
Siang di hari berikutnya.
"Sungguh, aku tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Ark."
Jay berjalan sambil membawa nampan. Di atasnya terdapat dua mangkuk bubur dan dua gelas air. Dia kemudian pergi menuju ke gudang cadangan, lebih tepatnya ... lokasi tempat penjinakan binatang buas. Pria tersebut kemudian naik ke lantai dua.
Sampai di lantai dua, Jay melihat dua orang yang berada sel (kurungan) berbeda. Mereka adalah Draco dan Leon yang kembali bersama dengan Dark Caravan pagi tadi.
"Waktunya makan, Kawan." Jay berkata dengan ramah.
Pria tersebut kemudian memberikan Leon dan Draco masing-masing semangkuk bubur beserta segelas air putih. Tanpa sedikitpun keraguan, mereka mulai makan dan minum. Hal tersebut tentu mengejutkan Jay.
"Kalian tidak takut diracuni? Kalian (mantan) orang jahat dan banyak yang membenci, apakah kalian benar-benar begitu santai?"
"Tuan tidak akan membawa kami kembali hanya untuk diracuni," balas Draco dengan ekspresi datar di wajahnya.
Mendengar jawaban masuk akal tersebut, Jay termenung. Setelah beberapa saat, dia tidak bisa tidak bertanya.
"Apakah kalian tahu? Sebenarnya semua kurungan di lantai ini sama sekali bukan penjara, tetapi tempat untuk menjinakkan binatang buas. Apakah kalian tidak marah?"
"Selama aku mendapatkan kekuatan untuk membalas dendam, aku tidak peduli jika Tuan memperlakukanku seperti binatang. Sejak kecil, aku terbiasa melihat orang-orang semacam itu. Aku tidak tahu apakah Tuan jenis yang sama, dan aku tidak peduli." Draco berkata datar.
"Begitu pula denganku. Asalkan mendapatkan kekuatan untuk membalas dendam, semuanya sepadan," tambah Leon.
Jawaban keduanya membuat Jay tidak bisa berkata-kata. Dia benar-benar tidak menyangka kalau ada orang seperti mereka.
"Kembalilah, Jay. Mereka bukan orang yang ingin bertahan hidup atau gila kekuasaan. Mereka hanya orang-orang yang haus balas dendam dan pembunuhan."
Suara tenang datang, Jay dan dua orang lain menoleh ke sumber suara.
"Satu orang dipaksa hidup oleh adiknya dan berusaha terus mengenang sosoknya. Sementara yang lain orang yang tidak ingin mati sebelum membalas dendam. Dua orang menyedihkan. Kamu tidak akan mengerti apa yang mereka rasakan, Jay."
"Tetapi kamu tidak perlu mengurung mereka di tempat ini, kan? Caramu memperlakukan mereka agak berlebihan, Ark." Jay berkata tanpa daya.
"Aku hanya tidak ingin mereka memengaruhi anggota lain. Saat ini mereka dipenuhi dengan obsesi membunuh, sama sekali tidak baik jika bergaul dengan rekan-rekan lainnya. Aku akan berbicara dengan mereka dan mengajari meditasi."
Ark melirik ke arah Jay sebelum menambahkan.
"Meditasi untuk menenangkan jiwa dan pikiran. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan qi, chakra, atau semacamnya ... jadi hentikan imajinasi liar itu dan pergi!"
__ADS_1
"Tsk! Aku tahu," ucap Jay tidak puas.
"Kalau begitu pergilah."
"..."
Melihat Jay pergi dengan enggan, Ark menggelengkan kepalanya. Dia kemudian melihat ke arah Leon dan Draco.
"Kalian tidak terkejut dengan penampilanku?"
"Cukup terkejut, tetapi tidak terlalu peduli. Bahkan jika anda wanita, saya tidak akan peduli asalkan anda bisa memberi saya kekuatan, Tuan." Draco menjawab datar.
"Itu tidak lucu, Draco. Namun aku menghargai tekad kalian. Jadi aku akan jujur kepada kalian.
Berbeda dengan anggota lain, aku ingin melatih kalian sebagai senjataku. Tentu saja, aku tetap memperlakukan kalian sebagai manusia. Namun, kalian akan memiliki tugas yang lebih berat daripada anggota lain."
"Membunuh orang, kah?" tanya Draco datar.
"Ya." Ark mengangguk. "Selain kamu dan Leon, masih ada satu orang ... yaitu Saito."
Melihat ke arah Ark, Draco dan Leon mengangguk.
"Meditasi sangat penting bagi kalian. Ketenangan adalah suatu keharusan untuk membedakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jangan hanya hidup dengan terbawa obsesi karena hal tersebut mungkin membawa kalian ke jalan yang sesat.
