
Sementara itu, di tempat kelompok Golden Rose berada.
"Apakah anda benar-benar memutuskan untuk melakukan hal semacam ini, Ketua?"
Randal, wakil ketua Golden Rose, satu di antara sebagian orang yang selamat dalam kelompok tersebut berkata dengan ekspresi kaget di wajahnya.
"Aku bukan lagi ketua Golden Rose, Randal. Kamu tidak perlu lagi memanggilku dengan cara seperti itu."
"Tapi—"
"Maaf, Randal." Roxanne berkata dengan senyum masam di wajahnya. "Seandainya saja ayahku bukan pendiri Golden Rose, pasti kamu yang akan menggantikannya. Bahkan jika aku salah satu pembunuh terbaik, tetapi apa yang bisa aku lakukan sangat terbatas."
"Itu tidak benar. Anda adalah pemimpin yang hebat, Nona Roxanne!"
"Kamu yang mengatur segalanya. Kamu yang membantuku untuk mengelola kelompok ini. Pada akhirnya, apa yang bisa aku lakukan hanyalah bertarung.
Sekuat apapun aku berjuang, tampaknya aku tidak bisa mencapai puncak. Aku tidak tahu apakah salah ketika aku dilahirkan sebagai perempuan. Aku tidak tahu apakah perempuan harus selalu ada di bawah laki-laki.
Hanya saja, aku sudah lelah. Aku tidak ingin lagi berjuang untuk terus berada di barisan depan. Aku ingin berteduh dari panas dan hujan di bawah pohon yang kokoh.
Itulah alasan kenapa aku pergi. Aku tahu ini egois, jadi aku tidak memaksamu untuk terus mempertahankan Golden Rose. Aku bahkan memperbolehkan kamu bergabung dengan kelompok lain."
Melihat sosok Roxanne yang tampak lemah lembut dan tidak lagi penuh percaya diri seperti sebelumnya, Randal menghela napas panjang. Dia kemudian bertanya.
"Apakah anda benar-benar berniat untuk bergabung dengan Dark Caravan, Nona Roxanne?
Anda memang memiliki sosok menawan dan memiliki kekuatan, tetapi saya tidak tahu apakah Hades menerima anda atau tidak. Meski demikian, akankah anda tetap bersikeras untuk mencobanya?"
Roxanne menatap ke arah Randal ketika mendengar ucapan tersebut. Dia kemudian membalas.
"Hades memang kuat, tetapi banyak perempuan di sekitarnya. Mungkin saja pria itu adalah jenis pria yang suka mengumpulkan perempuan.
Aku tidak tahu apakah dia akan melihatku atau bagaimana dia akan memperlakukanku. Namun sejak awal tidak ada hal gratis di dunia ini, bukan?"
"..."
Melihat Randal diam saja, Roxanne melanjutkan.
"Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan, Randal. Namun sejak awal aku pernah berkata bahwa aku hanya menganggapmu sebagai saudaraku sendiri.
Jadi maafkan aku."
Setelah mengatakan itu, Roxanne membungkuk sopan. Dia kemudian bersiap untuk pergi. Saat itu, suara Randal terdengar.
"Kalau begitu aku bisa bernapas lega, Nona Roxanne.
Sejak anggota inti kelompok ini berkurang banyak, pasti akan ada bahaya yang mengancam Golden Rose. Khususnya sosok cantik seperti anda pasti akan menjadi sasaran orang-orang dengan pikiran jahat.
__ADS_1
Tenang saja, saya akan terus bertahan di Golden Rose dan berusaha mengembangkannya. Anda tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa."
Randal memberi hormat dengan ekspresi lembut. Sejak kecil dia dibesarkan oleh ayah Roxanne, merasa berhutang budi kepada pria tua itu. Jadi ketika melihat Roxanne dalam bahaya, dia benar-benar cukup cemas.
Randal mengagumi wanita itu, tetapi sejak awal tidak mempunyai pemikiran untuk memilikinya.
Melihat senyum tulus di wajah Randal, Roxanne merasa tercekik. Dia merasa bahwa dirinya benar-benar egois. Tidak memiliki wajah untuk tinggal di tempat itu, wanita itu segera pergi dengan ekspresi sedih di wajahnya.
Saat Roxanne pergi ke arah Dark Caravan berada, dia melihat delapan orang menghalangi jalannya. Mereka semua memiliki pakaian mirip dengan dirinya. Mereka adalah pembunuh di bawah Roxanne yang masih selamat. Dari dua puluh orang elit, tinggal delapan orang.
"Mohon izinkan kami untuk mengikuti anda, Nona!" ucap salah satu orang.
"Kalian ... apakah kalian tahu kalau tidak mungkin setiap orang diterima? Dark Caravan jelas hanya memilih beberapa orang dianggap memiliki potensi.
Apakah kalian tetap ingin mencobanya? Jika kalian melakukannya dan ditolak, kalian tidak mungkin kembali ke Golden Rose. Saat itu, mungkin kalian akan ditargetkan dan akan memiliki akhir buruk."
Kedelapan wanita itu masih berlutut dan menundukkan kepala mereka, sama sekali tidak tampak gentar.
"Jika kami sudah tidak lagi berguna di sisi anda, kami akan mengakhiri hidup kami sendiri. Lagipula, alasan kami terus bertahan adalah anda."
