
Puas dengan hasil penelitian, Ark kemudian bersiap untuk menjalankan rutinitas harian seperti biasa.
Kali ini bukan hanya lima skill, tetapi fisiknya juga telah berkali-kali lipat lebih kuat. Tidak hanya itu, tetapi kekuatan telekinesis miliknya juga menjadi lebih kuat.
Hampir sama dengan sebelumnya, tetapi perbedaan hanya dalam jarak.
Jarak empat kali dan berat sepuluh kali!
Jika sebelum Ark bisa mengendalikan benda dengan jarak lima meter dan berat 1,5 kilogram. Sekarang Ark bisa mengendalikan benda dengan jarak 20 meter dan berat 25 kilogram. Sudah menjadi kemampuan yang sangat keterlaluan!
"Jika ini terus berlanjut ..."
Memikirkan kemampuan telekinesis yang berkali-kali lipat dibandingkan dengan orang-orang yang dianggap berbakat, Ark merasa bersyukur sekaligus sedih. Rasanya, kemampuan telekinesis miliknya berevolusi menjadi lebih kuat karena bantuan Anya. Sangat kuat, tetapi membuatnya selalu mengingat gadis itu.
Rasanya tidak bisa lepas dan terus terikat kepadanya!
Pada saat Ark melakukan pekerjaan harian seperti biasa, Old Franky menghampirinya.
"Apakah kamu masih melakukan eksperimen dengan racun, Ketua?"
"Kenapa?" Ark balik bertanya.
"Aku tahu salah satu kemampuan barumu adalah ketahanan atas racun. Namun aku rasa, lebih baik tidak terlalu memaksakan diri.
Jika kamu menjadi penguji racun. Akibatnya akan menjadi fatal jika ternyata skill yang kamu miliki tidak bisa menahan racun itu.
Aku tahu kamu mencoba memilah apa yang bisa dimakan dan tidak untuk kami semua. Namun kamu juga harus memikirkan diri sendiri."
Old Franky menasihati. Dia tidak pernah menyangka kalau pemuda yang tampak dingin dan kejam itu ternyata baik. Tidak hanya menyelamatkan cucunya, Ark mau menjadi penguji racun untuk mereka!
Ya ... setidaknya itulah yang Old Franky pikirkan.
"..."
Ark hanya diam. Dia sama sekali tidak ingin banyak menjelaskan. Memiliki lebih banyak kartu truf itu baik, jadi dia tidak menjelaskan semua skill yang dia dapatkan kepada mereka semua.
Sebenarnya, alasan kenapa Ark mencoba berbagai kombinasi racun bukan hanya untuk menguji kekebalan racun miliknya. Namun juga memperkuat efek kekebalan dan juga memperkuat kandungan racun dalam tubuhnya.
Ya! Ark berusaha membuat racun yang lebih dan lebih mematikan. Ingin membuat racun yang bisa membunuh musuh hanya dalam sekali goresan!
Hanya saja, itu memerlukan waktu dan banyak penelitian.
Belum lagi, skill tersebut tidak bisa digunakan untuk membunuh mangsa. Alasannya sederhana, mangsa yang dibunuh dengan racun tidak bisa dimakan karena racun menyebar di seluruh tubuhnya. Jadi pada akhirnya, Ark hanya bisa menggunakannya untuk melawan musuh yang tidak bisa dimakan ...
Atau manusia!
"Terima kasih, Old Franky. Aku tidak akan memaksakan diri."
__ADS_1
Ark membalas santai.
"Baguslah kalau kamu mengerti."
Old Franky mengangguk lega. Dia tidak ingin pemuda berbakat seperti Ark mati. Terlebih lagi, pria tua itu tidak ingin pohon yang dia naungi roboh!
Setelah menyelesaikan tugas harian seperti biasa, Ark memanggil Yonas, Shani, dan Vadim untuk pergi ke ruangan rapat di lantai dua.
***
Sore hari, dalam ruangan rapat.
"Duduk."
Ark berkata sembari melihat ke arah Yonas, Shani, dan Vadim. Mengikuti perkataannya, mereka bertiga pun duduk.
"Aku akan langsung mengatakan semuanya tanpa perlu basa-basi.
Jujur saja, aku tidak begitu akrab dengan kalian bertiga. Aku juga tidak begitu memercayai kalian. Itulah sebabnya aku tidak mengizinkan Shani untuk mengonsumsi ramuan evolusi. Sama seperti Old Franky. Keduanya bisa dibilang sandera.
Jika kalian berdua (Yonas dan Vadim) membelot, aku akan langsung menghabisi Shani sebelum mengejar dan membunuh kalian berdua. Begitu juga jika Lisa melakukan hal yang sama.
