Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tidak Bisa Diandalkan


__ADS_3

Dua minggu berlalu, Ark dan kelompoknya akhirnya keluar dari wilayah pegunungan.


“Akhirnya ... akhirnya kita keluar dari tempat menyebalkan itu!”


Keluar dari wilayah pegunungan yang membuat hari-hari mereka penuh dengan ketegangan, Jay merasa puas. Otot-otot tubuhnya mengendur, jadi lebih rileks ketika melihat pepohonan yang semakin renggang dan tidak begitu tinggi.


Beberapa binatang bermutasi tidak berada di level tinggi, tidak terlalu padat, dan jarak pandang juga baik. Sama sekali tidak tertutup vegetasi padat di mana banyak makhluk yang bersembunyi dan siap menyergap.


Selain itu, dalam waktu ini, semua anggota kelompok telah dilatih dengan baik. Mereka memiliki pengalaman tempur luar biasa. Hanya saja, tidak ada lagi yang naik level karena kurangnya jumlah potion.


Seperti yang diketahui, semakin tinggi levelnya, semakin jarang bahan untuk membuat potion. Jadi, di Sword of Sufferings sendiri, Ark lebih fokus pada para petinggi dan pasukan terpilih yang lebih dia andalkan.


Sisa anggota, paling baik berada di puncak level dua seperti para ksatria elit yang dia bawa. Bahkan, kebanyakan anggota yang statusnya bukan prajurit hanya berada di level satu.


Bisa dibilang, dari 100% total anggota, 75% berada di level 2, 20% ada di level 1, dan yang berada di level 3 atau lebih kurang dari 5%.


Puas mengeluh, Jay akhirnya fokus pada lingkungan di sekitarnya. Memandang ke arah mereka akan pergi, pria itu bertanya-tanya.


“Apakah itu awan tebal?”


Melihat langit kelabu di kejauhan, Jay merasa bingung. Alasannya sederhana, karena selain di arah itu, langitnya begitu cerah. Jadi, pemandangan mencolok itu benar-benar terlalu aneh.


Setelah memikirkan beberapa hal, ekspresi Jay berubah menjadi pucat.


“Jangan bilang, arah itu ...”


“Seharusnya kampung halamanmu,” ucap Ark tenang.


Mendengar ucapan sahabatnya, ekspresi Jay langsung berubah menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya.


“Temukan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Malam ini, kita akan beristirahat di sini”


“Ya, Ketua!” jawab mereka serempak.


Jay yang melamun langsung terkejut ketika mendengar ucapan Ark. Dia menatap ke arah sahabatnya dengan ekspresi tidak percaya.


“Ikuti aku.”


Ark berkata dengan tenang. Setelah mengatakan itu, dia berjalan pergi ke puncak bukit yang mereka lewati. Meski bingung, Jay masih menyusulnya.


“Apakah kamu bingung kenapa aku memilih membangun tenda di sini, dan tidak meneruskan perjalanan?”


“Ya.” Jay mengangguk ringan.


Duduk di atas batu besar, Ark melihat ke arah awan dan kabut tebal di kejauhan. Jay berdiri di sampingnya, menatap kejauhan dengan ekspresi rumit.


“Menurutmu, dengan jumlah pasukan dan kecepatan kita ... berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat itu?”


Melihat awan dan kabut di tempat yang begitu jauh, Jay merasa bingung.

__ADS_1


“Aku tidak tahu,” ucap pria itu.


“Mengabaikan medan yang dilewati, kita akan tiba di sana dalam tiga hari. Namun, apakah kota itu benar-benar aman? Jelas tidak pasti.


Kelompok kita telah kelelahan setelah melewati hutan dan pegunungan hampir satu bulan. Otot mereka tegang dan mental mereka tidak dalam kondisi baik. Jika dipaksakan, pasti berakhir dengan cara buruk.


Oleh karena itu, aku ingin menunda satu hari sebelum kembali berangkat menuju tempat itu.


Satu hari beristirahat, bergegas ke lokasi selama tiga hari, dan beristirahat satu hari lagi sebelum memasuki kota. Total lima hari.


Tiga hari dengan kondisi buruk, dan lima hari dengan kondisi prima. Kamu pasti tahu yang lebih baik. Lagipula, setelah menunda begitu lama sebelum sampai ke tempat ini, menambahkan dua hari sama sekali bukan masalah, kan?”


Mendengar ucapan Ark, Jay menghirup napas dalam-dalam. Setelah beberapa saat, dia kembali tenang.


“Kamu benar, Ark. Mungkin aku terlalu lelah dan gugup. Menambah dua hari sama sekali tidak masalah.”


Melihat ekspresi sahabatnya, Ark berkata santai.


“Aku tahu seberapa tertekan dirimu. Namun, menurut gambaranmu, seharusnya keluargamu aman karena mereka memiliki kekuatan dan kekayaan yang membantu di awal tahap. Sekarang, mungkin mereka membuat kelompok kecil.


