Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Berayun Penuh dan Terjun Bebas


__ADS_3

Mengikuti aba-aba dari Ark, Huginn dan Muninn yang telah menunggu dan menyamar di antara salju langsung menyerang.


Saat burung hantu bermutasi sadar, semuanya sudah terlambat. Huginn dan Muninn melesat. Mencakar tubuh burung bermutasi tersebut.


Darah tampak di cakar kedua gagak putih tersebut, tetapi sangat disayangkan karena luka pada burung hantu bermutasi terlalu dangkal.


"Itu cukup!" seru Ark.


Tali dengan pemberat di tangan kanan Ark langsung melesat. Mengikat kaki burung hantu bermutasi dengan sangat kuat. Saat itu juga, dia langsung menarik tali dengan sekuat tenaga.


Pada awalnya, burung hantu yang terkejut langsung terbang dengan panik. Namun tidak ada perubahan apapun bahkan setelah dia terbang dengan panik. Saat itu, mata burung hantu bermutasi berkilat dingin.


Makhluk itu langsung terbang ke atas berdekatan dengan gedung dimana Ark bertahan. Ketika tali yang mengikat kakinya membentuk garis lurus ke atas, dia memutar tubuhnya. Menukik ke bawah sambil berputar seperti angin topan.


Ekspresi Ark langsung berubah. Tanpa sedikitpun keraguan, dia langsung menendang dinding dan mencabut pedang dengan tangan kirinya. Saat itu juga, tubuhnya langsung tertarik ke bawah oleh gaya yang dibawa burung hantu bermutasi.


Saat terjun bebas ke bawah, Ark mengetahui ide burung hantu bermutasi.


"Membuatku melepaskan tali lalu melompat ke gedung atau ditarik ke bawah lalu diledakkan menjadi bubur, kah?"


Seringai ganas muncul di wajah Ark. Dia langsung melempar pedang di tangan kirinya ke arah burung hantu, tetapi dengan mudah dihindari.


"AYO LIHAT SIAPA YANG DILEDAKKAN DULUAN, K-PARAT!!"


Ark langsung memegang tali dengan kedua tangannya lalu menariknya. Saat itu, gerakan burung hantu bermutasi diperlambat dan gerakan Ark bertambah cepat. Pemuda itu muncul di dekat burung bermutasi lalu langsung merangkul lehernya. Lebih tepatnya ... mencekik makhluk itu!


Dikarenakan leher makhluk itu agak panjang, dia langsung mematuk tangan Ark dengan kejam. Kedua tangan Ark robek dan penuh darah, tetapi luka dengan cepat menutup. Burung hantu melirik ke belakang hanya untuk melihat mata penuh obsesi jahat di balik topeng hitam.


'ORANG INI BENAR-BENAR SUDAH GILA!!!'


Jika bisa berbicara, kalimat tersebut adalah kalimat yang akan diteriakkan oleh burung hantu bermutasi tersebut.


Enggan diledakkan menjadi daging cincang bersama dengan manusia yang memeluknya erat seperti kekasih yang tak bertemu tiga tahun lamanya, makhluk itu langsung memutar tubuhnya. Menabrak jendela kaca salah satu gedung dan masuk ke dalam sebagai gantinya.


PYARRR! BRUAK!


Kepulan debu menyebar. Saat itu, suara penuh sarkasme terdengar.


"Heh?! Bukankah kita harusnya terjun dan meledak bersama? Apakah kamu takut?"


Ketika asap menghilang, tampak sosok Ark berdiri. Dia mencabut beberapa kaca tebal yang menusuk tubuhnya. Beberapa saat kemudian, luka tertutup dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata.


Topeng di wajah pemuda itu telah jatuh, menunjukkan wajah tampan penuh dengan darah. Namun yang agak mengejutkan, tampak seringai jahat di wajahnya.


Orang yang biasanya begitu tenang dan memiliki pemikiran jernih, tampak sangat berbeda ketika menghadapi ancaman kematian. Sama sekali tidak ada rasa takut. Sebaliknya ...

__ADS_1


Tampaknya pemuda itu cukup gila untuk menikmati perasaan semacam itu!


Jatuh dengan kecepatan luar biasa cepat, dampak yang keduanya terima jelas tidak ringan. Pada saat burung hantu bermutasi hendak bangkit, cahaya pedang biru langsung muncul di depan matanya.


Slash!


Darah menyembur. Saat itu juga, burung hantu bermutasi melihat wajah penuh darah dengan seringai kejam dan mata biru menyala menatap ke arahnya.


***


Sekitar satu jam kemudian.


"Suruh Stacy segera datang ke sini."


