Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kekurangan Informasi


__ADS_3

Mendengar ucapan Ark, keempat orang langsung menarik senjata. Mereka langsung melesat ke arah Gennady, Igor, dan sembilan anggota kelompok Northern Claws lainnya.


Darin langsung mengincar beberapa anggota kelompok Northern Claws yang tampak lemah. Dia mengayunkan tombak di tangannya. Langsung memukul mereka satu per satu tanpa mengenai kepala tombak.


Sama sekali tidak melukai mereka!


Sementara itu, Jay menangkis serangan musuh lalu memukul salah satu anggota dengan gagang pedangnya. Tampak melakukan semuanya dengan mudah.


Dalam sekejap, kecuali Gennady dan Igor, anggota lain langsung dijatuhkan.


Igor langsung bergegas ke arah Jay. Sementara itu, Jay malah menyarungkan kembali pedangnya. Dia menghindari serangan Igor. Langsung menangkap pergelangan tangan pria itu, kemudian menjegal dan membanting tubuhnya ke aspal.


Melihat rekan-rekannya ditumbangkan dengan mudah, Gennady langsung memegang erat pedangnya. Dia kemudian langsung bergegas menuju ke arah Vadim. Mengincar sosok yang dia anggap paling lemah.


Swoosh!


Pedang berayun, langsung mengincar titik lemah lawan. Berniat untuk menjatuhkan senjata pria itu lalu menjadikan sandera. Namun ...


KLANG!


Dua pedang berbenturan, sosok Gennady terpental mundur beberapa langkah. Merasakan sensasi kesemutan di tangannya, pria paruh baya itu tampak sangat terkejut. Dia tidak menyangka pria yang tampak lemah seperti Vadim memiliki begitu banyak tenaga.


"Lemah," gumam Vadim yang biasanya pendiam dan penurut.


Ucapan yang terlontar dari mulut pria itu benar-benar membuat teman-teman dari Sword of Sufferings tercengang. Mereka tidak menyangka kalau pria itu masih bisa menghina orang lain. Sangat berbeda dari dirinya yang biasa.


Melihat sosok Gennady yang masih mencoba melawan, Ark menggeleng ringan.


"Kamu seharusnya sadar kalau kalian tidak bisa mengalahkan kami. Khususnya ketika kamu melirik senjataku."


Ark menepuk gagang pedang buatan di sisi kiri pinggangnya dengan lembut. Menatap ke arah Gennady, dia melanjutkan.


"Tampaknya kalian pernah menemui Rotten Ghost Mantis. Apakah aku benar?"


"Rotten Ghost Mantis ..."

__ADS_1


Gennady bergumam pelan. Mengingat sosok monster yang memotong banyak rekannya dan memakan bagian tubuh mereka tepat di depan matanya, tubuh pria itu gemetar karena takut dan marah.


"Rotten Ghost Mantis. Jadi nama monster itu Rotten Ghost Mantis! Makhluk itu ..."


Tidak peduli dengan Gennady yang terus bergumam dengan ekspresi tertekan, Ark langsung berkata dengan nada datar.


"Aku tidak peduli dengan apa yang telah kalian alami. Namun jika kalian ingin selamat, bekerjasama dengan kami." Mata Ark menyempit. "Duduk lalu ceritakan apa yang kalian ketahui."


Gennady menghela napas panjang. Sadar tidak mungkin melawan, dia akhirnya memutuskan untuk menyerah.


Satu jam berlalu begitu saja.


Dalam waktu singkat tersebut, Gennady bercerita tentang perjalanannya. Termasuk bagaimana dia mengumpulkan teman-teman dan membuat kelompok Northern Claws. Pria itu juga menceritakan tentang pertemuan mereka dengan Rotten Ghost Mantis sekitar dua minggu yang lalu.


Northern Claws sendiri adalah sebuah kelompok yang terus berpindah tempat. Mereka singgah di satu tempat tidak begitu lama sebelum pindah ke tempat lain. Selalu mencari tempat dimana mereka bisa bertahan dan menyambung hidup.


Pada saat tiba di taman kota, mereka berpikir telah menemukan surga. Meski banyak tumbuhan yang tidak diketahui, tetapi ada beberapa tanaman yang bisa mereka makan. Membuat mereka bisa terus bertahan.


Akan tetapi, apa yang mereka anggap surga ternyata hanyalah fatamorgana.


