidak tergerak dengan godaaan Aisha.
Melihat tindakan ‘mesra’ keduanya, Angelica hanya bisa diam. Namun, gadis itu merasa kedua pipinya panas. Berpikir kalau keduanya terlalu berani karena melakukan hal-hal memalukan seperti itu di tempat terbuka.
Sementara itu, Aisha hanya bisa mundur dengan ekspresi cemberut ketika melihat Ark mengabaikannya seperti angin lewat.
“Membosankan~”
Setelah mengatakan itu, Aisha duduk di sebelah Ark. Menyantap makanannya sambil bersandar pada pundak Ark.
Menelan sepotong daging, wanita itu bertanya.
“Berapa lama lagi kita akan sampai ke tempat tujuan, Ark?”
“Paling lambat, setengah hari.”
Ark yang sedari tadi diam menjawab dengan nada datar.
“Jadi begitu,” balas Aisha sambil mengelus dagu.
“Apakah ada masalah?”
“Tidak.” Aisha menggelengkan kepalanya. “Aku hanya penasaran. Kapan aku dan Angelica bisa mendapatkan miracle root level 2 yang cocok? Besok kami akan menembus batasan loh.”
“Setelah kalian bisa mengendalikan kemampuan dengan baik dan membiasakan tubuh level 2. Karena dikejar waktu, aku tidak memberi kalian waktu untuk beristirahat, terus mengonsumsi ramuan membuat pondasi kalian kurang stabil.”
“Aku punya saran, Ark!”
“Katakan.”
Ark melirik ke arah Aisha dengan ekspresi curiga. Jelas, dari nada bicara, wanita itu pasti ada maunya.
“Bagaimana kalau menggunakan katak itu sebagai miracle rootku? Bukankah dia memiliki kemampuan yang sangat kuat?”
__ADS_1
Sambil mengatakan itu, Aisha menatap katak berwarna kuning di pangkuan Ark.
Mendengar ucapan Aisha, makhluk kecil yang memegang buah dengan kedua tangan dan hendak memasukkannya ke dalam mulut tiba-tiba terhenti. Katak emas itu menoleh dengan ekspresi manusiawi, benar-benar merasa sangat marah karena ucapan Aisha.
Jika bisa berbicara, katak emas itu pasti sudah memprotes. Dia sama sekali tidak membuat masalah. Dia bahkan seekor katak vegetarian yang tidak makan daging. Namun, masih diganggu wanita jahat itu padahal hanya ingin hidup tenang dan damai.
Kinma menguak, membuat suara tidak puas sebelum memasukkan potongan buah ke mulutnya. Setelah itu, makhluk kecil itu bersembunyi di tas pinggang Ark dengan ekspresi penuh ketidakpuasan.
“Lihat itu Ark. Katak kecil itu benar-benar imut ketika marah~”
“Kamu benar-benar tidak bosan menggodanya? Selain itu, aku memerlukan suplai racun Kinma. Jadi tidak mungkin menjadikannya sebagai miracle root.
Selain itu, jarang menemukan makhluk cerdas dan bisa dijinakkan. Ditambah kamu hanya mendapatkan racun kuat setelah menyerap miracle root, aku rasa lebih baik mencari miracle root dari makhluk unik lain.”
Mendengar penjelasan Ark, Aisha mengangguk ringan. Dia sebenarnya juga tidak menginginkan miracle root katak emas. Meski kuat, jumlah kemampuannya sedikit kurang jika dibandingkan makhluk unik lain. Selain itu, memanfaatkan produksi racun lebih baik daripada membuatnya menjadi miracle root.
Ark melirik Aisha yang begitu tidak berkomitmen lalu menggeleng ringan. Diam-diam merasa kasihan pada katak kecil yang selalu digoda.
Sementara Ark menjalankan misi menyerang markas kepiting koral biru, dia memberi tugas Aisha untuk merawat Kinma. Namun, apa yang terjadi di luar perkiraannya.
Katak kecil itu digoda setiap hari. Tidak hanya menunda jam makan dan main-main dengan buah-buahan jatah makanan, Aisha juga sering menyodok pipi kata kecil dengan stik kayu. Benar-benar membuat makhluk itu merasa tertekan dan sangat marah.
