Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Agar Bisa Bertahan


__ADS_3

Melihat ke arah orang-orang yang akhirnya menyetujui Evans sebagai ketua baru mereka, Ark mengangguk ringan. Dia melirik beberapa orang dalam diam.


“Apakah ada yang salah, Bos? Apakah kamu tertarik untuk merekrut mereka?”


“Bukan apa-apa,” balas Ark santai.


Leon melihat ke arah Ark yang tidak membalas, hanya mengangkat bahu dan tidak terlalu berpikir. Sementara itu, anggota lain sibuk memperhatikan kelompok baru yang akan terbentuk. Tampaknya sudah tidak begitu memikirkan apa yang akan Ark lakukan. Lagipula, mereka sama sekali tidak bisa menebak cara bepikir sang ketua.


Ark berdiri lalu mulai mengumumkan.


“Karena sudah diputuskan, maka kelompok baru ini akan ditangani oleh Evans. Sedangkan wakil ketua ... biarkan Natalia mengambil posisi itu.”


Mendengar perkataan Ark, banyak orang langsung menatap ke arah Natalia. Para laki-laki tampaknya kesal karena perempuan yang dipilih sebagai wakil ketua. Sedangkan para perempuan merasa cemburu, mereka merasa iri karena Hades tampaknya cukup tertarik dengan gadis itu.


Natalia sendiri juga bingung. Meski mendapatkan posisi bagus, dia juga tahu kalau tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini. Hal tersebut membuat gadis itu merasa cemas. Dia ingin menolak posisi itu, tetapi sama sekali tidak berani melakukannya.


Natalia membenci Sword of Sufferings dan Evans. Dia ingin mengetahui apa yang tersembunyi dalam kegelapan. Gadis itu ingin menemukan beberapa pertanyaan yang membuatnya ragu. Itulah kenapa akhirnya dia memilih untuk diam, mempersiapkan diri untuk menerima semuanya.


Melihat ke arah Ark yang sedang menatapnya, gadis itu hanya bisa menggertakkan gigi dalam diam.


“Kalau begitu sisanya akan aku serahkan padamu, Evans.”


Setelah mengatakan itu, Ark bangkit lalu pergi bersama rekan-rekannya. Dia berencana untuk mencari berbagai sumber makanan di sekitar markas rahasia berada. Lagipula, sebagai makhluk hidup, mereka masih membutuhkan makanan dan air.


Selain itu, Ark juga berencana untuk mencari beberapa beast untuk diburu. Dia berusaha sebaik mungkin agar tubuhnya bisa pulih sebelum pertempuran besar terjadi. Pemuda itu tidak ingin memiliki faktor resiko yang tidak diketahui ketika perang terjadi.


***


Sekitar satu jam kemudian.


“Sudah kubilang, aku sama sekali tidak perlu perawatanmu.”


Natalia menatap Evans dengan ekspresi kesal. Sekarang pemuda itu merawat luka di telapak tangannya. Membersihkan, mengobati, lalu menutupnya dengan kain bersih.


Mendengar Natalia yang terus mengeluh, Evans tidak bisa tidak berkata.


“Bisakah kamu diam saja? Kamu terlalu berisik. Padahal aku berpikir kalau Saul atau beberapa senior berpengalaman yang akan menjadi wakil ketua cabang. Aku tidak tahu kenapa Tuan Hades memilihmu, yang pasti ...


Karena kamu penting, kamu harus dirawat dengan baik.”


Setelah mengobati telapak tangan dan kaki gadis itu, Evans menggendongnya. Karena begitu tiba-tiba, Natalia langsung berteriak. Banyak orang yang melihat ke arah mereka. Menahan rasa malu, gadis itu memelototi Evans.


“Apa yang kamu lakukan?”

__ADS_1


“Memindahkanmu. Memangnya apa lagi? Biarkan kamu berjemur sampai kering?”


“...” Natalia menggertakkan gigi.


“Jangan terlalu banyak berpikir. Apa yang perlu kamu lakukan hanyalah mengerjakan tugasmu. Tidak kurang, tidak lebih.”


Digendong oleh Evans, Natalia akhirnya diam. Saat dibawa pergi ke ruangan untuk beristirahat, gadis itu tiba-tiba bertanya.


“Kekuatanmu itu tidak normal. Apakah kamu mendapatkannya dari Sword of Sufferings? Apakah kami juga bisa mendapatkan kekuatan seperti itu?” ucap Natalia pelan.


“Aku tidak tahu rencana Tuan Hades. Namun aku yakin, kalian pasti mendapatkan kekuatan semacam itu.”


“Kenapa kamu bisa tahu?” tanya Natalia saat menatap tepat di mata Evans.


Merasakan tatapan itu, Evans tersenyum misterius. Pemuda itu kemudian menjawab.


“Rahasia.”


***


Malam harinya.


“Apa yang harus aku lakukan kemudian, Kak?”


“Lakukan sesukamu.”


