
Satu hari kemudian.
Di tempat ketiga orang sebelumnya menunggu, Ark dan Aisha duduk santai. Tampaknya sedang menunggu kedatangan Angelica.
“Kamu tidak mengatakan kapan dia harus kembali. Bagaimana kalau gadis kecil itu terus mencari dan tidak kembali sebelum menemukan gudang penyimpanan tersembunyi Imperial Phoenix?”
Aisha menopang dagu, berkata kepada Ark dengan ekspresi tidak puas.
“Dia seharusnya segera datang. Jika dugaanku benar, tidak perlu waktu terlalu lama untuk berkeliling dan menemukan gudang penyimpanan. Khususnya bagi kalian yang terbiasa dengan wilayah sekitar.”
Ark duduk bersandar pada dinding sambil mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Sebenarnya dia ingin menyalakan sebatang rokok, tetapi takut aroma menyegarkan dan harum itu menarik perhatian.
“Alasan masuk akal. Namun, aku merasa kalau komandomu kurang jelas. Setidaknya beri tenggat waktu.”
“Aku hanya lupa.” Ark mengangkat bahu. “Lain kali aku akan memberi batas waktu.”
“Bagus~”
Jika itu anggota lain Sword of Sufferings, mereka pasti tidak akan melakukan protes bahkan jika Ark menyuruh mereka menjalankan tugas dengan bahasa isyarat. Berbeda dengan orang-orang itu, Aisha berperilaku cukup bebas. Jelas tidak takut membuat marah Ark.
“Omong-omong ... apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Ark?” tanya Aisha.
“Ambil persediaan dari gudang rahasia, kirimkan kembali menggunakan Huginn dan Muninn, lalu kembali ke mansion.”
“Hah? Kamu benar-benar terlalu percaya diri? Apa kamu pikir tempat penyimpanan itu bisa ditemukan dengan mudah?” Aisha berkata tidak puas.
“Sebaiknya kamu tunggu sendiri.”
Setelah menunggu beberapa saat, bayangan hitam segera mendekati mereka. Pada saat semakin mendekat, keduanya bisa melihat sosok Angelica.
Melihat gadis itu, Aisha langsung berbicara dengan ramah.
“Kamu akhirnya kembali, Angelica. Katakan padaku, menemukan gudang persembunyian itu sulit kan? Tidak apa-apa. Kita bisa mencarinya bersama nanti.”
“Eh?”
Mendengar perkataan Aisha, Angelica tertegun. Gadis itu kemudian menggaruk belakang kepalanya dengan senyum canggung.
“Maafkan saya, Kak Aisha. Namun, saya telah menemukan gudang penyembunyian yang ketua maksud.”
“Hah?” Mata Aisha terbelalak. “Apakah kamu tidak bercanda denganku?”
Melihat ekspresi Aisha yang seperti akan memakan orang, Angelica merasa agak takut. Dia memaksakan diri untuk tersenyum lalu menjawab.
“Benar, Kak Aisha. Saya tidak berbohong. Saya memang telah menemukan lokasi gudang penyimpanan rahasia itu.”
“Sudah aku bilang, Angelica akan menemukannya.”
Ark yang sibuk bermain dengan katak emas akhirnya berkata dengan nada datar. Menyadari Aisha yang memelototinya, pemuda itu hanya mengangkat bahu. Tampaknya tidak begitu peduli dengan kemarahannya.
__ADS_1
“Bagaimana kamu tahu lokasi gudang penyimpanan rahasia Ark? Apakah sebelumnya kamu pernah datang ke sini?”
“Sebenarnya mudah.”
“Katakan!”
“Aku menyuruh Angelica mencari dalam radius tertentu. Jaraknya tidak begitu jauh dari markas utama Imperial Phoenix.
Alasan kenapa gudang penyimpanan ditempatkan di sana sangat jelas. Selain mudah diawasi, orang-orang bisa memindahkan barang-barang ketika dibutuhkan. Entah digunakan untuk menyerang, bertahan, atau melarikan diri.
Lagipula, terlalu jauh berarti sulit dijangkau dan sulit dikendalikan. Terlalu banyak masalah yang tidak perlu.”
Setelah mengatakan itu, Ark melirik ke arah Angelica lalu melanjutkan.
“Kerja bagus, Angelica. Istirahat 3 jam. Gunakan untuk makan lalu tidur sebentar. Setelah itu kita akan pergi ke gudang penyimpanan rahasia.”
“Baik Ketua!” jawab Angelica dengan ekspresi penuh kebahagiaan.
Empat jam kemudian, Ark dan kedua rekannya telah mempersiapkan diri. Memastikan tidak ada yang ketinggalan dan semuanya telah dikemas dengan rapi, mereka pun melanjutkan perjalanan.
***
Sekitar setengah hari kemudian.
Dikarenakan tidak perlu lagi mencari lokasi gudang penyimpanan rahasia, mereka bisa bergerak menuju ke lokasi tersebut lebih cepat.
Setelah saling memandang, mereka mengangguk lalu memasuki bangunan tersebut.
