
Beberapa waktu berlalu begitu saja.
Tanpa disadari, waktu pertemuan antara Dark Caravan, Silver Cross, dan Black Panther akhirnya tiba. Tidak seperti sebelumnya, ruko (rumah toko) yang biasa digunakan oleh Dark Caravan untuk bertukar persediaan saat ini dijaga lebih ketat.
Di lantai dua, tampak tiga orang yang duduk mengelilingi meja dan tiga orang berdiri. Mereka adalah ketua atau perwakilan berserta orang kepercayaan mereka. Dari Dark Caravan, ada Ark dan Lisa. Dari Silver Cross, ada Julian dan Berto. Sementara dari Black Panther, ada Joseph dan Siegfried.
Di atas meja, ada tiga cangkir teh yang masih mengepul. Ya. Teh yang telah dibuat oleh Sword of Sufferings dari pohon yang didapat beberapa waktu lalu. Meski tidak ada pemanis, tetapi sudah cukup 'pantas' dibandingkan memberi secangkir air putih ketika melakukan pertemuan penting.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan sehingga mengundang kami, Mr Hades?"
Joseph angkat bicara. Pria paruh baya itu menatap ke arah Ark dengan ekspresi serius. Dia sama sekali tidak percaya jika pemuda di depannya berkata kalau ini hanyalah pertemuan biasa. Jelas, Hades merencanakan sesuatu yang cukup besar sehingga perlu mengundang dua kelompok yang cukup dipercayainya.
"Sama sekali tidak ada yang spesial. Hanya membahas beberapa hal kecil." Ark mengangkat bahu. "Omong-omong, apakah kamu telah mengumpulkan orang-orang dan pendukungmu, Mr Joseph? Atau kamu masih membiarkan orang-orang tua yang mengandalkan pangkat mereka itu bersikap seenaknya?"
Pertanyaan Ark membuat ekspresi Joseph menjadi berat. Dia menebak kalau pemuda di depannya sudah mengetahui informasi, tetapi tetap menjawab dengan tenang.
"Sekarang Black Panther telah retak menjadi tiga sisi."
"Tuan-"
"Tidak apa-apa, Siegfried. Cepat atau lambat orang-orang luar akan mengetahuinya. Bahkan aku sedikit curiga kalau Mr Hades dan Dark Caravan telah mengetahui informasi ini.
Black Panther dibagi menjadi tiga sisi yaitu sisi netral milik ketua, sisiku yang lebih memihak pencampuran darah baru, dan sisi mantan penjabat yang terikat dengan jabatan lama mereka. Meski kami memiliki tujuan untuk membuka dan membuat aturan baru, tujuan kami melenceng ke arah berbeda.
Seperti yang kamu ketahui, ketua saat ini adalah mantan jenderal yang sudah tua. Beliau ingin membuka lembaran baru dengan menghapus Imperial Tiger. Meski beliau bersikap netral, tetapi sebenarnya masih condong ke sisiku. Sama sekali tidak ingin orang-orang tanpa kemampuan itu berdiri di atas dan membuat aturan semakin buruk dibandingkan sebelumnya.
Meski demikian, beliau tidak bisa membelaku dengan cara terbuka karena ada beberapa pria tua yang sulit dihadapi di sisi lain. Beliau tidak ingin Black Panther runtuh sebelum Imperial Tiger dihancurkan."
__ADS_1
Julian dan Berto tampak terkejut. Mereka tidak menyangka ada konflik internal semacam itu di kelompok besar seperti Black Panther. Ark sendiri masih tenang, sama sekali tidak merubah ekspresinya. Sedangkan Lisa, dia malah berdiri linglung, tidak tahu apa yang sedang dipikirkan gadis itu.
"Tampaknya kamu sedang dalam masalah, Mr Joseph. Ya ... aku rasa Julian juga sedang dalam masalah."
Ucapan Ark membuat perwakilan dari Silver Cross dan Black Panther itu merubah ekspresi mereka.
"Omong-omong, apakah kalian berhasil menaklukkan binatang buas? Melihat wajah kalian, tampaknya tidak ada perkembangan lain." Ark menggelengkan kepalanya. "Mengalami kerugian karena 'membuang' banyak persediaan?"
Ekspresi Julian dan Joseph menjadi lebih gelap. Julian tampak sedikit malu karena telah mengacau. Sedangkan Joseph, tampaknya pria tersebut marah kepada pihak tertentu.
