
Melihat penampilan Ark yang tampak keren, Lisa langsung mendekatinya.
Saat itu, empat sayap hitam legam menyusut lalu menghilang ke dalam punggung Ark. Kemudian, helm ksatria yang menutupi kepala pemuda itu dipenuhi retakan lalu pecah menjadi serpihan kecil tak terhitung jumlahnya.
Mengamati armor Ark dari dekat, Lisa akhirnya memikirkan sesuatu.
“Ah! Mirip milik Raja Semut!”
“Ya. Jika tidak, dimana aku mendapatkannya?” Ark mengangkat bahu dengan ekspresi datar.
“Tapi kenapa bentuknya berbeda. Rasanya benar-benar memiliki bentuk seperti armor ksatria dalam game fantasi. Hanya lebih jahat!” ucap Lisa.
Mendengar kalimat terakhir, orang-orang juga mengangguk. Meski penampilan Ark mirip ksatria, tetapi armornya benar-benar tampak begitu suram dan memancarkan aura jahat.
Melihat penampilan rekan-rekannya, Ark tersenyum masam. Dia kemudian berkata.
“Aku akan pergi terlebih dahulu.”
Mengabaikan orang-orang yang kebingungan, Ark pergi menuju gua lalu masuk ke kamarnya. Dia kemudian membatalkan armor yang menutupi seluruh tubuhnya dan berganti pakaian. Usai berganti pakaian dan memakai jubah, pemuda itu merasa lega.
Bahkan jika armor menutupi seluruh tubuhnya dan sela-sela juga tertutup serat khusus yang terbuat dari racun dan zat khusus seperti karet, pemuda itu masih merasa kurang nyaman.
Setelah berganti pakaian, Ark keluar dan kembali menemui rekan-rekannya. Kali ini, rambut putih panjang sampai punggung telah dia ikat ke belakang.
Melihat penampilan Ark dalam mode normal, semua orang menghela napas panjang.
“Kamu benar-benar curang, Kawan. Kecuali aku, semua anggota inti masih di level 3, tetapi kamu telah menembus level 5. Bukankah itu agak keterlaluan?”
“En.” Ark mengangguk. “Sangat disayangkan, aku menembus batasan level tanpa sengaja. Selain itu, aku juga telah sembuh sepenuhnya.”
Mendengar ucapan Ark, bibir orang-orang berkedut. Perkataan pemuda itu benar-benar seperti tamparan bagi mereka semua.
Ark sendiri tidak berbohong. Ada alasan kenapa proses sembuh sebelumnya terhenti di 99%. Itu terjadi karena efek samping ramuan khusus yang dia gunakan ketika melawan Raja Semut. Meski memiliki dampak buruk, tetapi ramuan tersebut juga memiliki efek baik.
Setelah menelan jantung Hydra, akhirnya dia sembuh 100%. Pada saat itu juga, banyak skill miliknya dulu mengalami perubahan kualitatif. Selain itu, dia menembus level 5 sebagai bonus. Bisa dibilang, kekuatannya mungkin puluhan kali lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Itupun ... dia belum menyerap miracle root level 5.
Jika disuruh mengulang melawan Crux of Shadow dalam kondisinya sekarang, Ark yakin bisa menghadapi seluruh kelompok itu sendirian!
“Lupakan.”
__ADS_1
Ark berkata dengan nada datar. Setelah mencari tempat lalu duduk, pemuda itu kemudian berkata.
“Laporkan semua kejadian.”
Mendengar Ark, semua anggota Sword of Sufferings dan Evans langsung memberi hormat. Setelah itu, mereka pun menjelaskan apa yang terjadi tadi malam dari sudut pandang masing-masing.
***
Beberapa jam berlalu begitu saja.
Setelah makan siang, Ark mengajak Evans jalan-jalan bersama dengannya. Pemuda itu mengajak adiknya menuju ke kota, naik ke atap gedung tinggi untuk melihat pemandangan tengah kota yang dihancurkan. Meski api telah Ark padamkan sebelum kembali, bekas kebakaran dan dampak ledakan masih bisa dilihat.
“Kenapa kamu mengajakku kemari, Kak?” tanya Evans dengan ekspresi bingung.
“Lihat itu.”
Ark menunjuk ke arah kejauhan dimana pemandangan kacau terlihat. Dia kemudian melirik ke arah adiknya lalu kembali berkata.
