Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rekan Baru?


__ADS_3

"Menyebalkan ... Ini benar-benar menyebalkan!"


Lisa bergumam dengan ekspresi marah di wajahnya. Melihat puluhan sosok gagak melintas di langit malam, gadis itu kemudian berteriak.


"KENAPA MONSTER MENYEBALKAN INI MUNCUL KETIKA KITA KELUAR DENGAN SEDIKIT ORANG?!"


Alasan kenapa Lisa kesal adalah kemunculan para gagak yang tiba-tiba. Biasanya ketika Dark Caravan keluar dengan anggota lebih banyak, sama sekali tidak ada masalah. Bahkan zombie atau binatang buas kecil jarang menunjukkan batang hidung mereka.


Sedangkan saat ini, ketika mereka kembali ke markas dengan sisa tiga anggota ... para gagak tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


Membuat gadis kecil yang tempramental itu benar-benar marah!


"MAJU KEMARI, BURUNG-BURUNG BODOH!!!"


Naik ke atas atap kereta, Lisa menunjuk ke langit dengan pedangnya.


"..."


Ark yang melihat gadis kecil tersebut hanya bisa menggelengkan kepala. Sama sekali tidak berniat untuk menghibur atau mengejeknya.


Swoosh! BRUAK!!


Sosok putih melesat ke bawah dengan kecepatan luar biasa. Langsung menghilang ke gang kecil. Suara tabrakan keras terdengar kemudian.


Para gagak kemudian melesat ke arah yang sama, tampaknya mengincar sosok putih tersebut.


Mata Ark menyempit. Dia langsung menepuk punggung Finn sambil berkata, "Pergi ke sana, Finn!"


Mengikuti instruksi tuannya, Finn langsung menuju ke gang sempit tersebut.


Ark yang berada di punggung Finn langsung mengambil anak panah. Ketika masuk ke gang, dia langsung memegang busur kemudian membidik ke arah para gagak.


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Beberapa anak panah melesat dalam gelap, langsung mengenai kepala para gagak bermutasi level 1. Tidak berhenti di sana, Ark terus membidik lawannya. Membunuh para gagak yang terkejut dan panik ketika menerima serangan tiba-tiba.


Melihat belasan gagak terbang kacau, Ark memanfaatkan kesempatan untuk terus membidik. Ekspresi pemuda itu berubah ketika menghitung jumlah gagak.


Setidaknya 20 di level 1, dan 5 di level 2. Tim yang cukup besar untuk melakukan perburuan!


Para gagak melihat ke arah Ark. Menyadari kalau orang itu yang membunuh rekan-rekan mereka, para gagak langsung menyerang dengan marah.


"Menarik ..." gumam Ark.


Pemuda itu langsung menaruh busur dan menggantinya dengan pedang. Melihat beberapa gagak level 1 bergegas ke arahnya, dia langsung melompat dari punggung Finn. Bergegas ke arah mereka.


Slash! Slash! Slash!

__ADS_1


Dengan ayunan pedang yang santai dan ringan, beberapa tubuh gagak yang melesat ke arahnya dipotong menjadi dua bagian. Saat itu, suara merobek udara terdengar.


Swoosh! Klang!


Ark menangkis serangan tiba-tiba tersebut dengan pedangnya. Dia melihat ke arah lawan, lalu matanya menyempit.


"Ledakan kecepatan dan paruh yang kuat? Sama sekali tidak buruk."


Tiga gagak level 2 memutar tubuh mereka di udara. Detik berikutnya, mereka menukik, melesat ke arah Ark seperti peluru yang merobek udara.


Klang! Klang! Klang!


Ark menangkis setiap serangan. Di saat dia berpikir untuk bersenang-senang, sosok Finn melintas sambil membuka mulutnya yang dipenuhi taring tajam.


Kriuk!


Taring-taring setajam pedang langsung menghancurkan tulang salah satu gagak level 2.


Melihat ke arah Finn, Ark hanya bisa menggeleng ringan.


Ya. Saat ini Finn telah ada di level 2, bahkan di puncak level 2.


Bukan hanya Finn. Debby telah menembus level 3, dan 5 husky lain telah menembus level 2. Sebuah kelompok kecil binatang buas yang sudah pantas diperhitungkan keberadaannya.


Boss tersembunyi yang dibesarkan oleh Sword of Sufferings!


Melihat bagaimana mereka naik level hanya dengan makan, minum, dan tidur membuat Ark benar-benar iri!


Bahkan dia yang disebut keajaiban manusia memerlukan banyak usaha untuk meningkatkan diri! Benar-benar merasa kalau hidup itu tidak adil!


Hanya saja, Ark tampak tenang karena telah terbiasa. Dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya ketika dia harus mengejar dengan jarak yang begitu jauh, kehidupan ini lebih baik. Setidaknya, kali ini pemuda itu bisa menyusul mereka dan tidak tertinggal.


