
Perlu berjam-jam untuk menjelaskan informasi yang dia miliki. Brian mengatur penjelasan sesuai dengan apa yang Ark inginkan sehingga lebih mudah diingat. Entah itu informasi tentang lingkungan kota, area-area tertentu yang menjadi zona terlarang atau menjadi area kepemilikan grup tertentu. Bahkan sampai berbagai kelompok dan anggota mereka yang paling terkenal.
Meski agak melelahkan, tetapi Brian merasa kalau dengan memberikan informasi ini, Sword of Sufferings menjadi lebih menghargainya. Jika bisa menunjukkan keseriusannya dalam tindakan berikutnya, pemuda itu yakin kalau Hades akan menyadari dalamnya keinginan untuk balas dendam yang dia pendam.
Selain itu, Brian juga dengan tulus merasa kagum dengan Sword of Sufferings. Mereka sangat kuat dan apa yang mereka makan saja berbeda dengan orang biasa. Tampaknya setiap anggota kelompok tersebut sama sekali tidak ada yang kekurangan makan.
Menu makan mereka hari ini saja membuat Brian merasa kagum. Daging dan buah-buahan, hal yang tidak bisa orang-orang lihat dan makan setiap hari. Namun kelompok Sword of Sufferings bisa mendapatkan makanan dengan mengambil dari salah satu pos Crux of Shadow yang dianggap sebagai monster yang menguasai kota ini.
Ada hal lain yang membuat Brian menjadi lebih kagum. Tidak seperti ketua Crux of Shadow yang dipuji karena dianggap sebagai utusan atau orang kepercayaan Dewi Kegelapan, semua anggota Sword of Sufferings sangat menghormati Ark tulus dari dalam hati mereka. Dia juga sangat memuji perilaku Ark yang mau pergi ke garis depan untuk melakukan misi eksplorasi alih-alih hanya mengirim bawahannya.
Daripada seorang Bos yang suka mengatur, Ark benar-benar pantas sebagai Leader (pemimpin) yang memimpin orang-orangnya. Lelaki yang sangat luar biasa!
“Tampaknya kamu sudah mengerti kehebatan Ketua. Meski dianggap kejam dan ganas oleh dunia, tetapi dia adalah lelaki luar biasa yang dihormati baik kawan atau lawannya. Sama sekali tidak ada yang berani menganggap remeh dirinya.
Begitulah Tuan Hades, ketua Sword of Sufferings di mata dunia.”
Brian mengangguk ringan saat mendengar penjelasan Draco. Meski belum melihat seluruh kemampuan Ark, tetapi beberapa yang baru dia lihat saja sudah membuatnya kagum. Kecerdasan dalam mengumpulkan informasi dan membuat rencana, kepemimpinan yang luar biasa, serta beberapa hal benar-benar patut dikagumi. Bisa dibilang ...
Hades adalah lelaki yang disegani sekaligus ditakuti semua orang.
Brian benar-benar mengerti maksud dari kalimat tersebut. Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu memejamkan matanya. Meski merasa agak menyesal karena meninggalkan Spirit of Fire hanya untuk mendapatkan kesempatan melakukan ujian masuk kelompok Sword of Sufferings, tetapi dia sekarang telah membulatkan tekad.
‘Demi membalaskan dendam mereka, aku tidak keberatan untuk mati. Itu adalah janji yang pernah aku buat dan akan selalu aku ingat.’
***
Malam harinya.
Ark duduk di atap gedung sendirian, memanjakan mata dengan pemandangan malam sambil menikmati embusan angin malam. Pada saat sendirian, pemuda itu sering kali memikirkan beberapa hal dalam kepalanya. Seperti apa yang disebut dengan sebab dan akibat.
‘Jika kita hanya bertanggung jawab atas 10% yang terjadi kepada diri kita sendriri. Itu berarti, tidak ada yang bertanggung jawab atas 90% sisanya.’
‘Itulah ketidakadilan dunia.’
Ark duduk tenang di atas atap sambil menikmati anggur. Setiap kali menuang anggur, pemuda itu tidak menuang banyak ke dalam cangkir porselen kecil. Meski sedikit, dia menikmati setiap tetesnya karena itu juga pantas disyukuri. Menghadap ke arah langit penuh bintang, pemuda itu kembali berpikir.
__ADS_1
‘Seseorang mungkin bekerja keras untuk mencapai sesuatu, tetapi tidak semua hal bisa berhasil. Mungkin ada seorang pekerja biasa yang akhirnya dirumahkan padahal tidak melakukan kesalahan. Mungkin juga ada seorang penulis yang tidak bisa mencapai keinginannya padahal terus berusaha. Mungkin juga seseorang yang ingin menjadi seniman, tetapi tidak pernah bisa menggapai mimpinya. Ada juga banyak orang dengan masalah berbeda-beda.
Apakah itu salahnya sendiri? Namun, bukankah dia sudah berusaha?
