Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Tanggapan Segala Sisi


__ADS_3

Tiga hari berlalu sejak tantangan Ark kepada pihak Imperial Tiger.


Dalam waktu ini, perwakilan dari Golden Rose kembali. Sesuai dengan permintaan Ark, Silver Cross dan Golden Rose membantunya dalam menyebarkan berita. Tentu saja, hal tersebut langsung menyebar seperti api di padang rumput gersang.


Banyak orang mulai mencari kebenaran tentang kabar yang beredar. Sebagian orang pergi ke lokasi tersebut.


Menurut kesaksian salah satu orang yang berhasil masuk, dia benar-benar menemukan tumpukan karung berisi biji-bijian. Dia kemudian keluar untuk mencari teman yang bisa diandalkan, tetapi ketika kembali, tempat tersebut sudah dijaga oleh ratusan personel dari Imperial Tiger.


Jelas, hal tersebut membuat orang-orang marah!


Banyak yang mulai melakukan demo. Namun mereka sama sekali tidak dipedulikan. Dijaga ketat oleh para personel Imperial Tiger, para pejabat yang berada di atas sangat aman. Sama sekali tidak takut oleh massa yang isinya orang-orang kelaparan dan sekarat.


Tidak ada peristiwa pemberontakan, tetapi suasana di markas pusat sekaligus tempat penampungan benar-benar memanas. Tampak kacau seolah pertempuran bisa terjadi kapan saja.


Tentu saja, dalam waktu singkat, berita itu langsung menyebar ke seluruh kota.


Saat itu, nama Hades langsung menjadi fokus orang-orang. Banyak yang memperdebatkan asal usul pria misterius tersebut.


Ada yang bilang kalau dia sebenarnya adalah anggota ketentaraan yang memutuskan untuk pergi karena tidak tahan lagi. Ada juga yang bilang kalau dia sebenarnya pejabat bersih, tetapi karena tidak kuat dengan apa yang dia lihat, memutuskan untuk menghilang.


Berbagai teori mulai beredar.


***


Sementara itu, di sebuah bangunan bekas kasino bagian barat kota.


"HAHAHAHA! GILA! ORANG INI BENAR-BENAR GILA!"


Sosok pria kekar, tinggi lebih dari dua meter, tubuhnya penuh dengan otot menggebrak meja sambil tertawa. Rambut pirang panjang berantakan. Tubuhnya benar-benar mirip dengan monster humanoid.


Ditambah banyak tato dan bekas luka, penampilannya menjadi semakin mendominasi.


Pria itu memiliki wajah tegas mesti hampir termakan usia. Jenggotnya cukup tebal. Memiliki seringai kejam di wajahnya, pria itu benar-benar mirip seekor singa.


"Tenanglah, Tuan Leon. Apakah anda benar-benar lebih tertarik pada orang itu daripada kami?"


Goda wanita cantik yang ada di dekat pria bernama Leon tersebut. Bukan hanya dia, tapi banyak wanita yang mengerumuni pria tersebut.


PLAK!


Pria itu langsung menampar wajah wanita yang berbicara dengan kejam. Dia bangkit dengan ekspresi marah.


"KALIAN SAMA SEKALI TIDAK MENGERTI APA YANG AKU RASAKAN!!!


HADES ... AKU INGIN MELAWAN PRIA GILA SEPERTI ITU! DIA PASTI KUAT! AKU BENAR-BENAR INGIN MELAWANNYA!"


"Tenanglah, Leon. Ada waktu lain untuk melawan pria itu."


Sosok pria bertampang dingin dengan bekas luka horizontal yang hampir membelah wajahnya berkata dengan tenang. Rambut hitam diikat ke belakang. Dia memakai jaket hitam dengan bulu putih di sekitar lehernya. Sama sekali tidak gentar ketika berbicara dengan Leon yang ada di depannya.

__ADS_1


"Jangan mengaturku, Draco! Aku mengakui kamu cukup kuat dan pintar, itulah kenapa aku mau bergabung dengan kelompokmu. Namun kamu harus ingat ..."


Leon menggebrak meja, menatap ke arah Draco dengan ekspresi ganas dan kejam.


"BAHKAN JIKA KAMU KETUA THIRD SCARS ...


AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MENGGANGGU PERBURUANKU!"


***


Sementara itu, di sebuah gedung di selatan kota.


"Apakah yang kamu katakan benar, Randal?"


Sosok wanita cantik dengan pakaian elegan yang menunjukkan lekuk tubuhnya bertanya.


Randal menatap wanita tersebut dengan hormat. Sosok seperti iblis yang menggoda, paras cantik, iris biru dengan bulu mata indah, rambut pirang panjang bergelombang. Sosok cantik itu tampak begitu terawat padahal ada di masa kacau seperti ini.