***
Sore harinya, dalam ruang rapat Sword of Sufferings.
"Karena semua orang sudah berkumpul, mari kita mulai rapatnya."
Duduk di kursi ketua, Ark melihat ke arah rekan-rekannya. Lebih tepatnya, para anggota yang dia anggap sebagai para petinggi Sword of Sufferings. Ada Jay, Darin, Stacy, Natasha, Abigail, Kurona, Shirona, Lisa, dan Old Franky.
Saat ini Ark tidak memanggil semua anggota lama. Hanya sepuluh orang termasuk dirinya. Sedangkan Yonas, Vadim, dan Shani akan dipercayakan kepada Darin. Saito, Nami, Draco, dan Leon akan Ark urus sendiri. Sedangkan dua kelompok cabang, Scarlet Sword dan Violet Sword akan bergerak sesuai dengan perintah ketua mereka, jadi sama sekali tidak ada masalah.
"Mungkin sebagian dari kalian telah mengetahuinya karena ada 'beberapa oknum' yang menyebarkan berita tanpa disuruh."
Mendengar ucapan Ark, Lisa memalingkan wajahnya. Pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh ketuanya.
Ark sendiri hanya menggeleng ringan sebelum melanjutkan.
__ADS_1
"Tujuh hari kemudian, dua hari sebelum musim dingin tiba ... kita akan membantu Joseph dalam melakukan pemberontakan. Dia ingin melakukan pembersihan anggota Black Panther, membuat membuat kelompok yang lebih bersatu dan kokoh.
Kita dan Silver Cross akan membantu dalam prosesnya. Setelah itu, rencana Aliansi Dark Triangle benar-benar bisa diselesaikan. Oleh sebab itu, aku akan mengerahkan cukup banyak orang.
Kurona dan Shirona akan ikut denganku. Darin, kamu akan pergi bersama dengan Yonas dan Vadim. Ada misi yang perlu kalian bertiga lakukan. Stacy, kamu akan membawa Roxanne dan anggota Violet Sword lain untuk melakukan misi lain.
Sisanya akan berada di markas. Melakukan aktivitas seperti biasa sambil mempertahankan keamanan markas."
Setelah Ark mengatakan itu, Jay dan Lisa mengangkat tangan mereka.
"Kenapa aku tidak ikut, Ark? Bukankah misi ini penting?" tanya Jay.
"Kamu diperlukan dalam pertahanan. Selain aku, Kurona, dan Shirona ... hanya kamu yang menyelesaikan evolusi ke tiga. Meski seharusnya aman, tidak ada salahnya untuk berhati-hati."
"Bagaimana denganku? Bukankah kekuatanku dibutuhkan di medan perang?" tanya Lisa.
"Saat ini kemampuanmu tidak dibutuhkan. Aku percaya kalau kemampuanmu sangat berguna dalam menghadapi zombie dan binatang bermutasi. Sedangkan melawan manusia ... aku masih tidak yakin."
"Aku bisa mengalahkan mereka dengan mudah!" ucap Lisa dengan nada kesal.
"Ini berbeda, Lisa. Pertarungan ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga hidup dan mati. Bertarung dengan niat membunuh dan tidak memiliki perbedaan. Untuk saat ini ... kamu belum siap untuk melakukan hal semacam itu."
"Tapi ..." Lisa tampak ragu.
"Sekali-kali kamu harus mendengarkan ketuamu, Lisa." Old Franky menasihati.
"Baik," jawab Lisa dengan enggan.
Ark kemudian melihat ke arah anggota lain. Lebih tepatnya, ke arah Natasha dan Abigail.
"Apakah kalian memiliki pendapat?"
"Aku tidak memiliki pendapat. Kamu pasti tahu pekerjaanku sebelumnya. Aku tidak mungkin membunuh orang dengan mudah, khususnya polisi atau tentara yang mungkin aku kenal." Natasha berkata dengan tenang.
"Saya juga tidak keberatan. Saya berterima kasih kepada anda karena telah menetapkan saya di markas sehingga bisa dekat dengan anak-anak." Abigail menambahkan. Sama sekali tidak menolak saran Ark.
Mendengar mereka semua setuju, Ark mengangguk. Dia cukup puas karena mereka sama sekali tidak menolak pengaturan yang dibuat olehnya. Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu kemudian berkata.
"Kalau begitu, aku harap kalian bisa mempertajam pedang dalam tujuh hari yang tersisa."
__ADS_1
"Hapus keraguan kalian dan fokus pada tujuan!"
>> Bersambung.