Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Mainan Menarik


__ADS_3

“Kalian bertengkar karena Jay ingin pergi, kan?”


Setelah makan malam, Ark memanggil Jay dan Mona. Meski tidak berniat mengurus rumah tangga orang, tetapi ada alasan dia tetap ikut campur. Itu karena dia adalah pemimpin kelompok.


“Bukannya aku ingin ikut campur rumah tangga kalian. Namun, kalian berdua tahu kalau pertengkaran kalian mempengaruhi suasana kelompok ekspedisi, kan?”


“...”


Mona dan Jay hanya diam di tempat, sama sekali tidak berani membantah.


“Memang, perasaan adalah sesuatu yang rumit. Aku juga tidak bisa menjamin bisa tenang jika berada di posisi kalian. Namun, aku harap kalian bisa mencoba tidak mempengaruhi suasana kelompok karena akan berdampak pada kemajuan misi kita.


Apakah kalian mengerti?”


“Ya, Ketua!” jawab keduanya serempak.


Mendengar jawaban tersebut, Ark mengangguk ringan. Dia kemudian bersandar pada kursinya sambil menatap dua orang di depannya dengan ekspresi malas.


“Jadi ... apa yang ingin kalian lakukan sekarang? Apakah kalian sudah memutuskannya? Mona?”


Mona yang menunduk terkejut namanya dipanggil. Mengangkat kepalanya, wanita itu menatap Ark dengan ekspresi ragu. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata.


“Saya rasa, di lingkungan asing, khususnya dengan medan yang tidak diketahui seperti ini membuat faktor resiko menjadi lebih tinggi. Menurut informasi, semakin dekat ke pohon raksasa, semakin kuat makhluk yang muncul.


Jika maju ke tempat seperti itu, Jay pasti dalam bahaya. Itu sudah pasti, karena performa kelompok kecuali anda turun drastis. Prajurit level 2 yang terlatih kesulitan mengimbangi musuh di level yang sama.


Biasanya, kita bisa melakukan 5 vs 1 untuk mengisi celah. Namun, di tempat ini, kerjasama semua orang agak berantakan.


Saya takut, jika sampai bertemu dengan makhluk level 4 ... Jay akan berada dalam bahaya. Itulah kenapa saya ingin dia mengikuti saran anda, maju dan mendekat ke arah pohon raksasa perlahan tapi pasti.”


Ark mengangguk ringan, tetapi Jay langsung membalas.


“Jika bertemu dengan makhluk level 4 atau di atasnya, aku akan segera melarikan diri!”


“Itu bukan pilihan, Jay.”


“Eh?” Jay menatap Ark dengan ekspresi bingung.


“Di lingkungan semacam ini, banyak musuh yang pandai bersembunyi. Semakin tinggi levelnya, pasti lebih sulit dideteksi kecuali memiliki kemampuan khusus. Jika bertemu dengan makhluk level 4, kamu mungkin akan menerima cedera fatal sebelum sempat merespon.”


“Aku akan berhati-hati.”


“Kamu? Berhati-hati?” Ark mengangkat alisnya, menatap Jay dengan ekspresi tidak percaya.


“Aku-“


“Bahkan jika berhati-hati, tidak ada yang tahu kedatangan nasib buruk. Alasan itu sudah cukup untuk melarangmu maju sendiri, tapi ...”


Atk mengalihkan pandangannya ke arah Mona. Pada saat itu juga, wanita tersebut langsung menundukkan kepalanya.


“Kamu tahu kalau keluarga Jay ada di kota ini kan, Mona?”

__ADS_1


Mona tidak menjawab. Namun, setelah beberapa saat, dia mengangguk ringan tanpa mengucap sepatah kata.


“Memang, Jay selalu melakukan tindakan sembrono. Meski begitu, aku rasa memikirkan kedua orang tua sama sekali bukan kesalahan. Itu adalah bukti bakti kepada orang tuanya.”


“...”


Baik Jay dan Mona hanya diam. Jay ingin membantah kalau dirinya tidak begitu sembrono, tetapi tidak melakukannya karena merasakan tatapan Ark.


Sementara Mona sendiri merasa ragu. Di satu sisi, dia ingin mendukung Jay. Di sisi lain, dia merasa khawatir atas keselamatan Jay.


“Aku mengizinkan Jay pergi, tetapi tidak hari besok, melainkan dua hari kemudian. Dalam dua hari ini, aku akan mengajari dia apa yang perlu dipelajari. Selain itu, aku juga akan mempersiapkan peralatan yang berguna baginya.”


Mona sebenarnya merasa enggan, tetapi masih mengangguk.


“Saya mengerti.”


Melihat Mona yang menyetujuinya, Jay langsung memeluknya.


“Maafkan aku, Mona. Namun, aku benar-benar mengkhawatirkan kondisi orang tuaku. Tenang saja, aku pasti akan menjaga diri!”


“En.” Mona mengangguk lembut.


Melihat keduanya berpelukan di depannya dan bertingkah begitu manja, sudut bibir Ark berkedut. Entah kenapa, pemuda tersebut merasa suasana hatinya langsung menurun.


‘Aku tahu pemuda seperti kalian memiliki gairah tinggi. Namun, bisakah kalian melihat kondisi? Apakah urat malu kalian sudah putus sampai pamer di depan orang?’