Meski demikian, Randal tidak berani tidak hormat. Itu karena, wanita tersebut adalah bos dari kelompok Golden Rose!


"Saya tidak berbohong, Nona Roxanne."


Melihat ekspresi serius Randal, wanita bernama Roxanne itu memegang dagu dengan ekspresi tertarik.


"Membunuh orang hanya dengan satu jari.


Pembunuh terlatih pun tidak mampu melakukannya. Itu berarti, bukan hanya terlatih, pasti pria bernama Hades ini memiliki rahasia tertentu.


Randal berkeringat dingin ketika melihat senyum menawan di wajah Roxanne, membuatnya tampak seperti iblis rubah dalam mitos. Dia bahkan merasa agak kasihan kepada Hades, karena ...


Pria itu telah ditargetkan oleh salah satu pembunuh bayaran terbaik di kota ini!


Ya. Golden Rose adalah nama kelompok pembunuh bayaran. Kebanyakan anggotanya adalah wanita, tetapi identitas mereka misterius. Alasan kenapa Roxanne bisa memimpin kelompok bukan hanya karena kecantikan dan kecerdasan, tetapi juga kekuatannya.


Belum lagi, ada dua puluh wanita cantik yang juga sebelumnya berprofesi sebagai pembunuh bayaran di bawahnya!


Dua puluh satu elit! Bahkan jika para pria di kelompok memiliki pemikiran jahat, mereka tidak berani melakukan tindakan sembrono karena takut kehilangan nyawa.


"Menarik. Benar-benar menarik. Pria bernama Hades ini ..."


Roxanne menjilat bibirnya.


"Aku menginginkannya~"


***


Sementara itu, di markas Imperial Tiger sekaligus gedung pusat penampungan.


PYARRR!!!

__ADS_1


Sosok pria paruh baya botak berkacamata dengan berat badan berlebih membanting vas. Wajahnya merah padam karena marah.


"APA YANG SEBENARNYA KALIAN PIKIRKAN!


BUKANKAH PERINTAHNYA SUDAH JELAS? HABISI PARA PRAJURIT YANG TIDAK INGIN KEMBALI DARI MISI! LALU KENAPA MASIH BANYAK, PULUHAN ORANG SELAMAT?!


INFORMASI PENTING SEMACAM INI TERSEBAR DI PUBLIK?!


JANGAN BERCANDA DENGANKU!"


Pria paruh baya tersebut terus membanting barang-barang dengan penuh emosi. Sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang duduk di ruangan. Belasan pria paruh baya yang mirip dengannya, tetapi memiliki pangkat lebih rendah daripada dirinya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Pak?" tanya salah satu orang.


"BAGAIMANA MENURUTMU?!"


"Haruskah kita membagikan simpanan biji-bijian tersebut? Tampaknya sulit untuk terus mempertahankan tempat itu, apalagi memindahkan barang ke sini."


"HA-HA-HA! KAMU SEBUT ITU SOLUSI? SEMUT-SEMUT RAKUS ITU PASTI TIDAK AKAN LAGI MEMERCAYAI KITA BAHKAN JIKA KITA MEMBERI MEREKA MAKANAN.


LALU KENAPA KITA HARUS MEMBERIKANNYA KEPADA MEREKA?"


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Pak?"


"LAKUKAN DENGAN CARA LAMA! DOMINASI!


JIKA ADA YANG MENCOBA MELAWAN, SERET LALU BUNUH DI DEPAN PENGUNGSI LAIN. MEMBUNUH AYAM UNTUK MENAKUTI MONYET!"


"..."


Para pejabat saling memandang. Kebanyakan mereka tampak setuju. Mereka merasa kembali ke era lama dimana hukum mereka mutlak. Jika ditentang, pembunuhan diperbolehkan.


Lagipula, sudah tidak ada lagi yang namanya hak asasi manusia di dunia gila ini!


Pria paruh baya botak itu kemudian berteriak.


"ZANDER!!!"


Ketika teriakan itu terdengar, pintu kantor terbuka. Sosok pria paruh baya dengan pakaian militer masuk ke dalam ruangan.


Dia memiliki wajah tampan dan ekspresi tegas di wajahnya. Pria tersebut memberi hormat sambil berkata.


"Saya di sini, Pak!"


Melihat Zander, pria paruh baya botak itu mengangguk puas. Dengan ekspresi kejam di wajahnya, dia memberi perintah tegas.


"CARI TAHU SIAPA HADES! TEMUKAN LALU PENGGAL KEPALANYA DAN TUNJUKKAN KEPADA DUNIA ...


TIDAK ADA YANG BOLEH BERMAIN-MAIN DENGAN KITA!"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2