
“Mereka bahkan tidak mengerti apa yang sedang mereka pelihara.”
Ark menggelengkan kepalanya. Dalam tatapannya, terdapat sedikit ejekan seolah melihat beberapa orang bodoh dan sembrono yang melakukan kesalahan tanpa mereka sadari.
“Eh? Kenapa kamu mengatakan seperti itu, Bos?”
Leon tampak bingung. Menurutnya, Crux of Shadow tidak mungkin memelihara sesuatu yang tidak mereka ketahui. Hal tersebut terdengar aneh di telinganya.
“Kamu tahu, Leon? Bukan itu yang Ketua maksud.” Draco menggelengkan kepalanya.
Melihat mereka berdua hendak berdebat, Ark menghela napas pendek.
“Menurutmu, apa yang perlu kita lakukan untuk beternak binatang bermutasi?”
“Tempat?” ucap Draco.
“Pakan?” tambah Leon.
“Soal tempat, mereka jelas menggunakan ruang bawah tanah. Namun, untuk memenuhi kebutuhan semua anggota, ruang bawah tanah pasti kurang luas. Bisa dibilang, mereka pasti menggali lebih dalam. Ya ... mari kita lupakan masalah itu karena ada yang lebih penting.
Jika mereka memang membesarkan sesuatu, seharusnya mereka memberi makan makhluk-makhluk itu, kan? Masalahnya, jika mereka jarang keluar untuk berburu ...
Apa yang akan menjadi makanan bagi para makhluk itu?”
Mendengar pertanyaab Ark, semua orang langsung berpikir keras. Setelah beberapa saat, ekspresi mereka berubah menjadi semakin pucat. Orang-orang yang biasanya sabar dan tenang itu tiba-tiba memancarkan niat membunuh yang sangat kuat.
Jawabannya sudah jelas, manusia.
Untuk sekte yang mengangkat kebajikan dan selalu berkata untuk menyelamatkan orang, apa yang mereka lakukan benar-benar membuat anggota Sword of Sufferings jengkel.
“Aku benar-benar cukup kagum dengan ide mereka. Atas nama memberi persembahan untuk Dewi Kegelapan, mereka membunuh banyak orang untuk dijadikan pakan ternak. Setelah itu memanen jantung ternak dan memakannya.
Mereka bukan kanibal karena tidak memakan manusia secara langsung. Bukankah itu ide yang menarik?”
“Mereka sudah gila, Ketua. Bahkan lebih gila dari kita!” ucap Draco dingin.
“Tenangkan diri kalian.” Ark mengangkat bahu. “Kita tidak bisa menghidupkan mereka yang sudah mati, tetapi kita masih bisa menyelamatkan mereka yang masih hidup.”
Mendengar penjelasan Ark, semua orang menjadi lebih tenang. Mereka semua tahu apa yang dikatakan oleh pemuda itu adalah kebenaran. Meski enggan, mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa dengan orang-orang yang sudah mati.
Melihat bawahannya yang marah, Ark tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya. Jelas Sword of Sufferings juga membunuh banyak orang tetapi mereka tidak peduli. Namun ketika melihat kelompok orang membunuh, mereka marah. Manusia memang makhluk yang aneh.
__ADS_1
Tentu saja, Ark juga tahu alasan kenapa mereka marah. Alasan orang-orang marah jelas karena sikap menjijikkan Crux of Shadow. Mereka selalu berkata akan melindungi umat manusia dan pengikutnya, tetapi malah membiarkan mereka menjadi pakan ternak. Hal tersebut terlalu berlebihan.
Melihat perubahan ekspresi mereka, Ark kemudian berkata.
“Karena kita telah membuat banyak kekacauan, para petinggi Crux of Shadow akan menjadi waspada. Mereka pasti memilih untuk keluar dan bersiap untuk bertempur.
Kali ini, kita akan akan kembali. Biarkan mereka menjadi lelah secara mental karena serangan yang terus kita luncurkan. Sementara itu, kita akan beristirahat sambil melakukan persiapan lain.”
“Dimengerti!” jawab mereka serempak.
Melihat ke arah orang-orangnya, Ark hanya mengangguk ringan. Meski begitu, dia sendiri sebenarnya merahasiakan sesuatu yang lebih penting, yaitu makhluk apa yang dibesarkan oleh Crux of Shadow.
Jika dipikirkan baik-baik, tidak mungkin makhluk normal berguna dalam waktu seperti ini. Bayangkan saja, jika mereka membesarkan Grey Hound atau makhluk semacam itu, siklus mereka dalam menghasilkan keturunan masih beberapa bulan. Selain terlalu lama, jumlahnya terbatas. Bisa dibilang, makhluk semacam itu merugikan jika dibesarkan untuk dibunuh dan diambil jantungnya.
