Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Matador?


__ADS_3

Dua jam berlalu begitu saja.


Sudah jam tiga pagi, tetapi belum ada tanda-tanda sang surya menampakkan batang hidungnya. Terdengar tidak sopan, tetapi banyak orang yang menunggu kedatangannya layaknya sepasang kekasih yang melakukan hubungan LDR (long distance relationship). Ingin segera bertemu, tetapi tidak bisa karena jarak dan waktu.


Khususnya bagi para anggota baru Sword of Sufferings. Mereka tampaknya benar-benar merindukan sang surya lebih dari merindukan mantan kekasih mereka.


'Matahari k-parat, tunjukan batang hidungmu!'


'Kenapa kamu tidak segera muncul, B-jingan!'


'...'


Banyak ucapan kotor yang muncul dalam benak orang-orang. Tampak begitu kesal dan tidak puas. Menyalahkan benda mati yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.


Bukan hanya anggota Scarlet Sword, satu setengah jam sebelumnya Ark juga menyuruh para wanita turun. Violet Sword dipaksa membantu bertarung pada jarak dekat. Ada dua alasan kenapa pemuda itu melakukannya. Pertama, jumlah zombie dan binatang mutan tingkat dua telah menurun. Terakhir, akurasi para pemanah mulai turun karena kelelahan.


Penampilan anggota baru yang belum menyerap Miracle Root tampak berantakan. Tubuh mereka kotor karena darah lawan. Tampak banyak luka kecil dan memar, bahkan ada beberapa luka cukup besar yang dijahit. Wajah mereka pucat, tatapan mereka tampak kejam dan jahat. Ditambah teriakan marah dan geraman rendah, orang-orang itu sudah mirip ... bahkan tampil lebih jahat daripada para zombie.


"Jangan biarkan dia kabur!"


Teriakan Ark terdengar. Pemuda itu berdiri sambil memegang satu pedangnya. Penampilannya benar-benar tampak gelap karena dilapisi darah di setiap jengkal bagian tubuhnya. Hanya dua mata biru memancarkan kilau dingin dan jahat yang tidak tertutup warna hitam.


Di kanan dan kirinya, tampak beberapa tubuh hyena tingkat satu tanpa nyawa. Di depannya, tampak seekor hyena tingkat dua yang berpenampilan ganas. Tingginya lebih dari tiga meter, tubuhnya hampir seukuran kamar.


"Grrrrr ..."


Makhluk itu menggeram dengan ekspresi ganas di wajahnya. Selain Ark di depannya, dia juga melihat Jay di kiri, Darin di kanan, dan Natasha di belakang. Mungkin makhluk itu kehilangan kewarasannya, tetapi insting menyuruhnya untuk mundur karena tubuhnya dipenuhi dengan luka. Namun, empat orang malah mengepungnya.


Normalnya, monster semacam itu akan membuat orang-orang berlari ketakutan dan dilanda teror kematian. Di sini, sebaliknya, makhluk kejam dan ganas seperti itu malah dibuat terpojok dan ditekan oleh empat orang.


'Hampir mencapai batasan tingkat dua. Jika membiarkannya selama satu bulan lebih, aku takut makhluk ini menembus tingkat tiga.


Karena berkeliaran di sekitar area ini ... maka harus dibunuh!'


Sosok Ark langsung melesat maju. Melihatnya menyerang, tiga orang lain juga langsung bergegas maju dengan segenap tenaga mereka. Terus serang dan melukai musuh, ketika musuh menggila untuk menyerang balik ... mundur ke jarak aman sambil terus mengelilinginya.


Taktik licik menggunakan serangan banyak orang untuk terus melukai dan menghabiskan energi musuh. Meski tidak tampak elegan, tetapi itulah yang harus dilakukan. Manusia yang "lemah" harus menggunakan segala cara untuk menang dan terus bertahan.


Tubuh hyena bergoyang ke kiri dan kanan sebelum jatuh ke aspal karena keempat kakinya tidak bisa lagi menopangnya. Saat itu juga, sosok Ark melesat maju dengan pedang yang diselimuti aura biru tipis di sekelilingnya.

__ADS_1


SLASH!


Tanpa menunggu musuh kembali pulih, Ark langsung menebas leher makhluk itu. Sesaat kemudian, mata hyena menjadi kusam dan tubuhnya berhenti bergerak.


Melihat hyena yang dikalahkan membuat Jay, Darin, dan Natasha lega. Ark sendiri malah menghela napas panjang. Bukan karena lelah, tetapi sedikit menyesal.


"Jika saja iblis kecil itu tidak keras kepala ..." gumam Ark.


Memang ada beberapa binatang buas tingkat dua yang Ark dan rekan-rekannya bunuh dalam pertempuran sebelumnya, tetapi hyena ini jelas memiliki kualitas Miracle Root yang baik. Baik ketahanan dan kecepatannya pasti akan meningkat pesat jika Lisa menyerapnya. Namun gadis tersebut benar-benar menolaknya.


Membuat Ark merasa sangat disayangkan!


