Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Membuat Kontrak


__ADS_3

Mengabaikan banyak orang yang menatapnya dengan curiga, Ark tak lagi memegang dagu Roxanne. Dia malah mengelus kepala wanita cantik itu dengan lembut sambil berkata.


"Mulai sekarang semuanya akan baik-baik saja."


Ucapan Ark seperti palu besar yang memukul bendungan penuh retakan.


Roxanne sedikit menunduk. Dua baris air mata terus mengalir dalam diam. Wanita yang berusaha terlihat tegar dan kuat itu tidak lagi menahan diri.


Saat itu, sosok Lisa muncul di samping mereka. Dia langsung menyingkirkan tangan Ark dari kepala Roxanne lalu berdiri di depan wanita sambil berkata.


"Tenang saja! Aku, The Legendary Shadow Tamer akan melindungimu dari tangan Raja Iblis ini!


Iblis Jahat, enyah! Berhenti menindas wanita baik ini! Kalau tidak ... Aku ..."


Lisa mendongak hanya untuk melihat sepasang mata dingin di balik topeng. Memandangnya tanpa mengatakan apa-apa, tetapi sudah membuatnya ketakutan.


"Maksudku ... Ketua Bau, sebaiknya kamu ..."


Masih merasakan tatapan itu, ucapan Lisa kembali terhenti. Dia menghentakkan kakinya dengan ekspresi kesal.


"Ayolah! Kali ini saja! Aku benar-benar ingin memiliki teman!"


Mendengar keluhan Lisa, Ark memiringkan kepalanya.


"Bukankah kamu sudah memiliki banyak teman?"


"Ini berbeda dengan rekan kerja atau rekan latihan!"


"Bukankah sudah ada Nathan dan Nala?"


"Tunggu dulu. Jangan bilang ... kalian pikir aku berteman dengan kedua anak itu?"


"Apakah itu salah? Kalian bermain lumpur dan bermain kejar-kejaran bersama, bukan?"


"Ini tidak seperti aku berteman dengan mereka! Maksudku, ini seperti kakak perempuan yang mengajar adik mereka, okay?"


"Nala pasti sedih ketika mendengarnya."


"LALU TUTUP MULUT DAN JANGAN KATAKAN PADANYA!"


Lisa yang kesal langsung melompat ke arah Ark. Langsung melingkarkan kedua tangan dan kaki ke tubuh pemuda itu. Mirip koala yang memeluk batang pohon.


Ark sama sekali tidak menghindar. Dia hanya diam seperti pertapa. Emosinya tidak berfluktuasi ketika dipeluk gadis itu. Ark melirik Lisa yang terus mengeluh.


"Ayolah ... Izinkan mereka bergabung ... Paling tidak wanita itu! Dia adalah wanita yang baik!"


"Teman kerja, teman latihan, teman bermain, dan apapun itu namanya.

__ADS_1


Kenapa kamu harus mengelompokkan mereka? Teman adalah teman. Itu saja.


Juga, meski tampak baik, wanita ini dan delapan wanita di belakangnya adalah pembunuh. Mereka bukan gadis polos tak berdosa seperti yang ada dalam kepalamu."


"He-he-he ... Kamu mulai buruk dalam berbohong, Ketua Bau! Mana mungkin mereka—"


"Apa yang dikatakan Mr Hades benar, Nona Legendary Shadow Tamer. Kami dulu memang berprofesi sebagai pembunuh bayaran."


Sambil menyeka air matanya, Roxanne membalas sopan.


Mendengar itu, Lisa yang bergelantungan seperti koala melompat turun. Dia menatap langit dengan ekspresi kosong. Benar-benar kehilangan kata-katanya.


'Apakah aku bermimpi? Apakah dunia membuat lelucon? Bukankah profesi semacam itu langka, bahkan terdengar seperti bualan?


Sejak kapan banyak pembunuh yang muncul di sana-sini?'


Lisa menoleh ke arah Ark, kata "pembunuh" muncul di benaknya. Menoleh ke arah Stacy, kalimat "wanita gila yang mungkin lebih parah daripada pembunuh" muncul. Menoleh ke arah Kurona dan Shirona, kalimat "si pembunuh kembar yang suka menjadi ekor Ark" muncul di benaknya. Melihat ke arah Darin, Lisa terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, sebuah kalimat muncul dalam benaknya.


'Dia ... keroco? Tidak! Errr ... anak buah si pembunuh?'


Darin yang duduk santai menoleh ke arah Lisa. Meski tidak tahu apa yang dipikirkan gadis itu, dari tatapannya, gadis itu jelas sedang memikirkan sesuatu yang buruk tentang dirinya!