Sosok Ark keluar dari gedung sambil menyeret tubuh burung hantu bermutasi yang penuh dengan darah. Garis darah tampak dimana tubuh itu terseret sebelumnya.


Semua orang melihat ke arah Ark. Pemuda itu kehilangan topengnya. Wajahnya kotor karena darah kering, tetapi ekspresinya masih datar. Matanya benar-benar tampak dingin dan kurang emosional.


"Aku akan menunggu. Lebih kamu segera mengurus ini."


"Baik, Tuan!" ucap Stacy penuh hormat.


Melihat Stacy yang mulai berurusan dengan Miracle Root, Ark mengalihkan pandangannya kepada Lisa dan Natasha.


"Dimana Jay?"


"Biarkan saja. Mungkin dia pusing dan mual sehingga tidak bisa turun."


Ark berkata dengan nada monoton. Saat itu, suara kicauan burung terdengar. Sosok Huginn dan Muninn turun dan menghampiri Ark.


Melihat tatapan mereka, Ark tidak bisa tidak menggelengkan kepalanya. Dia mendekati keduanya lalu mengelus kepala mereka sambil berkata.


"Apakah kalian tidak puas hanya mendapatkan jatah serangan menyelinap lalu disuruh pergi?


Hey, kalian masih kecil. Makhluk tingkat 1 melawan tingkat 3, itu terlalu berbahaya. Jadi sebelum kalian tumbuh lebih kuat, tugas kalian adalah mengawasi. Mengerti?"


Lisa menarik sudut jubah Natasha sebelum berkata.


"Aku merasa kalau orang yang berbicara dengan binatang itu bodoh. Namun, melihat bagaimana binatang itu tampaknya memahami apa yang orang itu ucapkan ...


Aku sendiri merasa diriku dibodohi."


Mendengar pernyataan kurang sopan itu, sudut bibir Natasha berkedut. Dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, sosok Jay akhirnya turun. Ketika melihat Ark, dia langsung berlari ke arahnya dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Untung saja kamu baik-baik saja, Ark! Jika tidak, aku dengan terpaksa mewarisi harem yang kamu buat."


Ketika hendak memeluk Ark, Jay langsung disambut dengan tendangan tepat di perut.


"Mundur dan menjauh 3 meter dariku. Aku normal dan tidak memiliki hobi bengkok semacam itu. Aku masih normal, jadi jangan terlalu dekat karena itu menyebalkan.


Soal harem atau apalah itu ... sebaiknya kamu tidak membicarakannya jika tidak ingin tanpa sadar ditusuk dari belakang."


"Eh???"


Jay terkejut. Dia mengabaikan ucapan pertama Ark bahkan rasa sakit di perut ketika ditendang, tetapi dia sangat memperhatikan ucapan terakhir Ark.


'Apakah seorang yang mencoba membuat harem tidak boleh membicarakan itu agar tidak ditusuk dari belakang karena dianggap berkhianat?'


Jay mengelus dagu dengan ekspresi bimbang. Benar-benar mengabaikan beberapa pasang mata yang menatapnya dengan jijik.


Lisa mendekati Ark kemudian bertanya dengan ekspresi penasaran.


"Apakah kamu memiliki ide semacam itu, Kak? Maksudku, membuat harem berisi para wanita cantik dan— aduh!"


Lisa mundur dua langkah ketika melihat Ark menyentil dahinya. Dia menggembungkan pipi dengan ekspresi tidak puas.


"Harem apa? Aku bahkan pusing memikirkan zombie ini, beast itu, membuat ini, mengembangkan itu ...


Tidak ada waktu untuk hal-hal yang kamu pikirkan."


Ark menggelengkan kepalanya. Benar-benar membuat orang lain terdiam.


Beberapa jam berlalu begitu saja. Stacy akhirnya menyelesaikan evolusinya. Ketika keluar, dia memiliki senyum di wajahnya.


"Semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Ark.


"Semuanya berjalan dengan lancar, Tuan."


Lisa segera mendekati Stacy dan bertanya dengan ekspresi serius di wajahnya.


"Kamu tidak akan menumbuhkan sayap atau semacamnya, kan?"


"Tentu saja tidak."


Stacy menggelengkan kepalanya. Melihat itu membuat Lisa lega.


"Aku memang tidak bisa menumbuhkan sayap, tapi ..."


Stacy tersenyum. Saat itu juga, warna matanya berubah seperti amber yang menyala. Bukan hanya tampak indah ...

__ADS_1


Tetapi sedikit mirip dengan Ark dalam mode Abyssal Shadow Lynx!


>> Bersambung.


__ADS_2