Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Rapat Darurat?


__ADS_3

Tiga hari berlalu begitu saja.


Setelah Ark menyelesaikan proses perebusan dan penjemuran, dia mulai menganyam. Dibantu oleh Abigail, Stacy, Kurona, dan Shirona ... proses tersebut berjalan cepat dan lancar. Sekarang, pemuda itu tinggal menunggu badan busur diselesaikan oleh Old Franky.


Menyelesaikan pekerjaannya, Ark meminta anggota inti Sword of Sufferings melakukan rapat di sore hari. Dia ingin membahas sesuatu yang penting dan cukup mendesak. Sesuatu yang perlu mereka lakukan sebelum penyatuan bumi ketiga kalinya, gelombang monster yang akan terjadi sekitar satu setengah bulan kemudian.


Sore harinya, anggota Sword of Sufferings pun berkumpul di ruang rapat.


"Apakah ada masalah, Ark? Sudah lama kita tidak melakukan rapat seperti ini."


Duduk di kursinya, Jay menatap Ark dengan ekspresi aneh.


"Kita selalu melakukan rapat bulanan. Kamu saja yang kurang fokus, dan terkadang malah tidur."


"..."


Mendengar ucapan Ark, Jay langsung berkeringat. Orang-orang dalam ruangan juga memandangnya dengan tatapan cukup intens, membuat pria itu merasa gugup. Setelah beberapa saat, dia langsung berkata,


"Sebenarnya aku ingin fokus, Ark. Namun seperti yang semua orang ketahui ... kita telah lelah seusai bekerja seharian. Jadi normal jika aku mengantuk, bukan?"


Sudut bibir Ark berkedut ketika mendengarkan alasan Jay.


'Siapa yang coba kamu bodohi? Kamu, pria yang telah mengalami evolusi ke-2 kelelahan setelah melakukan hal sepele? Aku rasa bekerja 18 jam pun tidak akan membuatmu lelah, bukan?


Kelihatannya kamu perlu pekerjaan lebih berat.'


Meski tidak tahu apa yang sedang Ark pikirkan, Jay tiba-tiba merinding. Melihat bagaimana pria yang sering disebut Hades itu menatapnya, Jay merasa kalau sesuatu yang buruk mungkin terjadi padanya. Benar-benar membuatnya menyesal karena telah menyebutkan alasan yang buruk!

__ADS_1


"Kalau begitu biarkan aku memulainya. Pertama-tama, aku ingin memecah lagi kelompok agar menjadi lebih efisien. Mungkin anggotanya semakin kecil, tetapi dengan kekuatan kita, jumlahnya sudah cukup.


Pertama, Scarlet Sword yang dipimpin oleh Jay. Di bawah Jay, ada delapan orang termasuk Jimmy. Aku akan membaginya menjadi dua tim kecil. Jay akan ada di kelompok yang sama dengan Jimmy dan tiga orang lainnya. Sedangkan sisa empat orang, Yonas dan Vadim akan menjadi ketua serta wakil mereka. Membuatnya menjadi tim ke-2.


Hal yang sama berlaku kepada Violet Sword. Dari sembilan anggota, tim ke-1 akan dipimpin oleh Stacy dengan Roxanne sebagai wakil dan empat anggota lain. Sedangkan sisa empat anggota akan bergabung dengan tim dua yang dipimpin oleh Natasha dengan Abigail sebagai wakilnya.


Scarlet Sword team-1 akan bertugas berburu zombie dan binatang mutan di sekeliling perumahan elit. Ya, tidak di dalam, tetapi di luar. Violet Sword team-1 akan bertugas berkeliling perumahan elit untuk memastikan tidak ada "tikus" yang masuk. Mereka juga bertugas memasang jebakan di tempat yang aku tunjuk.


Scarlet Sword team-2 akan bertanggung jawab soal pertanian. Mereka akan berurusan dengan semua tanaman di lima benteng (rumah), kecuali markas utama. Selain itu, mereka juga harus membantu Old Franky saat dibutuhkan. Violet Sword team-2 akan bertugas memroses panen. Mereka akan membagi sesuai dengan kualitas, mengawetkan, dan menyimpan. Selain itu, mereka juga akan ditugaskan untuk mengurus tanaman bermutasi di markas utama, kecuali yang ada di taman atap.


Old Franky sudah memiliki tugas tersendiri. Sedangkan anggota lain yaitu aku, Darin, Lisa, Kurona, dan Shirona akan mengurus Dark Caravan. Bukan hanya berdagang, tetapi juga melakukan perburuan di area tertentu. Aku akan menyebutnya team-0 (zero).


Apakah ada pertanyaan?"


