Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Meminta Maaf dan Janji


__ADS_3

Satu jam kemudian.


"Kenapa kamu kembali, Stacy?"


Ark melirik Stacy yang kembali ke ruangan.


"Sebenarnya aku membenci gadis menyebalkan itu, Tuan. Namun aku tetap harus melapor kalau gadis itu ... Lisa telah melarikan diri dari rumah.


Berlari entah ke mana, kami sama sekali tidak mengetahui tujuannya!"


Mendengar itu, Ark langsung bangkit. Dia mengambil jubahnya sambil menggeram kesal.


"Gadis bodoh itu ..."


Keluar dari rumah, Ark langsung mencari keberadaan Lisa dengan menunggangi Finn.


Setelah berkeliling cukup lama, dia akhirnya menemukan gadis itu.


Ark melihat sosok Lisa berbaring tengkurap di jalan yang dipenuhi salju. Dari penampakan di sekitarnya, tampaknya gadis itu berlari lalu tersandung sampai wajahnya membentur aspal.


Gadis itu tampaknya juga sudah terlalu kesal dan lurus asa, sama sekali tidak berniat untuk bangkit dari tempatnya jatuh.


Ark turun dari punggung Finn lalu menghampirinya. Dia mencoba untuk menolong gadis itu, tetapi langsung dibentak keras.


"Tinggalkan aku sendiri!"


Ark membantunya bangkit. Namun saat itu juga, gadis itu langsung berusaha melarikan diri. Saat itu juga, Ark memegang tangannya.


"Lepaskan aku! Kamu bilang aku tidak berguna dan membenciku, kan? Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi!


Aku tidak akan pergi membuat masalah! Aku akan berjaga di markas. Kamu tidak perlu lagi memanjakan aku! Aku tidak perlu lagi mendapatkan Miracle Root atau semacamnya!"


Lisa terisak. Saat itu, sosok Ark memeluknya dengan erat. Memeluk tubuh kecil gadis rapuh yang selalu tampak tegar dan ceria itu.


"Lepaskan!" ucap Lisa kesal.


Mengabaikan Lisa yang memberontak, Ark bersiul. Saat itu Finn mendekat. Pemuda itu kemudian memaksa Lisa naik ke pelana lalu dia duduk di belakangnya sambil memeluknya dari belakang.


"Pergi jalan-jalan, Finn."


Setelah mengatakan itu, Finn kemudian mulai 'jalan-jalan' mengelilingi perumahan elit sambil berpatroli.


Suasana sangat sepi, Lisa dan Ark sama sekali tidak berbicara. Keduanya hanya duduk di punggung Finn dalam diam.


Entah berapa lama waktu berlalu, suara Ark akhirnya terdengar.


"Aku memiliki seorang adik laki-laki."


"Eh???"


Lisa terkejut dan bingung. Dia menoleh untuk, tetapi hanya bisa melihat Ark yang memandang kejauhan tanpa menoleh ke arahnya.


"Mungkin kamu belum tahu, tetapi aku telah kehilangan ayah dan ibu sejak kecil. Orang-orang yang bisa dibilang sebagai keluarga hanyalah binatang licik. Mereka mengambil hak kami dan membuang kami begitu saja.


Jadi pertanyaannya ... bagaimana aku dan adikku tumbuh?"


"..." Lisa hanya diam dan mendengarkan.

__ADS_1


"Membunuh. Aku mulai membunuh orang untuk uang.


Aku tidak ingin membuat adikku menangis, sengsara, lalu mati. Oleh karena itu, aku melakukan apa yang seharusnya seorang kakak sekaligus orang tua lakukan.


Mungkin ini terdengar gila. Namun sejak awal, aku memang merasa kalau hidup itu menggunakan hukum rimba. Hanya yang kuat yang menentukan segalanya.


Ya. Bahkan sebelum apocalypse terjadi."


"..." Lisa tidak bisa berkata-kata.


"Lupakan soal pengkhianatan atau pekerjaan. Apa yang ingin aku bicarakan adalah adikku.


Saat masih kecil, dia adalah bocah ceroboh, sembrono, sulit diatur, dan membuat sakit kepala. Namun ... dia adalah anak yang baik.


Adikku tumbuh menjadi lelaki yang bisa diandalkan. Aku tidak tahu secerdas apa, tetapi dia cukup cerdas sehingga aku sulit menipunya. Karena aku yang membesarkannya, adikku memiliki rasa hormat kepadaku.


Saat ini, bocah itu ada di kota lain. Lebih tepatnya, jarak dua kota dari tempat kita berada. Aku tidak tahu apakah sekarang dia hidup atau mati, apakah dia bisa makan kenyang atau hampir mati kelaparan, apakah dia sebenarnya sudah punya pacar atau belum.


Aku tidak tahu itu. Namun, satu hal yang pasti ...


Aku sangat menyayanginya dan berharap dia baik-baik saja!"