Mengabaikan Lisa yang tenggelam dalam fantasinya, Ark menatap Roxanne.


Melihat Roxanne yang kebingungan, Ark menjelaskan.


Kalimat pak tua yang suka menabur cukup terkenal, khususnya dalam kalangan pembunuh di kota ini.


Orang itu adalah ayah Roxanne. Dia suka membantu orang (pembunuh lain) dalam menghadapi masalah. Pria tua itu juga suka mengadopsi anak dan membesarkannya sebagai penjaga putri satu-satunya.


Bisa dibilang, apa yang dilakukan pria itu adalah menabur banyak benih kebaikan. Ketika tumbuh dan berbuah, putrinya yang akan memetik hasilnya. Karena entah bagaimana, tampaknya dia telah memprediksi kematiannya sendiri.


Hanya saja, semua tidak berjalan sesuai rencananya.


Baru beberapa tahun setelah pria itu meninggal, dunia menjadi kacau. Kecuali beberapa orang yang hidup-mati untuk Roxanne, hubungannya dengan orang-orang lain terputus.


Belum lagi, di kehidupan sebelumnya, Roxanne berakhir dengan tragis.


Setelah kemunduran akibat kegagalan dalam misi penaklukan taman kota, kelompok mereka diserang dan dimusnahkan. Lebih tepatnya, para lelaki dimusnahkan. Sedangkan para wanita, mereka hidup tetapi lebih buruk daripada mati.


Ark bahkan mengingat jelas penampilan Roxanne yang benar-benar berbeda daripada saat ini. Lagipula, dia sendiri yang membunuh wanita tersebut atas keinginannya.


Seharusnya kejadian itu terjadi beberapa tahun ke depan. Namun karena misi dipercepat dan semua menjadi berantakan, kelompok itu nyaris runtuh lebih awal.


Tentu saja, bedanya, sekarang mereka datang kepadanya sebelum kelompok itu benar-benar runtuh.


Ark sendiri tidak merasa bertanggung jawab. Di dunia kacau seperti ini, kemalangan bisa menimpa siapa saja. Jadi dia merasa hal semacam itu biasa saja.

__ADS_1


Alasan Ark ingin menerima mereka ada dua. Pertama, mereka cukup profesional. Setelah dilatih sedikit, mereka sudah bisa diandalkan. Ke dua, Ark benci mengakuinya, tetapi dia memiliki hutang budi kepada ayah Roxanne.


Si Pak Tua yang suka menabur tersebut.


"A-Anda kenal dengan Papa, Mr Hades?"


"Sedikit," ucap Ark datar.


"..."


Melihat Roxanne yang terdiam dan tampak kecewa, Ark menggelengkan kepalanya. Dia tiba-tiba berkata.


"Roxanne, kamu dan rekan-rekanmu ingin bergabung dengan Dark Caravan?


Jimmy, kamu dan rekan-rekanmu juga ingin bergabung, bukan?"


Mendengar pertanyaan itu, mereka semua menjawab serempak.


"YA!!!"


Mendengar itu, Ark mengangguk.


"Kalian lulus tahap awal, jadi bukan tidak mungkin untuk bergabung dengan kami secara menyeluruh. Namun, aku ingin memperingatkan kalian.


Aku akan memberi kalian tempat tinggal, makanan, senjata, dan juga mengajari kalian untuk bertahan hidup. Namun semua itu tidak gratis. Ada harga yang perlu kalian bayar.


Kesetiaan mutlak!


Ketika aku berkata maju, kalian harus maju. Ketika aku berkata mundur, kalian harus mundur. Kalian juga bisa mencoba berkhianat, tetapi kalian harus ingat.


Para pengkhianat ...


Aku akan mengejar mereka bahkan ke ujung dunia."


Saat itu, tekanan kuat dan niat membunuh terpancar dari tubuh Ark. Hal tersebut membuat orang-orang merinding, gemetar karena takut.


Suara Ark kembali terdengar.


"Lalu aku akan memastikan untuk mengambil apa yang telah aku berikan termasuk suku bunga ...


Yaitu nyawanya!"


Setelah beberapa saat, Ark kembali menjadi tenang. Tampak santai dan agak malas.


"Kelompok ini bukan bukan tempat amal, panti jompo, atau taman kanak-kanak. Semua anggota memiliki tugas mereka masing-masing. Tentu saja, aku bisa menjamin kalau kehidupan kelompok kami lebih layak daripada kehidupan para pengelana.


Semua memiliki harga. Jadi pikirkanlah baik-baik. Ambil kesempatan atau melepaskannya?"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2