Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Menanyakan Tujuan


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, dalam gedung tidak jauh dari Ark menemui Evans.


“Apakah semuanya akan baik-baik saja, Ketua?”


Leon menatap ke arah Evans yang tertidur di kejauhan. Seluruh lukanya telah dirawat oleh Ark. Sekarang pemuda itu tertidur karena kelelahan baik secara fisik dan mental. Bukan hanya Leon, tetapi Draco juga khawatir. Belum lagi dua puluh anggota lain, mereka jelas kasihan melihat kondisi Evans.


Mereka semua mengetahui kalau Ark melakukan ini juga demi Evans. Namun bagi mereka, itu terlalu kejam. Orang-orang itu melihat dengan mata mereka sendiri kalau pemuda itu benar-benar hampir ‘rusak’. Bagi orang normal, dalam kondisi seperti itu, bisa bangkit atau tidak saja sudah menjadi pertanyaan. Apalagi menjadi lebih kuat.


“Apakah kamu memiliki pendapat?” ucap Ark datar.


Melihat ke arah Evans, Leon mengepalkan tangannya. Meski Evans adalah laki-laki dan telah dewasa, tetapi dia merasa kalau seorang adik adalah seorang adik. Mirip dengan adik kecilnya dahulu. Dia jelas masih perasakan penyesalan karena tidak bisa melindungi adiknya sendiri. Jadi ketika melihat Evans dalam kondisi seperti itu, pria itu merasa kasihan.


“Tidak, Bos.” Leon menunduk.


Melihat penampilan Leon, Ark menepuk pundaknya. Pemuda itu berkata dengan santai.


“Tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja.”


Setelah mengatakan itu, Ark menuju ke tempat Evans tidur. Dia kemudian duduk dengan tenang sambil menunggu adiknya.


Sekitar dua jam kemudian, Evans akhirnya membuka matanya.


Pada saat melihat atap dan lingkungan asing, pemuda itu buru-buru duduk. Dia langsung menggertakkan gigi ketika merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Saat itu, suara tenang terdengar di telinganya.


“Jangan terlalu banyak bergerak, lukamu belum pulih.”


Tubuh Evans tersentak. Dia menoleh, lalu mendapati kakaknya duduk dengan tenang sambil menopang dagu. Pemuda itu kemudian gemetar dan bertanya dengan nada tidak percaya.


“Apakah itu benar-benar kamu, Kak Archie?”


“Jika tidak?” balas Ark hambar.


“Kalau begitu, Brian benar-benar mati?” gumam Evans dengan ekspresi tidak percaya.


“...”


Ark memilih diam. Dia melihat ke arah adiknya yang memegangi kepala dengan ekspresi tertekan tanpa mengucap sepatal kata. Evans kemudian menoleh ke arahnya lalu bertanya.


“Kenapa kamu bisa sampai ke tempat ini, Kak? Apakah sejak awal kamu di sini? Lalu kenapa kita tidak pernah bertemu sebelumnya?”


“Aku datang dari kota lain bersama dengan teman-temanku.”


“Teman-temanmu?” Evans bertanya dengan ekspresi heran, tetapi dia merasakan firasat buruk.

__ADS_1


“Sword of Sufferings. Kamu seharusnya pernah mendengarnya, kan?”


Mendengar itu, Evans menatap ke arah Ark dengan mata terbelalak. Kenangan ketika dia bertarung dengan Saito, lalu Brian yang kembali dengan luka di dadanya muncul dalam kepala pemuda itu. Memiliki senyum dipaksakan, dia bertanya.


“Kamu pasti bohong kan, Kak? Tidak mungkin kamu menjadi anggota kelompok itu, kan?”


“Sepertinya kamu salah mengerti, Evans.”


“Eh?”


Melihat ekspresi terkejut dan bingung di wajah Evans, Ark berkata dengan ekspresi datar di wajahnya.


“Aku adalah Hades, Ketua dari Sword of Sufferings.”


Mendengar itu, Evans langsung bergidik. Dia kemudian langsung berguling dan mengambil sebuah belati tidak jauh dari dirinya. Pemuda itu bangkit lalu menatap ke arah Ark sembari berteriak.


“Siapa kamu sebenarnya! Kamu memang mirip, tetapi kamu bukanlah Kak Archie! Kamu siapa?!”


“Percaya atau tidak, aku adalah kakakmu.”


“Lalu kenapa kamu dan teman-temanmu menyerang sahabatku? Kak Archie jelas tidak akan memperlakukan temanku dengan buruk!”


“Oh?”


“Apakah scout muda itu adalah temanmu? Jadi begitu ...”


“APA? APA YANG KAMU KETAHUI?!” Evans menggertakkan gigi.


