
“Kakek!”
Ascot tersenyum masam. Dia tampak begitu bersyukur karena Wendell mendukungnya. Namun pria itu juga merasa agak tertekan karena terlalu mengandalkan kekuatan kakeknya.
Bisa dibilang, alasan kenapa Ascot bisa menjadi wakil ketua Imperial Phoenix juga ada hubungannya dengan Wendell.
Ascot sendiri sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa. Bukan hanya cerdas dan memiliki pendidikan baik, dia juga mempunyai berbagai keterampilan. Hanya saja, pria itu belum membuat nama untuk dirinya sendiri.
“Aku tidak membelamu hanya karena kamu cucuku. Namun perkataanmu memang benar. Sekarang kita harus fokus mempertahankan Imperial Phoenix. Setelah melewati gelombang masalah ini, barulah kita melakukan langkah berikutnya.”
“Ya!”
Ascot mengangguk dengan ekspresi serius, tampak seperti seorang cucu yang telah diajari.
Derek hanya mendecak secara diam-diam sementara Cassandra mengerutkan kening. Walau kemampuan Ascot lumayan baik, tetapi kepribadiannya sama sekali tidak cocok untuk menjadi pemimpin. Bagi mereka, orang itu tidak tampak seperti ketua yang bisa dicontoh.
“Kalau begitu, sekarang kita akan membicarakan Golden Maple Group. Bagi kalian yang mengetahui cerita lengkapnya, katakan saja. Meski lelaki tua ini tidak bisa mendapatkan menjawab dengan pasti, setidaknya bisa mencoba memberi sedikit saran.”
Wendell kembali berbicara. Dari cara berbicara begitu ramah, lelaki tua itu sama sekali tidak tampak menyeramkan. Namun, orang-orang masih menganggap ucapannya serius dan bisa diandalkan.
Lagipula, pencapaian lelaki tua tersebut semasa hidupnya sama sekali tidak kecil!
“Jika berbicara soal Golden Maple Group, maka kita akan harus menandai beberapa orang yang perlu diwaspadai kan? Menurutku, kita harus mengawasi pergerakan Rhodez dan beberapa petinggi lain.
Chris dan Chelsea memang berbahaya, tetapi mereka tidak perlu terlalu dipikirkan. Chris terluka parah sementara Chelsea jarang keluar, hanya duduk di ruangannya dan mengotak-atik botol kaca.”
Ascot berkata dengan ekspresi serius di wajahnya. Tampaknya cukup percaya diri dengan perkiraannya.
“Memang.” Roldan mengangguk. “Namun, kita juga harus mewaspadai apa yang ilmuwan jenius itu buat. Penawar racun, racun, dan berbagai obat yang dia buat bisa mempengaruhi akhir pertempuran.”
“Meski Golden Maple Group perlu diawasi, tetapi kita juga harus memperhatikan beberapa ‘tetangga’ lain. Dibandingkan Golden Maple Group dan Imperial Phoenix yang mendapatkan beberapa kerugian, mereka masih utuh.
Para hyena itu bisa saja mencari masalah di perairan keruh.”
Walau sombong dan egois, Derek masih memiliki otak. Pria itu sangat mementingkan bahaya yang bisa merusak kemakmurannya. Jelas tidak akan membiarkan hal semacam itu terjadi begitu saja.
“Kalian benar. Namun, aku harap kalian mempertimbangkan hal lain.”
Cassandra berkata dengan suara khidmat. Tampaknya lebih serius dibandingkan sebelumnya.
__ADS_1
Saat itu juga, semua orang menatap ke arah Cassandra. Bahkan Wendell mengangkat alisnya, menatap ke arah wanita itu dengan ekspresi penasaran.
“Kalian harus memikirkan putra Chris dan Lara yang memiliki kekuatan luar biasa. Selain itu, ada juga Sword of Sufferings yang ada di belakangnya.”
“Apakah kelompok yang datang dari luar kota itu?” Wendell terlihat cukup penasaran.
“Ya.” Cassandra mengangguk berat. “Jumlah mereka tidak banyak, tetapi mereka jelas berisi para elit. Aku, Kron, dan Roldan pernah bertemu dengan mereka. Orang-orang itu sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata.”
Roldan yang tampak tenang mengangguk ringan. Merasakan tatapan Wendell, dia menghela napas lalu menjelaskan.
“Mereka memang berbahaya seperti yang Ketua katakan. Bahkan, menurut berita terbaru, tampaknya mereka memukul mundur dan melukai Cursed Berserkers cukup parah.”
