Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Kunjungan Tak Terduga


__ADS_3

“Jay kembali membawa orang luar?”


Ark mengangkat alisnya. Dia tidak menyangka, bukan hanya terlambat, temannya itu membawa orang ketika kembali.


Dari nada bicara Roxanne, orang yang Jay bawa jelas masuk dalam kategori ‘merepotkan’ atau seharusnya tidak diterima sebagai tamu.


“Kalau begitu biarkan aku menemui mereka secara langsung.”


“Kalau begitu saya akan mengantar anda, Tuan.”


Ark mengangguk ringan. Setelah itu, dia mengikuti Roxanne masuk ke dalam markas. Sebagai anggota baru, Angelica hanya mengikuti mereka dalam diam.


Sesampainya mereka ke dalam ruang tamu, Ark langsung melihat beberapa orang. Dari penampilan mereka, dia tahu kalau orang-orang itu dari kelompok cukup terkemuka di kota ini.


Lagipula, meski tidak kuat, masing-masing dari mereka masih lebih baik daripada beberapa kelompok acak berisi orang-orang non profesional.


Sebaliknya, orang-orang itu juga melihat kedatangan Ark. Meski ada dua perempuan cantik di sisinya, mereka tidak bisa tidak melihat ke arah pemuda berambut putih dan memiliki mata merah seperti rubi tersebut.


Bukan hanya penampilannya yang begitu mencolok, tetapi ada aura tak terlihat di sekelilingnya. Aura yang hanya dimiliki tokoh-tokoh besar. Jenis aura yang membuat banyak orang secara tidak sadar merasa hormat dan agak takut kepadanya.


“Kalian?” tanya Ark dengan wajah datar.


Tujuh orang termasuk pemimpinnya langsung berdiri dan memberi hormat. Sosok pria paruh baya yang merupakan pemimpin tim langsung maju untuk menjelaskan.


“Anda pasti Tuan Ark.


Perkenalkan, nama saya Rhodez. Alasan kenapa saya datang adalah menjalankan misi. Saya diminta untuk mengawal Tuan Muda untuk mencapai tujuan lalu kembali dengan selamat.”


Ark mengangguk ringan. Dia melihat sekeliling lalu berkata.


“Dimana orang itu?”


Mendengar itu, tujuh orang tersebut menggelengkan kepalanya. Sementara mereka tinggal di ruang tamu, Jay langsung pergi. Jadi mereka benar-benar tidak tahu ke mana pria itu pergi.


Sosok penjaga berjalan ke arah Ark lalu memberi hormat.


“Lapor, Ketua. Wakil Ketua pergi bersama dengan Nona Mona dan wanita tidak dikenal.”


“Ke mana mereka pergi?”


“Seharusnya berkeliling untuk melihat area sekitar, Ketua.”


“Kerja bagus. Kamu boleh kembali ke tempatmu.”


“Baik, Ketua!”


Ark mengangguk ringan sambil menepuk pundak pria itu ringan. Pemuda itu kemudian menoleh ke arah tujuh tamu.

__ADS_1


“Mohon maaf, aku harus pergi sebentar. Untuk sementara, silahkan tinggal di tempat ini. Nikmati makanan dan waktu kalian untuk beristirahat setelah perjalanan panjang.


Kalau begitu, permisi.”


Setelah mengatakan itu, Ark langsung pergi. Ketika pemuda itu pergi, Roxanne dan Angelica langsung mengikutinya.


Tempat utama yang mereka tuju adalah ruang santai tempat berkumpul orang-orang. Sayangnya, Jay dan dua orang lainnya tidak ada di sana. Jadi Ark pergi ke tempat lain.


Pemuda itu kemudian pergi ke tempat barang-barang dikumpulkan dan dipilah. Bisa dibilang, gudang penyaringan barang yang baru saja didapatkan.


Benar saja, sesampainya di sana, Ark melihat tiga orang yang sedang melihat barang-barang yang sedang dibongkar dan dipilah sesuai dengan jenisnya.


Hanya saja, Ark merasa kalau suasananya tampak janggal.


Entah karena insting atau memang tidak sengaja menoleh ke belakang, Jay pun menyadari kedatangan Ark.


Melihat sosok sahabatnya, Jay langsung berlari lalu melompat ke arahnya. Tentu saja, Ark langsung menghindarinya.


“Apakah kamu tidak merindukanku, Sobat?”


Bangkit sambil menepuk debu yang menempet pada pakaiannya, Jay bertanya dengan ekspresi tidak puas di wajahnya.


