
Tiga hari kemudian.
"Hahahaha! Waktunya bagi nona ini untuk menunjukkan kekuatannya!"
Memakai jubah dan topeng yang telah lama tidak dia gunakan, Lisa tampak bersemangat.
Sementara itu, Jay menatap ke arah Lisa kemudian Ark dengan ekspresi muram. Sejak sword of Sufferings menjadi semakin besar, dia benar-benar lebih banyak menghabiskan waktunya di markas. Jarang keluar dari sangkar kecuali ada beberapa keperluan khusus!
Untuk misi ini, Ark masih membawa Stacy, Roxanne, dan anggot Violet Sword Lain. Kurona dan Shirona jelas sangat dibutuhkan dalam jenis misi 'pemusnahan' semacam ini. Sedangkan Darin, meski kekuatannya sangat baik, dia ditugaskan untuk mengurus rekrutan baru. Malam hari setelah melapor, pria itu benar-benar langsung pergi ke pos terdepan. Benar-benar pria bertanggung jawab dan bisa diandalkan!
Sebagai ganti Darin, Yonas, dan Vadim ... Lisa akhirnya ikut. Sebenarnya Ark juga ingin membawa Michi (husky milik Jay) sebagai bala bantuan, tetapi orang itu menolak keras. Dia berpegang teguh para prinsip 'Jika tuannya tinggal, Michi harus tinggal!' dan menolak semua bujukan.
"Tidak bisakah aku menggantikan Kurona dan Shirona, Ark?" tanya Jay.
"Pertanyaan itu lagi?" balas Ark dengan suara monoton.
"Jika mereka berdua tinggal, keamanan markas pasti juga terjamin."
"Memang benar. Namun aku sudah bilang, bukan? Kali ini tugas penghapusan. Bukan hanya Kurona dan Shirona, tambahan Luna dan Starla sangat membantu."
"Lalu aku bisa membawa Scarlet Sword sebagai gantinya. Bukankah jumlah mereka juga banyak?"
"Lalu ... kamu akan menyerahkan tugas patroli kepada anggota baru? Mereka harus fokus untuk menyelesaikan evolusi pertama terlebih dahulu, Jay.
Begini saja. Aku akan membawamu dan Michi dalam tugas berikutnya. Bagaimana?"
"Menunggu musim semi?"
"Mana mungkin." Ark menggelengkan kepalanya. "Kita ditakdirkan untuk menjadi lebih sibuk di musim dingin ini. Tenang saja, kamu bisa segera keluar."
"BAGUS! AKU PEGANG JANJIMU, BUNG!"
Sementara Jay tampak puas, anggota lainnya merasa agak takut. Meski ucapan Ark sepele, tetapi mengandung banyak arti.
'Sibuk di musim dingin.'
Itu berarti masalah merepotkan bukan hanya pengaturan anggota baru atau para kanibal, tetapi ada hal mengerikan lainnya!
Anggota lainnya hanya saling memandang dengan cemas. Bagi ucapan mereka, ucapan Ark seperti ramalan yang lebih dari 90% bisa dipastikan kebenarannya. Mungkin terdengar seperti kata-kata acak, tetapi selalu tetap sasaran!
Dikarenakan suka mengatakan hal-hal buruk dan berakhir dengan cara buruk seperti itu, anggota Sword of Sufferings berpikir kalau Ark memiliki mulut gagak.
Itu berarti ketika mengucapkan hal-hal buruk yang menyangkut dengan musibah atau kemalangan, ucapannya menjadi nyata!
"Apakah hal-hal merepotkan itu berakibat fatal pada kita, Ketua?" tanya Lisa.
__ADS_1
"Mungkin bisa mati jika kamu terlalu ceroboh atau sangat tidak beruntung."
"Fiuh!!!" Lisa menyeka keringat di dahinya. "Untung saja bukan masalah besar."
"Apanya?" Ark memiringkan kepalanya.
"Bukan apa-apa." Lisa menggelengkan kepala.
Setelah mereka semua bercakap-cakap sebentar, dimana Ark terus mengingatkan apa yang perlu Jay lakukan ... mereka pun memulai perjalanan.
Keluar untuk menyerang tempat persembunyian para kanibal!
***
Siang di hari berikutnya.
Huginn dan Muninn membuat suara peringatan. Hal tersebut langsung membuat Ark dan rombongan waspada.
"Mencoba menghadang Dark Caravan, kah? Menarik ..." gumam Ark.
Pemuda itu kemudian menatap ke arah rekan-rekannya. Setelah membuat isyarat agar mereka tinggal dan menunggu, dia langsung menepuk punggung Finn. Mereka bergegas ke arah Huginn dan Muninn berputar di langit.
Saat itu, sosok burung putih seukuran elang tiba-tiba terbang ke arah Huginn dan Muninn dengan berani. Namun hasilnya cukup tragis.
Saat itu juga, suara teriakan keras terdengar di kejauhan.
