
Satu jam kemudian, mereka kembali ke markas.
Di markas Sword of Sufferings, semuanya langsung menjadi sibuk. Para pekerja mulai membantu mengurus daging. Mereka belum melihat daging sebanyak itu dalam kehidupan mereka.
Berat gajah Afrika bisa mencapai 6-8 ton. Badak bermutasi ini lebih besar dan lebih berat daripada gajah Afrika. Bahkan setelah menghilangkan bagian berat seperti tulang, gading, dan kulit tebal ... mereka masih mendapatkan sangat banyak daging.
Hampir tiga ton atau setidaknya ... lebih dari 2,5 ton daging berkualitas tinggi!
Hanya saja, semua orang sangat menyayangkan ketika Ark menyuruh mereka untuk mulai memotong daging lalu mengirisnya tipis-tipis. Jelas, ketua kelompok tersebut ingin daging-daging tersebut diasapi. Mengawetkan daging agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama.
Meski orang-orang itu serakah, mereka masih mengerti apa yang harus diprioritaskan. Jadi semua orang mulai bergotong royong untuk mengurus 2,5 ton daging.
Jumlahnya memang banyak, tetapi karena dikerjakan bersama-sama, semuanya berjalan sangat cepat. Hanya saja, pengawetannya membuat pemandangan yang terlalu berlebihan.
Daging bisa diawetkan di es. Namun hal tersebut kurang bagus karena musim dingin tidak lama lagi akan berakhir. Jadi akhirnya mereka mulai mengasapi daging bergiliran.
Di musim lain, mungkin mengasapi daging tidak akan membuat banyak pemandangan. Namun di musim dingin, kepulan asap panas jelas lebih tampak. Belum lagi, jumlahnya sangat banyak.
Ark sendiri juga menyadarinya. Namun dia enggan untuk membiarkan daging menjadi sia-sia. Jadi dia sudah siap jika ada orang-orang dadi kelompok lain yang mengetahui lokasi markas Sword of Sufferings. Namun saat ini dia sudah tidak lagi takut atau ragu. Lagipula, sudah ada puluhan orang yang berpatroli di tembok perbatasan perumahan elit.
Selain bisa dilihat manusia, asap itu jelas bisa dilihat oleh binatang buas dan zombie. Bisa dibilang, Ark seperti sedang memancing dalam kekacauan.
'Jika mereka menyerang, biarkan mereka menyerang. Anggap saja kalau kedatangan mereka mempermudah kelompok, tidak perlu keluar terlalu jauh untuk mencari.'
Ark tampak tak acuh ketika memikirkan hal tersebut.
Selain kira-kira 2,5 ton daging yang diproses, sisa beberapa ratus kilogram dibiarkan segar. Mereka membuat kotak penyimpanan besar dari salju yang dipadatkan menjadi es batu. Biarkan daging beku disimpan di sana.
Daging tersebut akan digunakan untuk membuat sup yang menghangatkan para anggota kelompok di musim dingin.
Seperti dugaan Ark, malam harinya banyak binatang buas dan zombie yang berdatangan. Mereka langsung mendekati wilayah Sword of Sufferings.
Mungkin karena kegilaan para binatang buas, tidak ada satupun manusia yang muncul. Tampaknya mereka ketakutan untuk mendekat karena banyaknya binatang buas dan zombie yang menuju ke arah yang sama.
"Apakah semuanya akan berjalan sesuai rencana, Ark? Apakah ini ... baik-baik saja?"
Sebelum berangkat ke medan pertempuran, Jay yang sedang bersiap melihat ke arah Ark.
Ark sendiri langsung menoleh ke arah sahabatnya. Melihat kalau Jay tampak ragu, dia tersenyum.
"Tenang saja. Dengan kekuatan kita, seharusnya bukan masalah untuk menahan para binatang buas. Selain itu, ini adalah apa yang harus kita lakukan.
Kamu bilang ingin membantu orang-orang, kan? Dengan menarik para zombie dan binatang buas ke tempat ini, kita telah membantu mereka atau setidaknya meringankan beban mereka.
Apakah mereka bisa bertahan atau tidak. Semua tergantung pada kemampuan dan keberuntungan mereka."
__ADS_1
"Bahkan jika kamu melakukan ini, tidak ada yang tahu kalau kamu telah mencoba menyelamatkan kota, Ark." Jay tersenyum.
Melihat senyum penuh ejekan dan candaan di wajah sahabatnya, Ark menggelengkan kepalanya. Dia kemudian berkata.
"Aku bukan pahlawan, Jay."
Ark kemudian melihat kejauhan lalu mengulangi ucapannya.
"Aku bukan pahlawan, dan tidak akan pernah menjadi pahlawan."
