Apocalypse Regression

Apocalypse Regression
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Di hutan roti, tampak lebih dari seratus orang yang sedang sibuk mencari. Sebagian dari mereka sibuk menggali. Di antaranya, ada 75 orang tahanan dan 25 prajurit dari Sword of Sufferings. Selain mereka, ada juga Draco, Leon, dan Saito.


Sementara itu, 75 orang prajurit, Kurona, Shirona, Stacy, dan Ark sedang sibuk mengurus markas. Tugas mereka juga masih dibagi, yaitu untuk mencari beberapa berbagai tanaman berharga dan memburu binatang bermutasi di sekitar untuk diambil bahannya.


“Hey, hey, hey … ini membosankan.”


Di bawah pohon besar, Leon menguap. Melihat banyak orang bekerja, dia merasa sangat bosan. Sementara itu, Saito duduk dal salah satu cabang pohon tinggi, bersandar sambil memejamkan mata. Sedangkan Draco, dia sedang berlatih tempat yang lebih luas. Tampaknya masih memikirkan ucapan Ark, jadi memilih untuk melatih diri agar bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.


“Hey, kalian! Jangan lupa segera menaruhnya ke dalam pot setelah menggalinya. Jika sampai anakan pohon itu mati, kalian pasti tidak bisa menanggung konsekuensinya.”


“YA, TUAN LEON!!!” jawab puluhan orang serempak.


“Tidak, tidak, tidak … berhenti memanggilku seperti itu. Langsung memanggil nama tidak apa-apa. Jika ingin menambahkan, tambahkan saja kata Pak atau … jenderal, mungkin?”


“Ya, Pak Leon!” jawab mereka serempak.


“Ya. Itu terdengar bagus.”


Saat mengatakan itu, ekspresi terkejut tampak di wajah Leon. Saat itu juga, Saito yang sedari tadi diam membuka matanya. Ekspresinya tampak begitu dingin dan tak acuh.


“Tampaknya kita kedatangan tamu, Saito.”


“Aku juga bisa merasakannya.”


“Hey, bagaimana kalau-“


Melihat sosok Saito yang sudah menghilang dari tempatnya, Leon tercengang. Dia tidak bisa tidak berteriak dengan ekspresi kesal.


“Seharusnya kamu tinggal di sini dan mengawasi orang-orang! Hey, Draco-“


Menoleh, Leon tertegun ketika melihat Draco juga sudah pergi. Bahkan pria itu meninggalkan kemeja dan jubahnya di sana, langsung pergi hanya dengan senjata dan topengnya. Melihat kalau dirinya ditinggalkan untuk mengawasi orang-orang, sudut bibir Leon berkedut keras.


“ORANG-ORANG INI …” Leon menggertakkan gigi.


Setelah puas marah-marah, Leon langsung memberi perintah tegas.


“Semua orang berkumpul. Ambil semua alat dan apapun yang kalian sudah kumpulkan. Ada serangan musuh. Anu … INTINYA, BERKUMPUL SEKARANG JUGA!”


Leon menggaruk kepalanya dengan ekspresi kesal. Dia sama sekali tidak pandai dalam memerintah, jadi sama sekali tidak menyukai tugas untuk memimpin dan membagi semacam itu.

__ADS_1


“Kalian, para prajurit. Tinggalkan di sini 10 untuk bertahan dan menjaga orang-orang. Sisanya susul Saito dan Draco. Banyak musuh, bantu saja mereka!”


“DIMENGERTI!” jawab mereka serempak.


Pada saat 15 orang akhirnya menyusul Saito dan Draco, ekspresi mereka masih tampak tenang setelah melihat lebih dari seratus orang di sisi berlawanan. Lebih tepatnya, 125 orang di sisi berlawanan.


“Apakah kalian orang-orang dari kelompok Sword of Sufferings? Orang-orang yang tersesat karena iblis?”


Saat itu, sosok pemuda pirang dengan rambut lurus panjang dengan wajah tampan, tetapi agak pendek dan memiliki ekspresi agak gila di wajahnya maju ke depan. Pakaiannya tampak rapi, jelas merupakan salah satu tokoh penting dari kelompok tersebut.


“Apakah kalian kehilangan kemampuan berbicara karena kekuatan iblis? Ck, ck, ck … kalau begitu biarkan aku memperkenalkan diri. Namaku adalah Renal, satu dari 10 Jenderal Crux of Shadow. Aku di sini untuk membantu rekan kami dari Golden Crown.


Atas nama Dewi Kegelapan, kami datang untuk menghapus pengikut iblis yang membuat kekacauan di dunia seperti kalian!”


Mendengar itu, mata Saito menyipit. Sementara itu, ekspresi Draco di balik topeng menjadi lebih ganas.