"Orang-orang itu sudah keterlaluan! Mereka terlalu sibuk memikirkan untuk menjinakkan binatang buas padahal musim dingin sudah dekat! Padahal Black Panther sendiri tidak kekurangan personel, mereka ..." Joseph menggertakkan gigi.
Ark menggelengkan kepalanya. Dia sama sekali tidak terlalu peduli. Keserakahan memang telah menjadi bagian dari diri manusia.
Mereka (manusia) selalu menginginkan lebih dan lebih. Ark sendiri memiliki keinginan yang sama karena dia juga seorang manusia. Hanya saja, ada perbedaan di antara Ark dan para petinggi Black Panther. Perbedaan mereka terletak pada bagian kontrol (pengendalian) diri.
Contohnya, seseorang serakah akan harta. Jika dikendalikan, orang tersebut bisa memotivasi diri sendiri untuk bekerja keras agar bisa menjadi kaya dan bergelimang harta.
Di sisi lain, ada banyak orang yang memiliki garis start lebih jauh (lebih kaya), tetapi malah jatuh miskin karena keserakahan mereka. Terbawa dengan keinginan, mereka dengan bodohnya menjual aset berharga dari orang tuanya hanya untuk melakukan judi atau semacamnya. Berpikir bisa naik ke langit (kaya) hanya dengan menebak angka, tetapi akhirnya malah jatuh ke dasar jurang yang gelap dan busuk karenanya.
Sama seperti yang terjadi di Black Panther. Banyak tetua yang terlalu serakah karena telah melihat penampilan kavaleri Dark Caravan. Mereka berniat untuk menjinakkan banyak binatang buas dengan mengorbankan banyak hal. Pada akhirnya, mereka kehilangan banyak persediaan makanan, air, dan juga personel. Sebuah kerugian besar!
Meski Silver Cross juga cukup serakah, mereka masih bisa menahan diri. Terlebih lagi, mereka cukup beruntung karena tidak mengalami kerugian yang terlalu besar seperti kelompok lainnya.
"Bagaimana denganmu, Hades? Aku rasa kamu juga telah memulai percobaan untuk menjinakkan binatang buas, kan?" tanya Julian.
Merasakan tatapan dari perwakilan dua kelompok, Ark mengangkat bahu. Dia membalas dengan santai.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kecelakaan, jadi aku melakukan renovasi, merubahnya menjadi tempat penetasan dan penjinakan yang lebih baik dan aman. Aku sama sekali tidak terburu-buru, jadi tempat itu baru selesai beberapa hari yang lalu.
Saat ini kami belum mulai. Aku sendiri sedang menimbang apakah lebih baik melakukannya sekarang atau menunggu musim semi datang."
Lisa menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya. Jika bukan karena kakeknya terus mengeluh tentang renovasi yang terlalu dipaksakan kecepatannya, dia pasti akan percaya dengan perkataan dari ketua yang tidak tahu malu itu!
"Aku lebih fokus mengumpulkan persediaan makanan. Lagipula, melakukan penjinakan itu tidak bisa terburu-buru. Belum lagi, sekarang persediaan makanan lebih sulit didapatkan.
Huh! Benar-benar melelahkan!"
Ark menghela napas panjang. Tampak tak berdaya seolah benar-benar kelelahan.
'SIAPA YANG COBA KAMU BOHONGI, B-JINGAN!'
Julian dan Joseph berseru dalam hati mereka. Mereka sama sekali tidak percaya dengan ucapan Ark. Dalam beberapa minggu ini, mereka telah membeli lebih banyak persediaan dari Dark Caravan. Mereka jelas mengeluarkannya dengan lancar. Jadi kekurangan persediaan jelas hanya bualan semata!
"Kamu tidak akan mengundang kami datang hanya untuk mengejek kan, Mr Hades? Apa yang kamu inginkan?" tanya Joseph yang hampir kehilangan kesabarannya.
Seolah telah menunggu pertanyaan tersebut, Ark mengangguk. Sesaat kemudian, pemuda itu tiba-tiba melepas topengnya lalu meletakkannya di atas meja.
Penampilan pemuda tampan dengan kulit putih layaknya salju dan wajah dingin tanah di ujung utara dunia tampak di depan mata empat orang. Kecuali Julian, tiga orang lainnya benar-benar terkejut ketika melihat penampilan Hades yang sebenarnya.
Ark mengambil cangkir teh lalu menyesapnya. Setelah itu dia meletakkannya kembali. Dengan senyum tipis di wajahnya, pemuda itu menatap ke arah Julian dan Joseph lalu berkata.
"Mari kita buat aliansi yang sebenarnya."
>> Bersambung.
__ADS_1