Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Malam Yang Panjang


__ADS_3

"Kenapa kita harus berjaga di depan gerbang dengan cara seperti ini, Ark? Apakah kita benar-benar tidak perlu untuk berpatroli?"


Ark, Jay, dan tiga anggota lain duduk santai di jalan depan gerbang. Kedua wanita, Stacy dan Natasha memiliki pembicaraan mereka sendiri. Sementara itu, Darin duduk sambil memegang tombak dengan tenang, mendengarkan pembicaraan Ark dan Jay.


Ark menatap ke arah langit dimana bulan bersinar terang. Melihat bulan purnama, pemuda itu tampak termenung. Setelah beberapa saat, dia berkata.


"Apa yang perlu kita lakukan malam ini adalah melindungi markas kita."


Jay anggota kelompok lainnya terkejut mendengar ucapan Ark. Memiliki ekspresi keraguan di wajahnya, Natasha membuka mulutnya dan bertanya.


"Kenapa kamu yakin bahwa akan ada yang menyerang markas kita, Ark?


Sampai-sampai kamu menyuruh Kak Abigail, Nathan, dan Nala bersembunyi di basemen. Aku rasa itu agak berlebihan."


Benar. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, Ark memerintah Abigail dan kedua anaknya untuk bersembunyi di ruang bawah tanah. Meski agak pengap dan cukup gelap, tetapi ruang tersebut adalah tempat paling aman.


Sementara itu, Ark tidak langsung menjawab pertanyaan Natasha. Pemuda itu malah menunjuk ke arah bulan purnama. Setelah semua orang melihat ke arah bulan purnama, dia berkata.


"Bulan purnama. Aku rasa, tidak akan sesederhana itu."


"Jadi itu hanya dugaanmu?"


"Ya. Begitulah."


"..."


Jawaban datar Ark yang tidak bisa diandalkan membuat mereka semua kehilangan kata-kata. Saat itu, suara Ark kembali terdengar.


"Bahkan jika tebakanku salah, tidak ada ruginya untuk kita. Kita malah bisa beristirahat sehari. Melepaskan penat dan sedikit santai."


Sementara yang lainnya mengangguk setuju, Natasha mengerutkan kening. Jika diperhatikan dan dibalik, itu berarti apabila ucapan Ark benar, malam ini akan menjadi malam yang panjang. Tidak ada untuk beristirahat apalagi bersantai.


"Ya ... tampaknya itu semua tidak akan terjadi."


Ark berdiri sambil berkata dengan nada mengejek.


Saat anggota lainnya bingung, Jay yang telah melakukan evolusi pertama dan menyerap Miracle Root mendengar sesuatu. Dia mendengar suara makhluk yang berlari terburu-buru menuju ke arah mereka. Pada saat itu juga, dia merasakan firasat buruk.


Menoleh ke arah Ark yang memilih menggunakan tombak daripada dua katana miliknya, dua kemungkinan muncul dalam kepala Jay.


Pertama, musuhnya adalah makhluk berbahaya yang tidak boleh didekati karena racun atau hal semacamnya. Yang terakhir, jumlah musuhnya terlalu banyak, saking banyaknya, menghadapi dengan cara frontal malah melelahkan, jadi lebih baik menjaga jarak dan bertarung dengan aman.

__ADS_1


Jay jelas menduga bahwa kemungkinan terakhir jelas lebih tinggi karena suara yang dia dengar. Hanya saja, ekspresinya berubah saat melihat ke ujung jalan.


Dari kejauhan, tampak tikus sebesar Golden Retriever.


Satu, dua, tiga ... sepuluh, dua puluh ... lima puluh, enam puluh ... seratus.


Ya. Dalam sekali lihat, lebih dari seratus tikus mutan berlari dengan liar dan gila menuju ke arah markas mereka.


Saat itu, Jay sadar bahwa bukan kemungkinan pertama atau terakhir yang benar, tetapi malah keduanya benar!


"Omong kosong suci! Apakah kita harus menghadapi semua ini? Lima melawan lebih dari seratus binatang buas seperti itu?!"


"..."


Mengabaikan ucapan Jay, Ark menatap ke arah lebih dari seratus tikus mutan. Ekspresinya berubah menjadi lebih buruk. Jumlah ini benar-benar berbeda dari dugaannya.


"Masuk ke dalam, tutup gerbangnya. Jangan sampai tertutup seutuhnya, sisakan celah sekitar setengah meter agar tikus-tikus itu bisa masuk."


"Hah?! Apa kamu gila, Ark?!"


Natasha berkata dengan marah. Dia tidak menyangka kalau pria yang dia ikuti akan menjadi segila itu.