“Itu berarti kamu adalah pemuda yang dicurigai para tetua sebagai mereka yang terpilih.” Ark mengelus dagu. “Dengan kekuatanmu, itu memang cocok.”


“...”


Melihat Evans tampak begitu bingung, Ark kemudian menjelaskan.


“Alasan kenapa Sword of Sufferings datang ke kota ini dan aku memimpin secara pribadi adalah untuk membalas Crux of Shadow. Aku juga ingin mencarimu, tetapi tidak memiliki banyak harapan karena sudah lebih setahun berlalu.


Seperti yang kamu tahu, Evans. Terlalu banyak yang telah terjadi selama lebih dari setahun ini.


Aku bahkan tidak tahu apakan scout itu adalah temanmu atau tidak. Namun Spirit of Fire di belakangnya mencoba mendapatkan bantuan. Ya, mencoba meminta dengan membayar tidak masalah. Seperti yang kamu ketahui, sejak kecil aku suka melakukan barter. Namun kamu juga harus ingat.


Mereka mungkin bisa mengancamku atau memukuliku seperti lelaki paruh baya di pasar sayur dulu, tetapi aku tidak akan pernah sudi untuk memberi orang yang mengancamku. Juga, bukankah mereka semua akhirnya menghilang?”


Klang!

__ADS_1


Belati di tangan Evans jatuh ke lantai. Saat itu juga, memori masa kanak-kanak muncul dalam kepala pemuda itu. Dahulu, Ark kecil pernah bekerja di pasar dan ada preman yang memukulinya sampai tidak bisa bangkit untuk mengambil uangnya. Namun, orang itu menghilang begitu saja.


Pada saat itu, paman dan bibi di pasar berkata kepadanya kalau preman itu mungkin kabur karena sudah mereka laporkan. Namun saat mendengar ucapan Ark sekarang, Evans merasa semua tidak sesederhana itu.


“Kamu ... Kamu bukan seorang pegawai kantor?”


“Tentu saja aku juga pegawai kantor. Namun pekerjaan itu hanya bisa dianggap sebagai sambilan. Sedangkan profesiku yang sebenarnya adalah ...


Anggota dari organisasi pembunuh, Reign of Shadow, Ark.”


Mendengar itu, Evans yang emosinya tidak stabil langsung mengepalkan erat kedua tangannya.


“JADI SELAMA INI KAMU MEMBOHONGIKU, KAK ARCHIE? KAMU ... KAMU ...”


“Tidak akan ada yang ingin keluarganya melihat sisi kelam seperti itu, Evans.”


“...”


“Kamu memang bisa menyalahkanku karena aku menyuruh bawahanku menyerang temanmu. Namun kamu harus ingat, di dunia gila ini, yang kuat memakan yang lemah.


Spirit of Fire atau Crux of Shadow memprovokasi kami. Apakah kami harus diam saja ketika hampir diinjak? Selain itu, kenapa kamu menyalahkan Sword of Sufferings dan bukan Spirit of Fire?


Atau ... kenapa kamu tidak menyalahkan dirimu sendiri?”


“Eh?” Mata Evans terbelalak.


“Kamu pasti tahu kalau Spirit of Fire tertekan oleh Crux of Shadow. Ketika mengkonfirmasi kalau kamu memiliki kekuatan mirip miliki Crux of Shadow, mereka dengan gila mengincarmu. Ini terjadi karena kamu sembrono. Ini adalah konflik antara kamu dan Spirit of Fire.


Sedangkan temanmu? Dia hanyalah korban yang muncul karena perselisihan kalian.”


“Aku ... aku membunuh Brian?”


Evans menunduk sambil melihat kedua tangannya sendiri. Napasnya mulai tidak menentu, otaknya tiba-tiba terasa sakit.


“Setelah mengetahui kalau pemiliki kekuatan itu adalah kamu, adikku sendiri, aku tidak lagi tertarik. Jadi aku sendiri sudah tidak peduli dengan Spirit of Fire karena tidak ada yang aku butuhkan dari mereka. Urusanku sekarang adalah untuk berhadapan dengan Crux of Shadow yang mengancam Sword of Sufferings.


Aku senang bertemu kamu di sini, Evans. Aku ingin kamu ikut bergabung dengan Sword of Sufferings, lalu aku akan mengirimmu pergi dari kota ini karena sudah tidak aman lagi. Namun aku tahu kalau tindakan itu egois, jadi aku ingin bertanya ...”


Ark berjalan mendekati Evans yang sedang menunduk. Dia kemudian menyentuh dagu adiknya lalu mengangkat wajahnya. Mata merahnya menatap ke arah Evans ketika dirinya bertanya.


“Apa yang ingin kamu lakukan, Adikku?”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2