
"Maaf?"
Lisa memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung. Benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Pikirannya cukup berantakan karena perubahan Ark yang begitu tiba-tiba.
"Buktikan saja."
Ark berkata dengan nada tidak sabar.
Menyadari kalau Ark benar-benar memberinya kesempatan, gadis itu tampak lega dan bersemangat. Dia kemudian mengelus kepala Debby dengan ekspresi senang.
"Kamu harus melakukan yang terbaik, Debby!"
Setelah itu, Lisa mundur beberapa langkah. Dia kemudian mulai memberi perintah.
"Debby, duduk!"
Black Doberman itu duduk.
"Debby, beri salam."
Makhluk itu mengulurkan kaki depan bagian kanan. Setelah itu, Lisa menjabat lalu mundur.
"Debby, berbaring!"
"Debby, pura-pura mati!"
"..."
Melihat Black Doberman, makhluk yang seharusnya membantai ratusan orang di masa depan berperilaku seperti binatang peliharaan membuat Ark mengerutkan kening. Dia merasa skeptis. Benar-benar agak mati rasa.
'Apakah aku menandai makhluk yang salah?'
Pertanyaan itu sempat muncul dalam benak Ark. Namun, dia segera menggelengkan kepalanya. Sudah jelas, Lisa ada hubungannya dengan Old Franky, jadi binatang buas itu jelas makhluk yang sama.
"Cukup."
Ark langsung berkata dengan nada datar. Dia kemudian mengingat bagaimana pikirannya tiba-tiba terasa kacau. Pemuda itu kemudian berjalan menuju ke suatu tempat. Lebih tepatnya, ke rumah tempat dirinya sebelumnya terlempar.
Di sebuah halaman, Ark melihat banyak tanaman busuk. Namun, di tengah-tengah tempat itu, tampak tanaman dengan satu batang, beberapa daun, dan satu bunga. Ukurannya tidak lebih besar daripada bunga marigold.
Kelopak bunga itu berwarna merah darah dan tampak aneh. Di tengah bunga yang biasanya berisi putik digantikan dengan sebuah bola mata dengan iris kuning dan pupil vertikal.
"Benar-benar kejutan. Tidak menyangka, ada harta di tempat seperti ini."
__ADS_1
Ark kemudian sadar. Alasan kenapa dia begitu emosional sebelumnya adalah bunga tersebut.
Tentu saja, tidak sepenuhnya salah bunga itu. Sebaliknya, karena pikirannya sudah kacau, dia bisa terpengaruhi oleh bunga tersebut.
Infernal's Eye.
Nama yang cukup mendominasi. Namun, nama itu memang cocok dengan karakteristik bunga tersebut. Bukan hanya memiliki penampilan mengerikan, bunga itu membuat pikiran orang-orang menjadi kacau.
Bola mata di tengah bunga itu akan membuat cairan aneh yang bisa membuat seseorang kebingungan. Lebih tepatnya, membuat pikiran orang berjalan lebih lambat. Membuat ragu dan bimbang.
Infernal's Eye memiliki mekanisme unik. Ketika dia merasa terancam, cairan yang dihasilkan oleh mata itu akan menguap. Bercampur dengan udara di sekitar dan membuat makhluk hidup di sekitarnya, khususnya makhluk cerdas merasa kebingungan.
Ketika menguap, tidak ada warna atau aroma. Jadi, bisa dianggap bunga ini adalah jenis tumbuhan yang sangat berbahaya.
Dulu, ada orang yang memiliki ide bagus untuk mencampur Infernal's Eye bersama dengan Devil's Vines. Membuat pagar pembatas yang kuat dan sangat sulit ditembus. Hasilnya luar biasa karena kedua tanaman itu bisa hidup harmonis.
Masalahnya, Infernal's Eye tidak mudah ditemukan. Belum lagi, tumbuhan itu hampir mustahil dibudidayakan. Bahkan jika bisa, memerlukan terlalu banyak waktu, jadi tidak mungkin untuk dipasangkan dengan Devil's Vines yang lebih mudah dikembangkan.
Bertahun-tahun kemudian, fungsi lain Infernal's Eye kembali ditemukan. Yaitu menjadi salah satu bahan untuk membuat ramuan tingkat tinggi dengan efek luar biasa. Bukan hanya itu, ada juga kegunaan lain Infernal's Eye, khususnya untuk para esper.