Mendengar penjelasan Ark membuat ekspresi setiap anggota Sword of Sufferings menjadi serius. Meski pembagiannya memang cukup pas, tetapi mereka juga tahu kalau sang ketua tampaknya menjadi lebih terburu-buru. Tidak lagi begitu santai seperti sebelumnya.


"Aku tahu kalau kamu terburu-buru, Ketua. Aku rasa peningkatan ini memang wajar sebagai persiapan sekaligus pencegahan kalau-kalau gelombang monster yang lebih dahsyat kembali terjadi. Hanya saja, aku rasa aktivitas Dark Caravan terlalu berlebihan.


Tidak hanya melakukan perdagangan, tetapi juga berburu, kan? Aku rasa perjalanan terus-menerus seperti itu tidak hanya melelahkan fisik tetapi juga pikiran. Apakah kamu sudah mempertimbangkannya?


Lagipula, apa yang kamu coba kumpulkan ketika berburu? Apakah harus begitu mendesak?"


Old Franky bertanya dengan ekspresi penuh keraguan. Bahkan jika mereka sekarang kuat, kelelahan mental bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Terlebih lagi, dia sangat mengkhawatirkan cucunya.


Lelaki tua itu juga tahu kalau cucunya pasti tidak puas jika ditempatkan pada kelompok lain dan bersikeras mengikuti Ark seperti ekornya. Namun sebagai kakek, Old Franky tetap tidak bisa tidak khawatir. Lagipula, Lisa adalah satu-satunya keluarga, darah daging yang tersisa.


"Aku tahu kalau kamu khawatir, Old Franky. Namun kamu bisa tenang karena aku berjanji akan menjaga mereka dengan baik. Sedangkan apakah itu penting dan mendesak? Jawabannya adalah iya.

__ADS_1


Team-0 akan melakukan misi berburu di taman kota. Aku juga memiliki target buruan, sama sekali bukan tanpa tujuan."


"Target?" tanya Jay dengan ekspresi aneh.


"Ya. Target di taman kota adalah ulat sutera raksasa dan tawon raksasa. Aku juga berniat untuk melacak jejak kelompok gagak bermutasi yang keluar dari area raven tower. Tentu saja ada alasan aku menargetkan perburuan tiga makhluk ini.


Ulat sutera raksasa. Aku tidak bermaksud untuk berburu yang muda. Sebaliknya, aku akan mencari kepompong sutera raksasa. Jika bisa dibawa kembali, kita bisa merebusnya lalu mengambil benang sutera. Lalu-"


"Tunggu! Kamu bilang membuat benang sutera? Itu membutuhkan alat, bukan? Jangan bilang kamu ingin memaksa tulang tua ini untuk membuat alat itu?!"


Old Franky langsung menyela dengan ekspresi tidak sabar di wajahnya.


"Alat yang perlu dibuat hanyalah sebuah gear berputar dengan kayu yang akan digunakan sebagai tempat benang digulung, bukan? Itu hal yang mudah dibuat. Lagipula, kita hanya akan mengumpulkan benang. Sama sekali bukan alat membuat kain sutera.


Kamu bisa tenang, Old Franky. Yang lebih penting dari itu ... aku juga ingin mengumpulkan sengat tawon raksasa yang bisa digabungkan ketika membuat anak panah khusus. Selain itu, kita harus mengumpulkan bulu gagak.


Bulu besar di sayap mungkin tidak terlalu berguna sekarang, tetapi kita bisa menggunakannya lain kali. Sedangkan bulu leher yang lebih lembut dan mirip bulu angsa sebelum masa apocalypse, kita bisa menggunakannya untuk membuat bantal atau jaket. Bersiap untuk menghadapi musim dingin yang kejam!"


"Aku bisa mengerti perihal panah khusus. Sedangkan kain sutera atau hal-hal yang menyangkut musim dingin ..."


Jay tidak melanjutkan perkataannya, tetapi semua orang mengerti apa yang pria itu maksud.


Saat ini masih pertengahan musim panas. Sedangkan musim dingin yang datang setelah musim gugur ... itu masih sekitar empat setengah bulan mendatang. Ark membicarakannya saat ini berarti dia optimis kalau Sword of Sufferings bisa bertahan sampai saat itu. Memang sebuah ambisi yang baik. Namun, orang-orang merasa ada sesuatu yang salah. Entah kenapa ...


Mereka merasa kalau Ark menganggap zona merah dan makhluk-makhluk berbahaya itu sebagai ternak di halaman belakang rumahnya!


Jika dibandingkan dengan orang-orang di luar sana yang berusaha mati-matian, pemuda itu benar-benar keterlaluan. Membuat kepala mereka mati rasa ketika memikirkannya!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2