Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kehidupan Sehari-hari Setelah Pertempuran


__ADS_3

Dengan bergabungnya Scorpio ke Sword of Sufferings sebagai anggota sementara, pertempuran antara dua kelompok secara resmi berakhir.


Ark kemudian meminta para prajurit untuk menyingkirkan mayat musuh, mengikat orang-orang yang selamat, dan membersihkan medan pertempuran.


Melihat bagaimana pertempuran terjadi dan bagaimana Sword of Suffering memenangkan pertempuran, anggota Blade of Areia merasa terkejut. Khususnya Dedric dan Ian yang telah bertemu dengan Ark.


Mereka sama sekali tidak menyangka, sosok bangsawan misterius itu memiliki kemampuan aneh. Sama sekali tidak tampak seperti manusia biasa. Jelas, dengan begitu misi penaklukkan sarang monster dan mengambil alih gua memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk berhasil.


Hal tersebut jelas membuat Dedric dan Ian merasa campur aduk. Di satu sisi, mereka cukup senang karena misi akan berhasil dan korban bisa berkurang. Di sisi lain, mereka agak menyesal membuat taruhan dengan Ark.


Jika saja tidak membuat taruhan, mereka mungkin bisa membagi hasil menjadi 5:5 untuk masing-masing kelompok. Sedangkan sekarang, mereka hanya mendapatkan 3 dari 10. Sisa 7 akan menjadi miliki Sword of Sufferings karena Dedric dan Ian tahu mereka tidak bisa menjadi lawan kelompok tersebut.


Nasi telah menjadi bubur, kelapa telah menjadi santan, kayu telah menjadi arang.


Jelas, mereka tidak bisa kembali. Jadi apa yang bisa mereka lakukan sekarang adalah mensyukuri apa yang dimiliki dan berusaha mengembangkannya.


Misalnya, sebagai kelompok yang memiliki hubungan ‘bersahabar’ dengan Sword of Sufferings, mereka bisa mencoba memperbanyak kerjasama.


Meski tidak bisa menjadi aliansi, tetapi dengan hubungan yang ‘saling menguntungkan’, kelompok lain tidak akan menargetkan Blade of Areia dengan mudah karena takt menyinggung Sword of Sufferings.


“Pemandangan ini sungguh membuka mata. Aku harap, kita bisa berubah dan tak lagi menjadi katak dalam sumur yang merasa dunia hanya sebesar itu.”


Mengatakan itu, Dedric menoleh ke arah rekan-rekannya. Pria itu melanjutkan.


“Kalian tahu apa yang harus kita lakukan mulai sekarang, kan?”


“Ya, Ketua!”


Semua orang mengangguk dengan ekspresi serius di wajah mereka.


***


Keesokan paginya.


Di halaman depan mansion yang luas dan berbatasan dengan hutan, Ark dan beberapa anggota Sword of Sufferings mengantar kelompok Blade of Areia yang dipimpin oleh Dedric.


“Maaf telah merepotkan kalian, Tuan Ark dan teman-teman dari Sword of Sufferings.”


“Tidak apa-apa.” Ark menggeleng ringan. “Ada kejadian tidak terduga yang menunda kepulangan kalian. Sudah sepantasnya kami menjamu kalian dengan baik.”


“Sekali lagi, terima kasih.”

__ADS_1


“Sama-sama.”


“Kalau begitu, kami pergi terlebih dahulu, Tuan Ark. Sampai jumpa sepuluh hari kemudian.”


“Ya.”


Melihat ke arah Dedric yang berjalan menjauh, menghilang di hutan penuh kabut, Ark hanya mengangguk ringan. Pemuda itu mengalihkan pandangannya kepada Roxanne yang berada di dekatnya.


“Menurutmu, apakah mereka berguna dalam misi bersama sepuluh hari kemudian, Roxanne?”


Mendengar pertanyaan itu, Roxanne memiringkan kepalanya. Menatap tepat ke mata Ark, dia menjawab.


“Dengan kekuatan itu, mencoba menyerang sarang binatang bermutasi level rendah saja sudah tidak meyakinkan, Tuan. Namun, menurut pemikiran anda, mereka pasti memiliki kegunaan lain.”


Perkataan Roxanne membuat Ark mengangkat sudut bibirnya. Dia kemudian mengelus kepala wanita itu dengan lembut sembari berkata.


“Tampaknya kamu benar-benar mengenalku, Roxanne.”


Roxanne terkejut dengan apa yang Ark lakukan. Merasakan tangan yang mengelus kepalanya dengan lembut, dia hanya bisa tersipu sambil mengangguk ringan.


Mereka pun kembali ke mansion. Melewati halaman depan, tampak para prajurit yang melakukan latihan pagi mereka. Walau tidak bisa membedakan siang atau malam karena tertutup kabut, mereka masih berlatih sesuai jadwal yang dibuat oleh Ark.


Selain melakukan latihan dasar, Ark meminta Scorpio membantu para koki dan pengrajin. Biarkan dia membawa barang serta melakukan pekerjaan sederhana. Memotong sayuran atau membersihkan bahan-bahan kerajinan.