Apakah itu salah orang lain yang tidak mendukungnya? Namun, bukankah setiap orang bukan boneka yang bisa bergerak sesuai dengan keinginannya?
Apakah itu salah perusahaan? Namun, bukankah perusahaan juga harus melihat keuntungan dan kerugian?
Jadi siapa yang sebenarnya salah? Mungkin. Mungkin saja tidak ada yang salah. Bisa saja ...
Beginilah cara dunia bekerja,’
Ark menggelengkan kepalanya. Apa yang terjadi pada dunia saat normal sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya. Pemuda itu harus berusaha bertahan di dunia yang kejam ini. Banyak hal yang telah dia lewatkan sebelumnya, jadi ketika memiliki kesempatan untuk mengulang semuanya kembali ...
Ark tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi.
“Saito akhirnya kembali, Bos!”
Leon datang melapor. Melihat ke arah Ark yang sedang minum sendirian, dia menggaruk kepalanya. Tampaknya malu telah mengganggu waktu santai ketuanya.
“Aku akan turun. Biarkan dia menunggu di sana. Tampaknya alasan kenapa dia tidak langsung datang ada kaitannya dengan Brian, kan?”
Setelah mengemas semuanya dan kembali memakai topeng, Ark langsung ikut turun bersama dengan Leon.
Sampai di sana, Ark langsung melihat Saito yang berdiri di depan Brian yang tampak gugup. Melihat pemandangan seperti itu, Ark menggeleng ringan sebelum berkata.
“Akhirnya kamu kembali, Saito. Bagaimana? Apakah kamu selesai melakukannya?”
Mendengar ucapan Ark, Saito menoleh. Dia membungkuk sopan untuk memberi hormat lalu berkata dengan tenang.
“Area pinggiran kota telah dijelajahi. Markas Spirit of Fire juga telah ditemukan. Meski saya belum memeriksa markas utama kelompok itu secara keseluruhan, tetapi saya menemukan sesuatu yang sangat menarik.”
“Ada apa?” tanya Ark datar.
“Haruskah kita berbicara berdua, ataukah saya boleh melaporkannya sekarang juga, Ketua? Ini ... mungkin ada hubungannya dengan rahasia anda.”
__ADS_1
Mendengar perkataan Saito, semua orang langsung menjadi penasaran. Ark sendiri juga menjadi lebih serius. Setelah yakin bahwa dirinya telah menyimpan beberapa rahasia sangat penting untuk dirinya sendiri, pemuda itu berkata.
“Katakan secara langsung ... Atau kamu bisa menyuruh Brian untuk keluar?”
“Saya rasa dia bisa menjadi saksi, Ketua.” Saito berkata dengan tulus.
“Kalau begitu katakan saja.”
“Saya ... bertemu dengan seseorang yang mirip dengan anda. Mungkinkah anda memiliki saudara, Ketua?”
“Kamu melihat lelaki yang mirip denganku? Lebih muda dariku?”
Ark terkejut. Tangannya langsung mengepal erat, tetapi segera menjadi tenang beberapa saat kemudian.
“Itu benar, Ketua. Mungkin anda bisa menunjukkan wajah anda kepada pemuda ini, jadi dia bisa memastikan apakah memang ada pemuda yang mirip dengan anda. Jika dia memang salah satu orang penting di Spirit of Fire, dia pasti akan mengenali adik anda, bukan?”
“Lalu kenapa kamu tidak langsung membawanya kembali? Dia adik bos, tahu!” teriak Leon tidak senang.
“Karena aku terkejut. Ya ... terkejut ketika mengetahui kalau adik ketua memiliki kekuatan tingkat dua!”
Mendengar itu, ekspresi semua orang langsung menjadi serius. Seperti yang diketahui, selain mereka, hanya Crux of Shadow yang memiliki pejuang kuat semacam itu. Jika dipikirkan kembali, mungkin saja adik ketua mereka malah ada hubungannya dengan Crux of Shadow, musuh mereka sendiri!
Mengabaikan keterkejutan semua orang, Ark berjalan ke depan Brian lalu membuka topengnya.
“Apakah kamu pernah melihat sosok pemuda yang sedikit mirip denganku, Brian?”
Melihat ke arah Ark, mata Brian langsung terbelalak. Meski tidak sepenuhnya mirip karena sang kakak jauh lebih baik daripada adiknya, tetapi sosok mereka benar-benar tumpang-tindih dan menunjukkan beberapa keakraban. Dengan suara serak, dia berkata dengan ekspresi tidak percaya.
“E-Evans? Apakah anda benar-benar kakak Evans, Tuan Hades?”
Mendengar nama adiknya disebutkan, ekspresi Ark yang datar menunjukkan perubahan. Sudut bibir pemuda itu terangkat saat dia berkata.
“Tampaknya kamu cukup mengenal adikku. Apakah ini yang disebut takdir? Sungguh ...”
Ark memiringkan kepalanya.
__ADS_1
“Ini sebuah kejutan yang menyenangkan.”
>> Bersambung.