
Setelah meninggalkan ruang kerja Ark, Jay mengantar Chelsea kembali menemui rekan-rekannya.
“Apakah tidak apa-apa?” tanya Jay.
“Maksud anda, Tuan Muda?”
Chelsea yang berjalan di belakang Jay bertanya dengan ekspresi bingung di wajahnya. Tidak paham kenapa pria tersebut tiba-tiba bertanya seperti itu.
“Apakah tidak apa-apa menukar informasi dua kelompok hanya dengan informasi 4 benda?”
“Eh? Itu?”
Chelsea tertegun sejenak. Setelah beberapa saat, dia menutup mulutnya dengan tangannya. Menutupi senyum manis sambil menahan tawa.
“Apakah ada yang lucu?”
Jay tercengang. Dia sama sekali tidak tahu kenapa gadis itu tiba-tiba hampir tertawa. Entah kenapa, pria itu merasa telah membuat dirinya sendiri terlihat bodoh di depan Chelsea.
“Tidak. Sebenarnya, pengetahuan yang diberikan Tuan Ark itu lebih penting. Harganya jelas jauh lebih tinggi dibandingkan informasi yang saya berikan.
Awalnya, saya pikir hanya mendapat dua atau tiga informasi. Namun, akhirnya masih mendapat empat. Tampaknya Tuan Ark benar-benar menghargai anda, Tuan Muda. Meski berkata dingin dan kejam, tetapi beliau masih cukup perhatian.”
‘Apakah begitu?’
Jay merasa bingung. Saat itu juga, banyak kenangan muncul dalam kepalanya. Dia akhirnya mengingat beberapa kebaikan yang telah Ark lakukan. Entah menyelamatkannya, memberinya berbagai peralatan, dan membuatnya sampai sekuat ini.
“Ya. Meski tampak kejam, tidak memiliki ekspresi, dan terlalu paranoid ... dia memang sahabat terbaikku.”
Jay menoleh ke arah Chelsea dengan senyum cerah di wajahnya.
***
Siang harinya, di tempat para tamu berada.
Chelsea duduk di dekat jendela sambil memandangi para prajurit berpatroli di sekitar markas meski dipenuhi kabut kelabu. Saat itu, Rhodez berjalan ke arahnya sambil bertanya.
“Bagaimana Chelsea? Apakah ada perkembangan?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Chelsea yang melamun langsung menoleh ke arah Rhodez.
“Ternyata Jenderal Rhodez.” Gadis itu mengangguk ringan. “Sebenarnya ada perkembangan. Tidak seperti dugaan Tuan dan Nyonya, Sword of Sufferings sebenarnya sangat matang. Namun, mereka sama sekali tidak memusuhi kita.”
__ADS_1
“Meski mereka bersikap begitu dingin?”
“Orang itu ... Tuan Ark adalah orang yang sangat cerdas. Bukan hanya cerdas, dia juga sangat tajam.”
“Tajam? Maksudmu, memiliki pandangan yang baik dalam menilai orang?”
“Ya.” Chelsea menopang dagu. “Sebagai sosok yang memiliki kecerdasan dan kekuatan, dia agak berbeda dari orang-orang kuat lainnya.”
“...”
“Tuan Ark lebih suka berada di luar lingkaran, tidak mengikuti konflik yang terjadi di dalamnya. Bertindak netral sebagai penonton.”
“Jadi itu alasan aku merasakan perasaan terasing meski dia berada di dekat kita.” Rhodez tiba-tiba menyadari sesuatu.
“Ya. Tuan Ark mungkin berada di sekitar dan bisa kita lihat, tetapi rasanya beliau ada di tempat yang jauh berbeda.
Bisa dibilang, Tuan Ark berada di tempat yang sangat tinggi sambil melihat ke bawah (ke arah kita). Beliau sepertinya melihat pemandangan yang jauh, luas, dan tidak bisa kita lihat.”
“...”
Angin berembus lembut menerbangkan rambut Chelsea. Mata berwarna lavender tampak begitu cemerlang. Senyum lembut muncul di wajah cantiknya.
“Berdiri di puncak yang dingin dan sepi seorang diri. Berada di tempat yang tidak bisa dijangkau siapapun, melakukan semuanya sendiri sambil menahan rasa sepi ...”
“Sungguh pria yang luar biasa.”
Berada di dekat Chelsea, Rhodez yang tidak bisa mendengar suaranya masih melihat gerakan bibirnya. Mengetahui kalau gadis itu memuji dan meninggikan seseorang membuatnya sangat terkejut.