Jika bukan karena Aisha adalah pasangan bos jahatnya, Kinma pasti sudah menampar wajah wanita itu dengan tangan kecilnya sampai mati. Lagipula, sebelum bermutasi, racun dari rasnya sudah cukup untuk membunuh dua ekor gajah.
Sedangkan seperti Kinma yang mengalami mutasi unik? Tamparannya bisa membunuh makhluk level 2 dengan mudah! Bahkan makhluk level 3 ragu untuk membuat masalah dengannya.
Kecuali makhluk aneh seperti bosnya yang kebal, bahkan sering menyerap racunnya, makhluk lain menjauhinya karena sangat berbahaya. Jadi, Kinma hanya bisa melapangkan dada dan menanggung semuanya.
“Baiklah. Aku akan berhenti menggodanya. Omong-omong, apakah kita akan datang lewat pintu depan sebagai tamu dari Sword of Sufferings?”
“Tidak.” Ark menggelengkan kepalanya.
“Maksudmu?” Aisha memiringkan kepalanya.
Melihat ke arah Aisha dan Angelica yang tampak bingung, Ark sedikit mengangkat sudut bibirnya.
“Kalian akan mengetahuinya nanti.”
***
__ADS_1
Tengah malam, dimana kabut menjadi lebih tebal dibandingkan waktu-waktu lain, suasana sunyi terasa di markas Golden Maple Group.
Apa terjadi jelas ada hubungannya kejadian dimana Imperial Phoenix mengkhianati perjanjian dan membuat banyak orang dari Golden Maple Group terluka.
Meski Imperial Phoenix juga mengalami serangan balik dimana banyak memakan korban, tetapi Golden Maple Group masih merasa tidak puas karena yang membalas bukan mereka. Sebaliknya, satu orang dari Sword of Sufferings membalas demi mereka.
Walau mendengar kalau tidak semua anggota Sword of Sufferings memiliki kekuatan penghancur seperti itu, tetapi hal tersebut membuat Golden Maple Group waspada.
Lagipula, hubungan mereka dengan Sword of Sufferings tidak sedekat dan seindah rumor yang beredar.
Saat itu, Lara, ibu Jay berjalan memasuki ruang tempat Chris dirawat.
Membuka pintu ruangan, ekspresi penuh kejutan muncul di wajah wanita tersebut.
Dalam ruangan, tepatnya di kursi dekat ranjang, tampak sosok pemuda tidak dikenal duduk dengan tenang sambil mengamati Chris yang tidak sadarkan diri. Saat itu, otak Lara langsung bekerja dengan cepat.
‘Rambut putih, mata merah, paras tampan, ditambah dengan apa yang dia kenakan ... mungkinkah pemuda itu adalah Ark yang dikatakan Jay dan Rhodez?’
Merasakan tatapan Lara, Ark menoleh. Tanpa merubah ekspresinya, pemuda itu berkata.
“Kondisi suami anda sama tidak dalam bahaya. Meski cedera leher dan tulang belakang memang sesuatu yang fatal di masa normal. Namun, semuanya berbeda di dunia yang mengerikan sekaligus memiliki banyak keajaiban ini.”
Mendengar ucapan Ark, pupil Lara mengecil. Menarik napas dalam-dalam, dia bertanya.
“Apakah kamu Ark, sahabat Jay? Bagaimana kamu bisa masuk ke tempat ini? Apa yang coba kamu lakukan di sini?”
Tidak langsung menjawab, Ark bangkit dari kursinya.
“Pertama, saya datang sebagai teman Jay, bukan sebagai Ketua Sword of Sufferings. Jadi, anda tidak perlu memikirkan hal-hal lain di luar kunjungan ini. Misalnya, bagaimana cara kedua kelompok menjalin aliansi.
Ke dua, bagaimana saya datang dan pergi tidak perlu anda pikirkan karena yang terpenting saat ini adalah alasan saya datang.
Ke tiga, jawaban dari pertanyaan anda sudah jelas ...”
Ark melirik ke arah Chris tanpa merubah ekspresinya.
“Melakukan apa yang perlu saya lakukan sebagai sahabat putra anda.”
>> Bersambung.
__ADS_1