
Jay berjalan dengan tenang mengikuti sebuah jalan kecil yang terbentuk karena terus dilewati oleh manusia. Jalur tanah kecil dengan rerumputan tidak begitu tinggi di kanan-kirinya.
“Akhirnya aku menemukan jejak manusia. Ya ... seharusnya ini benar, kan? Bukan jejak zombie?”
Jay bergumam pelan. Meski telah diajari oleh Ark selama dua hari, tetapi pria tersebut jelas tidak bisa mengingat semuanya. Dia merasa otaknya menolak hal-hal semacam pembelajaran atau semacamnya.
“Hanya saja, ini agak aneh. Meski rute patroli itu sama dan dilewati setiap hari atau beberapa hari sekali, seharusnya mereka tidak begitu sembrono, kan?
Meninggalkan jejak semacam ini? Mungkinkah itu jebakan?”
Jay merasa dirinya harus berhati-hati. Namun, sebenarnya dia tidak perlu memikirkan hal itu.
Berbeda dengan Sword of Sufferings yang memiliki kekuatan dan bisa melakukan semuanya secara detail, kelompok lain biasanya lebih longgar. Mereka mungkin melakukan patroli, tetapi tidak menghilangkan jejak atau semacamnya.
Lagipula, mereka selalu was-was dan terancam oleh bahaya zombie serta binatang bermutasi. Sama sekali tidak ingin membuang waktu untuk menghilangkan beberapa jejak belaka.
“Seharusnya aku bisa menemukan camp kelompok tertentu jika-“
Swoosh!
Anak panah tiba-tiba muncul, melesat ke arahnya. Sebagai tanggapan, Jay langsung mencabut pedangnya lalu menebas dengan kejam.
Selesai memotong anak panah, suara peluit keras tiba-tiba terdengar. Saat itu, Jay melihat sosok yang berada di atas atap bangunan dua lantai sambil meniup benda aneh yang digunakan sebagai peluit.
“Hey, hey, hey! Tenanglah, Sobat! Aku datang dengan damai.”
Ketika melihat orang lain yang masih bertahan di kota, Jay merasa agak lega. Pria itu kemudian berkata dengan nada santai, berusaha bersikap seramah mungkin. Namun, orang yang berjaga di sisi lain sama sekali tidak percaya.
Alasannya? Penampilan Jay yang terlihat tidak biasa!
Sosok misterius yang agak kotor mengenakan jubah hitam. Di balik jubah, tepat di pinggangnya terlihat dua gagang pedang selain yang ada di tangan. Bukan hanya memakai masker berbentuk paruh burung yang misterius dan aneh, tetapi orang itu juga membawa perasaan menindas.
Bagi orang lain, Jay lebih mirip dengan binatang bermutasi!
“...”
Melihat orang di atap tidak merespon, Jay menghela napas. Pada akhirnya, dia berjalan mendekat tidak cepat atau lambat.
Sementara itu, orang di atas bangunan merasa panik. Melihat Jay mendekat, dia berpikir.
__ADS_1
‘Apakah itu benar-benar manusia? Mungkinkah kanibal? Eksperimen gagal, atau ... jenis makhluk bermutasi yang aneh?’
Pada saat Jay semakin mendekat, orang itu menjad lebih gugup. Namun, ekspresinya tiba-tiba mengendur ketika melihat beberapa orang datang dari kejauhan.
Swoosh! Swoosh! Swoosh!
Beberapa anak panah ditembakkan ke arahnya. Jay menghindar ke kiri dan menebas beberapa yang tidak bisa dihindari. Meski tidak terlalu ahli, tetapi dia masih memiliki kemampuan nyata. Latihan memang membuahkan hasil.
“Apakah kalian harus menjadi begitu kejam? Langsung menembak ketika bertemu dengan orang asing?”
Jay menoleh ke satu arah dimana ada sembilan orang yang muncul. Penampilan mereka berantakan, sama seperti orang yang berada di atap.
Meski penampilan mereka seperti itu, masing-masing orang membawa senjata. Bukan pedang besi, golok, atau pipa besi. Sebaliknya, mereka membawa senjata yang terlihat unik.
Ya ... tanduk atau taring binatang bermutasi.
Hanya saja, dibandingkan dengan pengerjaan Ark atau para pengrajin dari Sword of Sufferings yang telah dilatih, senjata di tangan orang-orang itu terlihat begitu sederhana. Taring yang diikat di ujung tongkat kayu, atau hal-hal semacam itu.
