
Tanpa terasa, waktu berlalu.
Lebih dari sepuluh hari sejak Ark dan rekan-rekannya meninggalkan kota, melakukan perjalanan kembali menuju ke markas utama. Dalam waktu ini, sama sekali tidak ada situasi spesial yang terjadi. Jika ada, mungkin hanya berhadapat dengan beberapa binatang bermutasi level 3.
“Ugh! Lain kali aku harus mengajak Debby. Aku tidak peduli, jika perjalanan panjang ... dia harus ada!”
Berjalan dengan ransel yang lebih besar daripada tubuhnya, Lisa mengeluh. Sekarang, dia jelas tidak membawa BREAKER, tetapi masih sulit bergerak dengan membawa muatan berat. Gadis itu sebenarnya enggan, tetapi terpaksa melakukannya karena setiap orang membawa muatan penuh.
Khususnya Finn. Husky dengan bulu seputih salju tersebut membawa sangat banyak barang. Sedangkan tuannya, Ark sama sekali tidak membawa apa-apa.
Termasuk Finn, 52 anggota membawa banyak sekali barang. Bukan hanya berbagai tanaman bermutasi, tetapi juga berbagai bahan berharga dari binatang bermutasi level 3 dan level 4. Panen yang mereka dapatkan kali ini bisa terjadi karena kota lain bisa dianggap daerah yang belum dijamah. Sudah lebih dari satu setengah tahun berbagai tanaman menumpuk, sehingga mereka bisa kembali dengan muatan penuh.
“Kak! Setelah kembali, bantu aku membuat armor seperti ksatria dari kerapas lipan itu!”
Berjalan di samping Ark, Lisa berkata dengan nada manja. Dia sangat mengetahui, dibandingkan dengan para pengrajin di bengkel, barang buatan pemuda itu memiliki kualitas lebih tinggi. Selain itu, ada hal yang menurut Lisa lebih penting, yaitu ...
Desainnya yang tampak keren dan elegan!
“Suruh orang-orang di bengkel untuk melakukannya. Aku sibuk.”
Ark berkata dengan nada datar.
“Tidak mungkin! Ini bahan berkualitas tinggi, Kak. Kamu harus membuatnya dengan tanganmu sendiri.”
“Itu membuang banyak waktu, Lisa.”
“Tapi itu sepadan.” Lisa mengacungkan jempolnya.
“Sepadan untukmu, bukan untukku.” Sudut bibir Ark berkedut.
Melihat ke arah Lisa yang cemberut, Ark mengangkat sudut bibirnya. Pemuda itu kemudian berkata dengan nada main-main.
“Bagaimana kalau bertaruh?”
Mendengar itu, Lisa langsung menatap Ark dengan curiga.
__ADS_1
***
Sore di hari yang sama, Ark dan rekan-rekannya akhirnya tiba di markas utama.
Melihat Ark dan bawahannya membawa banyak sekali bahan, semua orang terkejut. Meski tidak tahu bahan di tingkat apa, tetapi kuantitasnya saja sudah sangat luar biasa. Belum lagi, berbagai bahan telah diawetkan dengan dikeringkan atau menggunakan cara lain.
“Bawa semuanya ke gudang utama, lalu pisahkan sesuai dengan jenisnya.”
Setelah menurunkan muatan yang dibawa oleh Finn, Ark langsung memberi perintah.
“Dimengerti, Ketua!” jawab orang-orang serempak.
Sementara orang-orang yang baru saja tiba langsung pergi ke tempat tinggal masing-masing, orang-orang yang bertugas mulai memindahkan barang. Ark dan Lisa sendiri langsung pulang.
Hanya saja, belum sempat beristirahat lama, Ark langsung menyeret Lisa untuk melakukan rapat dengan tim lain yang lebih dulu kembali.
Dalam ruang rapat, Lisa bersandar pada kursinya dengan ekspresi cemberut.
“Tidak bisakah kita melakukannya besok?”
Ark langsung membalas ucapan Lisa dengan nada monoton. Melihat itu, ketua dan wakil ketua tim lain menggelengkan kepala mereka. Merasa kalau Ark masih tegas dan cukup kejam seperti biasanya.
“Argh!”
Lisa mengacak-acak rambutnya sendiri dengan ekspresi tertekan. Menurut rencananya, dia akan berbaring di rumah seharian sambil makan cemilan dan minum jus buah sampai puas. Namun siapa sangka, orang yang dia pikir akan beristirahat bersama dengannya malah mengacaukan rencananya.
“Baik. Kalau begitu kita mulai saja. Jay, Mona ... laporkan situasi tim 1.”
“Dimengerti.”