“Oh? Apakah alasan orang-orang barbar itu diam beberapa waktu adalah kelompok itu? Sepertinya aku meremehkan mereka.” Derek tampak cukup terkejut.
“Apakah kalian tidak mencoba menghubungi mereka? Kita bisa membuat kerja sama dengan mereka.”
Daripada orang-orang yang fokus pada betapa berbahayanya Sword of Sufferings, Wendell penasaran kenapa mereka tidak mencoba memanfaatkan kekuatan mereka.
“Ketua kelompok itu menolak. Bukan hanya menolak Imperial Phoenix, tetapi aku dengar mereka juga menolak Golden Maple Group.
Dari mulut pria itu, aku mendengar kalau Sword of Sufferings adalah organisasi netral dan tidak memihak siapapun. Tampaknya ada alasan lain datang ke kota ini.”
“Kalian terlalu pemalu.” Wendell menggelengkan kepalanya.
“Maksud anda?” tanya Cassandra dengan ekspresi bingung.
“Jika mereka menolak, itu berarti kita kekurangan ketulusan. Oleh karena itu, kita harus menaikkan harga.
Cobalah berhubungan dengan mereka lewat barter. Mereka belum lama tiba dan kekurangan sumber daya. Kita bisa menukarnya dengan sesuatu yang berguna. Bisa sampai kota ini dari kota lain bukan hal mudah. Ada yang bisa kita ambil dari mereka.
Selain itu, setelah kita melakukan barter cukup lama, pasti ada keuntungan. Bahkan jika secara resmi kita tidak menjadi aliansi mereka, tetapi hubungan tetap berkembang. Jika Imperial Phoenix diserang, mereka akan membantu.
Alasannya?
Tentu saja karena mereka tidak akan membiarkan pelanggan besar mereka dimusnahkan. Jadi mereka membantu karena keuntungan.”
Mendengar penjelasan Wendell yang begitu santai tetapi juga mendetail, semua orang dalam ruangan menghirup napas dingin. Tidak bisa tidak mengagumi lelaki tua itu dalam hati mereka.
Memang, cabai tua lebih pedas!
__ADS_1
Pengalaman, kebijaksanaan, dan cara membuat keputusan berada di tingkat berbeda dibandingkan mereka.
***
Beberapa jam kemudian.
Ark dan Aisha pergi meninggalkan markas Imperial Phoenix dengan cukup puas. Bukan hanya mendapatkan beberapa barang berharga, mereka juga menerima informasi penting sekaligus mengenal beberapa petinggi kelompok itu lebih baik.
“Apakah kamu tidak memiliki rencana untuk membantu mereka Ark? Tampaknya kamu memiliki kesan baik terhadap lelaki tua itu.”
Melihat Ark yang hanya diam saja, Aisha bertanya dengan ekspresi penasaran di wajahnya. Jelas ingin tahu apakah pemuda itu ingin merubah rencananya atau tidak.
“Aku bukan sejenis pahlawan yang bisa menyelamatkan semua orang. Selain itu, bobot mereka kurang.”
Ark berkata dengan ekspresi datar di wajahnya. Sama sekali tidak terlihat memiliki pemikiran lain. Hanya mengatakan pikirannya apa adanya.
“Maksudmu?”
“Lelaki tua itu memang cukup menarik. Hanya saja, dia sudah satu langkah di peti mati.
Aku bukan makhluk maha kuasa yang bisa mengambil seseorang dari sabit kematian lalu memberinya umur panjang. Meski cukup disesalkan, tetapi setiap orang memiliki waktunya sendiri.
Jika disuruh memilih, rakyat pasti ingin pemimpin baik hidup selamanya dan yang buruk segera mati. Namun, tidak ada hal semacam itu di dunia.
Waktu terus mengalir, ada yang datang dan ada yang pergi. Ada api yang dinyalakan dan api yang dipadamkan.”
Aisha menatap ke arah Ark dengan senyum lembut di wajahnya. Dia kemudian berkata dengan nada setengah bercanda.
“Jadi, ternyata ada yang masih tidak kamu lakukan ya~”
“Memang. Seberapa kuat makhluk yang ada di dunia, bahkan semesta ini, tidak ada yang sempurna. Kita hanya perlu memperjuangkan hidup kecil kita dan mencoba bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini sembari melangkah maju.”
Melihat ke arah langit yang tertutup awan kelabu, pemuda itu melanjutkan.
“Lagipula, kita tidak lebih besar dari sebutir pasir jika dibandingkan luasnya semesta ini.
Jadi, tidak perlu meninggikan atau membesarkan diri (sombong) karena hal sesungguhnya hal semacam itu tidak ada artinya.”
>> Bersambung.
__ADS_1