Jangan lihat Chelsea hanya sebagai gadis manis, pendiam, dan ramah. Walau tampak sangat baik, tetapi Rhodez tahu kalau gadis tersebut memiliki kesombongan tersendiri. Chelsea memang selalu menjadi bawahan seseorang atau junior, tetapi dia sama sekali tidak pernah begitu menghormati petinggi atau seniornya.
Mendengar apa yang dikatakan Chelsea sebelumnya, Rhodez sadar kalau sahabat Tuan Muda bukan hanya kuat dan cerdas, tetapi memiliki sesuatu yang spesial pada dirinya!
Sambil melihat kota yang diselimuti asap kelabu, Chelsea berkata dengan nada polos.
“Akan menyenangkan jika Tuan Ark bisa bekerja sama dengan Golden Maple Group dalam jangka panjang. Bukan hanya melakukan pertukaran sederhana seperti sekarang.”
Mendengar itu, Rhodez mengangguk berat.
“Aku akan berusaha meyakinkan Tuan dan Nyonya. Aku yakin mereka tidak akan mengabaikan penilaianmu karena sampai saat ini, kamu yang paling berjasa di Golden Maple Group.”
Ruangan menjadi sunyi. Tanpa menoleh ke belakang, Chelsea membalas dengan sopan.
__ADS_1
“Kalau begitu, terima kasih atas kerja kerasmu, Paman Rhodez.”
***
Malam harinya, di ruang Jay dan Mona berada.
Jay dan Mona duduk berhadapan di atas alas kulit binatang bermutasi. Pria itu tampak gugup ketika melihat kekasihnya memiliki ekspresi tenang. Dibandingkan dengan wajah dingin dan penuh kemarahan sebelumnya, ekspresi tenang itu membuat Jay gugup.
“Apakah kamu marah, Sayang?”
“Tidak.” Mona menggeleng ringan. “Aku sama sekali tidak marah.”
“Lalu kenapa kamu diam saja?”
“Tidak apa-apa. Aku hanya sedang tidak ingin banyak bicara.”
“Biarkan aku menjelaskan semuanya. Mungkin kamu marah dengan Chelsea. Namun, kami sama sekali tidak memiliki hubungan apa-apa.
Alasan kenapa aku cukup dekat dengannya karena kedua orang tuaku memintaku menjaganya. Bagi mereka, Chelsea sangat penting karena kemampuannya dalam bidang penelitian dan farmasi sangat baik. Jadi, kami sama sekali tidak memiliki hubungan seperti yang kamu bayangkan.”
Jay mulai menjelaskan semuanya panjang lebar. Pria itu tampaknya sangat takut Mona marah dan membuat hubungan mereka berantakan. Saat itu juga, dia merasa menyesal karena tidak bisa mengatur dirinya sendiri.
“Aku sama sekali tidak marah. Aku hanya tidak ingin memikirkan banyak hal. Seperti nasihat dari Ketua, aku harus memastikan kesehatan fisik dan mentalku karena itu sangat berpengaruh dalam perkembangan bayi kita.
Jadi, apa yang sebenarnya ingin kamu katakan? Ucapkan saja, aku tidak akan marah padamu, Jay.”
Melihat Mona yang begitu tenang, tidak tampak marah karena apa yang dia lakukan membuat Jay merasa semakin menyesal. Pada akhirnya, pria itu berkata dengan ekspresi pahit di wajahnya.
“Seperti yang kamu ketahui, aku akan menjadi penghubung Sword of Sufferings dan Golden Maple Group. Karena itu, aku harus bolak-balik dari tempat berbeda. Jadi ... aku tidak bisa terus berada di sisimu.
Menurut Ark, Sword of Sufferings akan pindah dari lingkaran luar ke lingkaran dalam. Karena belum mendapatkan pijakan pas, pasti pergerakan kelompok akan membuatmu merasa lelah. Jadi ... aku berpikir untuk membawamu ke Golden Maple Group terlebih dahulu.
Bagaimana menurutmu, Mona?
Bukan hanya lebih nyaman tinggal di sana, tetapi aku juga bisa memperkenalkan kamu dengan kedua orang tuaku.”
Semakin membicarakan hal tersebut, Jay menjadi lebih bersemangat. Saat itu, Mona memegang tangannya dengan lembut. Wanita itu menatap langsung tepat ke matanya.
Sembari tersenyum lembut, Mona berkata.
“Maaf Jay, aku tidak bisa mengikutimu.”
__ADS_1
>> Bersambung.