Bisa dibilang, Infernal's Eye bisa dianggap sebagai harta bagi para esper.
"Meski tidak sebaik Miracle Root itu, setidaknya, aku tidak terlalu merugi."
Ark bergumam dengan ekspresi agak menyesal.
Akan tetapi, Ark tidak menyerah. Jika Debby menyakiti orang, dia tidak akan segan-segan untuk memotong makhluk itu dan mengambil Miracle Root miliknya.
Ark kemudian menandai tempat ini. Tidak berniat untuk langsung menggali dan membawanya. Itu karena, dia memiliki tujuan lain.
Ark kemudian keluar dari area rumah itu. Melihat ke arah anggota kelompoknya, dia mengangguk. Dia kemudian berjalan sambil menatap sosok Lisa dan Debby.
"Bawa aku ke tempat tinggalmu."
"Eh?" ucapan Ark membuat Lisa terkejut.
Gadis itu tidak menyangka, ternyata pria kejam yang sebelumnya hampir membunuhnya ternyata meminta untuk datang ke kediamannya!
"Anu ..."
"Aku ingin bertemu dengan Old Franky."
"T-Tapi kakek bilang, aku tidak boleh membawa orang asing ke rumah."
__ADS_1
"Kalau begitu, aku tidak akan membiarkan Debby mengikutimu."
Mendengar itu, Lisa langsung termenung. Teman-teman Ark menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi heran. Tidak menyangka kalau dia benar-benar mengancam anak kecil dengan cara seperti itu.
Setelah berpikir begitu lama, Lisa akhirnya menjawab.
"Baik."
Ark puas dengan jawaban itu. Jadi dia kemudian berkata.
"Beristirahat sebentar. Kira-kira jam tujuh, kita akan berangkat."
"Dimengerti!" jawab anggota lain serempak.
Setelah beristirahat cukup lama dan lukanya mengering, Ark akhirnya meminta Lisa memimpin jalan. Meski tidak sepenuhnya sembuh, Black Doberman juga sudah bisa bergerak lebih normal. Lagipula, sistem pemulihan tubuh binatang biasanya lebih baik daripada manusia. Ya. Walau hal seperti itu tidak sepenuhnya benar.
Lisa dan Debby memimpin jalan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai ke sebuah rumah besar. Seperti rumah-rumah mewah di sekitarnya, tempat itu tampak kotor dan berdebu. Jika bukan karena Lisa mengatakan bahwa itu tempatnya, pasti Ark dan kawan-kawannya tidak akan menduga ada seseorang yang tinggal di tempat semacam itu.
"Membuatnya seolah-olah kosong seperti rumah lain karena tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankannya. Meski ada beberapa cacat seperti bekas jejak kaki, tetapi kamuflase ini memang sudah lumayan."
Ark berkata dengan ekspresi datar. Namun, dia menjadi semakin yakin kalau Old Franky memang tinggal di tempat ini. Lagipula, gayanya memang cukup mirip dengan orang yang dia kenal dalam kehidupan sebelumnya.
Lisa memimpin, kemudian pergi ke halaman belakang rumah. Dia kemudian mengetuk pintu belakang rumah dengan ritme tertentu.
'Benar-benar pak tua yang berhati-hati.'
Setelah beberapa saat, pintu terbuka. Saat orang yang berada di dalam rumah melihat ada orang lain selain cucunya, dia hendak menutup pintu. Namun saat itu juga Ark telah maju dan mengganjal pintu dengan kakinya.
"Kamu masih berhati-hati seperti biasanya, Old Franky."
Melihat sosok pemuda asing dengan ekspresi dingin yang memanggilnya dengan akrab, Old Franky langsung bertanya dengan ekspresi gugup.
"K-Kamu siapa?!"
Tidak menjawab pertanyaan Old Franky, Ark langsung mendorong pintu sampai terbuka lebar.
Akibat dorongan keras dan tiba-tiba, Old Franky langsung terdorong mundur sampai terjatuh ke tanah.
Ark menatap sosok pria tua kurus dengan rambut acak-acakan. Dia memiliki jenggot cukup tebal. Ditambah memakai jas lab kotor, penampilannya mirip dengan ilmuan gila dalam cerita-cerita horor.
Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena orang di depannya bukan orang sembarangan. Old Franky ...
__ADS_1
Dia adalah salah satu dari dua ilmuan gila. Orang yang mencetuskan ide untuk membuat rute evolusi Chimera!
>> Bersambung.