
"Kalian berempat, bantu aku meyakinkan b-jingan ini!"
Jay berteriak kepada Lisa, Stacy, Kurona dan Shirona yang berjalan ke arahnya. Dia terus menahan Ark. Meski tenang, pria itu tidak tahu apa yang terjadi jika sahabatnya tiba-tiba dilepaskan.
Mungkin langsung bergegas maju untuk membunuh dengan kejam!
Tujuh belas anggota baru sebenarnya penasaran, tetapi mereka tidak berani maju tanpa diperintah. Mereka hanya menonton dari kejauhan.
"Memangnya apa yang coba Ketua Bau lakukan?"
"Dia ingin menghabisi puppies lucu dan tidak bersalah ini! Dia bilang itu ancaman dan hal-hal semacamnya!"
Melihat enam puppies itu, mata Lisa berbinar. Gadis kecil itu tampak bersemangat. Namun entah kapan, Stacy, Kurona, dan Shirona sudah mengelilingi mereka lalu menarik pedang.
"Jika tuan ingin membunuh mereka, aku akan melakukannya," ucap Stacy.
"Mereka berbahaya? Jika Senior mengatakan itu, maka memang lebih baik disingkirkan."
Kurona sama sekali tidak tampak bersalah, menunggu Ark memberi instruksi.
"Aku setuju dengan Kurona, Senior pasti tidak salah." Shirona menambahkan.
"ORANG-ORANG GILA INI!!!"
Lisa dan Jay berteriak bersamaan.
"Cukup," ucap Ark dengan ekspresi datar. "Lepaskan aku, Jay."
"Jika aku melepaskanmu, kamu pasti—"
"Aku tidak akan membunuh secara acak," ucap Ark datar.
"..."
Jay diam. Meski begitu, dia melepaskan Ark karena tahu sahabatnya tersebut tidak akan melanggar janji.
Ark menyarungkan kembali pedangnya. Dia kemudian berjalan mendekati keenam puppies tersebut.
'Tiga pemberani, dua pemalu, dan satu ... bodoh?'
Ark sedikit tertarik pada puppies yang terakhir. Warnanya berbeda dengan kelima saudara-saudarinya. Jika lima puppies lain memiliki bulu kelabu dengan bagian wajah sampai perut putih, bulu makhluk ini berwarna putih bersih. Namun bukan warna bulu yang membuatnya tertarik.
Mata puppies tersebut terlihat begitu tenang, tampak tidak peduli apakah dia akan mati atau tidak. Dia berbaring di dekat leher ibunya yang telah mengembuskan napas terakhir. Sama sekali tidak peduli hal-hal lain.
Ark menghela napas panjang. Dia kemudian berbalik dan berjalan menuju ke arah Debby.
"Aku pernah salah menilaimu. Aku tidak ingin lagi membuat kesalahan yang sama. Apakah keenam anak kecil ini teman atau musuh, semua bergantung pada penilaianmu."
Setelah mengatakan itu, Ark melepaskan tali yang mengikat dan menyambungkan Debby ke kereta.
Saat itu, Debby maju dan menggosokkan kepalanya ke tubuh Ark dengan lembut. Pemuda itu juga mengelus kepalanya.
Debby kemudian maju dan mulai "berbicara" kepada keenam puppies tersebut.
__ADS_1
Tidak seperti Grey Hound sebelumnya, keenam puppies tersebut tampaknya cukup cerdas. Namun karena masih anak-anak, mereka sering memiringkan kepalanya dengan tatapan polos dan bingung. Tampak menggemaskan, membuat hati Jay dan Lisa yang melihatnya meleleh.
"Wow! Debby benar-benar bisa diandalkan!"
Lisa dengan ekspresi bangga. Melihat keenam puppies tersebut, matanya berbinar.
"Karena keenam puppies ini tampaknya bisa dilatih, maka lebih baik kita membawanya kembali.
Biarkan aku, The Legendary Shadow Tamer yang mulai melatih mereka! Membuat pasukan yang kuat dengan ... Aw!"
Ark yang entah sejak kapan telah berdiri di dekatnya langsung mengetuk kepala Lisa dengan santai. Benar-benar langsung membuat gadis itu terpana.
"Senior! Lihat ini!"
Kurona dan Shirona datang sambil mengangkat dua puppies yang pemalu. Kedua makhluk itu membuat suara merengek, tetapi malah membuat si kembar cukup senang.
Melihat Kurona dan Shirona membawa anak Siberian Husky seolah sedang membawa boneka besar, Ark tersenyum masam.
"Kalian membuat beberapa saudara-saudari anak kecil ini panik."
Di belakang Kurona dan Shirona, ada tiga puppies lain yang menggonggong panik. Mereka tampaknya marah, ragu, dan bimbang. Namun berhasil ditenangkan oleh Debby.
Saat itu, pandangan Ark jatuh ke arah si putih yang masih berbaring di sana. Sama sekali tidak peduli dengan ajakan Debby atau kelima puppies lainnya.