Mengatakan itu, senyum lembut tanpa sadar muncul di wajah tampan Ark. Pemuda itu masih menatap kejauhan, sama sekali tidak melihat Lisa yang tercengang.


"Entah bagaimana, medan di luar kota telah berubah. Jarak antar kota satu ke kota lain menjadi lebih jauh. Untuk mencapai kota lain, kita harus melewati alam liar.


Jika aku bilang bahwa diriku ingin menyelamatkan adikku, itu adalah perkataan munafik.


Aku memang ingin menyelamatkannya, tetapi aku ragu apakah dia masih hidup atau tidak. Selain ragu, aku juga takut dan sadar diri.


Tidak memiliki kemampuan untuk membuat jalan dan mencari adikku.


Itulah kenapa aku mengasah diri di sini. Berharap bisa memiliki kekuatan sesegera mungkin agar bisa memulai ekspedisi besar. Mencaritahu apakah adikku masih hidup atau tidak."


Angin dingin berembus. Mengelus lembut wajah Ark dan membuat rambut hitamnya menari ditiup angin.


"Alasan kenapa aku peduli padamu ... mungkin karena aku menganggapmu sebagai pengganti adikku.


Pada awalnya aku tidak begitu memikirkannya. Jujur, seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku hanya menganggapmu sebagai beban tambahan."


Saat itu, Lisa menyikut perut Ark. Namun pemuda itu sama sekali tidak peduli dan terus melanjutkan.


"Semakin lama, semakin aku menganggapmu sebagai adikku sendiri. Itulah kenapa aku memperlakukan kamu lebih istimewa daripada anggota inti lain.


Mungkin saja, aku melakukannya untuk menebus rasa bersalah yang terkubur dalam hatiku.


Yang pasti, aku mengkhawatirkan keselamatanmu dan tidak ingin kamu terluka. Oleh karena itu, aku memikirkan rute terbaik yang bisa kamu lakukan. Memastikan kalau kamu tumbuh dengan benar sehingga lebih aman di masa depan.


Kamu tahu? Aku telah menyesuaikan lebih banyak rute sesuai dengan karaktermu. Ya, bukan berdasarkan fisikmu, tetapi lebih ke bagaimana sikap dan caramu bertindak.


Aku hanya ingin yang terbaik untukmu.


Mungkin obsesi tersebut yang membuatku akhirnya menekanmu dan membuatmu menjadi seperti sekarang. Aku akui, aku sangat egois. Jadi ...


Maafkan aku, Lisa."


Mendengar suara lembut dan tulus Ark, tubuh Lisa sedikit gemetar. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu harus bertanggung jawab sampai akhir!"


"Maaf?" tanya Ark dengan ekspresi bingung.


"Kamu menganggapku sebagai adik, jadi kamu harus memperlakukan aku sebagai adik sampai akhir.


Aku menganggapmu sebagai keluarga dan sebagai kakak, jadi aku juga akan melakukannya!


Aku mencoba untuk tidak egois lagi. Aku juga akan mencoba menurut. Aku ...


Aku minta maaf!


Jadi kamu harus bertanggung jawab!"


"..."


Ark terdiam. Melihat wajah Lisa yang sudah merah seperti tomat matang, dia akhirnya tidak bisa menahan tawa.


"Apa yang kamu tertawakan! Dasar Kakak Bau!"


"Tidak. Aku tidak menyangka selain menyebalkan, kamu memiliki sisi malu-malu dan manis ini."


Mendengar itu, Lisa sekali lagi menyikut perut Ark dengan keras.


"Hmph! Berani-beraninya kamu menertawakan aku!"


Saat hendak marah-marah, Lisa terkejut ketika melihat Ark menunjukkan tangan di depannya. Lebih tepatnya, menunjukkan jadi kelingkingnya.


"Kalau begitu bagaimana jika berjanji?


Mulai sekarang, kamu adalah adikku dan aku adalah kakakmu. Meski tidak ada hubungan darah, kita adalah saudara-saudari."


"Hmph! Siapa yang takut! Aku berjanji!"


Lisa langsung mengaitkan jadi kelingkingnya. Saat itu juga, dia tersenyum lebar.


"Mulai sekarang aku akan memanggilmu Kakak Bau! Omong-omong ..."


"Ada apa?" tanya Ark.


"Dia pasti akan baik-baik saja!"


"..."


"Dia adalah adik Hades yang terkenal. Bahkan jika dia tidak menjadi penjahat super, pasti orang itu akan selamat.


Oleh karena itu, kamu harus terus mengasah diri dan menemukannya. Karena aku yakin ...


Dia sedang menunggu!"


Mendengar ucapan itu, Ark sangat terkejut. Ekspresinya berubah menjadi lebih lembut. Dengan senyum di wajahnya, pemuda itu mengetuk kepala Lisa sambil berkata.


"Sejak kapan kepalamu bisa berjalan begitu baik, Gadis Konyol."


"Benar-benar menasihati Hades yang ditakuti banyak orang."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2