"..."
Melihat ke arah kedelapan wanita itu, Roxanne tersenyum masam. Dia merasa beruntung karena orang-orang di sekitarnya selalu peduli padanya. Namun, wanita itu juga merasa bersalah. Mungkin orang yang mengadopsi mereka adalah mendiang ayahnya, tetapi Roxanne merasa semua ini terjadi karenanya.
"Jika kalian benar-benar tidak ingin mundur, kalian bisa mengikutiku."
Kesembilan wanita cantik itu akhirnya pergi ke tempat kereta Dark Caravan berada. Hanya saja, mereka melihat pemandangan yang cukup mengejutkan.
Di dekat kereta, tampak sebelas pria berusia awal dua puluhan sedang melakukan handstand.
Ya. Berdiri dengan kedua tangan, bukan dengan kedua kaki mereka.
Kesebelas orang itu berkeringat deras. Sementara itu, tidak jauh dari mereka ada sosok berjubah abu-abu yang berjongkok sambil menatap mereka. Di balik topeng, tampak sepasang mata yang menatap orang-orang itu dengan ekspresi main-main.
Gadis itu adalah Lisa. Darin tampak duduk di kursi kusir, bersandar sambil memejamkan mata. Ada juga Kurona dan Shirona yang duduk di atas kereta. Sedangkan Ark dan Stacy tidak terlihat.
"Anu ... permisi?"
Mendengar ucapan Roxanne, banyak orang mengalihkan pandangan mereka ke arahnya. Termasuk sebelas pria yang melakukan handstand dengan tubuh gemetar.
Darin membuka matanya dan hendak berbicara, tetapi disela oleh Lisa. Sementara itu, kedua gadis kembar itu mengabaikan keberadaan orang lain. Duduk di atas kereta dengan tak acuh.
"Serahkan kepadaku!" ucap Lisa yang berdiri.
Gadis itu menghampiri Roxanne dan delapan wanita lainnya. Memiringkan kepalanya, dia bertanya.
"Apakah ada yang bisa aku bantu, Nona? Aku—"
__ADS_1
Melihat Roxanne dari atas ke bawah, Lisa tercengang ketika melihat sepasang tonjolan yang ukurannya cukup berlebihan.
'Geh! Apa-apaan tonjolan lemak itu! Bukankah itu lebih besar daripada milik Stacy yang menyebalkan, sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Nyonya Abigail?!
Dari wajahnya, dia jelas muda. Errr ... wanita dewasa dengan wajah bayi?'
Melihat ke bawah lalu menyentuh miliknya, Lisa mulai meragukan kehidupan. Bukan perbukitan apalagi pegunungan. Bisa dibilang, itu hamparan padang rumput datar dimana banyak kuda bisa berlari kejar-kejaran dengan gembira.
"Maaf, Adik Kecil? Apakah kamu tahu dimana Mr Hades berada?"
"Diam, Wanita Tua! Kamu yang adik kecil dan seluruh keluargamu adik kecil!
Asal kamu tahu ..."
Lisa mengangkat kepalanya dan menepuk dadanya dengan bangga sambil berkata.
"Aku adalah The Legendary Shadow Tamer! Usiaku 18 tahun dan sudah dianggap dewasa!"
Darin menoleh ke arah lain, pura-pura tidak melihat dan tidak mengenali gadis sembrono serta terlalu percaya diri itu.
'I ... IMUTNYAAA!!!'
Pikir Roxanne ketika melihat sosok Lisa yang mengangkat kepalanya dengan bangga. Meski gadis itu memakai jubah dan topeng, karena suaranya yang terdengar kekanak-kanakan dan tubuhnya yang kecil dan mudah dibawa, Roxanne menganggapnya sangat lucu.
Wanita itu segera menggelengkan kepalanya. Dia mengingat tujuannya datang ke sini, jadi segera berkata.
"Um ... Jadi, The Legendary Shadow Tamer, kan? Apakah kamu tahu dimana Mr Hades berada?"
"..."
Mendengar ada yang menyebut julukannya dengan lengkap, Lisa tercengang. Dia menatap ke arah Roxanne dengan mata berkilauan. Merasa telah menemukan orang yang cocok dengan dirinya!
'Ternyata wanita ini baik! Dibandingkan rekan satu tim yang menyebalkan itu, dia jelas lebih baik!
Aku benar-benar salah menilainya karena dua tonjolan lemak yang menyebalkan itu! Maaf!'
Pikir Lisa yang berdiam diri di tempatnya. Gadis itu kemudian mengangguk penuh pengertian sambil berkata.
"Jika kamu mencari Ketua Bau itu, sebaiknya kamu menunggu sebentar, Nona."
Lisa berkata dengan nada dewasa yang malah tampak seperti berpura-pura dan sama sekali tidak cocok dengan dirinya. Gadis itu kemudian menoleh melihat sebelas pria yang melakukan handstand sebelum melanjutkan.
"Sebelas pria ini membuat masalah untuk Ketua Bau, mereka dihukum melakukan handstand olehnya. Sedangkan Ketua Bau ...
Dia pergi bersama untuk membereskan masalah yang mereka buat."
>> Bersambung.
__ADS_1