Ark berkata dengan ekspresi dingin. Ucapannya sangat tegas, benar-benar tidak berniat untuk ditentang.


Meski agak bingung, mereka semua masih mengangguk dan menuruti ucapan Ark. Mereka semua mundur, masuk ke dalam lalu menutup gerbang, tetapi tidak seutuhnya. Menyisakan sedikit celah yang hanya cukup digunakan seekor tikus lewat.


"Kamu berjaga di kanan, Jay. Aku yang akan berjaga di kiri. Natasha, Stacy, Darin bersiap untuk menghabisi tikus yang lolos."


Ark berkata dengan tenang dan mengambil posisi. Jay juga mengikutinya.


Saat itu, mereka semua menunggu dengan gugup. Beberapa saat kemudian, ratusan tikus mutan langsung menabrak gerbang dengan kuat, membuat gerbang besi yang tebal langsung peok.


Kemudian, satu per satu tikus mulai menerobos masuk. Namun saat itu juga, Ark langsung menusuk dengan kejam tikus mutan. Membunuh dalam satu serangan. Dia terus mengulang gerakan tersebut. Ketika Jay sadar, dia telah melihat bangkai tikus yang menumpuk.


Dia kemudian mengikuti gerakan Ark, berniat untuk mengurangi beban pemuda itu. Hanya saja, mungkin karena kurang terampil atau gugup, dia tidak bisa menghabisi tikus dalam satu serangan. Membuat satu tikus lolos. Untung saja saat itu Stacy sudah siap dan langsung membunuh tikus sekarat yang mencoba melarikan diri.


"Fokus, Jay!!!"


Mendengar teriakan Ark, Jay yang tertegun langsung sadar. Dia langsung menebas dengan kuat sambil berkata.


"Aku mengerti!"

__ADS_1


Meski tampak membosankan, apa yang Ark dan Jay lakukan sangatlah melelahkan serta membutuhkan fokus tinggi. Satu per satu tikus mutan lewat, mereka harus segera menyingkirkannya sebelum tikus lain lewat dan meloloskan diri.


Tubuh kedua pemuda itu berkeringat deras. Meski sudah mengalami evolusi pertama, membunuh puluhan tikus mutan dalam waktu singkat jelas bukan perkara yang mudah.


Saat mereka telah membunuh puluhan tikus mutan sampai menumpuk Seperti bukit kecil, hal mengejutkan terjadi.


Tampak beberapa tikus yang memanjat dinding di kanan dan kiri gerbang.


Melihat pemandangan seperti itu, Ark sadar bahwa Devil's Vines yang masih muda dan kurang lebat tidak bisa menghadang mereka.


"Tsk! Ubah rencana! Kalian bertiga urus tikus yang melewati dinding!"


"Baik!" jawab mereka bertiga serempak.


Sebenarnya mereka bisa saja memilih untuk bersembunyi di basemen menunggu hari berganti. Hanya saja, Ark tahu bahwa menunda tidak berarti menyelesaikan.


Jika mereka semua memilih untuk menunda, apa yang menanti mereka di masa depan adalah jumlah tikus mutan yang lebih banyak dan lebih kuat.


Tikus adalah makhluk dengan reproduksi cepat. Jadi jumlah mereka akan cepat bertambah jika tidak segera dikurangi. Belum lagi, semakin lama bertahan, mereka juga akan semakin kuat dan merepotkan. Khususnya di perkotaan seperti ini.


Jumlah tikus yang bersembunyi di gorong-gorong jelas sangat banyak. Itulah kenapa, tikus mutan adalah salah satu binatang paling merepotkan untuk dihadapi ras manusia.


Bukan karena kekuatan serangan mereka atau racun mereka, tetapi karena jumlah mereka yang terus dan terus bertambah banyak.


Melihat ke arah Natasha, Stacy, dan Darin yang mulai kewalahan menghadapi tikus yang bukannya berkurang tapi malah bertambah, Ark berteriak.


"Ganti rencana! Tutup gerbangnya!!!"


Ark langsung berteriak. Saat itu juga, dia dan Jay langsung mendorong gerbang sampai tertutup lalu menguncinya.


Setelah itu, Ark bergegas untuk membantu tiga orang lainnya. Jay tampak lelah, tetapi juga segera menyusul. Mereka langsung bertarung dengan gerombolan tikus mutan.


Melihat tikus yang melewati pagar tinggi seolah tidak ada habisnya, Jay mengeluh.


"Apakah kita benar-benar harus bertarung sampai pagi?!"


Melihat ke arah sahabatnya, Ark membalas dengan nada datar.


"Ini akan menjadi malam yang panjang ... Kawan-kawan."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2