Setelah menghela napas panjang, Ark langsung mengusir mereka berdua. Melihat ke arah langit penuh bintang di luar jendela, pemuda itu bergumam.


***


Dua hari berlalu dalam sekejap mata.


“Untung saja masih sempat.”


Melihat bungkusan hitam di atas meja, Ark berkata dengan wajah puas. Dia kemudian mengambil bungkusan hitam tersebut lalu membawanya keluar dari ruangan.


“Ikuti aku, Jay. Ada yang perlu aku tunjukkan kepadamu.”


Melihat Ark yang tiba-tiba muncul sambil memikul bungkusan hitam, Jay terkejut. Dia jelas telah mempersiapkan semuanya. Pria itu sama sekali tidak menyangka sahabatnya tiba-tiba mengajaknya keluar.


“B-Baik!” balas Jay dengan ekspresi gugup ketika melihat wajah serius Ark.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan markas. Ark dan Jay tidak hanya menjauh dari markas, tetapi juga menghindari area yang telah dibersihkan. Pergi ke pinggir wilayah mereka lalu naik salah satu bangunan tiga lantai yang masih terlihat baik.


“Kenapa kamu bertingkah begitu misterius, Ark? Apa yang ingin kamu tunjukkan kepadaku sampai repot-repot membawaku menjauh?”


Melihat Ark yang tampil misterius, Jay bertanya dengan ekspresi penasaran di wajahnya. Bukannya menjawab pertanyaannya, pemuda itu malah melempar sesuatu ke arahnya.


“Tangkap.”


Melihat benda hitam yang dilemparkan ke arahnya, Jay menangkapnya secara refleks. Melihat benda di tangannya, dia memiringkan kepalanya.

__ADS_1


“Masker?”


Di tangannya, tampak masker hitam dengan bentuk seperti paruh gagak berwarna hitam. Pengerjaannya tampak indah, dan dibuat dari bahan yang tidak diketahui.


“Ya.” Ark menggunakan masker yang sama dengan milik Jay. “Kamu harus memakainya jika tidak ingin terluka.”


“Ini ... agak berat?” gumam Jay.


“Tentu saja agak berat. Memangnya aku membuat bentuk semacam itu hanya karena gayanya? Di bagian depan, ada berbagai jenis racikan herbal khusus. Tidak hanya menetralkan racun, tetapi juga membuat otakmu bisa lebih fokus.”


“Racun?” tanya Jay dengan mata terbelalak.


“Kamu akan melihatnya.”


Melihat Jay telah memakai masker, Ark langsung membuka bungkusan hitam. Melihat apa yang ada di dalamnya, Jay terkejut.


“Long Sword? Tunggu! Kenapa bagian tengah sampai ujung pedang tampaknya memiliki ronga?”


Di balik kain hitam, tampak long sword berwarna kelabu dengan garis hitam di bagian tengah, dari pangkal sampai ujung.


“Karena memang ada kegunaannya.”


Setelah mengatakan itu, Ark mengeluarkan tiga bungkusan kecil lalu membukanya, menunjukkan sosis mini berwarna hitam. Mirip dengan arang


Pemuda itu kemudian memasukkan tiga tiga batu hitam itu ke dalam lubang. Dengan suara klik, ketiganya masuk ke dalam pedang.


Ark mencoba menebas beberapa kali, dan mengangguk puas karena karyanya tidak gagal. Pemuda itu kemudian mengeluarkan batang hitam seukuran jari, biasanya digunakan untuk menyalakan api.


Di depan tatapan terkejut Jay, Ark langsung menggosok pematik api tepat di garis hitam dengan kecepatan luar biasa.


Ding!


Bersama dengan suara seindah lonceng, percikan api muncul, lalu disusul dengan kobaran api oranye yang menyelimuti bagian ujung bilah sampai bagian tengah.


Cahaya jingga dan panas langsung membuat Jay terkejut. Saat itu, suara Ark kembali terdengar.


“Api jingga hampir kuning. Suhu sekitar 900 sampai 1000 derajat celcius. Karena bagian ujung sampai tengah dibuat dengan bahan khusus, sama sekali tidak perlu khawatir rusak atau panas menyebar ke tangan.”


Setelah mengatakan itu, Ark mulai menggunakan pedang tersebut. Dia segera membuat gerakan menebas, cahaya jingga menari-nari menggantikan mentari pagi yang belum menampakkan wujuhnya.


“Dengan suhu seperti ini, sebagian makhluk level rendah bisa diatasi tanpa menggunakan banyak kekuatan. Selain itu, asap tipis yang keluar mengandung racun yang bisa melumpuhkan. Racun tersebut menyebar ke bilah, bisa digunakan untuk melumpuhkan makhluk level 2.


Namanya Burning Star Sword I. Aku ingin menggunakannya sendiri, tetapi karena kamu akan pergi. Ini akan menjadi milikmu.”


Swoosh!


Ujung pedang muncul kurang dari 20 cm di depan wajah Jay. Melihat nyala api yang begitu panas terasa di kulitnya, pria itu benar benar terpana.


Saat itu juga, Ark menyeringai di balik maskernya sambil berkata.


“Mainan yang sangat menarik, bukan?”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2