Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Ark dan Eira


__ADS_3

Setelah melalui jalan memutar, Ark hampir sampai ke tujuan.


Berjalan di atas tumpukan tubuh binatang bermutasi tak terhitung jumlahnya, pemuda itu tampak agak muram. Dia berjalan, terus berjalan menuju ke tempat rekan-rekannya berada.


Semakin mendekat, Ark melihat banyak mayat orang-orang dari Golden Maple Group yang gagal melarikan diri.


Meski sering melihat mayat dan orang mati, entah kenapa Ark merasa agak gugup ketika berjalan mendekat.


Pada saat berhasil menyusul rekan-rekannya, Ark tiba-tiba terhenti. Saat itu juga, orang-orang di sisi lain menatap ke arah Ark.


Memiliki ekspresi sedih di wajahnya, Roxanne berkata.


“Maafkan saya, Ketua. Saya gagal menjalankan misi dan ...” Tangan wanita itu terkepal erat. “Kita harus kehilangan Saudari Aisha.”


Ark langsung berjalan terburu-buru. Melewat kerumunan orang, pemuda itu melihat tubuh dingin Aisha yang terbaring di atas tanah. Melihat senyum lembut yang terpatri di wajah wanita itu, tangan Ark mengepal erat.


“Saudari Aisha gugur karena melindungi kami semua. Pada saat semua orang kehabisan tenaga, dia melawan Chelsea yang datang untuk menyergap kami. Meski berhasil membunuh gadis itu dan bawahannya, Saudari Aisha juga kehilangan nyawanya.”


“Wanita bodoh ini ...”


Ark menghela napas panjang. Meski merasa sakit, tetapi pemuda itu masih memasang ekspresi dingin di wajahnya.


“Kita kuburkan Aisha dan rekan-rekan lain dengan layak.”


Mendengar ucapan Ark, semua orang langsung memberi hormat sambil berkata.


“Baik, Ketua!”


Dengan demikian, pemakaman sederhana untuk Aisha dan beberapa anggota Sword of Sufferings lainnya pun dilakukan.


Setelah itu, semua orang dipaksa untuk menghilangkan perasaan sedih dan emosi negatif mereka karena masalah sama sekali belum terselesaikan. Mereka belum mencapai lingkaran luar.


Mereka harus berkumpul dengan anggota kelompok lainnya lalu pergi dari kota ini secepatnya. Jadi setelah beristirahat beberapa waktu, Ark dan rekan-rekannya pergi bersama sisa orang dari Golden Maple Group.


Berniat untuk segera meninggalkan kota terkutuk ini.


***


Beberapa jam berlalu begitu saja. Pada saat mereka hampir mencapai lingkaran luar, beberapa siluet datang mendekat.


Saat itu juga, Jay yang melihat mereka berkata.


“Orang itu adalah ketua Imperial Phoenix, Cassandra. Sedangkan wanita berambut merah adalah Irene, wanita misterius yang aku sebutkan sebelumnya.”

__ADS_1


Mendengar itu, ekspresi Ark berubah menjadi serius. Dia melihat ‘benda’ yang diselimuti kain hitam dalam pelukan wanita itu dengan ekspresi curiga.


Angin kencang berembus, membuat kain hitam yang menutupi ‘benda’ itu terbuka. Saat itu juga, kepala kecil muncul sambil menatap sekitar dengan ekspresi curiga.


Melihat perubahan yang begitu tiba-tiba, orang-orang dari Sword of Sufferings yang siap bertarung benar-benar terdiam di tempat mereka.


Pada saat Irene dan Cassandra tiba, ekspresi mereka tampak sangat buruk. Bukan hanya itu, ada juga cukup banyak luka dangkal pada tubuh mereka.


Setelah menurunkan gadis kecil itu, Irene langsung jatuh berlutut dengan napas naik-turun. Wajahnya tampak pucat, jelas kelelahan karena melakukan perjalanan panjang dengan menghindari lawan dan menjaga gadis kecil dalam pelukannya.


Diturunkan oleh Irene, gadis kecil itu menggelengkan kepalanya. Merasa agak pusing karena guncangan yang terjadi dalam penjalanan. Kemudian, gadis itu menatap ke arah tertentu dengan mata bulat penuh kejutan.


Saat itu juga, dua pasang mata, besar dan kecil saling memandang dalam kesunyian.


“PAPA!”


Gadis kecil itu langsung berlari ke arah Ark, memeluk kakinya dengan erat lalu mendongak, menatap sang ayah dengan senyum bahagia di wajahnya.


Ark berkedip. Dia benar-benar tidak tahu harus merespon bagaimana. Hari ini suasana hatinya seperti naik roller coaster. Benar-benar naik dan turun dengan begitu cepat.


Marah karena terpisah, sedih karena kehilangan rekan yang berharga, dan sekarang senang serta bingung karena kemunculan gadis kecil manis yang penampilannya agak mirip dengannya.