Meski kehidupannya tidak sebaik Sword of Sufferings, tetapi seperti yang kamu ketahui, masih cukup banyak kelompok selamat di kota-kota lain. Kelompok orang tuamu bisa jadi salah satunya.”


Mendengar bagaimana Ark mencoba menghiburnya, Jay tersenyum. Menatap ke arah sahabatnya, dia menjawab dengan ekspresi tenang.


“Kamu tidak perlu menghiburku, Ark. Kesempatan hidup 50 : 50, dan kita semua mengetahuinya. Oleh karena itu, aku sudah mempersiapkan diri.


“Tampaknya kamu benar-benar sudah dewasa.” Ark mengangkat bahu.


“...”


Jay tertegun. Dia kemudian menatap ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya.


“Maksudmu, selama ini aku tidak dewasa?!”


“Lihat dirimu sendiri. Menurutku, kalau Lisa seperti anak kelas 5 atau 6 SD, paling banter ... kamu adalah anak SMP.”


“Aku-“


“Kelas 1,” tambah Ark.


“...”


Jay tercengang. Dia ingin membalas, tetapi tidak tahu harus membalas bagaimana. Pria itu hanya bisa menunjuk ke arah sahabatnya dengan mulut yang membuka dan menutup.


“Sudahlah. Tidak perlu lagi membalas hal semacam ini. Mari kembali.”


Ark bangkit sambil terkekeh. Dia kemudian berlajan pergi sembari melanjutkan.


“Kemarin kita mendapatkan tangkapan yang bagus dan langka. Malam ini, kita bisa berpesta, makan steak dan sup yang enak.”

__ADS_1


Melihat ke arah Ark yang berjalan menjauh, Jay tidak lagi berdebat. Pada akhirnya, dia hanya bisa menyusul sahabatnya tanpa mengucapkan sepatah kata.


***


Malam harinya.


“Ini benar-benar nikmat! Sudah sangat lama aku tidak makan steak dengan daging segar dan bumbu seperti ini!”


Tidak jauh dari api unggun, Jay makan dengan lahap. Tidak hanya dia, tetapi semua anggota termasuk Ark juga menikmati hidangannya.


Satu hari sebelumnya, mereka tanpa sengaja bertemu dengan binatang bermutasi mirip domba gunung yang dagingnya bisa dimakan. Ark sendiri bahkan meminta orang mencari, karena bisa saja mereka menemukan kawanan domba gunung bermutasi.


Jika menemukan tempat makhluk itu hidup, ketika kembali, mereka bisa mengambil beberapa anakan untuk dibawa pulang, dibesarkan sebagai ternak.


Sedangkan dewasa, mereka tidak bisa membawanya karena ukuran domba gunung bermutasi sendiri lebih besar daripada sapi sebelum apocalypse. Anakannya kemungkinan sedikit lebih besar dari kambing dewasa, jadi masih bisa dibawa.


Hanya saja, mimpi itu indah, tetapi kenyataan pahit.


Setelah mencari, Ark dan kelompoknya tidak menemukan domba gunung bermutasi lainnya.


Duduk dekat api unggun, Ark melihat para prajurit yang bernyanyi dan menari setelah makan malam. Karena tidak ada musuh berbahaya di sekitar, dan keberadaannya sendiri menakut-nakuti makhluk level 1 dan 2 normal di sana, pemuda itu membiarkan mereka berpesta untuk menghilangkan kelelahan dan meredakan ketegangan.


Ark melirik ke arah Jay dan Mona. Melihat Mona yang tampak gugup tidak seperti biasanya, serta penampilannya yang pucat, dia menjadi curiga.


‘Jangan bilang ...’


Mata Ark menyempit. Pemuda itu kemudian memanggil Jay, dan mengajaknya menjauh dari keramaian.


“Ada apa, Ark?” tanya Jay dengan ekspresi bingung.


“Katakan padaku, Jay. Mona ... tidak sedang mengandung, kan?”


Ekspresi Ark menjadi serius. Dia sangat mementingkan wanita hamil. Seperti dua istri Vadim yang akhirnya hamil, pemuda itu meminta beban kerja mereka dikurangi.


Baginya, anak-anak yang akan lahir itu akan menjadi harapan mereka. Menjaga dan mengembangkan populasi umat manusia yang diambang kepunahan.


Jadi, jika sampai Jay membawa Mona yang sedang mengandung dalam misi berbahaya semacam ini, Ark tidak akan segan untuk memukulnya.


“Eh? Mengandung? Kenapa aku tidak tahu?”


“...”


Melihat Jay yang tercengang, sudut bibir Ark berkedut. Menatap sahabatnya yang mematung di tempat dan tampak tidak bisa diharapkan, dia tidak bisa tidak mengutuk dalam hati.


‘K-parat ini ...’


‘BENAR-BENAR TIDAK BISA DIANDALKAN!’


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2