“Eh?” Mata Evans terbelalak. “Kamu bercanda kan, Kak? Aku sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam memimpin. Selain itu, ini juga menyangkut nyawa banyak orang.”


“Aku bilang, lakukan sesukamu. Semua pengalaman datang dengan latihan. Sedangkan untuk nyawa? Aku tidak peduli jika mereka mati. Namun kamu berbeda, jika kamu peduli karena sudah mengenal mereka ...


Maka pikirkan semuanya dengan baik dan buat keputusan tepat. Nyawa mereka berada di tanganmu.”


“...”


Mendengar jawaban kakaknya yang begitu asal-asalan membuat Evans berkeringat dingin. Dia tahu kalau kakaknya memang tak acuh dan tidak memiliki banyak ketertarikan pada hal-hal duniawi. Namun, berpikir kalau dirinya harus belajar kepemimpinan dengan langsung menanggung nyawa ratusan orang membuat Evans mengeluh dalam hati.


‘Mengajar dengan cara seperti ini ... terlalu berlebihan, bukan?’


Evans menghela napas panjang. Dia tahu kalau Ark akan tetap menjadi Ark. Seperti apapun pemuda itu mengeluh, kakaknya tidak akan begitu peduli. Sang kakak sendiri seperti itu sejak dulu. Entah ketika mendapatkan nilau buruk ketika sekolah, bertindak cukup boros, dan melakukan beberapa kesalahan ... orang itu tidak akan peduli.


Apa yang membuat Ark tergerak biasanya ketika dirinya terancam. Ketika dia kelaparan, sang kakak akan mencoba mencari sesuatu agar dia bisa makan. Ketika dia disakiti dan dibully, sang kakak akan membalas untuknya. Bukan hanya memukul anak-anak yang menyakitinya, tetapi berani bertarung dengan kakak atau bahkan orang tua mereka.


‘Jika aku ingat-ingat, meski tampak malas dan tak acuh, ternyata kakak juga memiliki sisi kejam?’

__ADS_1


Evans menghela napas panjang. Jika itu anak lain yang nakal, cara Ark memanjakan adiknya mungkin bisa menyesatkan sang adik. Entah Evans bisa menjadi seperti itu karena kehilangan orang tuanya dan terpaksa menjadi dewasa sebelum waktunya, atau memang itu adalah sifat bawaan lahir, dia sendiri tidak tahu. Yang pasti ... dia bersyukur bahwa dirinya adik Ark.


“Omong-omong, apakah kamu tertarik dengan Natalia, Kak?”


Setelah menanyakan itu, Evans menoleh ke arah kakaknya. Namun saat itu, di hanya bisa melihat Ark memandangnya seperti sedang melihat orang bodoh, atau bahkan primata langka di kebun binatang.


“A-Apa ada yang salah?” tanya Evans.


“Apakah kamu bodoh?”


“...” Evans tertegun.


Melihat ekspresi adiknya, Ark menggelengkan kepalanya.


“Alasan kenapa aku memilih Natalia sebagai wakilmu bukan karena penampilannya. Apakah menurutmu aku akan kekurangan seorang wanita jika memang mau mencari?”


“...” Ucapan Ark agak sombong dan menjengkelkan, tetapi Evans tidak bisa menyangkalnya.


“Alasan kenapa aku memilih gadis itu karena bisa melengkapimu.”


“Apakah itu perjodohan legendaris atau semacamnya, Kak? Haruskah- Aduh!”


Evans melihat ke arah Ark yang memukul kepalanya dengan ekspresi tercengang. Saat itu, suara datar dan membosankan terdengar.


“Apakah kamu keracunan hal-hal semacam itu? Apakah kepalamu dipenuhi ladang bunga indah bertebaran atau semacamnya? Kenapa kamu bisa bertahan begitu lama dengan otak semacam itu?”


“...”


Entah kenapa, ucapan Ark benar-benar terasa seperti tikaman pisau. Evans merasa cukup percaya diri dengan otaknya. Meski alasan dia bertahan sampai sekarang adalah pengorbanan sahabat-sahabatnya dan keberuntungannya, tetapi pemuda itu tidak merasa dirinya bodoh.


“Alasan kenapa aku memilihnya karena dia memang sudah terbiasa dengan leadership. Gadis itu bisa membantumu melakukan banyak hal dibandingkan orang lain yang hanya memiliki potensi pengembangan. Pengalamannya berguna, jadi kamu harus belajar banyak darinya, dan di awal ...


Kamu bisa lebih mengandalkannya.”


Setelah itu, suara Ark menjadi semakin dingin.


“Kamu harus menyerap berbagai pengetahuan dan mengambil banyak hal baik dari pengalamanmu sendiri atau orang lain. Dengan begitu, kamu bisa berkembang.


Yang kuat memangsa yang lemah, memperkuat diri dengan segala cara ...”


“Begitulah cara agar kita bisa terus bertahan.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2