“Sama sekali tidak.” Ark mengangkat bahu sambil memasang ekspresi datar. “Aku pikir kamu dimakan binatang buas lalu dijadikan kompos bagi pohon raksasa. Ternyata kamu masih tahu jalan kembali?”


Mendengar ucapan Ark, Jay hanya bisa menggaruk belakang kepalanya dengan ekspresi menyesal.


Ark tampak tak acuh. Dia sama sekali tidak begitu ragu kepada Jay. Pemuda itu menoleh ke arah tamu yang datang bersama dengan sahabatnya. Saat itu juga, dia tertegun di tempatnya.


Rambut coklat bergelombang, paras cantik bak bidadari, dan mata berwarna lavender.


“Kamu ...”


SWOOSH!


Sosok Ark tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Pada saat muncul dia berada di depan Chelsea.


KLANG!


Memiliki ekspresi datar di wajahnya, Ark langsung menebas dengan pedang. Pada saat itu juga, Jay yang berhasil menyusul langsung menangkis serangan pemuda itu.


“Apakah kamu gila, Ark?! Apa yang kamu lakukan!?”


Mendengar teriakan Jay, mata dingin Ark berangsur-angsur kembali normal. Tampak datar dan malas seperti biasanya.


Pemuda itu kemudian menyarungkan kembali pedangnya. Setelah itu, dia berbalik pergi sambil berkata.


“Itu hanya lelucon, Jay. Aku harap kamu mengerti.

__ADS_1


Seharusnya kamu tidak membawa orang luar datang ke area gudang karena bisa dianggap sebagai penyusup. Jika kamu membawanya masuk ke tempat-tempat yang dilarang bagi anggota tingkat bawah, apalagi orang luar ...


Jangan salahkan aku jika tidak sopan.”


Mendengar itu, Jay hanya mengangguk berat.


Meski melanggar sedikit peraturan, dia sama sekali tidak menyangka kalau Ark bisa bereaksi seperti itu. Walau tidak pintar, pria itu yakin kalau ada yang salah dengan sahabatnya. Bisa jadi ...


Itu ada hubungannya dengan Chelsea!


“Chelsea, apakah kamu-“


Bruk!


Pada saat menoleh, Jay melihat Chelsea yang jatuh berlutut dengan ekspresi pucat di wajahnya. Tubuhnya tampak lelah dan lemah karena kejadian yang baru saja terjadi. Jelas, tidak menyangka akan mendapatkan ‘kejutan’ semacam itu.


Plak!


Pada saat Jay hendak mengulurkan tangannya, Mona langsung menampiknya. Saat itu juga, anita tersebut langsung berbicara.


“Aku yang akan membawanya kembali ke ruang istirahat tamu. Sebaiknya kamu menemui ketua. Dari reaksinya, pasti ada hal tidak biasa.”


Jay ingin mengatakan sesuatu, tetapi hanya bisa menelannya kembali ketika melihat ekspresi dingin Mona. Pada akhirnya, pria itu mengangguk lalu pergi menyusul Ark.


Setelah menyusul dan berjalan di sampingnya, Jay bertanya secara langsung.


“Ada apa, Ark? Jarang sekali kamu bereaksi seperti itu.”


“Sudah kubilang, itu hanya peringatan.”


“Kamu sama sekal tidak bisa membohongiku, Bung. Ayolah, katakan saja. Apakah kamu mengenal Chelsea?"


Jay merasa sangat penasaran. Alasan kenapa dia bisa merespon serangan Ark jelas karena sahabatnya itu menunjukkan niat membunuh yang sangat jelas ketika melihat Chelsea. Jika tidak, dia tidak akan sempat bereaksi.


‘Mungkinkah Chelsea memiliki hubungan tersembunyi dengan Ark? Namun, gadis itu jelas bukan tipe yang suka mencampakan orang lain. Jadi alasan Ark menyerang jelas bukan karena pernah ditelantarkan atau semacamnya.


Lalu ... bagaimana dia bisa bereaksi begitu kuat?’


Jika Ark bisa membaca pikiran Jay, dia pasti langsung memukul kepala sahabatnya tersebut karena menghubungkan segala masalah dengan bau-bau drama cinta seolah tidak ada genre lain di dunia ini.


Sementara itu, Ark sibuk dengan pemikirannya sendiri. Mengingat sosok gadis cantik dan polos itu, dia sangat yakin kalau perempuan tersebut adalah sosok yang dikenalnya. Setidaknya ... di masa depan.


Karena waktu yang kacau, Ark sama sekali tidak tahu seperti apa Chelsea sekarang. Yang jelas, dia merasa bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya.


‘Apa yang sebenarnya dilakukan ‘Autumn Crocus’ di tempat ini?’


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2