
Sementara itu, di markas Sword of Sufferings.
"Hey, Natasha ... Ketua pasti akan kembali, kan?"
Mendengar pertanyaan saudari iparnya, Natasha memasang ekspresi rumit. Dia juga mengerti perasaan Abigail. Meski tidak menunjukkannya dengan jelas seperti Stacy, Kurona, dan Shirona ... Natasha tahu kalau Abigail juga menyukai Ark.
Lagipula, meski diam, dia juga memiliki perasaan yang sama!
Hanya saja, ekspresi Natasha menjadi rumit. Bahkan jika kakaknya telah meninggal, tetapi sebelumnya Abigail adalah istri kakaknya sendiri. Meski dia juga tahu kalau saudaranya tidak bisa diandalkan dan jarang kembali, tetapi tetap saja ... Itu adalah saudaranya sendiri.
Natasha sendiri kesal karena Ark telah mengambil keuntungan darinya, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Rasanya benar-benar hanya dipermainkan. Namun dia sendiri juga sadar, pasti banyak perempuan yang akan menyukai pemuda tampan dan kuat seperti itu. Khususnya di dunia kacau dan semuanya harus dibicarakan dengan kekuatan.
Meski kejam, dingin, dan melakukan berbagai hal buruk dengan alasan yang hanya dia ketahui sendiri, tetapi pada saat yang dibutuhkan ... Ark adalah yang pertama kali berdiri di depan orang-orang.
Tipe yang baru muncul saat benar-benar dibutuhkan!
Mengingat kenangan dari pertama kali mereka bertemu sampai sekarang, lalu membayangkan Ark tidak pernah kembali, tangan Natasha tanpa sadar mengepal erat. Meski berkali-kali menyakinkan diri kalau pemuda itu akan kembali dengan selamat, apa yang terjadi terakhir kali membuatnya cemas dan tidak yakin.
Sama seperti orang-orang yang ingin bertarung di garis depan di sisinya, Natasha juga menginginkan hal tersebut.
Hanya saja, sejak awal Ark tidak mengizinkannya pergi. Alasannya selalu sama, yaitu karena dirinya terlalu lembut. Tidak membunuh orang karena tahu hal semacam itu salah.
Perilaku seperti itu mungkin tidak begitu berpengaruh saat bertarung dengan para monster, tetapi masih menjadi merepotkan jika harus berhadapan dengan manusia lainnya.
Mengingat sosok Ark, Natasha memeras senyum di wajahnya dan berkata untuk menyakinkan Abigail dan dirinya sendiri.
"Orang itu benar-benar sulit dibunuh, jadi pasti dia akan baik-baik saja."
***
Sementara itu, di lokasi tidak jauh dari rumah sakit kota.
Sosok Jay memimpin 50 anggota Sword of Sufferings dan 200 orang dari dua kelompok lain. Dia bertugas untuk berurusan dengan para zombie yang membuat masalah.
Meski jumlah pasukannya sedikit, mereka lebih dari cukup untuk menekan para zombie biasa. Sedangkan yang lebih kuat, dia dan anggota Sword of Sufferings lainnya akan mengurusnya. Memang agak merepotkan, tetapi masih bisa dilakukan.
"Hey, aku tidak menyangka kalau orang itu akan mengirimmu ke sini, Vadim."
__ADS_1
Melihat Vadim yang datang dengan 10 prajurit tingkat dua, Jay cukup terkejut. Lagipula, pria itu masih sangat berguna dalam membantu meringankan beban perang melawan para semut bermutasi.
"Meski zombie tidak tampak begitu berbahaya, tetapi mereka juga bisa menjadi merepotkan jika tidak ditangani dengan benar. Ketua memintaku membantumu dalam mengurus para zombie. Dia juga mengirim Saito, Draco, dan Leon untuk membantu menekan para zombie di sekitar stadion.
Sama sekali tidak ingin membuat kesalahan kecil dan mengacaukan perang."
Mendengar perkataan Vadim, Jay mengangguk dengan seringai di wajahnya.
"Itu benar-benar gayanya."
Setelah mengatakan itu, ekspresi Jay berubah menjadi lebih berat. Dia menarik napas dalam-dalam sebelum berkata.
"Aku tidak tahu kenapa dia membagi tugas dengan cara seperti ini. Meski Lisa, Stacy, Darin, dan Yonas kuat, tetapi jumlah musuh yang bisa mereka lawan terbatas. Meski ada 150 prajurit dan tambahan para husky, tetap saja pertempuran akan menjadi sulit.