Jadi, makhluk yang mereka besarkan sangat berbeda. Namun, orang-orang Crux of Shadow tampaknya tidak melihat resiko jika memelihara makhluk semacam itu. Meski keuntungannya besar ...
Resiko yang dibawa oleh makhluk-makhluk itu lebih besar dibandingkan dengan keuntungannya!
***
Malam harinya.
Kembali ke tempat persembunyian, Ark melihat banyak perubahan yang terjadi selama beberapa hari ini. Dia tahu dalam waktu ini adiknya sama sekali tidak menganggur. Evans tampaknya bekerja lebih keras dibandingkan sebelumnya. Hal tersebut membuat Ark merasa lebih puas terhadap adiknya.
“Apakah ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan denganku, Kak?”
“Jangan terbawa perasaan.”
Ark langsung berkata dengan dingin.
“A-Apa maksudmu, Kak?” ucap Evans dengan ekspresi terkejut dan gugup.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada kalian selama beberapa hari ini, tetapi kamu harus tetap waspada kepada Natalia. Apakah kamu mengerti?”
Mendengar itu, Evans merasa agak malu. Pemuda itu ingin membantah, tetapi dia tidak bisa berbohong di depan kakaknya. Jelas, Evans memang mulai memiliki perasaan kepada Natalia.
“Jangan khawatir, Kak. Natalia memiliki tujuan yang sama dengan kita.”
“Kamu membunuh ayahnya, Evans. Kamu harus ingat itu.”
Seolah disiram oleh air dingin, Evans yang awalnya cukup bersemangat menjadi tenang. Pemuda itu langsung menarik napas dalam-dalam. Dia menatap ke arah kakaknya dengan ekspresi serius.
__ADS_1
“Selama kamu belum membuatnya menjadi milikmu seutuhnya, kamu harus waspada.”
“Lalu kapan? Bukankah aku bisa membuat sepuluh-“
“Aku tidak ingin kamu terburu-buru. Setidaknya kamu harus menembus tingkat tiga, lalu kita bisa membicarakannya. Selain itu, aku tidak memanggilmu hanya karena masalah ini.”
Melihat ekspresi serius kakaknya, Evans mengangguk.
“Apakah ada sesuatu yang penting, Kak?”
“Kamu ingin berperan dalam melindungi orang-orang di kota ini, kan?” tanya Ark.
“YA!” jawab Evans tegas.
“Kalau begitu aku memiliki misi yang bisa kamu lakukan.”
Mendengar ucapan Ark, mata Evans langsung berbinar. Dia tidak menyangka kakaknya akan mengatakan sesuatu semacam itu. Pemuda itu kemudian bertanya.
“Apa yang harus aku lakukan, Kak?”
“Kamu dan para pejuang dari kelompokmu harus keluar dari tempat persembunyian. Kamu hanya perlu satu tim dengan anggota dua puluh sampai tiga puluh orang. Namun tugasmu berbahaya. Apakah kamu mau melakukannya?”
“Aku mau melakukannya, Kak! Apa tugas kami?”
Ark menatap Evans sejenak. Melihat tekad adiknya, dia mengangguk. Pemuda itu kemudian berkata.
“Aku telah mengacaukan Crux of Shadow dan melakukan pembantaian. Saat ini, kelompok lain yang dipaksa bergabung dengan Crux of Shadow pasti memiliki keraguan di hati mereka.
Tugasmu adalah meyakinkan mereka untuk membelot. Tidak perlu melawan Crux of Shadow secara langsung, tetapi minta mereka untuk mengumpulkan sebanyak mungkin minyak bumi. Suruh mereka untuk mengumpulkannya ke titik tertentu.
Setelah itu, biarkan mereka semua untuk menunggu. Ketika waktunya tiba, apa yang perlu mereka lakukan kemudian hanyalah melarikan diri. Mengungsi keluar dari kota untuk sementara. Sisanya akan diserahkan kepada kami, Sword of Sufferings.
Tentu saja, yang membuat misi ini sulit bukan menyuruh mereka melakukan apa, tetapi meyakinkan mereka kalau kita bisa dipercaya.
Apakah kamu bisa melakukannya?”
Mendengar pertanyaan itu, Evans menjawab dengan tegas.
“Aku pasti bisa melakukannya, Kak!”
Meski mengatakan itu, Evans sendiri sedikit bingung. Mendengar kakaknya mengumpulkan jenis bahan bakar, entah kenapa ...
__ADS_1
Dia merasa kalau kakaknya sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya!
>> Bersambung.