“Berhenti membicarakan hal-hal bodoh semacam itu, Orang Gila. Namun, karena kalian sudah mengatakan tujuan kalian, maka … ada alasan bagi kami untuk menyerang.”


Sosok Draco langsung bergegas maju. Sosoknya tampak agak kabur karena kecepatannya. Dia kemudian langsung membidik leher Renal dengan tombaknya.


Swoosh! KLANG!


Sosok Draco langsung mundur, menatap ke arah Renal dengan ekspresi waspada.


“Aiya aiya aiya … Sungguh tidak sopan menyerang orang ketika berbicara!”


Renal kemudian melihat pedangnya yang hampir patah. Melihat ke arah Draco dan anggota Sword of Sufferings lainnya, dia memiringkan kepala sambil berkata.


“Apakah itu senjata iblis? Hmmm … seperti yang diharapkan, para pengikut iblis ini memang tidak bisa dibiarkan.”


Renal kemudian mencium lambang matahari hitam dengan satu mata di tangan kanannya. Setelah itu, ekspresi penuh kegilaan tampak di wajah pria itu. Dia langsung berteriak dengan lantang.


“ATAS NAMA DEWI KEGELAPAN, BUNUH SEMUA IBLIS INI!!!”


Mendengar perintah Renal, dua puluh orang langsung maju tanpa keraguan, sementara seratus orang lain yang tampaknya dari Golden Crown terkejut dan tidak sempat merespon.


Melihat musuh yang datang ke arah mereka, orang-orang dari Sword of Sufferings menjadi lebih serius. Mereka tidak lagi menyepelekan musuh. Lagipula, pihak musuh pasti tidak sesederhana yang mereka pikirkan. Para anggota Sword of Sufferings langsung menarik pedang mereka dan berhadapan dengan Crux of Shadow.


Klang!

__ADS_1


Pada saat senjata berbenturan, ekspresi kedua belah pihak jelas dipenuhi kejutan. Mereka semua sama-sama belum menemukan manusia lain yang memiliki kekuatan setara dengan mereka. Jadi saat bertemu untuk pertama kalinya, mereka semua jelas sangat terkejut.


“KEMANA KAMU SEDANG MELIHAT, SATU TANGAN!”


Pada saat Draco mengamati sekeliling, sosok Renal langsung bergegas ke arahnya. Melihat kilau pedang yang terhunus dan diarahkan ke lehernya, ekspresi pria itu langsung menjadi serius.


Klang! Slash!


Draco berhasil menangkis satu serangan, tetapi tebasan lain langsung mengenai sisi kiri perutnya. Dia langsung mundur dan menatap ke arah Renal dengan kejam.


Di sisi lain, Renal berdiri dengan dua pedang di tangannya. Dia menatap ke arah Draco dengan ekspresi gila di wajahnya.


“JANGAN LARI, IBLIS! KAMU HARUS DIBERSIHKAN HARI INI JUGA!”


Swoosh! Klang! Klang! Klang!


Ekspresi Draco langsung berubah. Dia tidak menyangka kalah dalam kekuatan dan kecepatan. Belum lagi, gerakan kedua tangan Renal sama sekali tidak hanya membidik secara acak. Orang itu jelas membidik titik-titik fatal. Jelas bukan seorang pemula dalam pertempuran.


‘Orang ini …’


Pada saat itu, Draco langsung mengaktifkan skill pertama. Kekuatannya langsung meningkat dan ekspresinya menjadi lebih kejam.


BANG!


Sosok Renal terhempas mundur. Bukan hanya Draco, tetapi hampri semua orang juga mengaktifkan skill pertama mereka. Membuat pihak dari Crux of Shadow yang awalnya sedikit unggul langsung tertekan. Meski Ark melarang mereka menunjukkan skill dari miracle root ke dua dan seterusnya karena memiliki perubahan khusus, dalam konsisi krisis, mereka diperbolehkan untuk menggunakan skill pertama untuk memperkuat diri.


Lagipula, meningkatkan kekuatan, kecepatan, regenerasi, atau pertahanan sama sekali tidak tampak secara langsung oleh mata.


Pada saat Renal mendarat. Dia meludahkan sesuap darah. Alih-alih takut, ekspresi pemuda itu malah berubah menjadi semakin gila. Dia tertawa terbahak-bahak ketika berteriak.


“KETEMU! AKHIRNYA BERTEMU! SEPERTI YANG DIKATAN OLEH TUAN!”


“IBLIS! ADA IBLIS DI LUAR SANA YANG HARUS KITA HABISI!”


“HAHAHAHA!”


Melihat ekspresi gila di wajah orang-orang dari Crux of Shadow seolah mereka telah meminum obat yang salah, ekspresi anggota Sword of Sufferings menjadi lebih serius. Orang-orang itu benar-benar tidak menyangka …


Pada akhirnya bertemu dengan orang-orang gila semacam itu!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2