Terlebih lagi, orang gila itu benar-benar berencana untuk melawan Raja Semut. Aku tidak tahu obat macam apa yang dia minum sehingga pikirannya begitu berantakan. Aku hanya bisa berharap kalau mereka akan baik-baik saja.
Khususnya Ark yang harus melawan makhluk itu."
Mendengar ucapan Jay, ekspresi Vadim menjadi lebih serius. Setelah Jay berhenti berbicara, dia langsung bertanya.
"Apakah makhluk itu benar-benar kuat, Wakil Ketua? Apakah kalian tidak kalah karena disergap, lagipula, kekuatan kalian berempat sudah sangat luar biasa?"
"Raja Semut ... dia benar-benar sangat kuat!"
Evaluasi berlebihan dari orang terkuat nomor dua di Sword of Sufferings tersebut langsung membuat Vadim terkejut. Benar-benar tidak menyangka kalau musuh sekuat itu bisa muncul.
***
Kembali ke garis depan, tempat persiapan pertahanan kota dalam menghadapi invasi para semut bermutasi.
Setelah makan malam, Ark mengumpulkan Lisa, Stacy, Darin, dan Yonas.
Mereka semua berkumpul di atap sebuah gedung sambil menatap hutan dan gurun pasir di kejauhan.
"Kenapa kamu tiba-tiba memanggil kami, Kak?"
Mendengar pertanyaan Lisa, Ark menoleh dengan ekspresi serius di wajahnya.
__ADS_1
"Apakah kamu benar-benar tidak berniat untuk kembali, Lisa? Selama kamu menjaga markas, kamu lebih aman. Kamu pasti tahu betapa Old Franky mengkhawatirkanmu.
Stacy, Darin, Yonas ... kalian juga sama. Jika kalian ingin, aku bisa mengirim kalian mundur. Masih ada kesempatan dan belum terlambat."
"Apa yang kamu bicarakan, Kak? Bukankah aku sudah mengatakannya sebelumnya? Aku akan tetap tinggal di sini." Lisa langsung menjawab tegas.
"Saya akan hidup dan mati bersama dengan anda, Tuan." Stacy berkata dengan ekspresi penuh tekad.
"Tenang saja, Ketua. Aku sama sekali tidak akan menyesali keputusan ini." Darin menyeringai. "Lagipula, berjuang dengan para anak didik ku juga merupakan suatu hal yang menyenangkan."
"..." Yonas tidak banyak bicara, tetapi mengangguk dengan ekspresi serius.
"Kalian ..."
Ark tidak bisa tidak menghela napas panjang. Dia merasa bersyukur bisa mengumpulkan orang-orang seperti mereka di bawahnya. Hal tersebut membuat tekadnya dalam melawan Raja Semut menjadi semakin kuat.
"Kalau begitu ingatlah apa yang aku katakan sebelumnya." Ark berkata dengan ekspresi serius.
Empat orang itu langsung tertegun. Mereka melihat ke arah Ark dengan ekspresi tidak percaya. Tidak menyangka kalau sang ketua benar-benar berencana melakukan hal ekstrem semacam itu.
"Sekali dilakukan, dampaknya mungkin sangat besar, Ketua. Jika sampai menyebar ..." Darin menjadi lebih serius.
"Kita akan mengambil resiko, Darin. Karena mereka semua akan datang menyerang, kita tidak akan tinggal diam.
Bagi yang datang, tidak perlu pergi! Bahkan jika artinya kita harus mati dalam menahan mereka di sini!"
Melihat orang-orang yang terkejut, Ark terkekeh. Dia kemudian melanjutkan.
"Tentu saja, kota pasti tidak akan rusak karena sudah ada pembatasan. Namun, kita harus menerima resiko dimana persediaan kita mungkin akan berkurang."
"Berkurang bukan berarti tidak memiliki. Kita bisa mencari cara untuk menambahnya. Lagipula, itu lebih baik daripada kematian."
Lisa menyeringai. Melihat ke arah Lisa, orang-orang mengangguk. Saat itu, suara melengking terdengar dari langit.
Bukan hanya Ark dan rekan-rekannya, tetapi juga orang-orang yang sedang beristirahat di bawah juga mendengarnya.
Melihat Huginn dan Muninn terbang di langit sambil terus memberi peringatan, semua orang langsung berdiri lalu bergegas untuk bersiap karena ...
__ADS_1
Mereka tahu kalau makhluk-makhluk itu akhirnya datang!
>> Bersambung.