"Aku mengerti." Ark bergumam pelan. "Jadi, apakah kalian bertemu dengan kelompok besar atau mungkin kelompok kecil yang kuat dalam perjalanan?"


"Kami bertemu dengan beberapa kelompok kecil beranggotakan sepuluh sampai belasan orang. Namun kondisi mereka benar-benar lebih buruk daripada kami."


"Apakah kamu tahu informasi tentang beberapa kelompok besar yang akhirnya berdiri dan mendominasi beberapa wilayah?"


"Tidak juga." Gennady menggelengkan kepalanya. "Sebenarnya, untuk menghindari konflik, biasanya kami mencoba untuk tidak bertemu atau bergesekan dengan kelompok lain."


"Meski kalian terus pindah dari satu tempat ke tempat lain?" Ark menyipitkan matanya, tampak cukup mengancam.


"Aku tidak tahu apakah ada kelompok besar di bagian lain. Namun di bagian barat kota tempat kami awalnya memulai, ada sebuah kelompok besar bernama Third Scars."


Mendengar nama kelompok tersebut, ekspresi Ark menjadi muram. Dia benar-benar tidak menyangka kalau kelompok tersebut berdiri begitu cepat. Benar-benar bukan hal yang menyenangkan untuk didengar.


"Third Scars adalah sebuah kelompok yang berisi para narapidana yang berhasil meloloskan diri dari penjara. Aku dengar, kelompok tersebut terus-menerus menyerap anggota dan menjadi sebuah kelompok besar.

__ADS_1


Mungkin kelompok paling besar yang ada di kota ini!"


Gennady terus menjelaskan. Berharap kalau Ark tidak akan meremehkan kelompok tersebut dan malah membuat masalah.


Di kota ini, jika beberapa monster dikecualikan, Ark paling benci dengan dua kelompok. Mereka adalah kelompok munafik yang terdiri dari orang-orang pemerintahan, dan para b-jingan tanpa aturan di kelompok Third Scars.


Terus mendengarkan keseluruhan cerita dari Gennady, Ark akhirnya menghela napas berat. Pada akhirnya, dia tidak mendapatkan berita yang cukup berguna karena dirinya lebih mengenal Third Scars daripada Gennady.


Apa yang Ark inginkan adalah informasi tentang beberapa kelompok yang berkembang dengan cepat. Beberapa kelompok besar yang muncul lebih cepat dari seharusnya karena efek kupu-kupu yang dia bawa.


Ya. Sejak Ark membantu Julian, menyebarkan cara bertahan hidup dengan daging zombie, dan membuat kelompok sendiri, pasti akan ada perubahan besar yang membuat jalan cerita membengkok dari apa yang seharusnya Ark alami di kehidupan sebelumnya.


'Tampaknya aku benar-benar masih harus menyuruh Yonas dan Vadim untuk mencari informasi. Jika tidak, aku tidak bisa membuat evaluasi (penilaian).


Berbagai macam kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan harus diselidiki. Mencoba membuang semua yang mengancam dan mencoba untuk menangkap berbagai keuntungan. Hal tersebut memerlukan lebih banyak informasi.


Sedangkan saat ini ... Sword of Sufferings masih mirip elang dalam sangkar. Memang kuat, tetapi tidak mengerti dunia luar.'


Ark sekali lagi menghela napas panjang. Dia tampak kecewa. Tidak menyangka kalau semuanya akan menjadi begitu suram. Sama sekali tidak mendapatkan informasi yang dia inginkan.


"Kalau begitu, aku akan memberimu sebuah informasi penting.


Dalam otak zombie, terdapat daging kecil berwarna putih bersih seukuran kepalan tangan bayi. Selama dipotong dan dibersihkan, benda itu bisa dimakan. Sama sekali tidak beracun."


"Hah?! Benarkah itu, Tuan Ark?"


"Menipu kalian pun tidak ada artinya. Hanya buang-buang napas. Jujur saja, jika aku ingin menghabisi kalian, aku sama sekali tidak perlu main-main. Hanya langsung membunuh kalian begitu saja."


Mendengar ucapan Ark, Gennady merasa agak malu. Sebenarnya agak marah, tetapi juga sadar bahwa dia dan kelompoknya memang lemah dibandingkan dengan bawahan Ark.


"Terima kasih atas informasi penting ini, Tuan Ark."


Ark menggeleng ringan sambil membalas.


"Sama sekali bukan masalah."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2