“Sebagian tempat penting di kota ini sudah hancur. Banyak tempat penyimpanan telah dibobol. Bahkan kota akan segera mengalami kekacauan setelah perang usai. Bukan hanya perselisihan antara manusia, tetapi para zombie dan binatang buas mungkin akan menjadi lebih ganas dibandingkan sebelumnya.
Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?”
“...”
“Ikutlah kembali bersamaku. Kamu boleh membawa para bawahanmu. Di kota tempatku memiliki wilayah pribadi ... aku bisa memberi kalian tempat untuk berkembang lebih aman.”
Perkataan tulus kakaknya jelas membuat Evans merasa tersentuh. Melihat ke arah kakaknya, pemuda itu tersenyum. Setelah beberapa saat, dia menarik napas dalam-dalam lalu berkata.
“Terima kasih atas kebaikanmu, Kak. Namun aku minta maaf karena tidak bisa melakukan itu.”
Jawaban adiknya jelas tidak membuat Ark terkejut. Pemuda itu kemudian bersandar pada pagar pembatas di tepi gedung. Merasakan semilir angin menerpa wajahnya, dia bertanya.
“Kenapa?”
“Karena aku ingin lebih mandiri dan tidak terlalu mengandalkan dirimu. Lagipula, walaupun tidak ikut, kita tetap akan menjadi sekutu karena Spirit of Fire sekarang telah menjadi cabang dari Sword of Suffering.
Tentu saja, itu hanya alasan egoisku. Ada juga alasan lain. Meski akan menjadi lebih kacau, tempat ini adalah kampung halaman sebagian besar bawahanku. Aku bisa saja memaksa mereka ikut, tetapi bukan itu yang ingin aku lakukan.
Aku ingin membuat kelompok seperti Sword of Sufferings yang menjadi rumah bagi para anggotanya. Selain itu, membentuk keluarga sendiri seperti kelompokmu.”
__ADS_1
Evans ikut bersandar ke pembatas sambil merasakan semilir angin. Melihat wajah datar kakaknya, senyum muncul di wajahnya.
“Apakah itu tidak lucu, Kak?”
Mendengar itu, Ark menopang dagu sambil memejamkan mata.
“Tidak ada yang salah dengan semua itu. Aku rasa keputusanmu juga tidak salah. Namun kamu juga harus ingat, jika membutuhkan sesuatu, kamu bisa menghubungiku. Lagipula ... aku masih kakakmu.
Selain itu, karena ancaman Crux of Shadow telah diselesaikan. Aku berencana untuk kembali ke markas utama. Sword of Sufferings akan angkat kaki dari kota ini. Jadi, jika kamu ingin menjadi penguasa kota yang sebenarnya, kamu harus melakukannya dengan kedua tanganmu sendiri.”
“Dimengerti, Pak!” ucap Evans sambil memberi hormat dengan senyum di wajahnya.
“Omong-omong, ada suatu hal lain yang ingin aku katakan sebelum pergi.”
Setelah mengatakan itu, sosok lain berjalan ke atap bangunan. Melihat orang itu, tubuh Evans langsung membeku di tempatnya.
“Sebenarnya aku ingin membuatnya menyerap miracle root. Namun dia lebih memilih menjadi bawahanu dengan mendapat berkah Black Slime. Meski begitu, dia juga telah belajar banyak dari Saito. Seharusnya dia bisa membantumu.”
“BRIAN!”
Evans langsung berlari lalu merangkul sahabatnya dengan sedikit air mata di sudut matanya.
“Kenapa kamu tidak segera menemuiku jika kamu selamat dari bencana itu?”
“Ya ... banyak hal telah terjadi, Kawan.”
Mengatakan itu, Brian menatap ke arah Ark. Evans juga menatap punggung kakaknya. Melihat Ark hanya menutup mata tanpa mengatakan apa-apa, dia menghela napas panjang. Benar-benar bersyukur karena kakaknya telah menyelamatkan sahabatnya.
***
Keesokan harinya.
Selesai berkemas dan mengambil apa yang diperlukan, Ark dan rekan-rekannya berpamitan. Sebelum pergi, tak lupa dia menepuk pundak adiknya sambil berkata.
“Ingat. Jika ada apa-apa, tidak perlu sungkan untuk menghubungiku. Kamu bisa datang ke cabang nomor 01 untuk melapor.
Mulai sekarang, cabang nomor 02 terserah padamu.”
Setelah mengatakan itu, Ark dan rekan-rekannya pun pergi meninggalkan kota. Tujuan mereka sekarang sudah sangat jelas ...
__ADS_1
Kembali ke markas utama!
>> Bersambung.