Sementara Ark bingung, Jay dan anggota Sword of Sufferings lainnya benar-benar merasa pusing. Khususnya Jay yang sudah mengenal Ark jauh-jauh hari sebelum apocalypse terjadi.


Dari cara gadis itu memanggil dan juga penampilannya, Jay tidak percaya kalau itu bukan putri atau kerabat Ark. Namun ada satu masalah.


‘Jadi wanita cantik itu adalah istri Ark? Tapi kenapa Ark pura-pura tidak mengenalnya?’


Bukan hanya Jay, anggota Sword of Sufferings lainnya juga mengira Irene adalah kekasih Ark. Alasannya karena wanita itu membawa si kecil untuk menemui ayahnya.


Selain itu, gen Ark tampaknya cukup dominan karena penampilan Eira benar-benar mirip Ark versi perempuan yang diperkecil. Benar-benar hampir tidak meninggalkan jejak milik ibunya.


Hanya saja, mereka tidak menyangka kalau Ark sama bingungnya dengan mereka.


“Papa?”


Eira kembali memanggil Ark. Melihat lelaki itu tidak merespon ucapannya, dia memiringkan kepala dengan ekspresi bingung di wajahnya.


Ark sedikit membungkuk, memegangi tubuh gadis kecil itu lalu mengangkatnya. Dia kemudian menatap wajah gadis itu lekat-lekat. Menyadari kalau apa yang di depannya bukanlah makhluk yang diubah dari monster, proyek percobaan, atau hal-hal aneh lainnya ... mata Ark berkedip.


Melihat ekspresi kosong di wajah Ark, Eira terkikik. Gadis itu langsung melepaskan diri dari tangan Ark lalu memeluknya dengan erat. Melingkari leher pria itu lalu menggosokkan pipi mereka berdua dengan penuh kasih sayang.


“Akhirnya Eira bertemu dengan Papa! Setelah Mama kembali, kita bisa bersama!”

__ADS_1


Mendengar ucapan gadis kecil itu, identitas Irene sebagai ibu Eira langsung lenyap di pikiran orang-orang.


Saat itu juga, Ark melihat ke arah Irene dan Cassandra.


“Istirahat terlebih dahulu lalu jelaskan semuanya padaku.”


***


Sekitar dua jam kemudian.


Menutup buku catatan di tangannya, Ark melirik Eira yang tertidur pulas karena kelelahan lalu menghela napas panjang.


‘Aku benar-benar tidak menyangka kecelakaan semacam itu bisa terjadi.’


Sekitar empat atau lima tahun lalu, Ark dan Silvia pernah menjalankan misi bersama di bagian utara benua. Pada saat misi itu terjadi, mereka masih sangat muda dan membuat kesalahan.


Karena mabuk dalam pesta, mereka melakukan sesuatu yang seharusnya hanya dilakukan oleh pasangan.


Setelah misi selesai, keduanya berpisah, Silvia berkata itu adalah kecerobohannya jadi tidak perlu dipikirkan. Ark yang dulu masih keras kepala juga hanya menerima begitu saja. Namun, sosok gadis itu menghilang untuk sementara waktu dan tidak melakukan misi.


Pada awalnya Ark berpikir kalau Silvia gagal dalam misi dan terbunuh, tetapi gadis itu kembali muncul satu tahun kemudian.


Dikarenakan Ark sendiri memiliki tim dan sering bekerja dengan Anya, Kurona, atau Shirona ... hubungan antara keduanya sama sekali tidak dekat. Bisa dianggap rekan kerja atau partner latihan karena keduanya didaftarkan pada saat yang sama, tetapi tidak lebih dari itu.


‘Pantas saja, di kehidupan sebelumnya wanita itu memburuku dengan gila. Tampaknya itu karena dia kehilangan Eira.


Kehilangan putri yang paling dia cinta lalu marah pada dirinya sendiri dan pria yang telah membuat putrinya menderita sampai akhir hayatnya.’


Melihat gadis kecil yang tampak begitu manis tetapi belum mengerti kejamnya dunia, Ark merasa bersalah. Dia kemudian melirik ke arah Irene.


“Tolong jaga Eira.”


Baru saja memindahkan Eira ke pelukan Irene, gadis itu membuka matanya. Dia menatap Ark dengan mata berkaca-kaca.


“Papa! Papa mau ke mana? Apakah Papa akan meninggalkan Eira?”


Melihat ke arah gadis kecil yang menangis itu, Ark mengelus kepalanya. Dia mengecup kening Eira lalu berkata.


“Eira, jadi gadis baik, ikuti Saudari Irene dan teman-teman Papa lainnya. Mereka akan membawamu keluar dari kota gelap ini, kembali melihat cahaya dan bunga-bunga bermekaran.”


“Papa mau ke mana?” tanya gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


Melihat ke arah putrinya, senyum lembut muncul di wajah Ark. Sembari mengelus kepala gadis kecil itu, dia berkata.

__ADS_1


“Mama sepertinya terlalu lelah untuk menyusul kita, jadi Papa akan pergi menjemput Mama sebentar.”


>> Bersambung.


__ADS_2