Ark mendekatinya lalu berjongkok di depannya. Pemuda itu mengulurkan tangan kirinya, tetapi saat itu, tiba-tiba puppies tersebut langsung menggigit lengannya dengan kuat.
Melihat kejadian tiba-tiba itu, semua orang terkejut dan berteriak. Namun sebelum mereka menarik senjata, Ark berkata.
Ark melihat ke arah si anak dan ibu. Mengerti sesuatu, dia kemudian berkata.
"Dibandingkan dengan manusia yang tega mengorbankan orang tua atau anak mereka demi kehidupan, tampaknya binatang buas seperti kalian lebih "manusiawi" dibandingkan kami."
Ark menatap mata makhluk di depannya dengan lembut.
"Kehilangan ibumu benar-benar menyakitkan? Tapi setidaknya kamu masih memiliki saudara-saudari. Walau sering menjauhimu karena kamu berbeda, setidaknya mereka masih keluargamu.
Kamu ... tidak ingin ditinggal sendirian, bukan?"
Darah terus mengalir dari lengan kiri Ark dan menetes ke tanah. Pemuda itu tidak mengubah ekspresinya, masih memandang si putih dengan tenang.
Taring tajam yang menembus kulitnya tiba-tiba menjadi lebih kendur. Setelah beberapa saat, makhluk itu berhenti menggigitnya lalu melolong sedih.
Ark mengelus kepala si putih. Mengangkat makhluk tersebut lalu menggendongnya.
"Lisa, ambilkan penawar racun di kereta. Jimmy, bawa teman-temanmu untuk menggali di halaman belakang toko ini. Aku ingin menguburkan tubuhnya.
Ibu yang mati demi melindungi anak-anaknya. Setidaknya masih pantas kita hormati dan beri perlakuan layak."
"Baik!" jawab mereka serempak.
Setelah itu, mereka menguburkan tubuh induk Siberian Husky bermutasi sebelum melanjutkan perjalanan.
***
__ADS_1
Lusa pagi, Ark dan teman-temannya akhirnya sampai di markas.
Sampai di perumahan elit yang benar-benar telah dibersihkan dari zombie, tujuh belas anggota baru merasa terkejut. Belum lagi ketika mereka sampai di markas.
Melihat pagar tembok ditutupi tanaman rambat penuh duri yang tampak luas biasa, mereka benar-benar ternganga.
Sampai di markas, Ark melakukan perkenalan singkat. Sejak saat itu, Sword of Sufferings akhirnya menambahkan 17 ... tidak! 23 anggota baru!
"Roxanne, kamu memimpin teman-temanmu untuk pergi ke rumah sebelah kiri markas. Kalian bisa membersihkan lalu tinggal di sana. Stacy dan Lisa akan menemani sekaligus mengawasi kalian.
Jimmy, kamu memimpin teman-temanmu untuk pergi ke rumah sebelah kanan markas. Instruksinya sama dengan kelompok Roxanne. Jay dan Darin akan menemani sekaligus mengawasi kalian."
"Dimengerti!" jawab mereka serempak.
Ark kemudian membawa Debby kembali ke rumah di depan markas. Makhluk itu tidak akan lagi menjadi penjaga kesepian. Akan ada enam anak kecil yang akan menemaninya.
"Apa?"
Melihat ke arah si putih yang tidak ingin mengikuti Debby dan menempel padanya, Ark mengangkat alisnya.
Makhluk kecil itu menggonggong dengan suara manis sebagai tanggapan.
"Ingin mengikutiku? Itu tergantung apakah kamu pantas atau tidak."
Melihat si putih menatapnya dengan mata biru yang besar dan berkaca-kaca, Ark menghela napas.
"Kamu tidak begitu bodoh, lebih pintar daripada saudara-saudarimu. Tampaknya hampir sama dengan Debby?
Baik. Selama kamu menurut, kamu boleh mengikutiku."
Mendengar ucapan Ark, si putih tampak senang. Dia mengelilingi tubuh Ark, menggosokkan kepalanya dengan ekspresi bahagia.
"Memanggilmu si putih pasti akan merepotkan, jadi mari memberimu nama."
Ark menangkap lalu mengangkat si putih. Setelah beberapa saat, dia menurunkannya.
"Kamu betina. Karena kamu adalah salah satu pengikutku, aku ingin memberimu nama yang bagus.
Fenrir, nama yang bagus tetapi perlu sedikit diubah agar cocok. Fenny? Fanny? Hmmm ..."
Ark mengelus dagu. Setelah beberapa saat, pemuda itu berkata.
"Lebih baik memberimu nama yang mudah diingat. Mulai sekarang, namamu Finn.
Agak terlalu sederhana, tetapi memiliki dua makna. Aku berharap kamu sekuat Fenrir dalam mitologi, tetapi aku juga berharap kamu baik-baik saja (Fine).
Menjadi rekan yang bisa menemaniku sampai akhir."
Mendengar penjelasan Ark, Finn menggonggong dengan suara terdengar imut. Pemuda itu tersenyum. Dia mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala makhluk itu sembari berkata.
"Aku juga senang bekerjasama denganmu, Finn."
>> Bersambung.
__ADS_1