Memasuki bangunan, mata Ark dan Aisha menyempit ketika melihat perabot yang telah dibersihkan. Meski ruangan tampak kotor, tetapi tidak ada barang-barang yang mengganggu pergerakan. Ruangan tampak benar-benar kosong.
Ark dan Aisha kemudian mengikuti Angelica. Mereka pergi menuju ke anak tangga yang cukup tersembunyi. Tampaknya mengarah ke ruang bawah tanah.
Ark langsung mengeluarkan dua lentera kecil dari ranselnya. Saat itu, cahaya redup langsung menerangi ruang bawah tanah.
Pemandangan yang ada di sana membuat Aisha tampak terkejut dan Angelica membelalakkan matanya.
Angelica memang pernah datang, tetapi karena kurangnya pencahayaan dan mata yang tidak bisa melihat dengan baik dalam gelap, dia sama sekali tidak bisa melihat semuanya secara keseluruhan.
Melihat lentera minyak yang menggantung di dinding, mereka sadar kalau itu yang digunakan Imperial Phoenix sebagai alat penerangan. Namun mereka tidak berniat menggunakannya.
“Begitu banyak senjata.” Aisha bergumam dengan ekspresi terkejut.
Di dalam ruang bawah tanah, setidaknya ada ratusan senjata. Selain itu, ada juga banyak makanan. Kacang bermutasi dengan kulit keras yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama.
“Membawa ini semua pasti merepotkan. Apakah kita benar-benar akan membawa semuanya?”
Aisha langsung menoleh ke arah Ark. Tampaknya merasa sangat ragu apakah mereka bisa membawanya atau tidak.
Ark sendiri tampak tenang. Setelah menghitung semuanya baik-baik, pemuda itu berkata.
__ADS_1
“Kita akan memindahkan 90% makanan ke tempat lain yang cukup aman. Biarkan Huginn dan Muninn membawa semuanya kembali. Dalam waktu tiga hari, seharusnya jumlah tersebut bisa dipindahkan.”
“Bagaimana dengan senjatanya? Apakah kita tidak membawanya?” tanya Aisha.
“Aku tidak tertarik dengan senjata tingkat rendah semacam ini. Bahkan tidak dihitung sebagai level 1.” Ark membalas datar.
“Meski brgitu, ini masih bisa digunakan oleh orang-orang itu untuk membahayakan kelompok lain!” Aisha tampak kurang setuju.
“Tenang saja. Aku memiliki rencana tersendiri untuk senjata-senjata ini.”
Mendengar penjelasan Ark, Aisha dan Angelica saling memandang. Pada akhirnya, mereka hanya bisa menuruti permintaan pemuda itu.
Sekitar setengah hari kemudian, ketiga orang itu berhasil memindahkan kotak-kotak berisi kacang ke tempat yang jauh dari markas utama Imperial Phoenix dan cukup tersembunyi.
Setelah meminta Huginn dan Muninn mulai mengirim barang, Ark dan kedua rekannya kembali ke gudang tersembunyi.
Melihat bangunan itu, Aisha merasa bingung.
“Kita telah memindahkan 90% bahan makanan. Apakah ada alasan kenapa kita kembali ke sini?”
“Tentu saja ada.”
Setelah mengatakan itu, Ark masuk ke dalam bangunan, langsung pergi ke ruang bawah tanah yang luar.
Pemuda itu kemudian mengambil pedang acak lalu menghancurkan beberapa kotak kayu yang berisi sisa kacang menjadi ribuan keping. Ketika kacang-kacang tersebar di lantai lembab, pemuda itu menginjaknya secara acak dan mulai membuat ruangan itu menjadi berantakan.
“Hey! Apa yang kamu lakukan Ark? Kenapa kamu menyia-nyiakan makanan? Bukankah lebih baik kita bawa-“
“Kalian berdua mundur.”
Ark langsung menyela dengan eskpresi datar. Melihat ruangan yang begitu berantakan dan hanya menyisakan tumpukan senjata yang masih cukup rapi, pemuda itu mengangguk.
Dia kemudian mengeluarkan botor besar dari ranselnya. Saat botol itu dikeluarkan, mata katak emas di bahu Ark terbelalak karena makhluk itu tahu ...
Apa yang ada di dalam botol itu adalah racun kuat yang Ark buat dari sedikit racun katak dan berbagai bahan beracun lain! Tidak terlalu kuat, tetapi masih sangat berbahaya!
Ark kemudian menyiram ratusan senjata itu dengan cairan tersebut.
Selesai menyiram, pemuda itu mengangkat sudut bibirnya. Senjata yang tidak tampak tersentuh dan bahan makanan yang tampaknya diacak-acak oleh binatang buas. Jelas membuat orang tidak berpikir kalau ini adalah sebuah jebakan.
Menoleh ke arah Aisha dan Angelica, Ark berkata.
“Karena mereka telah menyapa kita dengan sopan. Maka tidak baik jika tidak membalasnya kan?”
Melihat Ark yang tidak mengubah ekspresinya setelah melakukan hal semacam itu, Aisha dan Angelica tiba-tiba merasa kedinginan.
Akhirnya sadar kalau pemuda yang biasanya tampak santai itu suka menyimpan dendam begitu dalam!
>> Bersambung.
__ADS_1