
Malam harinya, Ark akhirnya kembali ke markas Sword of Sufferings.
"Apakah semuanya berjalan lancar, Ark?"
Melihat kedatangan Ark, Jay yang bersandar di pintu bertanya dengan ekspresi rumit di wajahnya.
"Datang untuk melakukan interogasi? Apakah kamu masih marah dengan hal-hal yang terjadi sebelumnya?" Ark mengangkat bahu.
"Tentu saja aku marah! Kamu gila. Kamu benar-benar menipu seluruh anggota Sword of Sufferings. Itu terlalu kejam!"
"Tidak semuanya. Setidaknya selain Vadim, ada lima orang yang mengetahuinya."
"Lima orang itu hanya mengetahuinya ketika kamu melakukan operasi terakhir!
Datang menuju ke markas Imperial Tiger secara diam-diam sementara orang lain berpikir kamu sedang berpatroli dengan Kurona dan Shirona. Bahkan kami merasa agak panik karena berpikir kalau kalian mengalami kecelakaan di luar!"
"Maaf, maaf ... Aku tidak berpikir kamu begitu sentimen."
Ark menepuk pundak Jay dengan senyum ringan di wajahnya.
Jay hanya menghela napas panjang karena tidak ingin berdebat dengan Ark. Namun dia masih menatap ke arah sahabatnya dengan tatapan tegas lalu berkata.
"Lain kali kamu harus mengatakannya kepadaku, Ark. Mungkin aku tidak bisa kamu ajak untuk membuat strategi atau hal-hal semacam itu karena aku tidak pintar. Namun, kamu harus ingat ...
Aku orang yang bisa menjaga rahasia."
"Dimengerti."
Ark sekali lagi menepuk pundak Jay sebelum berjalan melewatinya.
Melihat punggung Ark yang semakin menjauh, Jay berteriak.
"Jangan menanggung semuanya sendirian, Ark! Kamu harus ingat itu!"
***
Sementara itu, dalam rumah kaca belakang markas utama.
"Mendengar keramaian ini, tampaknya orang itu telah kembali, Kak."
Stein berkata saat menatap sosok wanita yang memeriksa tanah.
"Biarkan saja. Aku mungkin sedikit menghormatinya, tetapi tidak begitu gila seperti para fanatik itu."
Mendengar ucapan kakaknya, Stein tidak bisa tidak mengingat kejadian saat pertama kali mereka tiba.
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu, pada saat tiba, Stein dan Eva melihat para prajurit yang berlatih dengan keras. Mereka berlatih di musim dingin tanpa sedikit pun rasa takut. Apa yang membuat kedua orang itu merasa terkejut adalah antusiasme mereka.
Melihat kedatangan "Hades", orang-orang itu langsung menjadi lebih semangat. Mereka semua memberi hormat dengan tatapan penuh antusias.
Pada saat Ark memberi mereka kritik atau pujian, orang-orang itu bersemangat. Belum lagi bagaimana cara mereka menatap ...
Rasanya orang-orang itu seperti sedang melihat messiah, penyelamat, raja, atau sosok yang sangat mereka tinggikan. Bahkan ada perasaan memuja!
Tentu saja, Ark selalu berkata bahwa dirinya hanya manusia. Dia memiliki tujuan untuk menggunakan mereka, dan hal-hal lainnya. Pemuda itu berbicara dengan nada dingin dan kasar. Namun orang-orang yang sudah terlalu fanatik benar-benar menganggapnya sebagai kerendahan hati.
Mereka seperti kerumunan orang gila!
Di antara seluruh anggota Sword of Sufferings, ada tiga orang yang membuat Stein dan Eva agak khawatir. Lebih tepatnya, khawatir akan kewarasan mereka.
Ketiga orang tersebut adalah Stacy, Kurona, dan Shirona. Si kembar sudah bertindak seperti robot yang diprogram oleh Ark. Bisa dikendalikan sesuka pemuda itu, sangat mematuhi pemrogramnya. Sedangkan Stacy ... Stein dan Eva bisa melihat obsesi berlebihan di matanya saat menatap Ark.
Itulah kenapa Stein dan Eva yang menganggap diri mereka lebih waras memilih untuk menjaga jarak dengan anggota Sword of Sufferings lainnya. Mereka tidak bisa menyatu dengan cepat seperti anggota-anggota sebelumnya.
"Namun aku tidak bisa menyangkal kalau Ark memang jenius." Eva menghela napas panjang.
"Bukan hanya membuat ramuan, dia tampaknya juga meneliti banyak hal. Orang itu bahkan membuat dua rumah kaca dengan peralatan minimalis.