Ark kemudian mengambil botol kecil yang diikat di pinggangnya lalu meminum ramuan yang ada di dalamnya. Bukan hanya dia, tiga orang lain juga melakukan hal yang sama. Ramuan tersebut bisa memulihkan stamina dan menyembuhkan sedikit luka. Tentu saja, tidak ajaib sampai-sampai mengembalikan stamina menjadi penuh secara langsung. Namun bisa sedikit mengurangi kelelahan dan menutup beberapa luka kecil. Membuat mereka bisa terus bertarung untuk sementara waktu.


'Monster! Mereka adalah monster yang sebenarnya!'


'Mereka benar-benar gila!'


'...'


Para anggota baru berteriak dalam hati mereka. Baik itu empat orang termasuk Ark, atau tiga orang yang terdiri dari Stacy, Kurona, dan Shirona. Mereka semua bertindak ganas seperti mesin pemanen kehidupan!


Saat itu, suara langkah kaki yang cepat dan berat terdengar dari kejauhan. Melihat ke sumber suara, ekspresi orang-orang langsung menjadi pucat.


Di kejauhan, tampak sosok hitam besar berlari dengan kecepatan luar biasa. Makhluk tersebut menabrak banyak zombie normal di depannya lalu menginjak-injak mereka sampai hancur. Membuat orang yang mendengar suara tulang patah dan hancur bergidik ngeri.


Tubuhnya sedikit lebih kecil dibandingkan tank, tetapi tampak kokoh. Uap panas keluar dari hidungnya, membuatnya seperti kereta uap yang melaju dengan kecepatan penuh.


Makhluk itu adalah ... banteng hitam dengan mata merah darah yang tampak ganas.


Melihat makhluk tersebut, ekspresi Ark langsung berubah menjadi lebih serius.


'Puncak level dua, hampir menembus batasan.'


Melirik ke arah rekan-rekannya, Ark langsung berteriak.


"BUKA JALAN! MUNDUR DAN JANGAN COBA MENGHENTIKANNYA!!!"


Setelah mengatakan itu, Ark langsung menyarungkan pedangnya. Uap tipis yang panas muncul mengelilingi tubuhnya. Ini adalah skill yang didapatkan dari Abyssal Shadow Lynx. Mirip dengan Miracle Root pertama Jay, memiliki efek semua atributnya untuk sementara waktu!

__ADS_1


Ujung-ujung jarinya menjadi lebih tajam dan kaku. Kuku di jarinya menjadi cakar hitam melengkung yang tajam. Memancarkan kilau keunguan yang mematikan.


Mata Ark menyempit ... beberapa saat kemudian, sosok pemuda itu menghilang dari tempatnya. Tiba-tiba muncul belasan meter di depan orang-orang!


Dia terus maju dengan kecepatan tinggi, bergegas ke arah sosok banteng raksasa dari sisi sebaliknya.


Banteng tersebut melihat sosok kecil yang bergegas ke arahnya tanpa rasa takut dengan tatapan jijik. Makhluk itu mendengus. Sedikit menundukkan kepalanya, dia melaju lebih cepat. Dua tanduk kuat mengarah ke depan ... siap membinasakan siapa saja yang menghalangi jalannya!


BANG!!!


Ledakan kuat terjadi ketika keduanya bertabrakan dengan keras.


Sosok Ark memegang kedua tanduk dengan kedua tangannya. Otot-otot tubuhnya menegang, menahan kekuatan yang mendorongnya dari depan.


Melihat sosok kecil yang menghentikan banteng raksasa sekuat tank membuat orang-orang terpana! Benar-benar meragukan apa yang mereka lihat dengan mata mereka!


Hanya saja, situasi imbang tersebut tidak bertahan lama. Beberapa detik kemudian, kedua kaki Ark mulai sedikit tenggelam ke aspal. Tubuhnya mulai terdorong mundur, membuat dua garis dalam di jalanan dengan kedua kakinya.


MELENGUH!


Uap panas keluar dari hidung banteng raksasa. Matanya menjadi lebih merah. Di saat itu juga, sosok Ark mulai terdorong mundur lebih cepat dan semakin cepat. Kemudian makhluk itu langsung melemparkan Ark.


Orang-orang melihat sosok Ark terlempar lebih capat dibandingkan dengan anak panah.


SWOOSH! BRUAKKK!!!


Sosok Ark melesat puluhan meter ke samping dengan cepat. Tubuhnya langsung bertabrakan dengan beberapa mobil, menghancurkannya dalam prosesnya.


Pada saat semua orang terkejut dan khawatir, sosok Ark tiba-tiba melompat dan mendarat dengan tenang. Pemuda itu meludahkan beberapa suap darah. Dia menarik napas dalam-dalam.


Ark memasang posisi bersiap. Tangan kanannya ditaruh di belakang punggungnya. Tangan kirinya terulur ke depan dengan gaya menantang, Tanpa mengatakan sepatah kata, pemuda itu menatap musuhnya dengan tatapan tak acuh ...


Mirip dengan gaya Bruce Lee yang mengejek lawannya.


Melihat pemandangan itu, semua orang tertegun. Bahkan banteng raksasa sempat terdiam. Beberapa saat kemudian, makhluk besar itu kembali melenguh. Dia menunduk dengan mata merah sambil menggaruk tanah dengan kaki depannya. Uap panas muncul dari hidungnya ...


Sembari menatap ke arah Ark dengan mata merah penuh dengan kebencian.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2