Tiba di lokasi, Ark terkejut ketika melihat kalau orang-orang yang menghalangi rute yang akan Dark Caravan lewati adalah Julian dan para bawahannya. Dari jumlah dan peralatan yang mereka bawa, jelas mereka tidak hanya pergi untuk berkeliling secara acak. Lagipula ... tempat ini sudah jauh dari wilayah kekuasaan mereka!
Ark langsung membuat siulan keras. Mendengar siulannya, Huginn dan Muninn tidak lagi menyerang burung putih itu.
Saat itu juga, orang-orang dari Silver Cross menyadari kedatangan Ark dari kejauhan.
Ark membuat isyarat kepada Julian dan bawahannya untuk tidak menyerang kedua gagak putih itu. Mereka awalnya sedikit bingung, tetapi ekspresi orang-orang itu berubah ketika melihat kedua gagak putih terbang ke arah Ark.
Bukannya menyerang, kedua gagak itu terbang di sekitarnya dan berkicau dengan bahagia. Ark menunjuk mereka sambil berkata.
"Sudah kubilang tubuh kalian terlalu besar dan berat! Tidak ada lagi mendarat di pundak!"
Huginn dan Muninn berkicau, tampak tidak senang. Sebaliknya, Finn yang melihat itu membuat gonggongan pelan, tampak sangat puas karena kedua 'junior' itu tidak lagi memiliki hak spesial untuk berada di sekitar tuannya terus-menerus.
Ark mengambil bungkusan yang terikat di pelana, dia kemudian mengeluarkan beberapa benda berwarna cokelat seperti kelereng lalu melemparkannya ke arah kedua gagak. Mereka berdua menerimanya dengan senang hati. Namun saat itu suara tidak senang menyela Ark.
"Lihat apa yang dilakukan dua burung jahat itu kepada Jasmine, Hades!"
"Hah?!"
__ADS_1
Melihat ke arah Julian yang datang sambil memeluk burung putih penuh luka, Ark memiringkan kepalanya. Rasanya seperti seorang ibu yang datang untuk meminta pertanggungjawaban karena anaknya dilukai anak lain!
Apa yang dipeluk oleh Julian adalah burung merpati. Ya, merpati putih bermutasi.
Burung itu sendiri sebenarnya lemah, tetapi cukup ramah dan tampaknya ... setia kepada tuannya?
Hal tersebut Ark simpulkan ketika melihat si merpati berani membela Julian dan rombongannya. Bergegas untuk mengusir Huginn dan Muninn! Ya ... walau berakhir dipukuli sampai babak belur.
"Kemari, biarkan aku melihatnya."
Ark berkata sebelum melompat turun dari punggung Finn. Dia menghampiri Julian. Sementara itu, Huginn dan Muninn terbang lalu bertengger di lampu lalu lintas tidak jauh dari sana.
Melihat luka yang tidak mematikan, Ark mengangguk. Tampaknya tidak begitu peduli. Dia kemudian mengeluarkan obat oles.
"Kamu melakukannya sendiri atau aku yang melakukannya?" tanya Ark.
"Biarkan aku melakukannya sendiri!"
Julian mengambil mengambil obat oles dari Ark lalu mulai merawat hewan peliharaannya.
Ark sendiri juga memperhatikan mereka. Setelah mengamati dengan baik, pemuda itu akhirnya bertanya.
"Apakah namanya Jasmine?"
"Memang! Bukankah dia terlihat cantik?!"
Julian berkata bangga, tetapi Ark hanya menggelengkan kepalanya karena tidak peduli dengan hal-hal cantik atau semacamnya. Daripada binatang cantik, dia lebih suka yang kuat!
Merpati memiliki batas evolusi terlalu rendah. Seingat Ark, batas merpati putih hanya berada di tingkat dua. Jika ada pengecualian, paling-paling bisa naik ke tingkat tiga.
Sedangkan gagak bermutasi ... pasti saat ini sudah ada beberapa yang telah mencapai level tiga di Raven Tower. Jika batasan atas dunia kembali terangkat, bukan tidak mungkin untuk menembus tingkat empat bagi beberapa keturunan pemimpin gagak!
Jadi, setidaknya Huginn dan Muninn pasti berada di level 3 di masa depan. Meski tidak yakin apakah bisa menembus tingkat 4, tetapi hal itu cukup. Daripada merpati yang memiliki kemungkinan kecil untuk naik ke level 2 apalagi level 3!
Tentu saja jika disuruh menerima atau tidak, dia juga akan senang menerima merpati. Meski tidak begitu kuat, tetapi masih bisa digunakan untuk melakukan pengawasan atau menyampaikan pesan!
Melihat ke arah Julian yang bangga, Ark bertanya.
"Apakah kamu tidak tahu kalau "Jasmine" itu pejantan?"
Ucapan Ark langsung membuat Julian tercengang. Ekspresinya benar-benar tampak begitu luar biasa.
Rasanya seperti seorang "ibu" yang sebenarnya tidak mengenali anaknya sendiri!
>> Bersambung.
__ADS_1