Pada saat mendapatkan perintah tersebut, Scorpio merasa bingung. Kemarin, dia merasa dipekerjakan sebagai kuli yang bertugas mengangkat dan memindahkan barang. Baru hari ini dia sadar kalau dirinya bahkan tidak lebih kuat dari pengangkat barang.


Kekuatannya yang dianggap elit di Cursed Berserkers benar-benar tidak lebih dari orang acak di Sword of Sufferings yang bahkan tidak disorot dalam pertempuran.


Hal tersebut jelas membuat Scorpio merasakan pukulan mental. Oleh sebab itu, sekarang dia hanya fokus melakukan latihan dasar dan membantu melakukan tugas-tugas kasar seperti apa yang dikatakan Ark.


Selesai melakukan latihan pagi, Scorpio pergi ke gudang belakang untuk mengambil bahan yang akan dijadikan makan siang.


Di sana Scorpio melihat pemuda pirang dengan mata zamrud. Dari usia, dia jelas jauh lebih muda dibandingkan Scorpio, tetapi masih membuat pria itu menghormatinya.


“Selamat pagi, Senior Gordon.”


“Yo!” Pemuda pirang itu, Gordon melambai dengan senyum santai di wajahnya. “Tampaknya kamu sudah terbiasa. Benar-benar kemampuan adaptasi yang luar biasa.”


“Kamu memujiku, Senior Gordon.”


Scorpio mengangguk ringan lalu membantu Gordon untuk membawa bahan.

__ADS_1


Dari penampilan dan tugas, Gordon tampak biasa saja. Namun Scorpio tahu kalau pemuda itu juga cukup dihargai oleh Ark. Bukan karena keterampilan bertarung, tetapi keterampilan memasaknya.


Itu juga membuat Gordon menjadi satu-satunya koki yang memiliki kekuatan level 2, sebanding dengan para prajurit. Hal tersebut juga membuat banyak prajurit menghargainya. Bukan hanya mudah berbaur dengan rekan-rekannya, pemuda itu memasak dengan baik dan cukup kuat.


Bahkan karena prestasinya, Ark menyetujui Gordon untuk ikut dengannya sebagai kepala koki. Itu juga alasan kenapa sekarang dia jarang memasak sendiri. Pemuda itu bahkan membiarkan Gordon belajar keterampilan pedang yang cukup kuat.


Menurut para prajurit, Gordon pernah dilatih secara pribadi oleh Saito atas perintah Ark. Meski tidak begitu lama, tetapi mereka yakin kemampan bertarung Gordon sama sekali tidak kalah dengan mereka.


Scorpio sempat bertanya kepada para seniornya tentang pria bernama Saito. Mereka menjawab kalau orang itu adalah salah satu jenderal kepercayaan Ark yang mendapatkan misi di kota lain. Bahkan dianggap memiliki kemampuan mengerikan yang hampir tidak terkalahkan di antara para jenderal.


‘Datang dan pergi bersama embusan angin, muncul dan menghilang bersama bayangan.’


Kalimat semacam itu membuat Scorpio merasa takjub karena tahu orang-orang di Sword of Sufferings tidak akan membohonginya. Jadi, dia juga memperlakukan Gordon dengan hormat bahkan jika masih mudah.


Karena di Sword of Sufferings, bukan usia yang paling penting, tetapi kekuatan dan keterampilan!


“Kenapa kamu tampak tertekan, Scorpio?”


“Ya. Sejujurnya, aku memang merasa tertekan karena orang-orang tampaknya terlalu berharap padaku.


Maksudku, aku sama sekali tidak tahu apa yang Tuan harapkan dariku. Membandingkan aku dengan orang-orang jenius seperti kalian membuatku merasa tidak bisa berkata-kata.”


“Hahaha! Don’t mind, Scorpio. Santai saja.” Gordon tertawa ramah. “Kamu hanya perlu melakkan tugas sesuai dengan kapasitasmu. Dengan Ketua sebagai pembimbing jalan, kamu tidak perlu takut tersesat.”


Gordon sendiri tidak pernah merasa tertekan. Dia sama sekali tidak menganggap dirinya sama dengan para monster. Pemuda itu hanya tahu kalau keterampilannya memasak disukai Ark dan memiliki sedikit kelebihan dibandingkan lainnya.


Dibandingkan dengan para monster seperti Saito, Leon, Draco, Lisa, dan sebagainya ... dia sama sekali tidak ada apa-apanya.


Hanya saja, Gordon juga sedikit merasa iri dan penasaran terhadap Scorpio dan dua anggota lainnya.


‘Jika pilihan Tuan sekali lagi tepat. Maka Sword of Sufferings pasti akan menjadi lebih mengerikan dengan bergabungnya Nona Aisha, Angelica, dan Scorpio ini.’


Memikirkan itu, Gordon menggelengkan kepala. Pemuda itu kemudian bertanya.


“Bagaimana dengan orang-orang Cursed Berserkers?”


Mendengar pertanyaan Gordon, ekspresi Scorpio menjadi redup. Pria itu pun membalas.


“Seharusnya hasilnya akan diputuskan oleh Tuan setelah makan siang.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2