Saat itu Jay langsung menghela napas panjang. Dia merasa sangat bersyukur karena memiliki Ark sebagai sahabatnya. Bukan hanya pintar dan kuat, tetapi masih memiliki keterampilan luar biasa dalam bidang kedokteran dan kerajinan.
‘Apakah para pembunuh bayaran memang serba bisa? Mungkin tidak, tapi kata Mona ... Ark itu adalah salah satu pembunuh bayaran terbaik. Jadi hal semacam itu memang normal, kan?’
“Bersiap bertarung.”
Sosok pria paruh baya dengan rambur cokelat berantakan berkata dengan ekspresi serius di wajahnya. Meski penampilan lawan benar-benar mirip manusia, tetapi dia tidak berani mengambil resiko karena dunia damai yang mereka ingat telah hilang.
Sekarang, hanya ada bahaya mengintai di mana-mana. Sosok berjubah dengan masker paruh burung bisa jadi seorang kanibal, atau binatang bermutasi yang menyamar. Bahkan, jika pihak lain manusia, belum pasti apakah dia musuh atau tidak.
Melihat ke arah sembilan orang yang bergegas ke arahnya dengan senjata di tangan mereka, Jay sama sekali tidak panik. Menurut pengamatannya, mereka hanya manusia biasa.
Terlatih seperti apapun ... mereka tetap manusia biasa.
Klang! Klang! Klang!
Menangkis serangan demi serangan, Jay menggeleng ringan. Melihat ekspresi serius dan suram di wajah orang-orang itu, pria itu menghela napas panjang.
‘Tampaknya apa yang dikatakan Ark memang benar. Untuk bertahan di dunia yang gila ini, seseorang juga harus menjadi gila.’
Pedang di tangan pria paruh baya itu hampir mengenai Jay, tetapi pria itu melangkah ke samping lalu memukul dengan tangan kirinya.
__ADS_1
BANG!
Hanya memukul dengan ringan, Jay menghempaskan pria paruh baya itu belasan meter.
‘Jika tidak memiliki kekuatan untuk melawan, maka harus mengikuti arus jika tidak ingin dilenyapkan, kah?’
Jay menghela napas lalu bergumam, “Benar-benar dunia yang menjijikkan.”
Merasakan kekuatan luar biasa yang menghempaskannya, pria paruh baya itu langsung berteriak.
“Kekuatannya jauh lebih mengerikan daripada zombie apalagi kanibal! Berhati-hatilah, kemungkinan makhluk itu adalah monster aneh yang keluar dari lingkaran dalam!”
Mendengar itu, delapan orang lainnya langsung mendur. Mencengkeram erat senjata mereka, keringat dingin langsung membasahi punggung mereka.
“...”
Pada saat mendengar dirinya diklasifikasi sebagai ‘monster’ dari lingkaran dalam, Jay benar-benar kehilangan kata-kata. Tidak peduli seperti apa monster yang mereka maksud, seharunya penampilannya lebih baik daripada makhluk-makhluk ganas di lingkaran dalam itu!
“Aku tahu kalau kalian itu paranoid dan stress karena banyak tekanan, tetapi buka mata kalian baik-baik, K-parat!”
Jay membuka masker dengan tangan kiri. Dia menunjuk wajahnya yang tampak tampan lalu berteriak lantang.
“Apakah penampilan tampan seperti ini mirip monster di mata kalian?!”
Melihat ke arah Jay, tim di sisi berlawanan langsung terkejut. Pria paruh baya itu kemudian berkata.
“Apa-apaan ini?! Bukan hanya cerdas dan pandai meniru sikap manusia, apakah sekarang ada makhluk yang mampu menyamar sebagai manusia?”
“Berhati-hatilah, semuanya! Jangan sampai tertipu! Jika makhluk itu sampai menyusup dalam kerumunan lalu menemukan tempat-tempat persembunyian ... itu akan menjadi akhir!”
Mendengar teriakan kapten tim, sisa anggota langsung menjawab serempak.
“YA!”
“...”
Jay benar-benar tertegun. Melihat banyak orang yang memiliki permusuhan lebih parah kepadanya, pria itu kehilangan kata-kata. Pada akhirnya, dia menggertakkan gigi sambil berpikir.
‘Kalau begitu, pukul dahulu sebelum bicara!’
__ADS_1
>> Bersambung.