Belum lagi, dia mampu mengubah area tanah tidak sibuk menjadi sangat subur. Ini adalah sesuatu yang sulit dilakukan bahkan di dunia damai sebelumnya."
Merubah tanah sebenarnya tidak mudah. Jika banyak orang berpikir kalau bertani itu membantu menjaga bumi, mereka semua salah.
Pupuk kimia tersebut sebenarnya menghancurkan unsur hara di tanah. Setelah hancur, tanaman tidak bisa tumbuh dan mendapatkan masalah jika ditanam di tempat tersebut. Agar tetap tumbuh, tanaman akan terus diberi pupuk kimia.
Sama seperti manusia yang kecanduan obat-obatan, tanaman-tanaman itu tidak bisa hidup tanpa pupuk kimia.
Bagaimana dengan dampaknya? Tentu saja tanah semakin rusak.
Tentu saja ada cara untuk mengembalikannya, yaitu kembali dengan cara tradisional. Namun hal tersebut tidak mudah. Bisa dibilang, sangat sulit dan memerlukan waktu lama.
Untuk membuat tanah "mati" itu kembali hidup, tidak hanya perlu menggali dan memberi pupuk kompos. Hal tersebut memerlukan banyak hal, dan yang paling penting adalah membiarkan mikroorganisme dalam tanah. Jadi ... prosesnya cukup lama dan tidak banyak orang mau melakukannya.
Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk serakah yang cukup malas dan menginginkan sesuatu dengan cara lebih mudah.
(Hal ini bukan hanya khayalan Author Kei. Kalian bisa membaca artikel tentang krisis ini di internet.
Bumi semakin lama semakin tua, tanah sudah semakin buruk. Bukan hanya karena pupuk kimia, tetapi juga karena habitat manusia yang suka membuat polusi.
Jadi jangan lupa untuk membantu bumi tempat kita berpijak dengan tidak membuang sampah sembarangan, kurangi memakai kendaraan bermotor jika tidak perlu, dan beberapa hal kecil lainnya.)
Kembali ke topik.
__ADS_1
Meski dunia telah berubah setelah apocalypse, tetapi tanah tandus di kota tidak mudah diubah. Bahkan jika itu tanah perumahan elit, seharusnya tidak begitu subur seperti hutan.
Kuncinya adalah Devil's Vines.
Alasan kenapa Ark menganggapnya ajaib karena memiliki kegunaan sangat banyak untuk membantu umat manusia. Bukan hanya bisa menjadi pagar alami yang bisa melindungi, tetapi tanaman tersebut juga membantu menyuburkan tanah. Membuat manusia bisa menanam berbagai tanaman untuk menyambung hidup mereka.
Karena tidak mengetahui fungsi ajaib Devil's Vines, Stein dan Eva merasa kagum dengan cara Ark mengolah tanah.
***
Sementara itu, Ark yang telah beristirahat sebentar memanggil para petinggi Sword of Sufferings ke ruang rapat.
"Kita akan melakukan dua hal penting."
Tanpa basa-basi, Ark langsung berkata dengan ekspresi serius di wajahnya.
"Pertama-tama, kita akan menyiapkan diri. Membagi tugas untuk persiapan dalam menghadapi gelombang monster yang akan datang berikutnya. Kita harus memastikan kalau seluruh wilayah Sword of Sufferings terlindungi.
Kita telah memiliki ratusan anggota, jadi kita pasti bisa melakukannya!"
"Bagaimana dengan yang ke dua? Apa yang kita lakukan berikutnya?" tanya Lisa.
"Membuat perubahan besar!
Kita telah memiliki banyak anggota dan akan terus bertambah ke depannya. Apakah kalian mengetahui apa yang kita perlukan saat ini?"
"..."
Melihat semua orang diam menunggu dirinya berbicara, Ark tampak serius.
"Yang akan kita lakukan adalah memulai membagi.
Akan ada prajurit dan pekerja. Para pekerja akan dibagi menjadi dua yaitu menjadi petani dan pengrajin.
Setelah pertempuran ini, kita akan mulai membangun pertanian skala besar. Tidak hanya itu, kita juga akan mencoba mencari sumber daging dan mulai membudidayakannya.
Selain hal yang menyangkut pertanian, kita jelas memerlukan pembangunan. Buat senjata, buat armor, buat berbagai jenis peralatan, renovasi dinding pertahanan, dan banyak hal perlu kita lakukan.
Sedangkan untuk para prajurit ..."
Ark menyeringai.
"Kita akan membuat tim ekspedisi untuk mengamati bukan hanya di dalam kota, tetapi juga di luar kota!
Sword of Sufferings akan mengalami perubahan besar-besaran!"
__ADS_1
>> Bersambung.