Jay berkata santai. Dia hendak berdiri untuk berbicara, tetapi Ark menyuruhnya duduk saja. Meski ini laporan khusus, pemuda itu jelas ingin melakukan semuanya dengan lebih santai. Tidak perlu terlalu serius.
“Laporan dari tim 1. Tempat kami pergi adalah kota yang cukup besar, ada cukup banyak kelompok di sana. Meski tidak ada orang dengan kemampuan khusus seperti dalam kasus Crux of Shadow, beberapa kelompok cukup solid. Agak sulit mendapatkan pijakan untuk membuka cabang karena selain memiliki bakat buruk, tempramen orang-orang itu cukup sulit diatur.
Sesuai dengan rencana, tim 1 memulai perdagangan dan berhasil kembali dengan dua puluh ransel berisi tanaman bermutasi dan juga bahan dari binatang buas level 3. Meski belum membuka cabang, kami telah meletakkan pijakan di sana. Menjadi cukup terkenal di antara kelompok-kelompok besar.”
__ADS_1
“En.” Ark mengangguk ringan. “Tim 2, ceritakan situasi kalian.”
Mendengar itu, Saito mengangguk.
“Saya rasa, situasi tim 2 cukup baik, Tuan. Kota yang kami tuju tidak terlalu besar. Meski ada cukup banyak kelompok, tetapi kami bisa langsung membuat cabang. Kami memilih beberapa pemimpin kelompok muda, mengalahkan kelompok-kelompok tersebut, lalu memaksa pemimpin dan juga beberapa petinggi kelompok menjadi anggota cabang dengan kekuatan Blood Slime milik Claus.
Kami berhasil membentuk cabang dengan jumlah anggota kelompok utama 20 orang yang diberi kekuatan Blood Slime. Jika dihitung bersama dengan bawahan mereka, jumlahnya ada 200 orang. Tentu saja, 180 orang sama sekali tidak kami masukkan dalam daftar, hanya dianggap sebagai pekerja biasa. Meski begitu, mereka masih sangat puas karena bisa kenyang dengan bekerja di bawah cabang kelompok Sword of Sufferings kita.
Setelah itu, kami mulai membuka saluran perdagangan. Meski pada akhirnya hanya berhasil mengumpulkan 25 ransel berisi tanaman bermutasi dan bahan binatang bermutasi level 3 karena waktu habis untuk membangun cabang, tetapi cabang pasti stabil. Seharusnya bisa berkembang ke titik lebih tinggi, dan kita bisa mendapatkan panen stabil mulai tahun depan.”
Mendengar ucapan Saito, semua orang dalam ruangan tercengang. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau hal sebanyak itu bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Orang-orang itu langsung menatap ke arah Saito yang memiliki ekspresi lumpuh dan Claus yang bersandar dengan ekspresi ceroboh, sama sekali tidak terlihat bisa diandalkan.
“TIDAK!”
Saat itu, Lisa langsung berteriak dengan ekspresi tertekan di wajahnya. Mendengar itu, semua orang menatapnya dengan ekspresi bingung.
Ark menopang dagu dengan ekspresi tak acuh di wajahnya. Pemuda itu kemudian berkata dengan santai.
“Sesuai dengan taruhan kita, Lisa. Latihan musim dingin dan tugasmu digandakan. Ya ... tampaknya kamu akan sibuk sampai akhir tahun.”
“Kamu pasti sudah tahu ini, Kakak Bau!” ucap Lisa dengan ekspresi tertekan.
Ketika kembali, mereka berdua bertaruh tim mana yang akan mencapai hasil terbaik. Lisa memilih terlebih dahulu kalau tim 4 akan menjadi yang terbaik. Ark berkata santai kalau Saito adalah orang yang terlalu serius dalam bekerja, jadi dia memilih tim 2.
Jika Lisa menang taruhan, Ark akan membuatkannya armor baru. Jenis full-plate armor yang lengkap dari beberapa bahan berharga. Sedangkan jika Ark menang, jadwal latihan Lisa digandakan. Selain itu, gadis tersebut akan menjalankan tugas lembur tanpa bayaran lebih selama sampai akhir tahun.
“Aku tidak tahu apa yang kamu maksud.”
Ark langsung menyangkalnya dengan nada monoton. Berbohong tanpa mengubah sedikitpun ekspresi di wajahnya. Pemuda itu kemudian melirik ke luar jendela. Langit sudah gelap, dan salju mulai turun.
“Sungguh malam yang indah,” ucap Ark dengan ekspresi santai.
Dengan begitu, sekali lagi, musim dingin yang kejam pun akhirnya tiba.
>> Bersambung.
__ADS_1