Akan tetapi, sekarang kasusnya berbeda. Lisa dan Old Franky telah membuktikan bahwa mereka benar-benar bagian dari Sword of Sufferings. Memiliki rasa memiliki terhadap kelompok kecil ini.
Meski aku cukup mengerti ketulusan kalian, aku masih memerlukan bukti."
"Bukti apa yang anda inginkan, Ketua?"
"Hanya hal sepele." Ark mengangkat bahu. "Aku ingin kalian berdua menyelesaikan sebuah tugas sementara Shani tetap tinggal di tempat ini."
"Tugas?"
"Benar. Tentu saja, jika kalian berhasil, ada hadiah yang akan menunggu. Pertama, Shani akan diizinkan untuk mendapatkan ramuan evolusi.
Selain itu, aku akan meminta Jay untuk membantu kalian ketika melawan zombie spesial, mendapatkan Miracle Root untuk kalian.
Ya. Sebenarnya awalnya aku tidak ingin kalian mendapatkan Miracle Root. Jika ingin, kalian bisa melakukan perburuan sendiri. Namun, jika kalian berhasil menyelesaikan misi, aku akan memberi bantuan sehingga kalian tidak perlu khawatir mati dalam proses bertarung melawan zombie spesial."
Bukan hanya Shani, Yonas dan Vadim juga tampak bersemangat ketika mendengar ucapan Ark. Namun mereka juga sadar bahwa tidak ada makan siang gratis di dunia. Khususnya di dunia yang kacau ini.
"Tolong katakan, apa misi kami, Ketua? Kami berdua akan berusaha menyelesaikannya!"
Ark bertepuk tangan dengan ekspresi santai. Menatap ketiga orang di depannya, dia berkata.
"Bagus. Setidaknya kalian memiliki semangat yang kuat.
Tiga hari dari sekarang, kita akan kembali menuju ke taman kota. Kita akan mencari lebih banyak tanaman berharga dan membawanya kembali. Ini akan aku umumkan nanti setelah makan malam.
__ADS_1
Sedangkan misi kalian akan dilakukan setelah kita menyelesaikan tugas bersama ini.
Sebenarnya misi ini mudah. Dengan kekuatan kalian, asalkan berhati-hati, kalian akan baik-baik saja. Misi kalian adalah—"
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu Ark terdiam. Menarik napas dalam-dalam, dia kemudian berkata.
"Masuk."
Pintu terbuka dan sosok Jay masuk ke dalam ruangan. Melihat empat orang dalam ruangan, pria itu tampak ragu.
"Ada apa, Jay?"
"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan, Ark. Aku sudah memikirkannya cukup lama. Aku memutuskan untuk mengatakannya sekarang."
"Apakah ada sesuatu yang terjadi?"
Ark mengangkat alisnya. Dia curiga kalau sahabatnya yang ceroboh mengonsumsi tanaman asal-asalan dan keracunan. Mungkin terlibat hal berantakan lainnya.
Saat itu, Jay yang memiliki ekspresi tegas berkata.
"Sebenarnya aku merasa pedangmu cukup keren. Bolehkah aku—"
"Tidak." Ark langsung menyela dengan nada dingin.
"Bagaimana dengan anggur yang kamu buat bulan lalu? Sepertinya sudah bisa dikonsumsi. Bolehkah aku—"
"ENYAH!!!"
Ark menggebrak meja dengan urat nadi di dahinya. Benar-benar tidak sabar karena sahabatnya muncul dan menyela pembicaraannya hanya untuk menanyakan hal-hal tidak penting.
"Cih. Masih pelit seperti biasa," gumam Jay yang pergi dengan ekspresi kecewa.
Setelah pintu kembali ditutup, Ark bersandar pada kursinya dengan ekspresi lelah. Pemuda itu menghela napas panjang. Merasa agak tertekan karena momentum yang dia buat sebelumnya benar-benar dikacaukan olehnya.
Memegang keningnya, Ark kembali berkata dengan nada monoton.
"Misi kalian berdua adalah mencari informasi. Menanyakan semua kejadian yang terjadi di seluruh kota. Kalian tidak perlu berkeliling, cukup cari berita sebanyak-banyaknya dalam waktu yang ditentukan.
Semakin banyak dan semakin bisa dipercaya informasinya, semakin baik penilaian kalian. Intinya, aku ingin kalian lebih banyak berkontribusi kepada kelompok. Bukan hanya menerima, karena ini bukan lembaga amal."
Ark menghela napas. Pemuda itu kemudian membuat gerakan mengusir dengan tangan kiri sambil berkata.
"Itu saja. Kalian boleh pergi."
>> Bersambung.
__ADS_1