Setelah mengatakan itu, Ark menutup wajahnya dengan topeng lalu pergi ke medan pertempuran. Langsung melawan para zombie yang berdatangan.
***
Beberapa hari kembali berlalu.
Tanpa disadari, sudah kurang dua hari dari waktu yang dijanjikan. Sementara Sword of Sufferings melakukan perburuan binatang buas dan zombie dalam diam, kelompok lain juga tidak diam saja.
Di markas Silver Cross.
"Bagus! Kalian akhirnya melakukannya!"
Melihat ke arah Berto dan sembilan orang kepercayaan lainnya, Julian merasa senang. Kesepuluh orang tersebut akhirnya menembus batasan. Mereka telah menyelesaikan evolusi pertama.
Ditambah dengan dirinya dan 5 orang dari Black Panther, total "awakener" telah mencapai 16 orang. Menurutnya, itu sudah cukup untuk menghadapi Imperial Tiger dan Third Scars.
"Terima kasih atas kebaikan anda, Ketua!"
Sepuluh orang berkata serempak. Melihat ekspresi tulus di wajah Julian, hati mereka menjadi tergerak. Mereka merasa kalau mengikuti pria itu memang pilihan terbaik yang pernah mereka pilih.
Mereka juga mengetahui kesepakatan Julian dengan Ark. Kesepuluh orang itu benar-benar merasa marah kepada "Hades" karena telah meremehkan tekad mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka sekarang, orang-orang itu sempat berpikir apakah harus melawan Dark Caravan atau tidak.
Mengingat hubungan Julian dan Hades, mereka hanya bisa menggelengkan kepala. Meski tidak bisa membuat masalah dengan Dark Caravan, tetapi mereka diam-diam bersumpah untuk menampar wajah mereka.
Membuktikan kepada orang-orang misterius yang haus kekuatan kalau masih ada kebenaran di dunia gelap dan suram ini!
Merasakan semangat membara dari sepuluh orang itu, Julian merasa senang tetapi juga sedikit khawatir.
"Kalian lebih baik tenang. Tubuh kalian perlu menyesuaikan diri. Selain itu ..."
Julian menatap orang-orang itu dengan ekspresi serius.
"Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan kalian."
***
__ADS_1
Sementara itu, di markas Imperial Tiger.
"Hahahaha! Dengan ini, ada enam pejuang super dalam kelompok Imperial Tiger!"
Salah satu tetua berkata dengan puas. Selain dirinya, para lelaki tua dalam ruangan juga tersenyum. Mereka tidak bisa tidak melirik ke arah sosok yang berdiri dengan hormat.
"Bagus! Kamu benar-benar luar biasa, Vadim!
Pilihanmu untuk berpihak kepada pemerintahan sangat tepat. Orang-orang berbakat seperti kamu seharusnya berada di pihak kami sejak awal."
"Terima kasih atas pujiannya, Pak."
Vadim membalas dengan hormat. Bahkan ada senyum sedikit menyanjung di wajahnya.
"Omong-omong, kontribusi yang kamu buat sudah sangat banyak. Sangat disayangkan, kita harus bekerjasama dengan tikus-tikus kotor dari Third Scars.
Ya ... itu tidak penting. Penelitian tentang ramuan telah berkembang lebih lanjut. Tidak lama lagi, kita bisa membuat prajurit super sendiri! Itu berkata kontribusimu, Vadim!
Apakah ada yang kamu inginkan sebagai gantinya?"
"Melayani pemerintahan merupakan suatu kewajiban. Saya sudah mendapatkan banyak hal dan hidup nyaman. Ini lebih dari cukup, Pak!"
Vadim membungkuk sopan. Berbicara dengan senyum menyanjung di wajahnya.
Melihat penampilan Vadim, para tetua semakin puas. Mereka merasa kalau orang baru ini lebih memuaskan daripada Zander.
"Bersabarlah. Jika kamu bisa membuktikan diri dan memiliki kontribusi lebih, bukan hal mustahil untuk menggantikan Zander."
Ekspresi terkejut tampak di wajah Vadim.
"Saya akan berusaha lebih baik, Pak!"
Melihat ke arah Vadim, para tetua mengangguk. Orang yang mudah diatur dan penurut jelas lebih disukai oleh para pemimpin seperti mereka.
"Kamu boleh pergi!"
"Baik, Pak!"
Setelah memberi hormat, Vadim langsung berbalik lalu keluar dari ruangan.
Setelah menutup pintu, ekspresi hormat dan ramah langsung berubah menjadi tak acuh. Berjalan melewati lorong, dia memikirkan apa yang dikatakan para tetua sebelumnya.
'Sebentar lagi ... kah?'
Memikirkan itu, senyum muncul di wajah Vadim.
__ADS_1
>> Bersambung.