Hal tersebut sudah membuatnya bersyukur!


Melihat ke arah Ark dan Finn, para gagak tidak terus maju. Merasakan kesenjangan kemampuan, makhluk yang terkenal cukup cerdas itu memilih untuk mundur dengan penuh kebencian di mata mereka.


Setelah melihat para gagak pergi, Ark mengalihkan pandangannya ke tempat sampah besar. Berjalan melewati tubuh beberapa gagak yang terpotong, dia menuju ke tempat sampah.


Dari apa yang Ark lihat sebelumnya, tampaknya sosok putih yang jatuh adalah sejenis burung.


'Elang putih? Burung hantu salju?'


Pikiran itu terlintas di kepala Ark.


Sampai di dekat tempat sampah besar, dia kemudian melihat ke dalamnya. Saat itu juga, ekspresi pemuda tersebut berubah.


"Ini ... Seekor gagak?"

__ADS_1


Di atas tumpukan sampah dan salju yang bercampur, tampak seekor gagak putih level 1 dengan tubuh penuh luka.


Ark mengulurkan tangan, tetapi tiba-tiba dipatuk. Namun hal itu tidak membuatnya takut. Sebaliknya, dia malah mengambil tubuh gagak itu meski terus dipatuk dan dicakar.


Luka-luka di kedua tangan Ark sembuh dengan kecepatan yang bisa dilihat mata. Hal tersebut membuat gagak putih yang sekarat terkejut. Setelah beberapa saat mencoba memberontak, gagak itu akhirnya berhenti berjuang.


Tubuh gagak putih itu tidak begitu besar. Menurut penilaian Ark, makhluk itu masih muda.


Ark langsung membersihkan luka lalu mengobati luka gagak tersebut. Setelah itu, dia menggendongnya.


Apa yang Ark lakukan membuat gagak putih itu menatap dengan bingung.


"Aku tidak akan menyakitimu. Apakah kamu mau menjadi rekanku, anak kecil?" tanya Ark.


Gagak putih itu melihat Ark dengan tatapan kosong. Setelah beberapa saat, makhluk itu berkicau sambil mengepakkan sayapnya. Meloloskan diri dari pelukan Ark lalu terbang.


Ark sendiri tidak menyerang karena mengetahui makhluk itu masuk dalam kategori 'ramah' kepadanya. Setelah beberapa saat menunggu, dia menjadi bingung ketika melihat gagak yang terbang rendah tetapi tidak pergi.


Melihat tatapan si gagak putih, Ark memiringkan kepalanya.


"Apakah makhluk ini memintaku untuk mengikutinya?"


Setelah agak ragu, Ark memilih untuk naik ke punggung Finn lalu mengikuti ke mana gagak itu pergi.


Gagak putih itu tidak terbang cepat. Tidak hanya terbang rendah, tampaknya dia bisa jatuh kapan saja. Namun anehnya, makhluk tersebut memaksakan diri untuk tetap terbang.


Ark mengikuti si gagak putih cukup lama. Ekspresinya berubah total ketika melihat banyak gerombolan gagak yang keluar masuk sebuah bangunan tingkat tiga. Penampilan para gagak yang tampak gila membuat pemuda itu curiga.


Saat itu, kicauan si gagak putih yang tampak cemas membuat Ark percaya kalau dugaannya benar. Dia langsung turun dari punggung Finn dan bergegas masuk ke dalam bangunan tersebut.


Sekita setengah jam kemudian, Ark yang berada di lantai tiga tidak bisa menahan senyum di wajahnya.


Mengabaikan puluhan tubuh gagak yang terpotong, Ark menghampiri sosok gagak putih yang mirip dengan gagak sebelumnya. Hanya saja, penampilannya tampak lebih mengenaskan. Terluka cukup parah.


Melihat gagak putih sebelumnya tampak cemas, tanpa sedikitpun keraguan, Ark langsung menolong gagak putih yang terluka parah.


Setelah perawatan, Ark kemudian melepas jubahnya. Dia menaruh gagak putih yang baru diselamatkan dan tidak sadarkan diri di sana. Pemuda itu kemudian membungkus tubuh si gagak lalu menggendongnya seperti bayi.


Sementara itu, gagak putih yang sebelumnya dia tolong mendarat di pundaknya.


Melirik ke arah gagak itu, Ark kemudian berkata, "Aku akan membawa kalian ke tempat lebih aman."


Mendengar kicauan gagak tersebut, Ark tidak bisa menahan senyum. Si gagak mungkin tidak mengerti apa yang dia bicarakan, tetapi jelas bisa merasakan ketulusannya.


Sisanya ... tinggal membujuk mereka untuk terus mengikutinya!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2